Thumbnail
1 year ago
Pengembangan Masyarakat Mahasiswa KKM Maulana Malik Ibrahim Malang : Seminggu Mengajar Mengajari di TPQ Ta'aroful Muslimin, Ditutup Keceriaan

DWI ANGGRAINI LUTFIYAH

Malang, 2025 --- Dalam rangka menjalankan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang telah melaksanakan salah satu program kerja unggulan berupa kegiatan mengajar mengaji di TPQ Ta'aroful Muslimin. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu, dan menjadi salah satu wujud kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu peningkatan literasi keagamaan masyarakat, khususnya anak-anak usia dini. Kegiatan yang berlangsung selama 7 hari berturut-turut ini diisi dengan aktivitas pembelajaran mengaji, hafalan surat pendek, serta pengenalan dasar-dasar Islam seperti adab berwudhu, tata cara sholat, dan nilai-nilai akhlak mulia. Sebagai penutup, mahasiswa KKM juga menggelar acara penutupan yang meriah dengan berbagai games islami dan kegiatan menyenangkan lainnya, yang berhasil menciptakan momen penuh kehangatan dan keceriaan bersama para santri kecil. Awal Mula Kegiatan: Menyatu dengan Masyarakat, Menjadi Bagian dari TPQ Ta'aroful Muslimin merupakan salah satu tempat belajar agama yang aktif di lingkungan masyarakat tempat mahasiswa KKM bertugas. Ketika pertama kali melakukan observasi dan pendekatan, para mahasiswa disambut dengan tangan terbuka oleh para pengurus TPQ dan warga sekitar. Melihat semangat belajar anak-anak yang tinggi dan peran TPQ yang begitu penting dalam pembinaan akhlak generasi muda, mahasiswa KKM pun menetapkan kegiatan mengajar mengaji sebagai salah satu program utama mereka. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, para mahasiswa menyusun jadwal kegiatan, materi pembelajaran, dan metode pendekatan yang tepat agar kegiatan ini bisa berjalan optimal dan menyenangkan. Kegiatan pembelajaran dirancang interaktif dan variatif. Selain membaca, mahasiswa juga mengajarkan: Tajwid dasar, agar bacaan anak-anak lebih sesuai kaidah, Hafalan surat-surat pendek, seperti Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas, Adab berwudhu dan sholat, melalui praktek langsung, Cerita kisah nabi dan sahabat, untuk menanamkan nilai-nilai teladan dalam Islam. Setiap kegiatan diawali dengan doa bersama dan ditutup dengan murojaah hafalan, agar pembelajaran lebih terarah dan membekas di hati para santri. "Kami ingin anak-anak merasa bahwa belajar agama itu menyenangkan, bukan sesuatu yang membosankan. Maka kami hadir sebagai kakak sekaligus sahabat mereka," ujar salah satu mahasiswa KKM. Penutupan Kegiatan: Tawa, Ceria, dan Kesan Mendalam Setelah satu minggu penuh kegiatan mengajar mengaji, mahasiswa KKM mengadakan acara penutupan kegiatan sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan bagi anak-anak TPQ. Kegiatan penutupan ini diisi dengan berbagai games edukatif bertema islami, lomba-lomba ringan, serta kuis seputar materi yang telah dipelajari selama seminggu. Beberapa games yang diadakan antara lain: Estafet Hafalan Surat Pendek, di mana anak-anak berlomba menyambung ayat dari surat yang dibacakan, Tebak Gerakan Sholat, permainan menyenangkan sekaligus evaluasi praktek ibadah, Lomba Menjawab Cepat Huruf Hijaiyah dan Tajwid, untuk anak-anak yang sudah lebih mahir. Selain itu, suasana makin seru dengan hadirnya pembagian hadiah sederhana dan bingkisan snack yang membuat wajah anak-anak penuh senyum dan kebahagiaan. Mahasiswa KKM juga menyisipkan pesan-pesan motivasi dan nasihat ringan agar anak-anak terus semangat belajar agama. "Seru banget main bareng kakak-kakak! Aku jadi lebih semangat ngaji," ujar salah satu santri TPQ dengan antusias. Kesan, Pesan, dan Harapan: Buah Manis dari Sebuah Pengabdian Kegiatan ini tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para santri TPQ, tetapi juga bagi mahasiswa KKM itu sendiri. Banyak dari mereka yang mengaku mendapatkan pengalaman baru yang tidak ternilai harganya. "Kami merasa justru kami yang banyak belajar dari anak-anak di sini. Keceriaan mereka, semangat belajar mereka, dan keikhlasan para ustadz-ustadzah TPQ menjadi pelajaran hidup buat kami," tutur salah satu anggota KKM. Pihak pengurus TPQ pun memberikan apresiasi kepada para mahasiswa yang telah menyumbangkan waktu, tenaga, dan ilmunya. "Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Semoga sinergi antara mahasiswa dan masyarakat seperti ini bisa terus berlanjut," ujar pengurus TPQ Ta'aroful Muslimin. Melalui kegiatan mengajar mengaji ini, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak harus besar, tapi harus tulus. Dengan niat baik, kerja sama, dan semangat berbagi ilmu, mereka berhasil memberikan manfaat nyata yang insya Allah akan terus berbuah dalam kebaikan. Program ini menjadi salah satu contoh bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan bisa menjadi pelita kecil yang menerangi sekitar, walau hanya sebentar, tetapi bisa meninggalkan jejak yang membekas selamanya.

Thumbnail
1 year ago
Seminar Parenting, dengan Tema "Anakku manja banget!, salah asuh atau masih waktunya?" dan Kegiatan Zakat fitrah

HAMDI ATIQUR ROHMAN

https://www.kompasiana.com/rizkamaziyyah/6819804bc925c40bb479f482/kebersamaan-dan-kepedulian-panitia-zakat-fitrah-mi-bustanul-ulum-kota-batu?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile https://medium.com/@nailatulm66/anak-ku-manja-salah-asuh-atau-memang-masanya-a3eb52b0a38c

Thumbnail
1 year ago
Pengabdian Masyarakat Mahasiswa UIN Maliki Malang di Posyandu Desa Sumber: Perhatian pada Kesehatan Balita dan Lansia

DIYA`UL MUKOROBIN

Pada Rabu, 12 Maret 2025, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Wiyata Luhur dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Posyandu Desa Sumber, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar. Acara ini berlangsung dari pukul 09.00 sampai 12.00 WIB dan berfokus pada layanan kesehatan bagi balita dan lansia. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mendukung keberlangsungan pelayanan rutin Posyandu, serta mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama kelompok usia rentan seperti balita dan lansia. Posyandu sebagai layanan kesehatan dasar di desa memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan ibu, anak, dan kelompok usia lanjut melalui pemantauan rutin. Selain mendukung layanan kesehatan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya para ibu, mengenai pentingnya memantau tumbuh kembang anak secara berkala. Mahasiswa berperan aktif dalam berbagai tahapan layanan, seperti proses pendaftaran, pengukuran tinggi dan berat badan, hingga membantu dalam sesi konsultasi kesehatan bersama tenaga medis. Partisipasi mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan dan keterlibatan masyarakat. Di samping aspek teknis, kegiatan ini juga mencakup unsur edukasi, yaitu penyadaran pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak. Mahasiswa turut membagikan makanan tambahan berupa tahu dan tempe sebagai contoh makanan bergizi yang mudah dijangkau dan ekonomis, untuk menanamkan kesadaran bahwa makanan sehat bisa berasal dari bahan lokal. Untuk lansia, pelayanan yang diberikan mencakup pemeriksaan tekanan darah, tinggi dan berat badan, serta konsultasi medis. Jika ditemukan keluhan atau gejala tertentu, lansia mendapatkan penanganan awal berupa pemberian obat sesuai anjuran petugas kesehatan. Konsultasi bersama bidan desa juga memberikan ruang bagi lansia untuk lebih terbuka mengenai kondisi kesehatannya. Rangkaian kegiatan dimulai dari sesi Posyandu balita, di mana mahasiswa membantu petugas dalam semua tahap pemeriksaan dan pendampingan konsultasi. Balita kemudian menerima makanan tambahan sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan gizi. Setelah itu, pelayanan dilanjutkan untuk lansia dengan prosedur serupa, mulai dari registrasi hingga konsultasi dan pemberian obat jika diperlukan. Walau kegiatannya sederhana, kehadiran mahasiswa membawa dampak besar terhadap kelancaran proses Posyandu. Warga pun menyambut kegiatan ini dengan antusias, yang terlihat dari keaktifan para ibu dan lansia selama kegiatan berlangsung. Edukasi mengenai gizi dan pola hidup sehat juga menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. Mahasiswa tak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga terlibat langsung dalam pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bagi mahasiswa dalam membangun empati sosial, berinteraksi lintas profesi, dan memahami kondisi kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Thumbnail
1 year ago
KKM UIN MALANG, Mengabdi lewat Mengajar Les dan Mengaji di Desa Ngasin

ADZRAH DWI SUNARTY ABAS

Sebagai  bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah menjalani program Asistensi Mengajar di MTsN Gresik turut berperan aktif dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di masyarakat. Salah satu wujud nyata pengabdian tersebut adalah dengan mengajar les dan mengaji anak-anak di Desa Ngasin, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Kegiatan ini dilakukan setiap hari senin, rabu, dan jumat, dimulai setelah sholat maghrib hingga selesai sholat isya'. Pesertanya adalah anak-anak sekitar lingkungan desa, sebanyak kurang lebih 15 orang, yang antusias mengikuti kegiatan bermanfaat ini di sela-sela kesibukan sekolah mereka. Menariknya, program ini merupakan hasil kerja sama langsung dengan KH, Ahmad Hishol Muttaqin, S.Ag. M.A, selaku pengasuh Madrasah Diniyah (Madin) dan TPQ di desa tersebut. Beliau turut mendukung dan memfasilitasi kegiatan ini, mulai dari tempat belajar hingga pendampingan moral dan keagamaan. Kami sembilan orang mahasiswa UIN Malang tidak hanya mengajar di sekolah formal, tetapi juga hadir untuk mendampingi anak-anak desa dalam kegiatan pendidikan non formal. Biasanya mereka datang membawa pekerjaan rumah (PR), dan kami membantu menjelaskan materi pelajaran serta membimbing mereka memahami tugas-tugasnya. Namun bila tidak ada PR kegiatan dialihkan untuk mengaji, seperti membaca Iqra' dan Al-Qur'an, dan menghafal surat pendek. Respon masyarakat sangat positif. Orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka medapatkan bimbingan tambahan yang berkualitas dalam suasana yang hangat dan kekeluargaan. Sementara bagi kami, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk belajar langsung dari masyarakat dan memahami kebutuhan pendidikan. Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat menanamkan semangat belajar dan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda. Kami juga belajar bahwa pengabdian tidak harus besar tetapi cukup dengan hadir, peduli, dan berbagi ilmu, kita sudah bisa memberikan perubahan yang bermakna. Semoga kolaborasi sederhana ini menjadi langkah awal bagi hadirnya lebih banyak kegiatan positif antara kampus dan masyarakat. Karena sejatinya, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibagikan.

Thumbnail
1 year ago
Membangun Generasi Qurani: Semarak Pondok Ramadhan di Dusun Kepuh Utara, Karangploso

INDAH NUR AINI

Kelompok KKM Dharmadikari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan Pondok Ramadhan di Dusun Kepuh Utara, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada tanggal 8-9 Maret 2025. Kegiatan yang bertempat di Masjid Baitussalam ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat KKM-MBKM. Acara yang diikuti oleh santri SD/MI hingga SMP/MTs ini bertujuan mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan bermakna dan mendidik. Selama dua hari, para peserta mendapatkan fasilitas menginap di masjid, buka puasa, sahur, dan bimbingan keagamaan secara gratis. Rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan meliputi tadarus bersama, sholat berjamaah, materi keislaman (fikih dasar, akidah, membaca pegon), fun games edukatif (cerdas cermat, sambung ayat Juz Amma), Qiyamul Lail, dan sahur bersama. Para orang tua santri dan warga sekitar memberikan respons positif, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan semangat belajar agama, disiplin, dan kerja sama anak-anak. Pondok Ramadhan ditutup pada Ahad malam setelah shalat tarawih, dengan harapan dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk pembinaan generasi muda yang cinta Al-Qur'an dan berakhlak mulia.

Thumbnail
1 year ago
Kendalikan Gedget Anak Demi Masa Depan: Langkah Nyata Kelompok Mahasiswa UIN Malang di Kecamatan Paiton

NELLI SILVIASARI

Pesisir II, 11 Maret 2025 KKM Azarion UIN Malang bekerja sama dengan pihak Kecamatan Paiton untuk mengadakan kegiatan seminar parenting dan stunting dengan mengusung tema "Bijak di Depan Layar: Panduan Orang Tua Sehatkan Screen Time Anak". Tujuan paling mendasar adalah untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran para orang tua mengenai berbagai dampak screen time terhadap perkembangan fisik, kognitif, sosial, emosional, dan mental anak. Kegiatan ini digelar dirumah ibu dwi selaku ketua PKK kecamatan Paiton, kelompok mahasiswa UIN Malang mengajak para ibu-ibu yang telah selesai dalam rangkaian posyandu untuk berpartisipasi dalam kegiatan seminar tersebut. Kegiatan ini didukung bidang LP2M Universitas Islam Egri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang bertujuan untuk membentuk generasi sehat dan cerdas bebas stunting di Desa Pesisir II Kecamatan Paiton Probolinggo. Salah satu langkah nyata kelompok mahasiswa KKM Azarion, perenting terwujud dengan diadakannya seminar terkait screen time anak. Sementara stunting terwujud dengan pemberian makanan sehat, vitamin dan susu, hal ini diberikan untuk mendukung Kesehatan dan tumbuh kembang anak. Kegiatan seminar perenting dan stunting dihadiri oleh beberapa perangkat Kecamatan, Koordinator kelompok mahasiswa, serta kader posyandu. Acara diawali dengan pembukaan, acara inti yakni seminar perenting dan stunting, dan sesi tanya jawab atau diskusi. Kelompok mahasiswa KKM Azarion memberikan penyuluhan mengenai screen time, mulai dari definisi, manfaat, dampak, serta Langkah-langkah pembatasan gedget pada anak. Kadang ibu muda, akan cenderung memberikan anak gadget agar anak mereka tidak tantrum, agar anaknya bisa makan, agar anaknya anteng dan masih banyak alasan lain yang mendasari orang tua memberikan gadget tanpa batasan waktu. Melalui penyuluhan ini, diharapkan masyarakat terutama ibu-ibu bisa memahami pentingnya pembatasan gadget pada anak. Selain melakukan penyuluhan, Sebagian tim KKM Azarion juga membantu petugas posyandu untuk mengukur tinggi badan dan berat badan balita serta ibu hamil. Hasil pemeriksaan ini akan digunakan untuk memantau perkembangan ibu hamil dan anak, serta mendeteksi resiko-resiko yang mungkin terjadi. Setiap balita atau ibu hamil yang selesai rangkaian posyandu, akan diberikan makanan sehat yang berisi bubur kacang ijo, jajanan pasar, telur rebus, dan susu. Hal ini dilakukan untuk membantu melengkapi asupan nutrisi anak serta menjadi bentuk edukasi gizi praktis ada ibu-ibu.