Thumbnail
1 year ago
Membentuk Karakter Positif : Perjalanan Refleksi Diri di SMPN 3 Satu Atap Putukrejo Malang

MOH HIMAWAN HILMI

  "Anak desa tak perlu bermimpi tinggi? Siapa bilang? Justru dari desa, mimpi besar bisa lahir dan mengubah dunia!" Seseorang yang tumbuh di daerah pedesaan kerap dipandang sebelah mata karena terbatasnya akses pendidikan di lingkungan mereka. Namun, asal-usul seseorang tidak menentukan kualitas diri maupun potensi yang dimilikinya. Setiap orang berhak bermimpi dan memiliki peluang yang sama untuk masa depan yang lebih baik. Keterbatasan bukanlah penghalang, justru sering kali menjadi dorongan terbesar untuk menaklukkan setiap tantangan. Hal itulah yang sedang dialami oleh siswa di SMPN 3 Satu Atap Putukrejo Semangat Pendidikan di Tengah Keterbatasan : SMPN 3 Satu Atap Putukrejo  Desa Putukrejo berada di bagian selatan Kabupaten Malang, tepatnya di Selatan Bendungan Sutami, Karangkates. Akses menuju desa tersebut cukup menantang karena melewati perbukitan berbatu kapur dengan infrastruktur jalan yang kurang memadai. Namun keterbatasan tidak mengurangi antusiasme siswa dan guru dalam hal Pendidikan. SMPN 3 Satu Atap Putukrejo merupakan sekolah yang terdiri dari dua bangunan dan sebuah lapangan sebagai halaman utama. Meskipun dengan fasilitas yang sederhana, sekolah dengan 35 siswa ini berperan penting dalam menyediakan pendidikan bagi masyarakat di daerah terpencil, dikarenakan akses nya yang mudah dijangkau oleh masyarakat. "Jadilah orang baik yang berilmu, karena ilmu tanpa karakter dapat disalahgunakan." Pendidikan karakter lebih penting dari sekadar ilmu, karena karakter membentuk individu yang bijak, empatik, dan bermanfaat bagi masyarakat. Tanpa karakter, ilmu hanyalah pengetahuan tanpa makna. Apakah itu juga terjadi pada siswa SMPN 3 Satu Atap ? Mengapa Pendidikan Karakter Masih Tertinggal ?  Pendidikan karakter, adalah nilai penting yang ingin Yayasan Matahati tanamkan di lingkungan SMPN 3 Satu Atap Putukrejo, dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pembiasaan karakter positif pada siswa, hal ini terjadi dilatar belakangi oleh beberapa faktor : Keterbatasan Fasilitas dan Tenaga Pendidik Sumber Daya Sekolah Keterbatasan tenaga pendidik dalam mengintegrasikan elemen pendidikan karakter ke dalam proses pembelajaran disebabkan oleh minimnya jumlah guru yang harus menangani banyak siswa serta jarak tempuh yang jauh, sehingga waktu pengajaran menjadi terbatas dan kurang intensif. Kurangnya Motivasi dan Kesadaran Diri Siswa Kurangnya interaksi dengan lingkungan yang lebih luas, sehingga berdampak pada keterbatasan wawasan dalam membangun sikap positif. Lingkungan Sosial yang Kurang Mendukung Rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter dalam lingkungan sekitar. Faktor Keluarga Kurangnya perhatian dan bimbingan dari orang tua dikarenakan pekerjaan yang mengharuskan orang tua untuk tinggal terpisah dengan keluarga, bahkan beberapa dari orang tua murid bekerja sebagai TKI di luar negeri. Melihat Diri Dan Karakter Siswa Melalui Journalling ? Pada tanggal 9 November 2024, Desa Putukrejo, Kalipare. Tim Mahasiswa Mendidik Anak Negeri menyelenggarakan program pertama Yayasan Matahati di SMPN 3 Satu Atap Putukrejo " Positive Character & Reflection Program " program yang berfokus pada upaya pembinaan yang berkelanjutan untuk membentuk karakter positif melalui edukasi dan refleksi diri bersama para siswa. Sesi pertama adalah penyampaian motivasi karakter positif oleh Kak Fikran dan Kak Abi sebagai Coach  dari tim Mahasiswa Mendidik Anak Negeri, mereka menjelaskan bagaimana kita bisa menjadi anak yang baik dan berkarakter positif. Dengan cara penyampaian yang sesuai, kondisi ruangan yang awalnya tidak kondusif seketika menjadi hening dan semua perhatian terfokus kepada pemateri. Selanjutnya, sesi muhasabah dipandu oleh Kak Rhazika, perwakilan dari tim Mahasiswa Mendidik Anak Negeri. Muhasabah kali ini menggunakan teknik journaling. Pada sesi ini, para siswa diminta untuk membagi kertas menjadi empat lipatan, lalu mereka menuliskan sesuatu pada delapan kotak yang ada di kertas, sesuai dengan arahan yang diberikan. Pada empat kotak pertama, mereka diminta untuk menulis menggunakan tangan kiri. Pada kotak nomor 6 dan 8, siswa diarahkan untuk menggambar, dengan tujuan agar mereka merasa senang dan rileks selama sesi ini. Pada kotak nomor 4 dan 1, siswa menuliskan negara impian serta cita-cita mereka ketika berangkat sekolah. Pada kotak nomor 3, siswa diminta untuk menuliskan lima kesalahan yang pernah mereka buat, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Pada kotak nomor 7, siswa menuliskan nama orang tua mereka. Di bagian ini, tim Matahati menjelaskan bahwa kerapihan tulisan menggambarkan seberapa besar kasih sayang mereka terhadap orang tua. Pada kotak nomor 2 dan 5, siswa diberi kesempatan untuk menulis surat kepada orang tua mereka. Surat ini berisi permintaan maaf, doa, serta segala ucapan yang mungkin belum sempat diungkapkan selama ini. Di akhir sesi, siswa diminta untuk melipat kertas dan meletakkannya di dada. Pada momen ini, anak-anak diajak untuk mengingat kembali perjuangan orang tua mereka dalam membesarkan mereka, serta alasan terbesar mengapa mereka harus menjadi anak yang baik. Banyak siswa yang menitikkan air mata, menciptakan momen mengharukan saat setiap orang berusaha kembali menyelami diri mereka masing-masing. Lentera Karakter Anak Negeri Part 2 : Character Learning Through Action and Fun Games Pada tanggal 14 Januari 2025 Mahasiswa Mendidik Anak Negeri melaksanakan program "Character Learning Through Action and Fun Games" sebagai tindak lanjut dari program pertama. Jika di program pertama, kami berfokus pada pengenalan dan pembentukan awal karakter positif siswa, di program kedua ini adalah wujud pengimplementasian karakter positif siswa pada lingkungan mereka, yakni teman dan para guru. Ini merupakan program iknlusi berkelanjutan yang dirancang untuk terus berlanjut dan berkembang dalam jangka Panjang. Pendekatan yang digunakan kali ini lebih menyenangkan dan interaktif, dengan penerapan character games berupa permainan dan tantangan secara berkelompok yang didampingi oleh perwakilan dari tim Mahasiswa Mendidik Anak Negeri. Character Games terdiri dari 4 games yakni, 1) Estafet Kelereng, 2) Handycraft Sedotan, dan 3.) Yel-yel masing masing kelompok, 4) Refleksi diri. Keempat Games dilakukan secara berkelompok dan selama permainan berlangsung, terdapat beberapa rules yang harus ditepati, berupa larangan siswa untuk berperilaku buruk seperti mengejek, berbohong, dll.   Kami menggunaan Character Games sebagai pendekatan kali ini, karena berdasarkan informasi dari para guru, siswa menyukai aktifitas pembelajaran di luar kelas. Selain itu, pendekatan ini bertujuan agar siswa dapat menerapkan karakter positif dalam interaksi sosial, mulai dari bonding hingga belajar menghargai pendapat sesama anggota tim. Diakhir terdapat sesi refleksi dengan menuliskan perilaku kurang baik yang pernah mereka lakukan selama di sekolah lalu dilanjutkan dengan menuliskan surat dan meminta maaf kepada guru. Harapan bagi SMPN 3 Satu Atap Putukrejo " Bicara dari Hati " Ungkapan sederhana yang mendorong kami untuk melaksanakan program ini di SMPN 3 Satu Atap Putukrejo. Daerah terpencil dengan akses Pendidikan yang terbatas, sehingga membutuhkan bantuan lebih dari pihak luar. Semoga kedepannya akan semakin banyak relawan dari berbagai pihak yang turut ikut serta dalam meningkatkan kualitas Pendidikan di Desa Putukrejo. Karakter Merah Putih Bicara dari Hati Untuk Anak Negeri Salam Mahasiswa Mendidik Anak Negeri https://www.kompasiana.com/anisha48849/67a44bc734777c5ad645a392/membentuk-karakter-positif-perjalanan-refleksi-diri-di-smpn-3-satu-atap-putukrejo   

Thumbnail
1 year ago
Wujudkan Keluarga Sejahtera: KKM UIN Malang Sukses Mengedukasi Masyarakat Lewat Penyuluhan Sosial

AINUN MUSLIHATUN NAJIBAH ROZI

  MALANG-Didasari dengan tingginya jumlah pernikahan dini di Kecamatan Poncokusumo, mahasiswa KKM UIN Malang berinisiatif mengadakan penyuluhan untuk warga Desa Karangnongko pada Senin, 20 Januari 2025. Dengan mengundang tiga pemateri yaitu Kak Norma Hasanatul Maghfiroh, S.Psi yang akan menjelaskan parenting, Kak Rizal Agung Wicaksono, S.M yang akan menjelaskan financial planning dan  Kak Dzawil Uqola yang akan menjelaskan stunting, diharapkan bisa mengurangi jumlah pernikanan dini di Kecamatan Poncokusumo khususnya Desa Karangnongko dan masyarakat bisa lebih siap dalam membangun keluarga. Tak lupa peserta yang ditargetkan dalam penyuluhan sosial adalah ibu-ibu dan pemuda-pemudi di Desa Karangnongko.       Acara penyuluhan sosial ini dimulai pada pukul 09.30 WIB. Dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran lalu dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kepala Desa Karangnongko yang turut diundang pun tak lupa memberikan sambutan. Penyampaian materi oleh pemateri pun berlangsung lancar, peserta acara penyuluhan terlihat antusias dengan munculnya beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta.      Tak hanya pertanyaan, bahkan dalam forum diskusi terdapat debat yang melibatkan antara pemateri dan peserta. Hal ini dapat menunjukkan bahwa peserta antusias dan menyimak apa yang dijelaskan oleh pemateri. “Harapannya dengan adanya edukasi dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya kesehatan mental maupun kesiapan  financial dalam berkeluarga sehingga Desa Karangnongko terus bertahan menjadi desa yang jauh dari kata stunting,” Ujar Najla selaku ketua panitia acara penyuluhan sosial. Acara penyuluhan sosial yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini diakhiri dengan pemberian cinderamata pada ketiga pemateri, tak lupa juga melakukan foto bersama dengan seluruh peserta yang berada dalam acara penyuluhan sosial.    

Thumbnail
1 year ago
Seminar Positive Parenting: Membangun Generasi Gemilang di Desa Jedong

MILA NUR AFIDA

Malang, 28 Desember 2024 - Dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak-anak dan memperkuat peran orang tua dalam mendidik, Kelompok KKN Nirantara 37 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar bertajuk "Positive Parenting: Belajar Mendidik, Membangun Generasi Gemilang Anak Bangsa". Acara ini diselenggarakan di Kantor Kepala Desa Jedong, Jl. Raya Jedong No.234, Krobyokan, Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Seminar ini menghadirkan narasumber ternama, Dr. Hj. Rafiqoh Rosidi, M.Pd, seorang pakar pendidikan dan parenting yang telah berpengalaman dalam memberikan pelatihan kepada orang tua di berbagai daerah. Dalam materinya, Dr. Rafiqoh menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, kasih sayang, dan pendekatan positif dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berakhlak mulia. Acara ini mendapatkan antusiasme tinggi dari warga Desa Jedong dan sekitarnya. Ruang Kantor Kepala Desa dipenuhi oleh para peserta yang terdiri dari orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah menarik kepada peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik. Hal ini semakin memotivasi peserta untuk terlibat secara aktif dalam diskusi. kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Jedong, khususnya dalam aspek pendidikan keluarga. "Kami berharap seminar ini mampu memberikan wawasan dan inspirasi bagi para orang tua dalam mendidik anak-anak mereka dengan penuh cinta dan tanggung jawab," ujarnya. Acara seminar ini menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan dan diapresiasi oleh masyarakat setempat. Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Jedong dapat melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal pendidikan karakter yang kuat.  

Thumbnail
1 year ago
Wujudkan Keluarga Sejahtera: KKM UIN Malang Sukses Mengedukasi Masyarakat Lewat Penyuluhan Sosial

MOH. BAHRUL LAHUT

  MALANG-Didasari dengan tingginya jumlah pernikahan dini di Kecamatan Poncokusumo, mahasiswa KKM UIN Malang berinisiatif mengadakan penyuluhan untuk warga Desa Karangnongko pada Senin, 20 Januari 2025. Dengan mengundang tiga pemateri yaitu Kak Norma Hasanatul Maghfiroh, S.Psi yang akan menjelaskan parenting, Kak Rizal Agung Wicaksono, S.M yang akan menjelaskan financial planning dan  Kak Dzawil Uqola yang akan menjelaskan stunting, diharapkan bisa mengurangi jumlah pernikanan dini di Kecamatan Poncokusumo khususnya Desa Karangnongko dan masyarakat bisa lebih siap dalam membangun keluarga. Tak lupa peserta yang ditargetkan dalam penyuluhan sosial adalah ibu-ibu dan pemuda-pemudi di Desa Karangnongko.       Acara penyuluhan sosial ini dimulai pada pukul 09.30 WIB. Dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran lalu dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kepala Desa Karangnongko yang turut diundang pun tak lupa memberikan sambutan. Penyampaian materi oleh pemateri pun berlangsung lancar, peserta acara penyuluhan terlihat antusias dengan munculnya beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta.      Tak hanya pertanyaan, bahkan dalam forum diskusi terdapat debat yang melibatkan antara pemateri dan peserta. Hal ini dapat menunjukkan bahwa peserta antusias dan menyimak apa yang dijelaskan oleh pemateri. “Harapannya dengan adanya edukasi dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gaya kesehatan mental maupun kesiapan  financial dalam berkeluarga sehingga Desa Karangnongko terus bertahan menjadi desa yang jauh dari kata stunting,” Ujar Najla selaku ketua panitia acara penyuluhan sosial. Acara penyuluhan sosial yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam ini diakhiri dengan pemberian cinderamata pada ketiga pemateri, tak lupa juga melakukan foto bersama dengan seluruh peserta yang berada dalam acara penyuluhan sosial.    

Thumbnail
1 year ago
Pesarean Gunung Kawi: Destinasi Ziarah Penuh Sejarah dan Spiritualitas

NADIA SAILIL FADHILAH

KKM UIN Malang bersama Kelompok 70 dan 140 pada (22/01) mengunjungi Gunung Kawi, yang terletak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi ziarah yang sarat makna bagi banyak peziarah dari berbagai daerah. Di kawasan ini terdapat kompleks pesarean yang menjadi tempat peristirahatan terakhir Eyang Jugo (Kyai Zakaria II) dan Raden Mas Iman Soedjono, dua tokoh yang dihormati karena peran mereka dalam penyebaran ajaran kebaikan dan perjuangan melawan penjajahan. "Eyang Jugo merupakan seorang ulama besar menurut pihak pesarean Gunung Kawi. Data autentik bahwa beliau adalah seorang ulama berupa padepokan yang saat ini digunakan sebagai tempat singgah oleh para pengunjung. Dusun Pijiombo merupakan salah satu dusun terlama yang ada di Desa Wonosari sejak sebelum merdeka dan Dusun Kampung Baru merupakan dusun terbaru". Tutur Pak Subur Retno. Pesarean Gunung Kawi bukan sekadar tempat bersejarah, tetapi juga menjadi simbol spiritualitas bagi masyarakat. Banyak peziarah datang dengan niat untuk mendoakan leluhur serta memohon ketenangan batin. Kehadiran pesarean ini mencerminkan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh para tokoh yang dimakamkan di sana, seperti ketulusan, kejujuran, dan perjuangan untuk kebaikan. Ziarah ke Pesarean Gunung Kawi sering dilakukan oleh mereka yang ingin mendapatkan inspirasi spiritual, refleksi diri, serta ketenangan hati. Banyak pengunjung yang membawa serta keluarga untuk berdoa dan menghormati sejarah yang tertanam di tempat ini. Di area pesarean, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan yang bernuansa religius, seperti tahlil, doa bersama, dan pembacaan ayat suci. Selain itu, banyak yang datang untuk menimba hikmah dari kisah-kisah perjuangan Eyang Jugo dan Raden Mas Iman Soedjono. Setiap tanggal tertentu, seperti malam Jumat Legi, kawasan ini menjadi lebih ramai oleh para peziarah yang datang dengan niat suci. Selain nilai spiritualnya, Gunung Kawi juga menawarkan keindahan alam yang menenangkan. Dengan udara yang sejuk dan suasana yang asri, peziarah dapat merasakan kedamaian yang jarang ditemui di perkotaan. Kawasan ini juga memiliki berbagai fasilitas pendukung seperti penginapan, rumah makan, dan area peristirahatan bagi para pengunjung. Dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan keindahan alamnya, Pesarean Gunung Kawi tetap menjadi destinasi ziarah yang bermakna bagi masyarakat. Tempat ini mengajarkan bahwa perjalanan spiritual dapat dilakukan dengan hati yang tulus dan niat yang baik, serta menjadi pengingat akan pentingnya menghormati leluhur dan sejarah yang telah membentuk kehidupan kita saat ini. Kenyataannya tidak ada hal-hal seperti pesugihan di Desa ini karena mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani. link kompasiana: https://www.kompasiana.com/ariani6871/679cb1cfed6415411d694892/pesarean-gunung-kawi-destinasi-ziarah-penuh-sejarah-dan-spiritualitas

Thumbnail
1 year ago
Melihat Potensi Desa Wisata Sembalun Bumbung, Mahasiswa KKM UIN Malang Melakukan Sosialisasi QRIS Kepada UMKM Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Melihat Potensi Desa Wisata Sembalun Bumbung, Mahasiswa KKM UIN Malang Melakukan Sosia

BAIQ NANA DWI HERDIANA

Sabtu, 28-30 Desember 2024 Sembalun Bumbung -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melaksanakan kunjungan ke beberapa Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) kepada pelaku UMKM. Program ini merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi digital di sektor usaha kecil, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi transaksi dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM di desa tersebut. Untuk mencapai target 30 UMKM, 10 anggota KKM UIN Malang dibagi menjadi 5 tim, masing-masing terdiri dari 2 orang. Setiap tim diberikan tanggung jawab untuk mendampingi dan mensosialisasikan QRIS kepada 6 UMKM. Dengan pembagian ini, tiap anggota diharapkan dapat mengarahkan minimal 3 UMKM untuk mendaftar dan menggunakan QRIS. Pembagian ini bertujuan untuk memastikan pendekatan yang lebih personal kepada pelaku UMKM, sehingga kendala yang dihadapi dapat ditangani secara langsung dan efektif. Tim-tim ini disebar ke beberapa wilayah di Desa Sembalun Bumbung yang memiliki potensi UMKM besar. Namun, dalam pelaksanaannya, Mahasiswa KKM menghadapi tantangan yang cukup besar. Dari target 30 UMKM yang ingin dicapai, Mahasiswa KKM baru berhasil menggaet 5 UMKM untuk berpartisipasi dalam program ini. Banyak kendala yang dihadapi di lapangan, terutama dalam mengubah pola pikir pelaku usaha yang masih terbiasa dengan transaksi tunai. Beberapa tantangan yang kami dapati seperti (1) Ketakutan terhadap Penipuan, mayoritas pelaku UMKM merasa ragu menggunakan sistem pembayaran digital (QRIS). (2) Ketiadaan Rekening Bank, salah satu syarat pembuatan akun QRIS adalah harus memiliki rekening bank. Sayangnya, banyak pelaku UMKM di Desa Sembalun Bumbung belum memiliki rekening bank, sehingga mereka tidak dapat memenuhi persyaratan awal untuk mendaftar QRIS. (3) Kurangnya Pengetahuan Digital, banyak pelaku UMKM menganggap sistem pembayaran digital sulit dipahami dan membutuhkan pendampingan khusus untuk memulai penggunaannya. "Kami sudah berusaha mesosialisasikan QRIS ini untuk UMKM," ujar salah satu mahasiswa KKM UIN Malang. "Namun, memang sebagian besar dari mereka masih berpikir lebih baik pembayaran tunai karena merasa lebih sederhana. Banyak yang mengaku gaptek atau belum siap beralih ke sistem digital." Oleh karena itu, kami masih tetap berharap UMKM yang belum mau mendaftarkan usahanya ke sistem pembayaran digital (QRIS) suatu saat mau mendaftarkan usahanya, karena melihat potensi desa sembalun bumbung merupakan desa wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, maupun mancanegara. sebagai fasilitator jangka panjang Mahasiswa KKM telah menyediakan buku panduaan serta video tutorial jika ingin mendaftarkan usahanya secara mandiri.