Thumbnail
1 year ago
Warga Kepuh Utara Antusias Hadiri Seminar Parenting: Membangun Karakter Anak Sejak Dini

DANANG DWIKY RAMADHAN

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Dharmadikari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar parenting bertema "Mendidik Karakter Anak Sejak Dini" pada Ahad malam, 9 Maret 2025 di Masjid Baitussalam, Dusun Kepuh Utara, Desa Kepuharjo, Karangploso, Malang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan karakter anak sejak dini. Narasumber Faira Aisyah Kusmawardi, SH., MH., C.Med. menekankan bahwa rumah adalah tempat utama pembentukan akhlak anak, dan orang tua harus menjadi teladan dalam sikap serta perilaku. Acara yang dihadiri puluhan orang tua ini berlangsung interaktif, dengan sesi diskusi yang membahas tantangan pengasuhan modern seperti kecanduan gawai dan kedisiplinan anak. Beberapa peserta juga berbagi praktik mendidik anak secara islami, seperti tadarus bersama dan pembatasan gadget. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat dan ditutup bersamaan dengan penutupan Pondok Ramadhan, di mana para santri menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin dalam membina generasi muda berakhlak mulia. https://www.kompasiana.com/ammankotabatu20258439/68282d56c925c4068143a4f2/warga-kepuh-utara-antusias-hadiri-seminar-parenting-membangun-karakter-anak-sejak-dini 

Thumbnail
1 year ago
Kelompok KKM UIN Malang Gelar Program CERDAS untuk Cegah Stunting di LKSA Darussalam Singosari

NUR AISYAH RAKHMAWATI

Dalam rangka meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ananta Cendekia dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan edukatif di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darussalam, Singosari. Kegiatan ini dikemas dalam sebuah program bertajuk CERDAS (Cegah Risiko Stunting Anak Sejak Dini). Program ini melibatkan serangkaian kegiatan, antara lain seminar edukatif tentang stunting, pembuatan majalah dinding (mading) informatif, serta fun game yang melibatkan anak-anak binaan LKSA. Melalui pendekatan edukatif dan interaktif ini, kelompok KKM berupaya menumbuhkan pemahaman serta kepedulian anak-anak terhadap isu stunting yang masih menjadi masalah gizi serius di Indonesia. "Kami ingin menanamkan pengetahuan dasar tentang pentingnya gizi dan kebersihan sejak dini. Anak-anak harus tahu bahwa stunting bisa dicegah dengan pola hidup sehat," ujar salah satu anggota tim KKM. Kolaborasi Kreatif Lewat Mading Tak hanya seminar, para mahasiswa bersama anak-anak LKSA juga membuat mading CERDAS, yang berisi informasi seputar stunting, ilustrasi, serta hasil karya anak-anak. Mading ini menjadi sarana visual yang memperkuat pesan edukatif yang telah disampaikan. Kegiatan ditutup dengan berbagai lomba permainan seperti estafet sarung dan karet yang dirancang untuk membangun semangat kebersamaan dan keceriaan. Meskipun bersifat hiburan, permainan ini tetap mengandung nilai-nilai edukatif dan sosial. Harapan untuk Keberlanjutan Program ini tidak hanya meninggalkan kesan positif bagi anak-anak LKSA, tapi juga menjadi pengalaman yang berarti bagi para mahasiswa. Mereka berharap kegiatan semacam ini bisa terus dilanjutkan di masa depan dan di tempat lain. "Kami berharap program ini tidak berhenti di sini. Semoga bisa diterapkan di berbagai tempat untuk membangun generasi yang sehat dan bebas dari stunting," tutup perwakilan kelompok KKM Ananta Cendekia.

Thumbnail
1 year ago
Kegiatan KKM Ngapain? Ngajar Ngaji Lah!!

MAULIDI ASH SHIDDIQIE ESAFURI

“KKM ngapain sih?” Pertanyaan ini sering banget aku dengar, baik dari teman kuliah yang penasaran, tetangga, bahkan dari beberapa keluarga. Dan jawaban paling simpel — yang akhirnya juga jadi slogan tidak resmi bagiku— adalah: “Ngajar ngaji, lah!” Ya, itulah salah satu kegiatan kami, selama menjalankan program Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) di Perumahan Witara, Lamongan, tepatnya di Musholla An-Najah. Kebetulan KKM kami berlangsung bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, jadi suasana ibadah dan semangat berbagi makin terasa kuat. Menghidupkan Musholla di Waktu Ramadhan Setiap sore menjelang waktu berbuka, Musholla An-Najah mulai ramai. Bukan oleh orang dewasa yang siap tarawih, tapi justru oleh anak-anak kecil dengan pakaian rapi, dengan membawa kitab UMMI — semacam iqra’ — untuk mengaji mereka, sebagian lagi Al-Qur’an. Mereka datang dengan senyum malu-malu, tapi penuh semangat. Kami membagi jadwal mengajar ngaji secara bergiliran, biasanya dimulai pukul 15.30 sampai menjelang maghrib. Ada yang membimbing baca UMMI, ada yang membetulkan tajwid, ada juga yang menyimak hafalan surat-surat pendek. Saya juga beberapakali menyelipkan sedikit cerita Islami, bukan cerita islami sih sebenarnya, cuma cerita konyol aja yang aku kasih embel-embel Islami agar suasana belajar lebih hidup dan menyenangkan. Meski sederhana, momen ini selalu jadi highlight hari kami. Anak-anak itu datang bukan hanya karena sekedar disuruh oleh orang tua, tapi karena mereka mungkin merasa nyaman dan senang. Mereka bukan hanya belajar mengaji, tapi juga belajar tertib, menghargai giliran, bahkan saling menyemangati atau menggoda teman-temannya hehe. Kegiatan Kecil, Dampak yang Nyata Kegiatan mengajar ngaji ini ternyata membawa dampak positif, bukan hanya bagi anak-anak, tapi juga bagi warga sekitar. Pengurus musholla menyambut baik dan berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut meski KKM kami berakhir. Di luar mengajar, kami juga ikut membantu kegiatan Ramadhan lain di musholla, seperti kegiatan santunan anak yatim, bersih-bersih lingkungan mushola, khataman memperingati nuzulul Quran dan beberapa kegiatan lainya. Perlahan tapi pasti, keberadaan kami mungkin mulai terasa di tengah masyarakat. Jadi, kalau ada yang tanya lagi: “KKM ngapain sih?” Jawabannya tetap sama: Ngajar ngaji lah — dan itu mungkin jadi pengalaman yang tak terlupakan untuk-ku yang jarang ngaji ini hehe.

Thumbnail
1 year ago
Seminar Edukasi Pencegahan Stunting di Desa Karangsono "Generasi Hebat Berawal dari Gizi yang Tepat"

SHELFIYA ANJANI

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, yang dipilih sebagai lokasi karena masih tingginya prevalensi stunting serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, khususnya pada ibu hamil dan balita. Dalam rangka turut serta menanggulangi permasalahan tersebut, mahasiswa KKM menyelenggarakan seminar edukatif bertajuk “Generasi Hebat Berawal dari Gizi yang Tepat”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting, penyebabnya, dampak jangka panjang yang ditimbulkannya, serta upaya preventif yang bisa dilakukan di tingkat rumah tangga. Seminar dilaksanakan pada tanggal 23 April 2025 bertempat di Balai Desa Karangsono, dan dihadiri oleh 35 peserta, yang sebagian besar adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Acara dibuka oleh perwakilan pemerintah desa dan diikuti oleh berbagai macam mahasiswa. Materi inti disampaikan oleh narasumber ahli gizi dari Puskesmas Kanigoro, yang menjelaskan secara komprehensif mengenai konsep gizi seimbang, bahaya stunting, dan pentingnya memberikan nutrisi selama masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang pentingnya gizi, serta munculnya kesadaran kolektif untuk lebih aktif dalam kegiatan posyandu. Beberapa peserta bahkan menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan memasak makanan bergizi dan pembentukan kelompok kader gizi desa. Meskipun demikian, kegiatan ini juga menemukan sejumlah tantangan di lapangan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat akibat kurangnya sosialisasi, serta terbatasnya fasilitas kesehatan desa yang membuat deteksi dini stunting menjadi kurang optimal. Oleh karena itu, mahasiswa merekomendasikan adanya tindak lanjut berupa pelatihan kader gizi, pengadaan alat ukur tinggi badan, dan pembentukan forum ibu balita sebagai langkah konkret yang dapat diambil oleh desa. Kegiatan ini menjadi contoh kolaborasi nyata antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam membangun kesadaran akan isu kesehatan yang sangat penting dan mendesak. Pendekatan partisipatif yang digunakan berhasil menciptakan ruang dialog yang produktif dan membangun rasa memiliki terhadap permasalahan bersama. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi model intervensi berbasis pendidikan masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan tantangan serupa.

Thumbnail
1 year ago
Seminar Parenting di MI Almaarif 11 Gunungrejo Dorong Sinergi Pendidikan Madrasah dan Keluarga

I`TAMARO BILLAHIL IZZAH

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar parenting bertema “Sinergi Pendidikan Madrasah dan Rumah: Menumbuhkan Anak Hebat, Berakhlak, dan Berprestasi” di MI Almaarif 11 Gunungrejo. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para wali murid dan pihak madrasah. Seminar tersebut bertujuan untuk memperkuat peran serta orang tua dalam proses pendidikan anak, terutama dalam pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai akhlak. Kegiatan ini berhasil membuka ruang dialog antara guru dan orang tua yang selama ini jarang terfasilitasi secara terbuka. Materi yang disampaikan dalam seminar memicu kesadaran para orang tua tentang pentingnya keterlibatan aktif mereka dalam mendampingi pendidikan anak di rumah. Banyak peserta seminar yang mengaku termotivasi untuk lebih aktif berkomunikasi dengan guru dan mengikuti kegiatan sekolah. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Pihak madrasah memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM yang dianggap selaras dengan kebutuhan dan harapan masyarakat setempat. Seminar ini juga memperkuat kerja sama antara madrasah dan keluarga sebagai pilar utama dalam membentuk generasi yang unggul. Menurut panitia, kegiatan semacam ini telah menjadi bagian dari program rutin yang tidak hanya mendidik anak, tetapi juga membekali orang tua dengan pengetahuan dan keterampilan dalam pengasuhan. Dukungan dari pihak kampus dan sekolah menjadikan kegiatan ini lebih efektif dan bermanfaat. Selain memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam pengabdian masyarakat, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah yang menghadapi tantangan dalam bidang pendidikan seperti Gunungrejo.   link kompasiana : https://www.kompasiana.com/itamarobillahilizzah0668/6836bfcdc925c46cf15167b2/seminar-parenting-di-mi-almaarif-11-gunungrejo-dorong-sinergi-pendidikan-madrasah-dan-keluarga 

Thumbnail
1 year ago
KKM UIN MALANG Gelar Kajian Moderasi Beragama di Bulan Ramadhan : Menyemai Toleransi Sejak Dini di MTSN 1 Gresik

IRFAN MAULANA HAQIQI

Oleh: Irfan Maulana Haqiqi Tanggal: 19 Mei 2025 Kategori: Pendidikan -- Moderasi Beragama -- Pengabdian Masyarakat Gresik -- Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang tergabung dalam program Kelompok Kerja Mahasiswa (KKM) mengadakan kegiatan bertajuk "Kajian Moderasi Beragama" di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, saling menghargai perbedaan, dan penguatan semangat keagamaan yang inklusif sejak usia dini. Bertempat di masjid setempat, para santri, pemuda, serta masyarakat umum antusias mengikuti kajian yang dibawakan oleh mahasiswa KKM dengan pendekatan dialogis dan edukatif. "Moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan bagaimana kita mampu menjalankan keyakinan masing-masing tanpa mencederai hak orang lain untuk beragama dan berkeyakinan juga," terang Irfan, salah satu pemateri kajian. Moderasi Beragama: Pilar Kehidupan Harmonis Moderasi beragama menjadi tema penting yang digaungkan oleh Kementerian Agama RI sebagai respon atas tantangan intoleransi dan ekstremisme. Dalam konteks lokal seperti di Desa Metatu, pendekatan ini dirasa sangat relevan karena masyarakat desa memiliki potensi besar sebagai pelopor keharmonisan umat beragama. Prof. Dr. H. Quraish Shihab Membeberkan bahwa “ Agama itu menebar rahmat, bukan menciptakan jarak. Moderasi adalah jalan tengah yang Islami dan Indonesiawi ”.     Para mahasiswa menjelaskan konsep moderasi agama melalui paparan visual yang menarik, diskusi interaktif, dan studi kasus ringan yang dapat dipahami santri dengan mudah. Kegiatan ini memperkuat nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin di tengah kehidupan yang majemuk. Bulan Ramadhan tidak hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah ritual, tetapi juga momen ideal untuk memperbaiki relasi sosial dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat semangat toleransi dan gotong royong. "Puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi juga latihan diri menahan sikap dan kata yang menyakiti sesama," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat" Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari lahirnya generasi muda yang tidak hanya taat beragama, tetapi juga bijak dalam menyikapi perbedaan. Dalam jangka panjang, penguatan moderasi beragama dapat menjadi strategi jitu dalam menjaga keutuhan bangsa dan memperkuat budaya damai dari tingkat desa. Apa yang dilakukan oleh mahasiswa KKM UIN Malang di Desa Metatu bukan sekadar ceramah keagamaan biasa. Ini adalah bentuk pengabdian nyata, di mana ilmu dari kampus turun langsung ke masyarakat dan bertemu dengan kebutuhan riil warga desa. Semangat Ramadhan dan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin bersatu dalam satu ruang: edukasi yang menyejukkan.