ANTIKA MEILANA INTAN
Kebaikan bulan Ramadhan di Surya Buana masih berlanjut. Jika kemarin kita telah mengikuti kegiatan berbagi takjil dan buka bersama yang dilakukan oleh KB-TK Surya Buana, sekaranng pada tanggal 20 Maret 2025, kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah kegiatan berbakti sosial yang mana dilakukan di dua tempat sekaligus. Barang yang di berikan kepada yang membutuhkan diantaranya adalah beras, minyak, mie instant, gula, tepung, dan telur. Uang yang terkumpul selama 2 minggu yang didapat dari hasil amal anak-anak selama Ramadhan adalah 9 juta sekian. Kegiatan bakti sosial ini tentunya memiliki dampak yang baik untuk anak usia dini, baik dari segi emosional, segi sosial, maupun segi spiritual. Saat diadakan kegaiatan bakti sosial, anak belajar akan banyak hal diantaranya meningkatkan nilai empati dan kepedulian sosial pada anak, yang mana anak akan memahami kondisi masing - masing orang yang tentunya berbeda-beda. Anak juga akan memiliki rasa iba dan keinginan untuk membantu sesama saat berada dalam kondisi ini. Anak juga akan menambah pendidikan karakternya melalui penguatan nilai -nilai kasih sayang, kejujuran, rendah hati, serta meningkatkan rasa syukur pada anak. Anak nantinya anakn belajar berbagi mulai dari hal-hal kecil yang mana akan menjadikan kebiasan pada dirinya dikemudian hari. Pemahaman makna puasa juga bisa dilakukan pada sata momen ini tentang puasa bahwa puasa bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi juga bahwa puasa jyga enjadi salah satu momen untuk memperbanyak amal dan kebaikan. Anak akan memahami bahwa bulan Ramadhan adalah momen yang istimewa bagi mereka yang ingin berlomba - lomba dalam berbuat kebaikan. Kegiatan ini tentunya juga berdampak pada keterampilan sosial yang mana anak belajar untuk berinteraksi degan orang-orang baru seperti tamu undangan yang diundang oleh sekolah. Rasa percaya diri dan tanggung jawab tenntunya juga ikut berkembang dalam hal ini.
KHAZIMAH NUJBAH
Pada tanggal 03 mei 2025 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tumbuhkan Kesadaran Parenting dengan mengadakan Seminar yang mengusung tema 'Anak Bahagia, Tumbuh Tanpa Luka', yang berlangsung dibalai adiwiyata maulida SD Plus Al Kautsar yang dihadiri oleh wali murid kelas 1 dan kelas 5 SD Plus Al Kautsar. Dengan semangat dan antusiasme para wali murid, guru dan mahasiswa uin malang, maka menghadirkan pembicara yang sangat luar biasa dan inspiratif, ibu novia Solichah M.Psi psikolog, Seminar ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada para orang tua, Khususnya untuk pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan minim luka emosional bagi anak-anak. Anak yang bahagia bukan berarti anak yang selalu dimanja, tetapi anak yang tumbuh dalam pengasuhan yang penuh empati, tegas, pengertian, dan batasan yang sehat. Ibu novia solichah menekankan bahwa pola asuh yang tepat berdampak pada kesuksesan pertumbuhan anak, sehingga butuh adanya komunikasi terbuka antara orang tua dengan anak, dan agar anak menjadikan orang tua sebagai tempat ternyaman dan tempat teraman ketika mendapatkan hal yang tak diduga diluar lingkungan rumah, "ujar bu novia". Penelitian Data Global menyatakan bahwa menurut laporan UNESCO (2019), sekitar 1 dari 3 siswa di dunia mengalami bullying dalam bentuk apa pun (fisik, verbal, sosial, atau digital). Anak usia 6--12 tahun termasuk kelompok yang paling rentan, terutama karena mereka masih belajar membangun keterampilan sosial dan emosional. Upaya untuk pencegahan bullying ini, maka terlebih dahulu melalui pola asuh orang tua, sehingga tercipta anak yang tumbuh dengan penuh kasih sayang.Dalam sesi yang berlangsung dengan sangat hangat dan interaktif, ibu Novia solichah mengajak para peserta seminar parenting untuk merenungkan kembali gaya pengasuhan yang tepat; memahami kebutuhan emosi anak, menumbuhkan komunikasi yang sehat, dan mengelola luka pengasuhan orang tua. Dengan terselenggaranya seminar "Anak Bahagia, Tumbuh Tanpa Luka" diharapkan akan muncul kesadaran yang lebih luas di kalangan orang tua dan calon orang tua tentang pentingnya pola asuh yang sehat, penuh cinta, dan bebas dari kekerasan, baik fisik maupun emosional. Seminar ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa UIN Malang dalam menjawab persoalan sosial yang relevan dengan kehidupan keluarga dan pendidikan anak, sekaligus menunjukkan peran aktif mahasiswa dalam membangun masyarakat yang lebih peduli terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan anak.
KHAULA AFIFAH
Sabtu, 26 April– Suasana haru mewarnai Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Nurul Huda di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar. Pasalnya, para mahasiswa Kuliah Kerja Masyarakat (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah mengabdi dan berbagi ilmu selama beberapa waktu, menggelar acara perpisahan yang sederhana namun penuh makna. Sejak beberapa bulan terakhir, para mahasiswa KKM ini aktif dalam berbagai kegiatan di TPQ Nurul Huda. Mereka tidak hanya membantu dalam proses belajar mengajar membaca dan menulis Al-Qur'an, tetapi juga mengadakan berbagai kegiatan kreatif dan edukatif yang menarik bagi anak-anak. Kehadiran mereka telah membawa semangat baru dan warna tersendiri bagi para murid dan pengurus TPQ. Acara perpisahan yang digelar kemarin dihadiri oleh seluruh murid TPQ Nurul Huda, para ustadz dan ustadzah. Dalam sambutannya, Ketua Kelompok KKM UIN Malang menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dan kesempatan yang diberikan untuk belajar dan mengabdi di TPQ Nurul Huda. Ia juga mengungkapkan rasa haru dan bangga atas antusiasme dan semangat belajar yang ditunjukkan oleh para murid. "Kami sangat terkesan dengan semangat belajar adik-adik di TPQ Nurul Huda. Meskipun waktu kami singkat, namun kenangan dan pelajaran yang kami dapatkan di sini akan selalu kami ingat," ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Sementara itu, salah satu ustadz TPQ menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para mahasiswa KKN UIN Malang. Beliau mengungkapkan bahwa kehadiran para mahasiswa sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di TPQ. "Kami sangat berterima kasih atas dedikasi dan ilmu yang telah dibagikan oleh adik-adik mahasiswa. Anak-anak sangat senang dan termotivasi dengan cara belajar yang kreatif dan menyenangkan yang mereka bawa," tuturnya. Acara perpisahan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari kata sambutan oleh ustadz, kata sambutan oleh ketua KKM, cerita serta games singkat dan pemberian kenang-kenangan dari mahasiswa KKM kepada TPQ. Suasana semakin haru ketika para mahasiswa KKM berpamitan dan bersalaman dengan seluruh murid dan pengurus TPQ. Kepergian para mahasiswa KKM UIN Malang ini tentu akan meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar TPQ Nurul Huda. Namun, semangat dan ilmu yang telah mereka bagikan diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang di hati para murid, menjadi bekal berharga di masa depan. Kegiatan KKM ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam upaya mencerdaskan anak bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan agama.
NUNUNG ANJARWATI
https://www.kompasiana.com/nununganjarwati4268/6835332ded641561ea6c33d2/mengenal-al-qu-an-sejak-dini-peran-mahasiswa-dalam-membangun-rasa-terhadap-al-qur-an-pada-anak-anak-desa-jeblog
MUHAMMAD AKMAL MUZAKKI DWI SYAH PUTRA
Bulan suci Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Di tengah suasana penuh keberkahan ini, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan TPQ An-Najah dan Takmir Mushola An-Najah, serta didukung penuh oleh masyarakat Perumahan Witara, menggelar kegiatan bertajuk “ Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim” Acara ini merupakan bentuk pengabdian nyata dan sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, sekaligus sarana untuk menanamkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dengan penuh semangat, kegiatan ini dirancang dan diselenggarakan sepenuhnya oleh para mahasiswa KKM UIN Malang, yang tidak hanya bertindak sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai fasilitator kolaborasi antar unsur masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan kegiatan istighosah bersama, yang diikuti oleh masyarakat Perumahan Witara dan mahasiswa KKM. Suasana khidmat sangat terasa saat lantunan doa dipanjatkan bersama, memohon ampunan dan keberkahan di bulan suci ini. Istighosah ini dipimpin langsung oleh Bapak Hasyim, salah satu anggota takmir Mushola An-Najah, yang juga dikenal sebagai tokoh masyarakat yang aktif dalam kegiatan keagamaan. Usai istighosah, acara dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penampilan sambung ayat dari anak-anak TPQ An-Najah. Dengan suara lantang dan hafalan yang mengagumkan, mereka menampilkan kemampuan dalam menghafal dan melanjutkan potongan-potongan ayat Al-Qur’an. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan pembinaan keagamaan yang dilakukan oleh para ustadz dan ustadzah di TPQ An-Najah. Kegiatan berlanjut dengan penampilan banjari yang unik dan istimewa. Penampilan ini menjadi momen simbolis dari kolaborasi yang erat antara mahasiswa dan anak-anak TPQ. Dengan iringan rebana dan lantunan sholawat yang merdu, kolaborasi antara dua generasi ini menunjukkan bahwa nilai ukhuwah dapat ditanamkan melalui seni islami yang inklusif dan membangun. Puncak acara adalah santunan anak yatim, yang menjadi inti dari kegiatan ini. Sebanyak 11 anak yatim diundang secara khusus dan diberikan santunan sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada sesama. Momen ini menjadi sangat menyentuh, karena diwarnai dengan keharuan dan doa bersama yang dipanjatkan untuk almarhum orang tua mereka. Kehadiran para anak yatim ini juga menjadi pengingat akan pentingnya peran sosial umat Islam dalam menjaga dan merawat anak-anak yang kehilangan orang tua mereka. Setelah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, acara ditutup dengan buka puasa bersama yang dilaksanakan di Mushola An-Najah. Hidangan sederhana namun penuh kehangatan menjadi simbol persatuan di tengah keberagaman latar belakang masyarakat yang hadir. Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, para mahasiswa, anak-anak TPQ, ibu-ibu, serta warga saling berbagi cerita dan harapan. Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial tahunan, melainkan sebuah bentuk implementasi nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan nyata. Melalui kegiatan kolaboratif ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang teori pengabdian masyarakat, tetapi juga mengalami langsung dinamika sosial dan spiritual yang membentuk karakter dan kepedulian. Lebih dari itu, kegiatan ini memperlihatkan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, dan masyarakat dapat menghasilkan program-program yang bermanfaat dan berdampak positif. Ke depan, kegiatan semacam ini diharapkan bisa menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan dan menginspirasi banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berakhlak, berilmu, dan peduli.
ELSA DWI ROHMATUL INAYAH
Pada tanggal 11 februari 2025, tepat pukul 14.00 WIB, berlangsung acara pembukaan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Nurul Huda Sukoreno yang berlokasi di Desa Sukosewu. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang. Dengan semangat yang tinggi, acara tersebut membuka kesempatan bagi anak-anak di Desa Sukosewu untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an dan memperdalam pemahaman agama Islam. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala TPQ Nurul Huda. Beliau mengungkapkan harapan besar agar TPQ ini dapat menjadi tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan mencintai Al-Qur'an. Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa UIN Malang yang telah bersedia berpartisipasi dalam pengajaran di TPQ ini, sebagai bagian dari tanggung jawab mereka dalam mengembangkan pendidikan agama di masyarakat. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan perkenalan singkat oleh masing-masing mahasiswa Asistensi Mengajar (AM) dan KKM UIN Malang. Dengan antusias, setiap mahasiswa memperkenalkan diri, menceritakan sedikit latar belakang mereka, dan menyampaikan tujuan mereka dalam memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan di desa tersebut. Anak-anak pun tampak antusias dan tertarik mengenal para pengajar yang akan mendampingi mereka belajar. Pembukaan TPQ ini menjadi titik awal yang penuh harapan bagi terbentuknya generasi Qur'ani di Desa Sukosewu. Semoga dengan adanya kerja sama ini, TPQ Nurul Huda dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat besar bagi anak-anak dalam menuntut ilmu agama serta membentuk karakter yang baik dan berakhlak mulia. Dengan bimbingan dari para mahasiswa, kami berharap TPQ Nurul Huda dapat menjadi tempat yang tidak hanya mengajarkan ilmu Al-Qur'an, tetapi juga membangun rasa cinta dan kesadaran agama yang kuat di kalangan anak-anak di desa ini