NABILATUS SA`DIYAH
PROBOLINGGO – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelurahan Kedung Asem memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) di depan Alun-Alun Probolinggo sebagai sarana observasi lapangan pada Minggu pagi (11/01/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk melihat langsung geliat ekonomi lokal melalui sektor UMKM yang menjamur di sepanjang area CFD. Meskipun kondisi lokasi sangat padat oleh warga yang berolahraga, mahasiswa tidak hanya sekadar mengikuti arus jalan sehat. Mereka memanfaatkan keramaian tersebut untuk berinteraksi dengan berbagai elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga para pelaku usaha kecil yang sedang menjajakan dagangannya. "CFD ya ramai ya, sampai mepet-mepet jalannya," ujar salah satu mahasiswa KKM saat menggambarkan padatnya antusiasme warga yang memadati jalan di sekitar Alun-Alun pagi itu. Fokus utama mahasiswa dalam kegiatan ini adalah melakukan observasi terhadap stand-stand UMKM. Tidak sekadar lewat, para mahasiswa aktif mengajak ngobrol para pedagang untuk menggali informasi mengenai dinamika berjualan di area tersebut. Dari hasil diskusi singkat di lapangan, mahasiswa menyimpulkan bahwa masih terdapat celah dan kesempatan besar bagi warga pelaku usaha untuk mengembangkan pasar mereka di area CFD. "Kami ingin melihat bagaimana interaksi pasar terjadi di sini. Ternyata ada peluang dan celah bisnis yang cukup menjanjikan jika pelaku usaha kecil di wilayah Kedung Asem bisa ikut mengambil peran di CFD ini," ungkap perwakilan kelompok KKM. Interaksi sosial ini menjadi langkah penting bagi mahasiswa untuk memahami karakteristik masyarakat Probolinggo secara lebih luas di luar jam formal. Hasil dari observasi "bedah peluang usaha" ini nantinya diharapkan dapat menjadi bahan referensi atau ide bagi program kerja kewirausahaan mahasiswa di Kelurahan Kedung Asem selama masa pengabdian berlangsung. Kegiatan ini ditutup dengan evaluasi ringan di area Alun-Alun sambil merumuskan potensi-potensi lokal yang bisa dikembangkan lebih lanjut berdasarkan temuan mereka di lapangan.
ZAHRA AHDA SABILA
Pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026 Kegiatan sosialisasi digitalisasi gerabah UMKM di Desa Alas Kandang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya kelompok 150 Artaghata, dengan tujuan memberdayakan masyarakat pengrajin gerabah melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala desa, masyarakat pengrajin gerabah, serta beberapa tokoh setempat, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan konstruktif. Sosialisasi ini membahas berbagai strategi digitalisasi, mulai dari pemanfaatan media sosial, pemasaran online, hingga cara meningkatkan daya saing produk gerabah melalui platform digital, sehingga produk lokal dapat dikenal lebih luas dan meningkatkan potensi ekonomi desa. Mahasiswa KKM kelompok 150 Artaghata berperan aktif dalam memberikan materi, pendampingan, dan simulasi penggunaan media digital untuk pemasaran produk gerabah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk bertanya langsung dan berbagi pengalaman seputar produksi dan pemasaran gerabah. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat pengrajin dapat lebih siap memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha mereka, sehingga UMKM gerabah Desa Alas Kandang dapat lebih berkembang dan dikenal secara luas. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar, antusiasme peserta tinggi, dan memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat desa.
ZAHROTUN NADLIROH
Mahasiswa KKM Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di lingkungan desa tempat pengabdian. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan ibu dan anak di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM membantu berbagai tahapan pelayanan Posyandu. Mulai dari pengukuran berat badan balita, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, hingga lingkar lengan atas. Kegiatan ini dilakukan dengan pendampingan kader Posyandu agar proses pengukuran tetap sesuai dengan standar kesehatan. Selain membantu proses pengukuran, mahasiswa juga turut berperan dalam pencatatan hasil pemeriksaan. Data-data seperti berat badan, tinggi badan, dan ukuran lainnya dicatat dengan teliti untuk membantu kader Posyandu dalam memantau tumbuh kembang balita secara berkala. Kehadiran mahasiswa membantu memperlancar alur pelayanan sehingga kegiatan Posyandu berjalan lebih tertib dan efisien. Partisipasi mahasiswa KKM ini disambut baik oleh para kader Posyandu dan masyarakat setempat. Kehadiran mahasiswa dinilai sangat membantu, terutama saat jumlah balita yang hadir cukup banyak. Kerja sama antara mahasiswa dan kader Posyandu menciptakan suasana yang kondusif dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga tentang pentingnya peran Posyandu dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak sejak dini. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial pada diri mahasiswa.
THORIQ FARHAN SAIFULLAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena melaksanakan salah satu program kerja bertema kepedulian lingkungan melalui pembuatan dan pemasangan papan informasi sampahbertajuk “Tahukah Anda Berapa Lama Sampah Terurai?”. Program ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sederhana namun berdampak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai bahaya sampah anorganik yang sulit terurai. Papan informasi tersebut berisi penjelasan mengenai jenis-jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai di alam. Beberapa contoh yang dicantumkan di dalam papan informasi antara lain styrofoam yang tidak dapat terurai, botol plastik yang membutuhkan waktu sekitar 450 tahun, kaleng yang membutuhkan waktu sekitar 200 tahun, kemasan sachet sekitar 20 tahun, serta puntung rokok yang membutuhkan waktu sekitar 12 tahununtuk terurai. Melalui informasi tersebut, mahasiswa KKM berharap masyarakat dapat memahami bahwa sampah yang terlihat kecil dan sepele ternyata memiliki dampak besar bagi lingkungan dalam jangka panjang. Edukasi ini juga menjadi pengingat agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta mendukung kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah. Program kerja papan informasi ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKM Kelompok 181 Candranawasena dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan di Dusun Jambangan. Dengan adanya papan edukasi tersebut, diharapkan masyarakat lebih sadar bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan bijak adalah tanggung jawab bersama demi kelestarian lingkungan yang lebih baik.
QOYYIMATUR RIFKI
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 1 melaksanakan program kerja keagamaan One Day One Juz, yaitu kegiatan membaca satu juz Al-Qur’an setiap hari secara rutin. Program ini dilaksanakan setiap pagi setelah salat Subuh berjamaah di masjid setempat dan diikuti oleh seluruh anggota KKN. Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Subuh berjamaah bersama masyarakat. Setelah itu, mahasiswa KKN membaca Al-Qur’an secara bergiliran hingga satu juz selesai dibaca dalam satu hari. Pembacaan dilakukan dengan tertib dan penuh kekhusyukan, sehingga suasana pagi di masjid menjadi lebih hidup dan bernuansa religius. Program One Day One Juz bertujuan untuk membiasakan mahasiswa membaca Al-Qur’an secara konsisten, melatih kedisiplinan waktu, serta meningkatkan kualitas ibadah di waktu pagi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan spiritual bagi mahasiswa KKN selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat. Pelaksanaan program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Kehadiran mahasiswa KKN yang rutin melaksanakan salat Subuh berjamaah dan melanjutkannya dengan tadarus Al-Qur’an dinilai mampu menumbuhkan semangat beribadah serta mengajak masyarakat untuk turut memakmurkan masjid. Melalui program One Day One Juz, mahasiswa KKN UIN Malang Kelompok 1 berharap dapat memberikan dampak positif dalam bidang keagamaan serta menjadikan kegiatan ini sebagai kebiasaan baik yang terus berlanjut, baik selama masa KKN maupun setelahnya. Selain memberikan manfaat spiritual, program One Day One Juz juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan antaranggota KKN. Kegiatan membaca Al-Qur’an yang dilakukan secara bersama-sama menciptakan rasa saling mendukung dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Kebersamaan di waktu pagi ini menjadi awal yang baik sebelum mahasiswa melanjutkan aktivitas pengabdian di masyarakat. Program ini juga melatih mahasiswa KKN untuk mengelola waktu dengan lebih baik. Bangun lebih awal, mempersiapkan diri untuk salat Subuh berjamaah, serta konsisten mengikuti tadarus Al-Qur’an menjadi bentuk pembiasaan disiplin yang bernilai positif. Kebiasaan ini diharapkan dapat membentuk karakter mahasiswa yang lebih bertanggung jawab dan berkomitmen terhadap ibadah. Tidak hanya berdampak pada mahasiswa, kegiatan One Day One Juz juga memberikan inspirasi bagi masyarakat sekitar, khususnya generasi muda. Anak-anak dan remaja yang berada di lingkungan masjid mulai tertarik untuk ikut membaca Al-Qur’an atau sekadar menyimak tadarus yang berlangsung. Hal ini menjadi langkah kecil namun berarti dalam menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini. Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 1 berharap dapat meninggalkan kesan positif dan nilai kebermanfaatan yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Program One Day One Juz tidak hanya menjadi kegiatan rutin semata, tetapi juga wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun kehidupan keagamaan yang lebih aktif, harmonis, dan penuh keberkahan. https://www.kompasiana.com/adyanatha2231/696dbb11c925c477020a6324/menghidupkan-pagi-dengan-al-qur-an-kkm-uin-malang-kelompok-01-terapkan-program-one-day-one-juz
MOHAMMAD SHOHIBUL FAJAR JAILANI
Bullying masih menjadi permasalahan serius di lingkungan sekolah, khususnya pada usia anak-anak. Tindakan ini tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang dapat memengaruhi perkembangan karakter dan kepercayaan diri siswa. Oleh karena itu, edukasi mengenai bahaya bullying perlu ditanamkan sejak dini. Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan Seminar Anti-Bullying di SDN 2 Mulyoarjo pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dan siswi mulai dari kelas 1 hingga kelas 5. Kegiatan diawali dengan partisipasi mahasiswa KKM dalam upacara pagi bersama warga sekolah. Kehadiran mahasiswa dalam upacara tersebut menjadi bentuk kebersamaan sekaligus penghormatan terhadap budaya disiplin yang diterapkan di SDN 2 Mulyoarjo. Setelah upacara selesai, seluruh siswa dan siswi dikumpulkan dalam satu kelas untuk mengikuti rangkaian seminar. Seminar anti-bullying disampaikan melalui pemaparan materi interaktif yang disesuaikan dengan usia peserta. Mahasiswa KKM menjelaskan pengertian bullying, jenis-jenis bullying, serta dampak buruk yang dapat ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku. Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan dilengkapi dengan pemutaran video edukatif anti-bullying yang menarik dan mudah dipahami. Suasana seminar menjadi semakin menyentuh saat memasuki sesi bercerita. Beberapa siswa dan siswi dengan berani menceritakan pengalaman mereka yang pernah menjadi korban bullying. Momen ini menjadi ruang aman bagi siswa untuk mengekspresikan perasaan sekaligus mengajarkan nilai empati kepada teman-temannya. Melalui sesi ini, siswa diajak untuk saling menghargai, menghormati perbedaan, dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Kegiatan ditutup dengan sesi perpisahan mahasiswa KKM dengan siswa dan siswi SDN 2 Mulyoarjo. Suasana haru dan kebersamaan terasa ketika mahasiswa berpamitan setelah menjalani program asesmen mengajar selama masa KKM. Anak-anak tampak antusias dan menunjukkan kedekatan emosional yang telah terjalin. Melalui seminar anti-bullying ini, diharapkan siswa dan siswi SDN 2 Mulyoarjo semakin memahami pentingnya bersikap baik kepada sesama, berani melaporkan tindakan bullying, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati. Edukasi sejak dini menjadi langkah kecil yang diharapkan mampu membawa perubahan besar di masa depan.