Thumbnail
2 months ago
formula-hybrid-anti-rontok-jeruk-langkah-sederhana-untuk-menguatkan-buah-dan-daun

AHMAD KAHMAS QISI

Kerontokan buah jeruk dan perubahan warna daun menjadi kuning sebelum masa panen merupakan permasalahan yang sering ditemui di kebun jeruk masyarakat. Masalah ini kerap dianggap sebagai hal wajar dan dibiarkan begitu saja, padahal jika terus berulang dapat menyebabkan penurunan hasil panen secara signifikan. Banyak pohon jeruk sebenarnya masih produktif, namun kekurangan nutrisi penting membuat buah tidak mampu bertahan hingga masa panen.   Melihat kondisi tersebut, KKM Arsana Muda Kelompok 248 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menginisiasi Kegiatan III, yaitu Pembuatan Formula Hybrid "Anti-Rontok Jeruk Ca-B-ZPT + Biostimulan Alami". Kegiatan ini difokuskan pada pemberian pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat tentang cara meracik sendiri larutan perawatan jeruk yang mudah, murah, dan dapat diaplikasikan secara mandiri.   Memahami Masalah Sebelum Meracik Solusi   Sebelum masuk ke tahap pembuatan, masyarakat terlebih dahulu dikenalkan pada penyebab utama rontoknya buah jeruk. Secara umum, kerontokan dini terjadi akibat kekurangan kalsium (Ca) yang berfungsi menguatkan jaringan tanaman, serta boron (B) yang berperan penting dalam pembentukan bunga dan buah. Selain itu, ketidakseimbangan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) juga menyebabkan buah mudah lepas dari tangkai dan daun cepat menguning.       Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Meracik Formula Hybrid Anti-Rontok Jeruk :Langkah Sederhana untuk Menguatkan Buah dan Daun", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkmarsanamuda3353/695d0feec925c46e9c6b77b3/meracik-formula-hybrid-anti-rontok-jeruk-langkah-sederhana-untuk-menguatkan-buah-dan-daun   Kreator: KKM Arsana Muda       Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.   Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
2 months ago
Pengabdian Mahasiswa melalui Kegiatan Mengajar di Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI)

TSARWAH NABILA ROSYADAH PUTRI

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 108 melaksanakan kegiatan mengajar dan pendampingan pembelajaran di Sekolah Dasar yang berada di Desa Ngebruk, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilakukan setiap hari Kamis dan Jumat, yang dimulai pada Kamis, 08 Januari 2026.  Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk partisipasi mahasiswa dalam membantu proses belajar mengajar serta mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah. Kegiatan mengajar dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 108 bersama guru kelas dan siswa Sekolah Dasar Desa Ngebruk. Mahasiswa membantu penyampaian materi, mendampingi siswa selama pembelajaran, serta mendukung aktivitas kelas agar berjalan dengan tertib dan nyaman. Selama kegiatan berlangsung, suasana kelas berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan baik dari pihak sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang baik antara mahasiswa dan pihak sekolah dalam mendukung proses pendidikan. Selain itu, kegiatan mengajar ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi langsung dengan siswa dan memahami kondisi pembelajaran di sekolah dasar. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menambah semangat belajar siswa.

Thumbnail
2 months ago
Edukasi Lingkungan Sejak Dini, KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena Pasang Papan Informasi “Tahukah Anda Berapa Lama Sampah Terurai?”

MUHAMMAD RIZAL ALFARIZI LALENO

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena melaksanakan salah satu program kerja bertema kepedulian lingkungan melalui pembuatan dan pemasangan papan informasi sampah bertajuk “Tahukah Anda Berapa Lama Sampah Terurai?”. Program ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sederhana namun berdampak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai bahaya sampah anorganik yang sulit terurai.     Papan informasi tersebut berisi penjelasan mengenai jenis-jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai di alam. Beberapa contoh yang dicantumkan di dalam papan informasi antara lain styrofoam yang tidak dapat terurai, botol plastik yang membutuhkan waktu sekitar 450 tahun, kaleng yang membutuhkan waktu sekitar 200 tahun, kemasan sachet sekitar 20 tahun, serta puntung rokok yang membutuhkan waktu sekitar 12 tahun untuk terurai.     Melalui informasi tersebut, mahasiswa KKM berharap masyarakat dapat memahami bahwa sampah yang terlihat kecil dan sepele ternyata memiliki dampak besar bagi lingkungan dalam jangka panjang. Edukasi ini juga menjadi pengingat agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta mendukung kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah.     Program kerja papan informasi ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKM Kelompok 181 Candranawasena dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan di Dusun Jambangan. Dengan adanya papan edukasi tersebut, diharapkan masyarakat lebih sadar bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan bijak adalah tanggung jawab bersama demi kelestarian lingkungan yang lebih baik.

Thumbnail
2 months ago
CAHAYA PERJALANAN AGUNG: PERINGATAN ISRA MI'RAJ BERSAMA MAHASISWA KKM KELOMPOK 22 DI MADRASAH DINIYAH

RIZQIYAH NURIL KHASANAH

Sungguh, suasana di Madrasah Diniyah (Madin) terasa lebih syahdu dari biasanya. Lantunan shalawat yang menggema merdu dari lisan para santri pada saat sore di sekitar kawasan Masjid Jami'. Hari ini, Mahasiswa KKM Kelompok 22 bersama seluruh keluarga besar Madin berkumpul dalam satu saf yang rapat untuk memperingati sebuah peristiwa monumental dalam sejarah Islam: Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.   Peringatan Isra Mi'raj ini bukan sekedar agenda rutin tahunan, melainkan momen bagi mahasiswa KKM Kelompok 22 untuk melebur dalam nilai-nilai spiritual. Persiapan telah dilakukan sejak siang hari; para pelajar bahu-membahu dengan para santri membuat panggung sederhana, menyiapkan konsumsi, hingga mengatur tata letak ruangan. Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran KKM bukan hanya soal program kerja fisik, tetapi tentang terjalinnya ikatan batin melalui syiar agama. Acara dibuka dengan pembacaan Maulid Diba', ayat suci Al-Qur'an, dan cerita Isra' Mi'raj yang dilantunkan dengan sangat indah oleh Mahasiswa kelompok 22, membuat suasana seketika menjadi hening dan penuh takdzim. Bagi para pelajar, momen ini adalah mengingatkan bahwa di tengah hiruk pikuk tugas akademik, ada ruang ruhani yang harus tetap terisi. Acara puncak diisi dengan mauidzah hasanah atau ceramah agama yang mengulas makna perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga menuju Sidratul Muntaha. Tema utama yang diangkat adalah tentang kedisiplinan dan urgensi shalat lima waktu sebagai buah tangan dari perjalanan agung tersebut. Para mahasiswa KKM Kelompok 22 menyimak dengan saksama, memikirkan bagaimana nilai-nilai Isra Mi'raj—seperti keteguhan hati dan kepatuhan kepada perintah Allah yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat mereka sedang menjalankan tugas pengabdian di tengah masyarakat. Ceramah tersebut mengingatkan bahwa keberhasilan sebuah pengabdian tidak hanya diukur dari hasil yang terlihat mata, tetapi dari seberapa kuat hubungan spiritual kita dengan Sang Pencipta. Selesai ceramah, acara dilanjutkan dengan penyerahan juara lomba sambung ayat, hafalan nadom aqidatul awam, dan pegon dan dilanjut doa bersama yang dipimpin oleh salah satu asatidz Madin. Doa-doa tulus dipanjatkan untuk keselamatan umat, keberkahan ilmu bagi para santri, serta kelancaran tugas bagi para mahasiswa KKM. Suasana haru sempat memecahkan ruangan saat semua yang hadir memimpin kepala dalam kepasrahan yang sama. Peringatan Isra Mi'raj di Madrasah Diniyah ini meninggalkan kesan mendalam bagi Kelompok 22. Membawa semangat baru, menyadari bahwa pengabdian masyarakat adalah bentuk "perjalanan" kecil mereka untuk menebar manfaat. Melalui peringatan ini, Kelompok 22 berharap api semangat dari peristiwa Isra Mi'raj dapat terus menyala dalam setiap program kerja yang mereka jalankan. Bahwa setiap langkah kaki menuju kebaikan, sekecil apa pun itu, adalah bagian dari perjalanan menuju derajat yang lebih mulia di sisi Allah SWT.

Thumbnail
2 months ago
The Journey of KKM Wirasenabadra: Menapaki Kaki Langit Desa Taji-Sebuah Perjalanan Profilisasi dan Harapan

RENO FERDIAN R.R.A

https://www.kompasiana.com/kkmwirasenabadra3911/69770c94ed64150a9e7c6a45/the-journey-of-kkm-wirasenabadra-menapaki-kaki-langit-desa-taji-sebuah-perjalanan-profilisasi-dan-harapan

Thumbnail
2 months ago
Belajar Bersama, Tumbuh Bersama: Pengalaman Mengajar di MI Roudlotul Nasyi’in

DEWI INDAH SULISTYAWATI

Kegiatan belajar mengajar menjadi salah satu bentuk pengabdian yang kami lakukan selama menjalani Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Dalam kesempatan ini, kami, Kelompok 91 KKM Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, turut terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar di MI Roudlotul Nasyi’in. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mendampingi proses pembelajaran siswa kelas 1 hingga kelas 6. Kami membantu guru dalam menyampaikan materi pelajaran, membimbing siswa saat mengerjakan tugas, serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Sebagai mahasiswa, pengalaman terjun langsung ke ruang kelas memberikan pembelajaran yang tidak kami dapatkan di bangku perkuliahan. Kami belajar bagaimana menghadapi karakter siswa yang beragam, mengelola kelas, serta menyesuaikan metode pembelajaran agar mudah dipahami oleh anak-anak. Selama proses belajar mengajar berlangsung, siswa terlihat antusias dan aktif berinteraksi. Kehadiran mahasiswa di kelas memberikan suasana baru yang membuat siswa lebih bersemangat dalam mengikuti pelajaran. Interaksi sederhana, seperti berdiskusi dan bermain sambil belajar, menjadi momen yang berkesan. Melalui kegiatan ini, kami menyadari bahwa peran pendidik bukan hanya tentang menyampaikan materi, tetapi juga tentang membangun kedekatan, memberikan motivasi, serta menjadi teladan bagi peserta didik. Kegiatan belajar mengajar ini menjadi pengalaman berharga yang memperkuat makna pengabdian bagi kami sebagai mahasiswa KKM. Kami berharap keterlibatan kami dalam kegiatan belajar mengajar di MI Roudlotul Nasyi’in dapat memberikan manfaat bagi siswa dan sekolah. Bagi kami, pengalaman ini menjadi bekal penting dalam memahami dunia pendidikan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial.