Thumbnail
1 year ago
Melestarikan Budaya Setempat : Mahasiswa KKM UIN Malang Ikut Serta dalam Kegiatan Bumi Wekasan di Punden Dusun Busu

RAIHANUS SOFIE

Dusun Busu, Desa Slamparejo, kembali menjadi pusat perhatian dengan diadakannya kegiatan bertema lingkungan dan budaya yang melibatkan masyarakat setempat dan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Dalam rangkaian giat bertajuk Bumi Wekasan, mahasiswa KKM bersama warga bekerja sama untuk menjaga dan melestarikan Punden Dusun Busu, sebuah situs budaya yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual.   Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan punden sebagai simbol sakralitas masyarakat lokal, tetapi juga mencakup berbagai aksi peduli lingkungan seperti penanaman bibit pohon dan pembersihan mata air. Tujuan utamanya adalah memastikan kelestarian alam di sekitar punden sekaligus memperkuat keberlanjutan sumber daya air bagi masa depan.   Pembersihan Punden: Merawat Warisan Budaya   Punden Dusun Busu memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Desa Slamparejo. Sebagai situs sakral yang mengandung nilai historis, punden ini sering dijadikan tempat ritual budaya dan sarana untuk merekatkan hubungan sosial warga. Oleh karena itu, kegiatan Bumi Wekasan dimulai dengan pembersihan area punden.   Mahasiswa KKM UIN Malang bersama warga setempat membersihkan dedaunan kering, sampah, dan kotoran yang menumpuk di sekitar punden. Aktivitas ini tidak hanya mengembalikan estetika tempat, tetapi juga mencerminkan rasa hormat terhadap warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat lokal.   Penanaman Bibit Pohon: Menjaga Ekosistem dan Mata Air Salah satu kegiatan utama dalam giat ini adalah penanaman bibit pohon di sekitar area punden dan mata air. Penanaman pohon bukan hanya sekadar penghijauan, tetapi memiliki tujuan yang lebih besar. Pohon-pohon yang ditanam berfungsi untuk memperkuat aliran mata air yang ada dan diharapkan dapat memunculkan sumber mata air baru di masa mendatang.   Pohon berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Akar pohon membantu menahan tanah dan mencegah erosi, sekaligus menyerap air hujan untuk disimpan dalam lapisan tanah. Dengan menanam pohon, mahasiswa dan masyarakat Dusun Busu menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan yang berdampak langsung pada kualitas hidup generasi mendatang.   Pembersihan Mata Air: Sumber Kehidupan yang Harus Dijaga   Selain menanam pohon, kegiatan Bumi Wekasan juga mencakup pembersihan mata air di sekitar Dusun Busu. Mata air adalah sumber kehidupan bagi masyarakat setempat, baik untuk keperluan sehari-hari maupun kegiatan pertanian. Sayangnya, aliran mata air sering terhambat oleh sampah dan material alami seperti dedaunan dan ranting.   Mahasiswa KKM bersama warga bekerja bahu-membahu membersihkan area mata air untuk memastikan aliran air tetap lancar. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas air, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya air di wilayah tersebut.   Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik   Kegiatan Bumi Wekasan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam melestarikan budaya dan lingkungan. Mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya berkontribusi dengan tenaga dan pengetahuan, tetapi juga membawa semangat baru bagi warga untuk terus menjaga warisan leluhur sekaligus menghadapi tantangan lingkungan di era modern.   Keberhasilan giat ini menjadi bukti bahwa upaya menjaga budaya dan lingkungan tidak dapat dipisahkan. Punden Dusun Busu, sebagai simbol sakral dan identitas lokal, kini semakin kuat posisinya sebagai pusat pelestarian budaya dan ekologi. Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga kekayaan budaya dan lingkungan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.   Melalui inisiatif ini, generasi muda, baik mahasiswa maupun masyarakat setempat, telah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi penjaga kelestarian alam dan budaya demi masa depan yang lebih baik. Kegiatan seperti Bumi Wekasan patut menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam melestarikan kekayaan budaya dan lingkungan lokal.

Thumbnail
1 year ago
KKM 2 Parivartaka Sukses Gelar Outbound Edukatif : Tingkatkan Kesadaran Stunting dan Parenting di Dukuh Buntaran

NAILA NURIZZA AMIRA DIANI

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2 Parivartaka sukses menggelar kegiatan Outbound Edukatif bertema Stunting dan Parenting pada 19 Januari 2025 di Dukuh Buntaran, Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Acara ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari peserta, yang sebagian besar merupakan ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat sekitar yang peduli terhadap tumbuh kembang anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Sebagai narasumber utama, Eni Ismiati, Ketua Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Poncokusumo, memberikan pemahaman mendalam mengenai stunting, faktor penyebabnya, serta strategi pencegahannya. Dalam paparannya, Eni menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat berdampak serius pada perkembangan kognitif anak. "Stunting tidak hanya masalah tinggi badan yang terhambat, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak anak. Jika tidak dicegah sejak dini, anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi kesulitan dalam pendidikan dan kehidupan sosial di masa depan," Beliau juga menekankan pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita sebagai faktor utama dalam mencegah stunting. Menurutnya, peran keluarga, terutama ibu sebagai garda terdepan dalam pola asuh, sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan. Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga dikemas secara interaktif melalui berbagai permainan outbound edukatif yang menyenangkan. Beberapa permainan yang digelar antara lain Lomba Bomb Air, untuk meningkatkan kerja sama dan komunikasi antar peserta. Jaga Lilin, yang mengajarkan pentingnya ketekunan dan kehati-hatian dalam mengasuh anak. Kuis Seputar Gizi dan Tumbuh Kembang Anak, sebagai bentuk edukasi ringan namun tetap informatif. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi mengenai tantangan dalam mengasuh anak di era modern, seperti pengaruh gadget, pola asuh yang tepat, serta pentingnya stimulasi dini bagi anak. Fuad Baswarudin, Ketua KKM 2 Parivartaka, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya acara ini. Di akhir acara, Bapak Sulhan, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Belung, turut memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM dalam mengadakan kegiatan edukatif ini. Outbound edukatif ini merupakan bagian dari komitmen KKM 2 Parivartaka dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan pendidikan anak semakin meningkat. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Dengan keberhasilan acara ini, KKM 2 Parivartaka berencana untuk terus berinovasi dalam menghadirkan program-program edukatif lainnya yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Thumbnail
1 year ago
Sosialisasi, Edukasi, dan Pendampingan Sertifikasi Halal: KKM 89 Dukung Halal Center UIN Malang di Desa Gading Kembar

RIGEN FERDIAN SAPUTRA

Pada tanggal 26 Februari 2025 tepatnya hari Minggu, KKM 89 UIN Malang yang bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang menggelar acara sosialisasi dan edukasi mengenai sertifikasi halal di Balai Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya sertifikasi halal dalam produk makanan dan barang lainnya. Melalui kegiatan ini, KKM 89 berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya kehalalan produk yang mereka konsumsi atau jual. Sosialisasi ini mengedukasi para peserta mengenai proses sertifikasi halal, manfaatnya bagi produsen dan konsumen, serta peran sertifikasi halal dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar. Dalam acara tersebut, tim dari Halal Center UIN Malang turut memberikan penjelasan secara rinci tentang tata cara memperoleh sertifikat halal, kriteria yang harus dipenuhi, serta tantangan yang sering dihadapi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tidak hanya itu, diskusi interaktif juga diadakan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari peserta, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha lokal di Desa Gading Kembar. KKM 89 berharap bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat di Desa Gading Kembar semakin termotivasi untuk memperhatikan aspek kehalalan dalam produk yang mereka hasilkan, serta dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjalankan bisnis yang halal sesuai dengan tuntutan agama dan regulasi yang berlaku. Dengan adanya kolaborasi antara KKM 89 dan Halal Center UIN Malang, diharapkan akan tercipta lebih banyak pelaku usaha yang teredukasi dan terdorong untuk mengurus sertifikasi halal, sehingga produk dari Desa Gading Kembar dapat semakin dikenal dan diterima luas oleh konsumen.  

Thumbnail
1 year ago
Cegah Narkoba, Raih Prestasi di SDN 2 Argosari!

AINI ROHTUL NADHIYAH

HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berhasil menggelar penyuluhan edukatif bertajuk “Bahaya Narkoba dan Merokok” di SDN 2 Argosari, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, pada Jumat, (10/1). Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa-siswi sejak dini tentang pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba dan kebiasaan merokok. Penyuluhan ini dihadiri oleh siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6, para guru, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, serta siswa KKM UIN Malang. Dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai tingkat pemahaman anak-anak, kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh semangat. Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKM memulai dengan menjelaskan dasar-dasar tentang narkoba dan rokok, termasuk definisi dan dampak buruknya. Agar siswa lebih mudah memahami, materi disampaikan melalui metode visual berupa video animasi edukatif. Video tersebut dirancang menarik sehingga mampu memikat perhatian siswa sekaligus menyampaikan pesan moral dengan jelas dan relevan. Selain itu, untuk menciptakan suasana interaktif, siswa KKM menyisipkan sesi tanya-jawab di setiap akhir penyampaian materi. Pendekatan ini bertujuan melibatkan siswa secara aktif, membangun rasa ingin tahu, dan memperkuat pemahaman mereka tentang bahaya narkoba dan merokok. Jargon Inspiratif: Narkoba No, Rokok No, Prestasi Ya!  Salah satu momen paling berkesan dalam penyuluhan ini adalah pengenalan jargon khusus yang menjadi ciri khas acara. Pemateri terdekat, “SDN 2 Argosari!”, yang langsung disambut siswa dengan semangat, “Narkoba, no! Rokok, tidak! Prestasi ya!” lengkap dengan gerakan khas. Jargon Pengulangan ini tidak hanya menciptakan suasana ceria, tetapi juga memperkuat pesan edukasi kepada siswa. Sebagai penutup acara, Ibu Khoiriyatul, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif siswa KKM UIN Malang. Dalam Perayaannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi siswa selama satu minggu pendampingan di sekolah. “Kami sangat berterima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa KKM UIN Malang atas kehadiran dan pendampingannya. Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Kakak-kakak tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berharga yang akan dikenang oleh siswa-siswi kami. Semoga pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kakak-kakak dalam pengabdian masyarakat lainnya,” ujar Ibu Khoiriyatul. Dengan berakhirnya ini, rangkaian kegiatan penyuluhan sekaligus pendampingan siswa KKM UIN Malang di SDN 2 Argosari resmi berakhir. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam dan energi positif bagi seluruh peserta. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap, melalui penyuluhan ini, siswa SDN 2 Argosari mampu memahami bahaya narkoba dan rokok serta memiliki semangat untuk terus berprestasi di masa depan. link berita : https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25010100374619857

Thumbnail
1 year ago
KKM 2 Parivartaka Sukses Gelar Outbound Edukatif : Tingkatkan Kesadaran Stunting dan Parenting di Dukuh Buntaran

HABIBATUS SYAUQIYAH

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2 Parivartaka sukses menggelar kegiatan Outbound Edukatif bertema Stunting dan Parenting pada 19 Januari 2025 di Dukuh Buntaran, Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Acara ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta, yang sebagian besarnya merupakan ibu hamil, ibu menyusui, serta sekitar masyarakat yang peduli terhadap tumbuh kembang anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Sebagai narasumber utama, Eni Ismiati, Ketua Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Poncokusumo, memberikan pemahaman mendalam mengenai stunting, faktor penyebab, serta strategi pencegahannya. Dalam pemaparannya, Eni menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar mengganggu pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat berdampak serius pada perkembangan kognitif anak. “Stunting tidak hanya masalah tingginya gangguan badan, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak anak. Jika tidak dapat dicegah sejak dini, anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi kesulitan dalam pendidikan dan kehidupan sosial di masa depan,” Beliau juga menekankan pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita sebagai faktor utama dalam mencegah stunting. Menurutnya, peran keluarga, terutama ibu sebagai garda terdepan dalam pola asuh, sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan. Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga dikemas secara interaktif melalui berbagai permainan outbound edukatif yang menyenangkan. Beberapa permainan yang digelar antara lain Lomba Bomb Air, untuk meningkatkan kerja sama dan komunikasi antar peserta. Jaga Lilin, yang mengajarkan pentingnya ketekunan dan kehati-hatian dalam mengasuh anak. Kuis Seputar Gizi dan Tumbuh Kembang Anak, sebagai bentuk edukasi ringan namun tetap informatif. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi mengenai tantangan dalam mengasuh anak di era modern, seperti pengaruh gadget, pola pengasuhan yang tepat, serta pentingnya stimulasi dini bagi anak. Fuad Baswarudin, Ketua KKM 2 Parivartaka, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas suksesnya acara ini. Di akhir acara, Bapak Sulhan, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Belung, turut memberikan apresiasi atas inisiatif siswa KKM dalam mengadakan kegiatan edukatif ini. Outbound edukatif ini merupakan bagian dari komitmen KKM 2 Parivartaka dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan pendidikan anak semakin meningkat. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Dengan berakhirnya acara ini, KKM 2 Parivartaka berencana untuk terus berinovasi dalam menghadirkan program-program edukatif lainnya yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Thumbnail
1 year ago
KKM 2 Parivartaka Sukses Gelar Outbound Edukatif : Tingkatkan Kesadaran Stunting dan Parenting di Dukuh Buntaran

ADELIA OCTAFIA NUR RAMADHANI

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2 Parivartaka sukses menggelar kegiatan Outbound Edukatif bertema Stunting dan Parenting pada 19 Januari 2025 di Dukuh Buntaran, Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Acara ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari peserta, yang sebagian besar merupakan ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat sekitar yang peduli terhadap tumbuh kembang anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Sebagai narasumber utama, Eni Ismiati, Ketua Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Poncokusumo, memberikan pemahaman mendalam mengenai stunting, faktor penyebabnya, serta strategi pencegahannya. Dalam paparannya, Eni menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar gangguan pertumbuhan fisik, tetapi juga dapat berdampak serius pada perkembangan kognitif anak. "Stunting tidak hanya masalah tinggi badan yang terhambat, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak anak. Jika tidak dicegah sejak dini, anak-anak yang mengalami stunting berisiko menghadapi kesulitan dalam pendidikan dan kehidupan sosial di masa depan," Beliau juga menekankan pentingnya gizi seimbang bagi ibu hamil dan balita sebagai faktor utama dalam mencegah stunting. Menurutnya, peran keluarga, terutama ibu sebagai garda terdepan dalam pola asuh, sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan. Selain sesi edukasi, kegiatan ini juga dikemas secara interaktif melalui berbagai permainan outbound edukatif yang menyenangkan. Beberapa permainan yang digelar antara lain Lomba Bomb Air, untuk meningkatkan kerja sama dan komunikasi antar peserta. Jaga Lilin, yang mengajarkan pentingnya ketekunan dan kehati-hatian dalam mengasuh anak. Kuis Seputar Gizi dan Tumbuh Kembang Anak, sebagai bentuk edukasi ringan namun tetap informatif. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi mengenai tantangan dalam mengasuh anak di era modern, seperti pengaruh gadget, pola asuh yang tepat, serta pentingnya stimulasi dini bagi anak. Fuad Baswarudin, Ketua KKM 2 Parivartaka, mengungkapkan rasa syukurnya atas suksesnya acara ini. Di akhir acara, Bapak Sulhan, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Belung, turut memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM dalam mengadakan kegiatan edukatif ini. Outbound edukatif ini merupakan bagian dari komitmen KKM 2 Parivartaka dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan pendidikan anak semakin meningkat. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Dengan keberhasilan acara ini, KKM 2 Parivartaka berencana untuk terus berinovasi dalam menghadirkan program-program edukatif lainnya yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat.