Thumbnail
1 year ago
Membangun Generasi Sehat: Peran Parenting dalam Pencegahan Stunting di Desa Bendosari

MOHAMAD SAFRIYANTO LAMONDO

Pada Kamis, 2 Januari 2025, bertempat di SMPN 4 Pujon Satu Atap, Desa Bendosari, telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi bertema "Stunting dan Parenting" oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu yang memiliki balita, tentang pentingnya pola asuh yang baik dan langkah-langkah pencegahan stunting. Acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan Rizqul Kamali, Koordinator Desa, dilanjutkan pemaparan materi. Materi mencakup pentingnya parenting, pemenuhan gizi, serta faktor penyebab dan pencegahan stunting. Stunting adalah hambatan pertumbuhan akibat gizi buruk, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Selain asupan gizi, pola asuh yang baik, stimulasi kognitif, interaksi sosial, dan lingkungan sehat sangat berperan dalam tumbuh kembang anak. Para ibu diajak menerapkan pola asuh responsif dan menjaga keseimbangan gizi untuk mencegah stunting. Kurangnya stimulasi dini, pola makan tidak seimbang, dan sanitasi buruk dapat memperparah kondisi ini. Peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman dalam mengasuh anak, terutama terkait kendala ekonomi dalam menyediakan makanan bergizi. Pembahasan juga mencakup solusi pemenuhan nutrisi dengan bahan terjangkau dan pentingnya interaksi sosial, seperti membaca buku dan permainan edukatif. Selain itu, teknologi juga dibahas sebagai alat bantu parenting, namun tetap membutuhkan pengawasan agar anak tidak terpapar konten negatif. Sosialisasi ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya parenting dan pencegahan stunting. Pola asuh yang tepat dan gizi seimbang tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga kecerdasan dan kesejahteraan anak. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana peserta berharap adanya kegiatan serupa di masa mendatang. Program ini menunjukkan bahwa edukasi parenting dan stunting dapat memberikan dampak besar bagi kualitas hidup anak-anak di desa ini.

Thumbnail
1 year ago
" Sanggar Tari Shankara Mengajarkan Tari Wonderland di Desa Sukowilangun" Kelompok KKM 127 Shankara UIN Malang 2024-2025

EXSANDA AURIEL MUHIBAH

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang kelompok 127 telah menginisiasi program kreatif melalui Sanggar Tari Shankara di Desa Sukowilangun. Program ini memfokuskan diri pada pengajaran Tari Wonderland kepada anak-anak desa, memberikan nuansa fresh dan modern dalam pembelajaran seni tari. Kegiatan sanggar yang berlangsung secara rutin setiap hari Jumat dan Minggu ini telah menarik minat enam siswi berbakat dari SDN 1 Sukowilangun. Para peserta dengan penuh semangat mempelajari gerakan-gerakan Tari Wonderland yang menggabungkan unsur keceriaan dan kreativitas dalam setiap gerakannya.   Tari Wonderland yang diajarkan di sanggar ini menjadi daya tarik tersendiri karena menampilkan kombinasi gerakan yang energetik dan menyenangkan, sangat sesuai dengan karakter anak-anak. Melalui latihan yang konsisten, para siswi tidak hanya belajar koreografi tapi juga mengembangkan kepercayaan diri dan kemampuan tampil di depan umum. Hasil pembelajaran di Sanggar Tari Shankara kemudian dipresentasikan dalam dua acara penting. Pertama, dalam acara P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), di mana para siswi menampilkan Tari Wonderland dengan penuh percaya diri. Penampilan mereka mendapat sambutan hangat dari penonton yang hadir, menunjukkan bahwa tarian modern pun dapat diterima dengan baik di lingkungan pedesaan.   Puncak penampilan Sanggar Tari Shankara adalah pada Malam Puncak Penutupan KKM UIN Malang. Di acara ini, keenam siswi SDN 1 Sukowilangun kembali memukau penonton dengan penampilan Tari Wonderland yang telah mereka latih dengan tekun. Pertunjukan ini menjadi bukti nyata keberhasilan program pemberdayaan masyarakat melalui seni tari modern. Keberadaan Sanggar Tari Shankara dengan Tari Wonderland sebagai materi utamanya telah membuka wawasan baru bagi masyarakat Desa Sukowilangun tentang keberagaman seni tari. Program ini juga membuktikan bahwa modernitas dan kreativitas dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat desa. Melalui program ini, mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 127 telah berhasil menciptakan sebuah wadah kreatif yang memungkinkan generasi muda di Desa Sukowilangun untuk mengekspresikan diri melalui tarian modern. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak anak-anak untuk berani mengeksplorasi berbagai bentuk seni tari, baik tradisional maupun modern.

Thumbnail
1 year ago
Menambah Nuansa Hidup Islami di Dusun Umbutlegi, Mahasiswa KKM 99 UIN Malang Gelar Salat Fardhu Berjamaah Bersama Masyarakat Dusun Umbut Legi

TANTRI FAJARRIA

Salat fardhu berjamaah lebih baik dari pada salat sendirian. Dalam suatu riwayat hadis tertulis perbedaan mencapai 25 derajat dan dalam riwayat lain perbedaan mencapai 27 derajat. Dengan tawaran pahala yang fantastis seperti ini, siapa yang tak tergiur untuk berlomba-lomba mengejarnya? Dalam kesempatan pengabdian masyarakat kali ini, mahasiswa KKM UIN kelompok 99 pun sepakat melaksanakan kegiatan salat fardhu berjamaah yang dibagi pada 2 masjid di Dusun Umbut Legi. Keseharian mahasiswa KKM UIN kelompok 99 selain mengajar SDN dan TPQ  serta mengikuti kegiatan keagamaan warga seperti tahlilan, pembacaan maulid diba', pembacaan istighosah, dan dilaksanakan kegiatan salat fardhu berjamaah di 2 masjid, dimana anggota kelompok di bagi menjadi 2 bagian, ada yang di masjid Al-Ikhlas Dusun Umbut Legi dan Masjid Nurul Huda Umbut Legi. Selain turut melaksanakan salat fardhu berjamaah setiap harinya, mahasiswa juga melaksanakan adzan di masjid sesuai dengan jadwal piket adzan yang telah disepakati sebelumnya. Respon positif  ditunjukkan oleh masyarakat sekitar ditandai dengan diberikannya izin untuk melaksanakan adzan di 2 masjid tersebut. Selain memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada sang Kholiq, pelaksanaan salat berjamaah bertujuan untuk menambah nuansa islami Dusun Umbut Legi dan menambah semangat masyarakat sekitar dalam melaksanakan salat fardhu berjamaah. Tak berhenti disitu, setiap selesai salat subuh, mahasiswa rutin membaca surat Ar-Rohman dan Al-Waqiah yang dibaca secara bergantian menggunakan microphone masjid. Dan setelah salat Maghrib, kegiatan one day one juz pun rutin dilaksanakan dengan menggunakan microphone masjid pula. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat kali ini, mahasiswa KKM UIN kelompok 99 terus melaksanakan kegiatan positif bernuansa islami agar nilai-nilai kehidupan UIN yang identik dengan islam tersyiarkan ke seluruh penjuru negri bahkan didusun pelosok sekalipun.    

Thumbnail
1 year ago
Inovasi Ramah Lingkungan dengan Memanfaatkan Minyak Jelatah Menjadi Lilin

QARISUN NISAK

Pada tanggal 19 Januari 2025, KKM Sidomulyo 165 menyelenggarakan kegiatan penyuluhan bertajuk "Ubah Minyak Jelantah Jadi Rupiah." Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah minyak jelantah yang sering kali dibuang sembarangan. Kegiatan tersebut menyoroti cara mengubah minyak bekas menjadi produk bernilai ekonomi, seperti lilin ramah lingkungan, yang juga membantu mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering kali dianggap remeh. Dalam penyuluhan ini, narasumber menjelaskan bahwa minyak jelantah memiliki banyak risiko jika tidak dikelola dengan baik. Minyak yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air, menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Selain itu, jika digunakan berulang kali melebihi batas wajar, minyak ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti risiko penyakit jantung, obesitas, gangguan pencernaan, hingga kanker. Faktor yang mempengaruhi kualitas minyak goreng juga dijelaskan, termasuk jenis minyak, suhu pemanasan, dan kondisi penyimpanan. Masyarakat diberi pemahaman bahwa minyak goreng sebaiknya digunakan maksimal tiga kali pemanasan, dengan sisa makanan yang disaring untuk memperpanjang penggunaannya. Namun, setelah batas penggunaan tersebut tercapai, minyak bekas tidak boleh dibuang begitu saja. Di sinilah konsep daur ulang memainkan peran penting. Salah satu poin utama dari kegiatan ini adalah memperkenalkan potensi ekonomi dari minyak jelantah. Minyak bekas dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, seperti biodiesel, sabun, dan lilin. Di antara semua produk tersebut, lilin dari minyak jelantah menjadi topik utama dalam penyuluhan. Narasumber menjelaskan bahwa bahan baku minyak jelantah sangat melimpah, terutama dari rumah tangga, restoran, dan usaha kuliner kecil. Dengan modal kecil, siapa pun bisa memulai usaha pembuatan lilin dari minyak bekas ini. Selain mengurangi limbah, usaha ini juga memiliki pasar yang cukup luas. Lilin dari minyak jelantah banyak diminati karena ramah lingkungan dan memiliki harga jual yang kompetitif. Dengan harga minyak jelantah sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 per liter, produk lilin bisa dijual dengan harga mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000 per unit, tergantung pada desain dan kualitasnya. Hal ini menjadi peluang menarik bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan sambil berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Dalam sesi praktik, peserta diajak untuk langsung mencoba membuat lilin dari minyak jelantah. Prosesnya cukup sederhana, dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Berikut adalah langkah-langkahnya: 1. Penyaringan Minyak Jelantah: Minyak bekas disaring untuk menghilangkan sisa-sisa makanan atau kotoran. 2. Pencampuran dengan Lilin Parafin atau Bahan Pengikat: Minyak jelantah dicampur dengan lilin parafin atau bahan lain yang dapat mengikat minyak agar menghasilkan tekstur yang solid. 3. Penambahan Pewarna dan Pewangi: Pewarna dan aroma tambahan diberikan untuk membuat lilin lebih menarik. 4. Penuangan ke Cetakan: Campuran minyak dituangkan ke dalam cetakan sesuai bentuk yang diinginkan. 5. Pendinginan dan Pemadatan: Lilin dibiarkan dingin hingga mengeras, lalu dilepaskan dari cetakan. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap langkahnya. Banyak dari mereka yang merasa proses ini cukup mudah dan dapat diterapkan di rumah dengan peralatan sederhana. Selain ramah lingkungan, lilin dari minyak jelantah memiliki banyak manfaat. Lilin ini dapat digunakan untuk penerangan alternatif, dekorasi, atau bahkan sebagai aromaterapi jika ditambahkan pewangi. Dengan demikian, produk ini tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Dalam skala usaha, lilin dari minyak jelantah juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang limbah Kegiatan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin ini menjadi salah satu langkah kecil yang membawa dampak besar bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat. Edukasi yang diberikan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya minyak jelantah jika tidak dikelola, tetapi juga membuka peluang baru untuk menciptakan produk bernilai ekonomi. Dengan modal kecil dan proses yang sederhana, siapa pun dapat memulai usaha ini sambil berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, KKM Sidomulyo 165 mengajak seluruh masyarakat untuk memandang limbah sebagai peluang, bukan masalah. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin adalah salah satu contoh konkret bagaimana kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Dengan langkah ini, diharapkan semakin banyak orang yang terinspirasi untuk mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. https://www.kompasiana.com/arthasamasta0418/67984057ed64152941272ae7/inovasi-ramah-li ngkungan-dengan-memanfaatkan-minyak-jelatah-menjadi-lilin

Thumbnail
1 year ago
Menyemai Nilai Keislaman di Masyarakat, Mahasiswa KKM 121 UIN Malang Mengikuti Kegiatan Majelis Maulid Wal Taklim Al-Karimah

AHMAD SHIDQI

Lawang, Malang - Dalam upaya mempererat hubungan antara generasi muda dan tradisi keislaman, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 121 UIN Malang di Desa Srigading Kecamatan Lawang Kabupaten Malang turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan Majelis Maulid Wa Taklim Al-Karimah yang rutin diadakan setiap hari jum'at malam oleh masyarakat setempat.   Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM 121 UIN Malang bersama anggota majelis bershalawat, membaca maulid, serta mengikuti ceramah agama yang disampaikan Ustadz Suriaman. Dalam sambutannya beliau menjelaskan fadillah atau keutamaan mendatangi majelis sholawat, beliau mengatakan bahwa barangsiapa yang menghadiri majelis ilmu dan sholawat itu lebih baik daripada sholat 1000 roka'at, menjenguk 1000 orang sakit, melayat 1000 jenazah. Ketua kelompok KKM 121 UIN Malang, Rustazim Saputra, menyatakan bahwa partisipasi mereka dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan untuk melestarikan tradisi Islam sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah antara mahasiswa dan masyarakat. "Kami sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena kami bisa belajar banyak tentang bagaimana masyarakat desa menjaga tradisi keislaman dengan penuh semangat", ungkapnya. Selain mengikuti kegiatan inti, mahasiswa KKM 121 UIN Malang juga membantu mempersiapkan berbagai keperluan acara, seperti menyusun tempat, mendistribusikan konsumsi, hingga mendokumentasikan kegiatan. Upaya ini diapresiasi oleh warga setempat yang merasa terbantu dengan semangat gotong royong yang ditunjukkan oleh para mahasiswa.   Kegiatan ini diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Suriaman, memohon keberkahan dan kelancaran dalam setiap aktivitas masyarakat serta kegiatan KKM 121 UIN Malang yang sedang berlangsung. Setelahnya, mahasiswa KKM 121 UIN Malang dan anggota majelis menikmati hidangan yang telah disediakan. Melalui partisipasi dalam kegiatan Majelis Maulid Wa Taklim Al-Karimah, mahasiswa KKM 121 UIN Malang tidak hanya berkontribusi dalam pelestarian nilai-nilai Islami, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga tradisi dan kebersamaan di tengah masyarakat. Kolaborasi ini menjadi salah satu wujud nyata dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus langkah kecil untuk mempererat hubungan antara generasi muda dan tradisi keagamaan di Indonesia.

Thumbnail
1 year ago
Membangun Generasi Sehat dan Berkarakter: Sosialisasi Hidup Sehat dan Pencegahan Pergaulan Bebas oleh KKM UIN Malang untuk generasi muda

ROKHIQUL ANNAS

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah dasar, akan pentingnya pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas, tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 120 mengadakan kegiatan sosialisasi “hidup sehat dan pencegahan pergaulan bebas” yang bertujuan memberikan edukasi serta pemahaman yang lebih dalam mengenai dua aspek penting dalam kehidupan mereka. Kegiatan ini berlangsung di SDN 01 Sidoluhur, Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, pada 18 Januari 2025. Anak-anak kelas 6 SD merupakan fase transisi menuju remaja, di mana mereka mulai menghadapi berbagai tantangan dalam pergaulan dan kebiasaan hidup sehari-hari. Kurangnya pemahaman mengenai pola hidup sehat dan bahaya pergaulan bebas dapat berdampak pada tumbuh kembang mereka. Oleh karena itu, kami kelompok KKM 120 merasa perlu untuk memberikan edukasi yang sesuai dengan usia mereka agar lebih siap menghadapi tantangan di masa mendatang. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh anak kelas 6 SDN 01 Sidoluhur. Kegiatan ini terbagi menjadi 2 sesi. Dalam sesi pertama, kami menjelaskan tentang pentingnya beretika, menjaga etika dalam pergaulan, menghindari pengaruh buruk dari lingkungan sekitar serta pentingnya memilih teman yang baik. Dalam sesi ini kami juga menjelaskan tentang bullying, mulai dari dampak negatif bullying hingga cara mencegah bullying. Dalam sesi kedua kami menjelaskan pentingnya menerapkan pola hidup sehat yang bisa dimulai dari hal kecil contoh mencuci tangan, mengurangi konsumsi gula dan makan makanan bergizi. Agar sosialisasi lebih menarik dan mudah dipahami oleh anak-anak, kami menggunakan berbagai metode, seperti penjelasan materi menggunakan power point dengan animasi yang menarik hingga pemutaran vidio contoh penerapan hidup sehat. Di akhir kegiatan, kami membagikan susu gratis sebagai upaya contoh penerapan pola hidup sehat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan anak-anak, khususnya dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan pergaulan yang positif. Dengan adanya edukasi ini, diharapkan mereka dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan dan memilih lingkungan pergaulan yang baik, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang berkualitas bagi bangsa dan negara.