Thumbnail
2 years ago
Mahasiswa KKM 190 UIN Malang Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting dan Praktik Pembuatan Camilan Bergizi di Posyandu Dusun Blendongan

AHMAD ALI FARHAN

Desa Sidoluhur, 31 Januari 2025 --  Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok 190 yang tengah melakukan pengabdian di Desa Sidoluhur mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan stunting pada acara Posyandu yang digelar pada Sabtu, 18 Januari 2025 yang bertempat di posyandu Dusun Blendongan. Selain memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, mahasiswa KKM juga mengadakan sesi praktik memasak camilan bergizi, yaitu pompom kentang, untuk ibu-ibu di dusun tersebut.  Sebelum dilaksanakan sosialisasi, mahasiswa KKM terlebih dahulu membantu pelayanan posyandu seperti, menimbang, mengukur tinggi badan, dan mencatat hasil pemeriksaan. Kegiatan posyandu selesai pada pukul 09.30 WIB kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi. Salah satu anggota KKM menjadi pemateri pada kegiatan ini yakni, Nahdya Zahara dari program studi biologi. Selain itu, terdapar juga moderator yang memandu berjalannya acara yakni Firna dari program studi Teknik Informatika. Sosialisasi yang dihadiri oleh para ibu dengan balita ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi yang cukup bagi anak-anak, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, dampaknya bagi perkembangan anak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di rumah, seperti pemberian ASI eksklusif dan makanan bergizi. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pembagian doorprize bagi ibu-ibu yang dapat menjawab pertanyaan yang telah disampaikan oleh pemateri. Setelah sosialisasi, acara dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan camilan bergizi yang mudah dibuat, yaitu pompom kentang. Camilan ini dipilih karena bahan-bahannya mudah ditemukan di sekitar rumah, dan dapat dijadikan alternatif makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi untuk anak-anak. Dalam sesi ini, mahasiswa KKM menjelaskan cara mengolah kentang yang kaya akan karbohidrat dan nutrisi lainnya, kemudian dipadukan dengan bahan seperti wortel untuk menambah kandungan gizi. "Praktik pembuatan camilan ini bertujuan untuk memberikan ibu-ibu alternatif camilan sehat yang bisa mereka buat di rumah untuk anak-anak mereka. Pompom kentang ini mengandung protein, serat, dan vitamin yang baik untuk tumbuh kembang anak," kata salah satu mahasiswa KKM yang menjadi fasilitator. Antusiasme ibu-ibu sangat tinggi saat praktik pembuatan camilan dimulai. Mereka mengikuti langkah demi langkah cara membuat pompom kentang dengan seksama. Salah seorang peserta, merasa terbantu dengan kegiatan ini. "Saya tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang stunting, tetapi juga bisa belajar membuat camilan sehat untuk anak-anak. Ini sangat bermanfaat untuk keluarga kami," ungkapnya. Setelah sesi praktik, para ibu-ibu mendapatkan kesempatan untuk mencicipi hasil camilan yang telah mereka buat. Selain itu, mereka juga diberikan informasi tambahan tentang cara mengolah makanan bergizi lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Sosialisasi pencegahan stunting dan praktik pembuatan camilan bergizi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para ibu di Dusun Blendongan mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang baik untuk anak-anak mereka, serta memberikan mereka keterampilan praktis dalam menyiapkan makanan sehat yang mudah dan terjangkau.      

Thumbnail
2 years ago
Ngadas, Desa Harmoni dalam Keberagaman dan Tradisi Adat

HILMA KAMILIA AINA

Desa Ngadas, yang terletak di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menjadi sorotan sebagai contoh nyata moderasi beragama dengan harmoni keberagaman agama dan tradisi budaya yang tetap terjaga. Desa yang dihuni oleh 1.756 jiwa pada tahun 2023 ini menawarkan pelajaran berharga tentang toleransi dan pelestarian budaya lokal, di samping keindahan alamnya yang memikat. Desa Ngadas memiliki masyarakat dengan keberagaman keyakinan, meliputi tiga agama utama: Buddha, Islam, dan Hindu. Penduduk mayoritas menganut agama Buddha, diikuti oleh penganut Islam dan Hindu. Meski berbeda keyakinan, masyarakat Desa Ngadas hidup rukun dan saling menghormati. Tingginya sikap toleransi tampak dari cara mereka menjaga keharmonisan, baik dalam menjalankan ibadah masing-masing maupun menghormati tradisi keagamaan warga lainnya. Keunikan Desa Ngadas semakin mendapat perhatian setelah mahasiswa KKM 08 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan studi terkait moderasi beragama di desa ini. Penelitian tersebut mengungkapkan bagaimana masyarakat Desa Ngadas berhasil menyelaraskan keberagaman agama dengan tradisi budaya yang diwariskan dari leluhur. Salah satu tradisi yang menjadi perekat masyarakat adalah budaya Karo. Budaya Karo merupakan ritual mendoakan arwah leluhur di pemakaman desa, yang dilakukan bersama oleh seluruh warga tanpa memandang perbedaan agama. Dalam tradisi ini, setiap individu melaksanakan doa sesuai keyakinannya masing-masing. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan toleransi, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur sekaligus pelestarian nilai-nilai adat. Perayaan budaya Karo berlangsung dengan penuh semarak dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Tradisi ini menjadi momen persatuan yang mampu menyatukan komunitas, sekaligus mengajarkan pentingnya kerja sama dan rasa hormat terhadap perbedaan. Sebagai salah satu tradisi adat utama, budaya Karo memiliki nilai sosial yang tinggi dibandingkan perayaan adat lainnya. Keharmonisan yang tercipta dalam perayaan ini menunjukkan bahwa keberagaman, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi kekuatan yang mempererat hubungan sosial masyarakat.   Desa Ngadas adalah bukti bahwa modernisasi tidak harus mengikis nilai-nilai tradisional dan keberagaman. Sebaliknya, desa ini berhasil menunjukkan bahwa harmoni dapat tercapai melalui penghormatan terhadap perbedaan dan pelestarian budaya lokal. Selain menjadi destinasi wisata yang menarik, Desa Ngadas juga menjadi sumber inspirasi bagi siapa saja yang ingin belajar tentang toleransi dan harmoni dalam keberagaman.

Thumbnail
2 years ago
Potret Desa: Generasi Hebat dengan Mindset Sehat!

FIRLI DIANA KHOLIDAH

Sedia Payung Sebelum Hujan. Mungkin itulah peribahasa yang tergambar dari setiap peserta pada rangkaian ketertiban dalam pelaksanaan posyandu desa Gading Kembar (selasa, 6/1). Kegiatan pelayanan desa yang rutin dilakukan setiap satu bulan sekali ini bertempat di balai desa Gading Kembar, kecamatan Jabung, kabupaten Malang. Tidak hanya dihadiri oleh ibu dan balita serta ibu hamil, posyandu ini juga melayani pasien lansia. Aktivitas yang diisi dengan serangkaian pelayanan seperti timbang berat badan, pengukuran tinggi badan, imunisasi dan vaksin bagi bayi untuk kekebalan daya tahan tubuh dan pencegahan stunting juga sekaligus merangkap pelayanan pada lansia seperti pembacaan hasil medical chek up, cek tekanan darah, dan berat badan.   “Menjaga kesehatan itu juga perlu dilakukan ketika masa muda mba, soalnya waktu tua nanti ya kita sendiri yang bakal nanem hasilnya. Itu yang salah satu mindset yang harus kita tanamkan ke warga desa ini.” ujar Azmi selaku perawat.   Menjaga keseimbangan gizi, memastikan bahwa pasien baik balita maupun lansia tercukupi baik dari segi pelayanan kesehatan maupun medical chek up merupakan tupoksi yang harus dijalankan para perawat dan ibu kader posyandu. Menariknya, pelayanan posyandu desa gading kembar tidak hanya terfokus pada balita dan lansia saja. Bagi siapa saja yang ingin ikut medikal chek up dipersilakan dengan sangat. Sebab di zaman yang serba instan ini, penyakit tidak melihat batasan umur. Termasuk para pemuda yang membutuhkan. Kami, kelompok 159 KKN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga mendapat kesempatan tersebut. Selain ikut berpartisipasi dalam berjalannya kegiatan, kami dipersilakan untuk memeriksa tekanan darah maupun berat badan kami.       “Tekanan darah itu punya grade mba. Normalnya  ada di angka 120/80 mmHg, kalo di atas itu seperti 130 mmHg itu sudah masuk di grade darah tinggi. Cara megatasi darah tinggi paling ringan sampean bisa makan buah semangka. Nah pas ketika makan buah semangkanya, lapisan yang warna putih itu harus ikut di makan juga.” Papar Azmi   Selain itu, menurut Azmi faktor-faktor yang menyebabkan anak muda bisa memiliki tekanan darah tinggi adalah faktor keturunan, atau life style yang suka begadang ataupun mengonsumsi minumann caffein seperti kopi secara berlebihan. Dengan memiliki tekanan darah yang stabil terlebi bagi wanita, hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor pencegahan stunting pula. Berangkat dari paparan wanita yang berprofesi sebagai perawat tersebut, kami mengambil kesimpulan bahwa kesehatan harus tetap dinomorsatukan, sebab itu juga akan berpengaruh kelak di masa tua. Pada akhirnya, acara tersebut selesai pada pukul 11.00 Wib dan ditutup dengan sesi foto dan makan bersama.

Thumbnail
2 years ago
KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Mengadakan Sosialisasi Parenting dan Pencegahan Stunting di Desa Sumbersuko

SAHRUL MAULANA

Sumbersuko, 5 Januari 2025 - Balai Desa Sumbersuko menjadi tempat kegiatan sosialisasi parenting dan pencegahan stunting yang digelar hari ini. Acara yang dibuat oleh KKM UIN Malang ini menghadirkan dua narasumber yaitu Sigita Aredlia Fista, S.Tr Gz dengan materi "Cegah Stunting pada Anak: Anak Sehat, Generasi Hebat", dan Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd, C.Ht dengan materi "Peran Keluarga dalam Mewujudkan Anak Tumbuh-kembang Optimal". Acara ini dihadiri oleh warga dari tiga dusun yaitu Ngemplak, Glogohombo dan Kenongo khususnya para orang tua yang memiliki anak dalam masa tumbuh kembang termasuk yang dapat indikasi stunting dari Posyandu desa. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa, Bapak Subekhan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih atas diadakannya kegiatan ini dalam memastikan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. "Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk bersama-sama menciptakan generasi yang sehat dan cerdas di Desa Sumbersuko," ujar beliau Sesi pertama dimulai oleh Kak Sigita mengenai langkah-langkah pencegahan stunting seperti pentingnya inisiasi menyusui dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, serta pemenuhan gizi melalui MPASI. Narasumber juga menekankan pentingnya imunisasi dasar lengkap, menjaga kebersihan lingkungan serta mengenali gejala stunting sejak dini. Sesi kedua dilanjutkan dengan materi parenting oleh Ibu Rofiqah yang menjelaskan peran penting keluarga dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak. Beliau mengupas tuntas bagaimana keluarga menjadi pendidik pertama, memberikan dukungan emosional dan mengembangkan potensi anak. Selain itu, beliau juga menyoroti sikap-sikap yang harus dihindari oleh orang tua seperti membandingkan anak dan menunjukkan konflik di depan mereka. Pada tiap sesi materi disampaikan setelahanya sesi tanya jawab berlangsung. Para warga dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan mulai dari cara mengatasi anak yang sulit makan, sikap ke suami, hingga strategi mendidik anak dengan cara yang efektif. Diskusi ini memperlihatkan semangat para peserta dalam memahami dan menerapkan ilmu yang diberikan. Adapun, ketika acara berlangsung anak-anak yang ikut bersama orangtuanya diajak bermain oleh teman-teman KKM disini. Anak-anak diajak mengambar, mewarnai dan diajak bermain serta diajak mengobrol. Anak-anak ini diajak bermain oleh teman-teman KKM sendiri bertujuan agar acara lebih kondusif. Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber sebagai bentuk terima kasih karena sudah memberikan materi penting pada orang tua. Momen kebersamaan ini ditutup dengan sesi foto bersama. Harapannya kegiatan ini dapat memberikan pemahaman mendalam kepada para orang tua di Desa Sumbersuko untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan mencegah stunting sehingga tercipta generasi yang sehat, kuat, dan cerdas di masa depan.    

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi, Edukasi, dan Pendampingan Sertifikasi Halal: KKM 89 Dukung Halal Center UIN Malang di Desa Gading Kembar

NUR FITRI SARUMPAET

Pada tanggal 26 Februari 2025 tepatnya hari Minggu, KKM 89 UIN Malang yang bekerja sama dengan Halal Center UIN Malang menggelar acara sosialisasi dan edukasi mengenai sertifikasi halal di Balai Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat tentang pentingnya sertifikasi halal dalam produk makanan dan barang lainnya. Melalui kegiatan ini, KKM 89 berharap dapat mendorong masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya kehalalan produk yang mereka konsumsi atau jual. Sosialisasi ini mengedukasi para peserta mengenai proses sertifikasi halal, manfaatnya bagi produsen dan konsumen, serta peran sertifikasi halal dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk di pasar. Dalam acara tersebut, tim dari Halal Center UIN Malang turut memberikan penjelasan secara rinci tentang tata cara memperoleh sertifikat halal, kriteria yang harus dipenuhi, serta tantangan yang sering dihadapi oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tidak hanya itu, diskusi interaktif juga diadakan untuk menjawab berbagai pertanyaan dari peserta, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha lokal di Desa Gading Kembar. KKM 89 berharap bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat di Desa Gading Kembar semakin termotivasi untuk memperhatikan aspek kehalalan dalam produk yang mereka hasilkan, serta dapat meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjalankan bisnis yang halal sesuai dengan tuntutan agama dan regulasi yang berlaku. Dengan adanya kolaborasi antara KKM 89 dan Halal Center UIN Malang, diharapkan akan tercipta lebih banyak pelaku usaha yang teredukasi dan terdorong untuk mengurus sertifikasi halal, sehingga produk dari Desa Gading Kembar dapat semakin dikenal dan diterima luas oleh konsumen.  

Thumbnail
2 years ago
Peringatan Isra Mi'raj dan Hangatnya Penutupan KKM Anantaka 115 UIN Malang di Dusun Kembang

NYIUR ESA NAUFAL SALSABILAH

Suasana hangat dan penuh berkah menyelimuti Dusun Kembang pada Peringatan Isra Mi'raj dan Penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara yang digelar oleh Mahasiswa KKM berkolaborasi dengan Ta'mir Masjid Roudlotus Sholihin ini dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, jajaran Ta'mir Masjid, mahasiswa KKM serta dosen pendamping lapangan turut hadir. Berlokasi di Masjid Roudlotus Sholihin Dusun Kembang, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, acara dimulai dengan lantunan maulid diba' oleh Majlis Diba' Kembang. Dilanjut dengan sambutan oleh ketua kelompok KKM Anantaka 115 yang menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Dusun Kembang atas penerimaan hangat serta dukungan selama pelaksanaan program KKM. Kepala desa yang diwakili oleh ketua RW setempat dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Mahasiswa KKM UIN Malang selama kurang lebih 40 hari di dusun Kembang. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas dedikasi dan kontribusinya selama berada di Dusun Kembang. Kehadiran kalian tidak hanya membawa semangat baru dalam pendampingan belajar bagi anak-anak kami, tetapi juga memberikan banyak manfaat melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Partisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat telah meninggalkan kesan mendalam bagi kami. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat menjadi bekal berharga untuk masa depan, dan silaturahmi ini tetap terjalin meski program KKM telah usai," ujarnya. Momentum utama dalam acara yang digelar Sabtu (25/1) adalah ceramah keagamaan oleh Ustadz M. Abdullah Charis, M.Pd., dosen pendamping lapangan KKM Anantaka 115 UIN Malang. Mengupas hikmah dibalik perjalanan Isra dan Mi'raj Rasulullah SAW, yang tidak hanya tentang hubungan manusia dengan Allah, tetapi tentang hubungan manusia dengan manusia.  "Peristiwa Isra' Mi'raj mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu. Ketika Rasulullah SAW menerima perintah sholat lima waktu, beliau melaksanakannya secara berjamaah bersama para nabi terdahulu, yang berasal dari berbagai kaum dan zaman yang berbeda. Ini menjadi simbol bahwa Islam mengajarkan persatuan di atas keberagaman," katanya. Selain itu, beliau juga menyampaikan apresiasi kepada warga Dusun Kembang yang telah menerima mahasiswa KKM dengan baik. Tak lupa, beliau memohon maaf jika selama pelaksanaan KKM masih terdapat kekurangan, mengingat mahasiswa masih dalam tahap belajar. Sebagai bentuk kenang-kenangan dan penghargaan atas kerja sama yang telah terjalin, sesi pemberian cinderamata pun menjadi penutup acara. Mahasiswa KKN menyerahkan cinderamata kepada pihak dusun sebagai tanda terima kasih, begitu pula pihak dusun memberikan kenang-kenangan kepada mahasiswa KKM sebagai wujud apresiasi dan ikatan kebersamaan yang telah terbentuk.