ADITYA SYAHRUL REZA
Malang, 28 Desember 2024 - Dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak-anak dan memperkuat peran orang tua dalam mendidik, Kelompok KKN Nirantara 37 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar bertajuk "Positive Parenting: Belajar Mendidik, Membangun Generasi Gemilang Anak Bangsa". Acara ini diselenggarakan di Kantor Kepala Desa Jedong, Jl. Raya Jedong No.234, Krobyokan, Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Seminar ini menghadirkan narasumber ternama, Dr. Hj. Rafiqoh Rosidi, M.Pd, seorang pakar pendidikan dan parenting yang telah berpengalaman dalam memberikan pelatihan kepada orang tua di berbagai daerah. Dalam materinya, Dr. Rafiqoh menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, kasih sayang, dan pendekatan positif dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berakhlak mulia. Acara ini mendapatkan antusiasme tinggi dari warga Desa Jedong dan sekitarnya. Ruang Kantor Kepala Desa dipenuhi oleh para peserta yang terdiri dari orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah menarik kepada peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik. Hal ini semakin memotivasi peserta untuk terlibat secara aktif dalam diskusi. kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Jedong, khususnya dalam aspek pendidikan keluarga. "Kami berharap seminar ini mampu memberikan wawasan dan inspirasi bagi para orang tua dalam mendidik anak-anak mereka dengan penuh cinta dan tanggung jawab," ujarnya. Acara seminar ini menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan dan diapresiasi oleh masyarakat setempat. Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Jedong dapat melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal pendidikan karakter yang kuat.
GHUMAIDA AL ADILA
Kelompok 50, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Sukses atas terselenggaranya Penyuluhan Stunting dan Pencegahan Stunting, Jum at, (17/01/2025) di Rumah Bapak Usman Selaku menjabat sebagai Kepala Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang Pada penyuluhan kali ini dihadiri oleh ibu-ibu yang mempunyai balita dan anak kecil. Penyuluhan ini sangat memiliki banyak tujuan yang mana salah satu ya untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan pola asuh yang baik dan sesuai dengan kebutuhan anak usia dini, baik secara psikologis maupun fisiologis. Selain melibatkan para orang tua. Para balita juga diberi kacang hijau dan susu yang mana agar terciptanya gizi yang baik dengan memakan makanan dan minuman tersebut. Bu Bidan Nuri juga mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya penyuluhan ini. Beliau mmengatakan bahwa penhyuluhan ini diharapkan dapat menjadi ajang para orang tua dalam meningkatkan pemahamannya mengenai pola asuh yang tepat bagi anak-anak. Sehingga anak-anak dapat hidup sehat, baik secara fisik maupun psikologis. Para pemateri memaparkan bahwasanya orang tua memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak. Untuk menghasilkan anak yang cerdas dan sehat dapat dilakukan dengan pola asuh yang tepat sesuai kebutuhan masing-masing anak, Mbak Wulan dan Mbak Nida juga menjelaskan tentang dampak Negatif stunting terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan gizi kronis. Mereka juga memberikan wawasan mengenai pola makan sehat, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, Serta makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Mereka menekankan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu,keluarga,komunitas dan pemerintah Desa. Kelas parenting sendiri memberikan pemahaman pada para Ibu-Ibu dalam cara pola pengasuhan anak yang memberikan konsep materi dari buku danish way of parenting yang bertujuan untuk membantu orang tua untuk memahami kebutuhan anak dan membangun hubungan sehat terhadap orang tua dan anak, dengan memberikan konsep PARENT yaitu P untuk bermain dimana bermain dapat membangun ketangguhan anak, A untuk autenthicity yang dimana anak diajarkan untuk menerima sikap atau perasaan mereka apa adanya yang baik atau yang buruk, R untuk reframing atau memfokuskan anak kepada hal hal yang baik di lingkungan mereka, E untuk empathy atau membangun rasa empathy pada anak sejak dini, N untuk No ultimatum untuk menghindari penggunaan ancaman pada pola pengasuhan dan mendorong untuk lebih demokratis, T untuk togetherness & hygee untuk menjalin hubungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak kepada orang tua. Di akhir sesi, para mahasiswa membagikan bingkisan yang berisi makanan yang baik untuk kesehatan anak-anak, yang diharap bisa menjadi contoh bagi orang tua untuk merencanakan makanan di rumah. Selain itu para mahasisww juga memberikan motivasi kepada para ibu untuk aktif dalam memantau gizi pada anak mereka. Melalui acara ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan stunting dan penerapan parenting dalam keluarga. Mahasiswa KKM berharap kegiatan ini dapat mengurangi angka stunting di Dusun Gunung Tumpuk Desa Sidoluhur dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan parenting yang berkualitas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desaserta menciptakan generasi penerus yang sehat,cerdas dan berkarakter. Terimakasih
DIAJENG DWI FITRIA PUTRI
Gana Asfelic: Membangun Langkah Bersama Untuk Membangun Kebahagiaan MALANG - Anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 182 "Gana Asfelic", mengadakan seminar sebagai bentuk mendukung UMKM Desa menuju maju bersama teknologi emas pada Sabtu (11/01/2025). Kegiatan ini bertema "teknologi cloud computing" ini bertujuan untuk membantu masyarakat melejit dalam meningkatkan minat konsumen pada produk UMKM Desa, dalam upaya meningkatkan hasil perekonomian masyarakat Desa. Seminar dihadiri oleh Kepala Desa Dengkol, Sekertaris Desa Dengkol, Kepala Dusun Dengkol, Ibu Kepala Desa Dengkol, Perwakilan Posyandu, dan Perwakilan PKK. Seminar UMKM yang berjudul "Meningkatkan produktifitas UMKM Desa dengan Teknologi Tepat Guna" dengan pemateri Dr. Yayuk Sri Rahayu, SE., MM dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pemateri menyampaikan beberapa materi yaitu bagaimana cara marketing yang baik, mulai dari tampilan kemasan, komposisi yang jelas, pemasaran dengan media online seperti Shopee, Toko Pedia, Tiktok Shop dan lazada. Dari beberapa cara marketing yang disampaikan, pemateri juga menjelaskan bagaimana pencatatan modal dan pengeluaran yang tertata. "Menjual kerupuk rengginang mentah dengan yang sudah matang keuntungan lebih besar 3 kali lipat rengginang yang sudah matang" (Dr. Yayuk Sri Rahayu, SE., MM) Kegiatan ini diharapkan membantu meningkatkan UMKM dengan cara yang efektif. Selain itu, program ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat yang memiliki UMKM untuk melakukan pencatatan penjualan mulai dari modal dan keuntungan secara rinci sangatlah penting. Program ini juga membantu masyarakat dalam membuat desain logo pridik, konten vidio, maupun pamflet guna sebagai media promosi.
FANDA AMALIA KARTIKA
Malang, 28 Desember 2024 - Dalam rangka mendukung tumbuh kembang anak-anak dan memperkuat peran orang tua dalam mendidik, Kelompok KKN Nirantara 37 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar bertajuk "Positive Parenting: Belajar Mendidik, Membangun Generasi Gemilang Anak Bangsa". Acara ini diselenggarakan di Kantor Kepala Desa Jedong, Jl. Raya Jedong No.234, Krobyokan, Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Seminar ini menghadirkan narasumber ternama, Dr. Hj. Rafiqoh Rosidi, M.Pd, seorang pakar pendidikan dan parenting yang telah berpengalaman dalam memberikan pelatihan kepada orang tua di berbagai daerah. Dalam materinya, Dr. Rafiqoh menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, kasih sayang, dan pendekatan positif dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berakhlak mulia. Acara ini mendapatkan antusiasme tinggi dari warga Desa Jedong dan sekitarnya. Ruang Kantor Kepala Desa dipenuhi oleh para peserta yang terdiri dari orang tua, pendidik, dan tokoh masyarakat. Mereka aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah menarik kepada peserta yang mengajukan pertanyaan terbaik. Hal ini semakin memotivasi peserta untuk terlibat secara aktif dalam diskusi. kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Jedong, khususnya dalam aspek pendidikan keluarga. "Kami berharap seminar ini mampu memberikan wawasan dan inspirasi bagi para orang tua dalam mendidik anak-anak mereka dengan penuh cinta dan tanggung jawab," ujarnya. Acara seminar ini menjadi salah satu kegiatan yang dinantikan dan diapresiasi oleh masyarakat setempat. Dengan adanya program ini, diharapkan Desa Jedong dapat melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal pendidikan karakter yang kuat.
MUSYAFFIK RIFQI AHMADA
Dusun Pijiombo Desa Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang, menjadi salah satu lokasi kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) mahasiswa Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang yang anggota KKN nya diberi nama Satyaloka. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam pengembangan masyarakat. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah belajar membuat jamu herbal bersama warga lokal. Kegiatan ini merupakan upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya Indonesia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pengobatan alami. Proses pembuatan jamu dimulai dengan memilih bahan-bahan alami seperti kunyit, jahe, dan temulawak. Warga dengan sabar mengajarkan cara mencuci, mengeringkan, dan menggiling bahan-bahan tersebut. Setelah itu, bahan-bahan dicampur dengan air dan gula merah, kemudian direbus hingga mendidih. Hasilnya adalah jamu herbal yang berkhasiat untuk kesehatan. Mahasiswa Satyaloka sangat antusias dalam mempelajari proses pembuatan jamu ini dan berpartisipasi aktif dalam setiap tahapannya. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang jamu herbal, tetapi juga memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Warga antusias berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang jamu tradisional. Mahasiswa Satyaloka dapat memperoleh pengalaman langsung dan memahami pentingnya melestarikan budaya dan tradisi. Dengan demikian, kegiatan ini dapat membantu menciptakan generasi yang peduli terhadap warisan budaya dan kesehatan masyarakat. Kegiatan ini berdampak positif bagi masyarakat Pijiombo dan mahasiswa anggota KKM satyaloka. Masyarakat dapat memperoleh manfaat dari peningkatan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan pengobatan alami. Mahasiswa dapat memperoleh pengalaman dan pengetahuan yang berharga tentang budaya dan tradisi. Selain itu, kegiatan ini juga membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan penggunaan bahan-bahan alami. Kegiatan KKM kelompok Satyaloka di Dusun Pijiombo telah membuktikan bahwa kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermanfaat. Dengan mempelajari pembuatan jamu herbal, mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kegiatan KKN lainnya dan membantu menciptakan masyarakat yang sehat dan peduli terhadap budaya dan tradisi.
AHMAD NUR ARIF
Sebagai upaya menggali dan menginspirasi kreativitas anak-anak, Kelompok KKM 154 Mahameru mengadakan serangkaian lomba yang menghibur sekaligus mendidik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat berkompetisi serta mempererat tali persaudaraan di antara anak-anak Dusun Aran-Aran, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Pada akhir pekan yang cerah, Sabtu dan Minggu, 25-26 Januari 2025, anak-anak Dusun Aran-Aran berkumpul di balai desa untuk berpartisipasi dalam acara SEMESTA (Selaras Menebar Semangat Tanpa Akhir). Berbagai lomba digelar, mulai dari trenggiling, adzan, makan kerupuk, hingga bola kotak. Setiap perlombaan dirancang untuk memberikan tantangan yang menyenangkan serta meningkatkan keterampilan dan kreativitas peserta. Lomba pertama, trenggiling, berlangsung pada Sabtu sore pukul 15.00-16.30. Permainan ini menguji kelincahan, konsentrasi, dan keseimbangan anak-anak. Para peserta harus berjalan menggunakan alat berbahan kardus yang telah disiapkan tanpa kehilangan keseimbangan. Lomba ini sangat digemari karena tidak hanya menantang, tetapi juga mengasah keterampilan motorik mereka. Keesokan harinya, Minggu pagi, acara dilanjutkan dengan lomba adzan yang dimulai pukul 08.30. Lomba ini bertujuan melatih kemampuan anak-anak dalam melantunkan adzan dengan suara yang merdu dan sesuai dengan kaidah tajwid. Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari kelas satu hingga kelas enam SD atau MI. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengumunkan adzan dan iqamah dengan penuh penghayatan. Selanjutnya, pada pukul 09.15, digelar lomba makan kerupuk yang menjadi favorit anak-anak. Dalam lomba ini, peserta harus menghabiskan kerupuk yang digantung tanpa menggunakan tangan. Keseruan lomba ini menciptakan suasana penuh tawa dan kebahagiaan, karena anak-anak berusaha sekuat tenaga menyelesaikan tantangan tersebut. Lomba terakhir adalah bola kotak, yang dimulai sekitar pukul 10.00. Dalam permainan ini, peserta beradu kecepatan untuk mengeluarkan bola dari dalam kardus melalui lubang kecil di salah satu sisi. Empat peserta bertanding dalam satu putaran, dan siapa yang berhasil mengeluarkan bola terbanyak dinyatakan sebagai pemenang. Setelah semua lomba selesai, acara ditutup dengan sesi pembagian hadiah bagi para pemenang. Juara pertama dan kedua dari masing-masing lomba menerima hadiah dari kakak-kakak KKM 154 Mahameru sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan usaha mereka. Hadiah tersebut bukan hanya sebagai simbol kemenangan, namun juga sebagai motivasi agar mereka terus berlatih dan mengembangkan potensi diri. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kreativitas dan keaktifan anak-anak terus tumbuh. Perlombaan ini bukan sekedar hiburan, tetapi juga sarana untuk menggali bakat, mengasah keterampilan, dan menumbuhkan kepercayaan diri mereka. Kelompok KKM 154 Mahameru telah memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan talenta muda, sekaligus mempererat kebersamaan dan membentuk karakter generasi penerus bangsa.