Thumbnail
8 months ago
Darmawidya 273 Berhasil Terbitkan 14 Sertifikat Halal bagi Pelaku UMK di Kabupaten Malang

BILQIST ADNA SALSABILA

Darmawidya – Komitmen dalam mendukung penguatan ekosistem halal di Indonesia kembali ditunjukkan oleh Kelompok KKM Unggulan Halal Center Darmawidya. Dalam rangkaian program pengabdian kepada masyarakat, tim KKM berhasil memfasilitasi dan menerbitkan 14 sertifikat halal bagi pelaku UMKM binaan.   Program ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung implementasi kebijakan sertifikasi halal nasional yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Sertifikasi halal menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing produk sekaligus memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen Muslim. Proses Pendampingan Intensif Keberhasilan ini tidak terlepas dari proses pendampingan yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Tim KKM melakukan beberapa tahapan penting, antara lain: 1. Sosialisasi urgensi sertifikasi halal kepada pelaku usaha. 2. Pendampingan pengisian dokumen Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH). 3. Verifikasi bahan dan proses produksi. 4. Pengajuan melalui sistem SIHALAL BPJPH. 5. Monitoring hingga terbitnya sertifikat halal. Sebagian besar pelaku usaha yang didampingi merupakan sektor makanan dan minuman rumahan yang sebelumnya belum memiliki legalitas halal resmi. Dampak Positif bagi UMK Dengan terbitnya 14 sertifikat halal ini, para pelaku UMKM kini memiliki: 1. Legalitas usaha yang lebih kuat 2. Peningkatan kepercayaan konsumen 3. Peluang ekspansi pasar yang lebih luas 4. Kesiapan menghadapi kewajiban sertifikasi halal nasional Sebagaimana diketahui, berdasarkan regulasi nasional, produk makanan dan minuman secara bertahap diwajibkan memiliki sertifikat halal. Oleh karena itu, program ini menjadi langkah preventif sekaligus progresif dalam membantu pelaku usaha beradaptasi dengan regulasi. Serta, KKM Halal Center Darmawidya hadir sebagai lembaga pendamping yang menjembatani kebutuhan administratif dan teknis pelaku usaha dalam proses sertifikasi. Melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif, tim KKM tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya budaya halal dalam sistem produksi. Keberhasilan penerbitan 14 sertifikat halal ini menjadi bukti bahwa sinergi antara akademisi dan masyarakat mampu memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi halal di tingkat lokal. Untuk kedepannya , KKM Unggulan Halal Center Darmawidya berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan pendampingan serta mendorong lebih banyak UMKM agar terfasilitasi sertifikasi halal. Harapannya, semakin banyak produk lokal yang tidak hanya unggul secara kualitas, tetapi juga terjamin kehalalannya.

Thumbnail
8 months ago
Semarak Lomba Antar TPQ di Masjid Jami' Raudlatul Jannah Tasikmadu, KKM 120 UIN Malang Dorong Generasi Qurani Sejak Dini

PINONDA NABILA PUTRI DIANITA

Sejak matahari pagi mulai meninggi, Masjid Jami' Raudlatul Jannah di Kelurahan Tasikmadu tampak lebih ramai dari biasanya. Suara anak-anak yang mengulang hafalan, sebagian lain tampak mempersiapkan alat mewarnai, berpadu dengan pendamping yang setia memberi semangat. Pada Minggu, 1 Februari 2026, masjid ini menjadi saksi semangat puluhan santri TPQ yang mengikuti lomba antar TPQ yang digagas oleh Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 120 Raksaka Dharma Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan lomba antar TPQ ini merupakan bagian dari program pengabdian pelajar kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan anak. Sekitar 80 peserta dari lima Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) se-Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, turut ambil bagian dalam kegiatan yang dipusatkan di Masjid Jami' Raudlatul Jannah tersebut. Wadah Edukatif dan Religius bagi anak-anak TPQ Lomba antar TPQ tidak semata-mata dijadikan mata sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Melalui kegiatan ini, anak-anak TPQ diberi ruang untuk mengekspresikan kemampuan, melatih keberanian tampil di depan umum, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak dini. Mahasiswa KKM Kelompok 120 Raksaka Dharma merancang kegiatan ini dengan mempertimbangkan aspek edukatif, religius, dan perkembangan psikologis anak. Lingkungan masjid dipilih sebagai pusat kegiatan agar anak-anak tetap merasa dekat dengan nilai-nilai spiritual yang selama ini mereka pelajari di TPQ. Empat Cabang Lomba dan Mendidik dan Ramah Anak Dalam pelaksanaannya, panitia menyelenggarakan empat cabang lomba yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta, yakni lomba mewarnai, lomba adzan, lomba hafalan surat pendek dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, serta lomba hafalan doa sehari-hari. Mewarnai lomba menjadi salah satu cabang yang paling diminati, khususnya oleh peserta usia dini. Melalui lomba ini, anak-anak diajak kreativitas, kerapian, dan ketelitian, sekaligus belajar menyelesaikan tugas secara mandiri tanpa bantuan orang lain. Sementara itu, lomba adzan diikuti oleh peserta laki-laki dengan batasan usia tertentu. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kekuatan suara dan irama, tetapi juga pada ketepatan makharijul huruf, kelancaran bacaan, serta adab saat melantunkan adzan sesuai tutunan. Pada lomba hafalan surat pendek, peserta diuji kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an dengan memperhatikan tajwid, fashahah, dan kelancaran bacaan. Lomba ini cermin menjadian dari proses pembelajaran Al-Qur'an yang selama ini dijalani anak-anak di TPQ masing-masing. Adapun lomba hafalan doa sehari-hari bertujuan membiasakan anak-anak untuk mengingat dan mengamalkan doa dalam aktivitas keseharian. Peserta diminta melafalkan doa secara hafalan, dengan penilaian yang mencakup ketepatan lafadz, kejelasan pengucapan, serta sikap saat membaca doa. Pelaksanaan Tertip Sesuai Petunjuk Teknis  Seluruh rangkaian lomba dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis yang telah ditetapkan oleh panitia. Mulai dari mekanisme pendaftaran, pengundian urutan penampilan, durasi penampilan, hingga sistem penilaian, semuanya dirancang agar kegiatan berlangsung adil, tertib, dan kondusif Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan penyampaian juknis secara langsung agar peserta dan pendamping memahami alur perlombaan. Perlombaan berlangsung dalam dua sesi dengan jeda istirahat, salat, dan makan siang. Dewan juri melakukan penilaian secara objektif sesuai dengan kriteria pada masing-masing cabang lomba. Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana Masjid Jami' Raudlatul Jannah tetap terjaga dengan baik. Anak-anak menunggu giliran tampil dengan penuh antusias, sementara para pendamping memberikan dukungan secara positif tanpa mengganggu jalannya lomba. Antusiasme dan Dampak Positif bagi Peserta Antusiasme peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan kegiatan ini. Banyak anak yang tampak bangga dapat tampil dan menunjukkan kemampuan mereka di hadapan juri dan peserta lain. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi antar TPQ di wilayah Tasikmadu. Dari sisi pendidikan, lomba antar TPQ memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak. Mereka belajar berkompetisi secara sehat, menghargai proses, serta menerima hasil dengan sikap sportif. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam pembentukan karakter anak sejak dini. Bagi mahasiswa KKM, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengelola kegiatan sosial kemasyarakatan. Siswa belajar bekerja sama, berkomunikasi dengan berbagai pihak, serta mengimplementasikan peran pengabdian kepada masyarakat secara nyata. Harapan dan Keberlanjutan Kegiatan Melalui kegiatan lomba antar TPQ ini, KKM Kelompok 120 Raksaka Dharma UIN Malang berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Tasikmadu, khususnya dalam penguatan pendidikan keagamaan anak. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi lahirnya program-program edukatif serupa yang berkelanjutan. Sinergi antara mahasiswa, TPQ, pengurus masjid, dan masyarakat menjadi kunci terciptanya generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, berani, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.  

Thumbnail
8 months ago
KKM PSGA UIN Malang Sosialisasikan Gaya Pola Asuh Terbaik di Era Digital

SITI ANNISA RAHMIASARI

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri UIN Malang mengadakan sosialisasi pola asuh anak. Bertempat di aula Kertosari, Kelurahan Ketawanggede, Lowokwaru Kota Malang yang mendapat respon positif dari warga setempat  Suasana Aula Kertosari, Kelurahan Ketawanggede, dipadati oleh antusiasme warga, guru PAUD, wali murid, dan tokoh masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Anak berjudul “Menemukan Gaya Pengasuhan Terbaik untuk Si Kecil.”  Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2025, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman orang tua dan pendidik tentang pola asuh yang tepat di era digital. Event yang diselenggarakan di Aula Kertosari ini melibatkan PKK Kelurahan Ketawanggede,  Guru PAUD setempat, Wali murid PAUD, dan beberapa tokoh masyarakat Kelurahan Ketawanggede. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana sosialisasi bagi masyarakat, guru PAUD, dan wali murid PAUD di sekitar Kelurahan Ketawanggede. Dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pola asuh yang relevan dengan tantangan masa kini. Juga sebagai upaya untuk memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam mendukung tumbuh kembang anak. Serta tujuan lainnya adalah menyediakan panduan praktis bagi orang tua menghadapi dinamika pengasuhan di era digital. Selain peran PKK, para pendidik dari KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut memaparkan materi terkait pola asuh yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan anak-anak PAUD. Diskusi interaktif juga disuguhkan untuk menggali solusi praktik terbaik yang dapat diadopsi keluarga dan sekolah setempat. Kegiatan sosialisasi ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas instansi dapat memperkuat upaya pengasuhan anak yang sehat di tingkat keluarga maupun komunitas. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan setiap si kecil di Ketawanggede dapat tumbuh dalam pola asuh yang aman, penuh kasih, dan mendukung perkembangan optimal.

Thumbnail
8 months ago
Edukasi pencegahan narkotika dan judi online kepada masyarakat desa mulyoarjo dusun Ampel Gading kecamatan lawang

MUHAMMAD RIFWANDA ZEIN

Aroma kopi hangat tersium di udara malam yang sejuk. Malam itu, halaman Posyandu Dusun Ampelgading terasa berbeda. Setelah lantunan doa tahlilan selesai, warga tidak langsung pulang. Mereka berbondong-bondong mendatangi kawasan yang telah ditata rapi oleh mahasiswa Kelompok 104 KKM UIN Malang. Tikar dan kursi plastik menghadap layar proyektor. Di pojok, tersedia kopi dan teh hangat dengan kue kering. Suasananya seperti "kopi darat" santai, bukan seminar formal yang kaku. Itulah yang membuat warga merasa rileks dan terbuka untuk hadir. Ada antusiasme di wajah warga yang datang. Pak RT berbincang sambil menyeruput teh. Ibu-ibu PKK duduk bergerombol sambil sesekali tertawa. Para pemuda desa hadir dengan rasa ingin tahu. Bahkan beberapa anak SMP dan SMA ikut duduk di belakang bersama orang tua mereka. "Kopi darat anti candu" - sebutan untuk acara malam ini. Sebuah pertemuan santai namun serius membahas bahaya narkoba dan judi online. Kursi-kursi hampir penuh. Beberapa warga bahkan berdiri di belakang atau duduk di tikar demi menyiapkan bahan. Antusiasme warga luar biasa. Ketika Ibu Aiptu Sri Sumarwati dari Polres Lawang dan Bapak Eko selaku Babinsa tiba, suasana menjadi khidmat. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai narasumber, namun representasi penegak hukum yang peduli. “Assalamualaikum, Bapak Ibu sekalian. Alhamdulillah bisa hadir di tengah warga Ampelgading malam ini,” sapa Ibu Sri hangat. Ketua Kelompok 104 KKM membuka acara. "Malam ini kita tidak akan belajar dengan cara kaku. Anggap saja ngobrol santai sambil ngopi. Tapi topiknya sangat penting: bagaimana menjaga keluarga dari bahaya narkoba dan judi online yang kini semakin merajalela," ujarnya. Tepuk tangan meriah menyambut.

Thumbnail
8 months ago
Generasi Cerdas dan Berkarakter: KKM Unggulan PSGA Kelompok 267 Dorong Pentingnya Sex Education di Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan

DISTA AULIA FEBRIANA

Pada hari Jum'at 30 Januari 2026, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa Unggulan PSGA Kelompok 267 menghadirkan seminar sex education di Sekolah Rakyat Terinterasi 48 Pasuruan sebagai upaya memberikan pemahaman yang tepat dan sehat mengenai pendidikan seksualitas kepada para siswa SMA. Kegiatan ini didukung oleh pihak sekolah, para guru, serta siswa-siswi SMA yang hadir dalam seminar tersebut. Seminar ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dasar tentang kesehatan reproduksi, pentingnya menjaga diri, memahami batasan dalam pergaulan, serta relasi yang sehat. Pada Seminar bertemakan sex education, Mahasiswa KKM Unggulan PSGA Kelompok 267 menggandeng dua pemateri yaitu Ibu Siti Zulaichah, M.Hum yang merupakan dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pemateri pertama dan Bapak Zaenal Arifin Priyo Sembodo, S.Pd., Gr. merupakan guru BK yang mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi Pasuruan sebagai pemateri kedua. Para pemateri menjelaskan dengan sederhana yang disertai contoh nyata relevan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa mendengarkan dan mengamati dengan baik penjelasan dari dua pemateri. Ada pun beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh para siswa dan dijawab dengan hati-hati oleh pemateri. Sex education bukanlah hal tabu yang tidak layak dibicarakan, melainkan bagian penting dari pendidikan karakter siswa. Dengan pemahaman yang tepat, para siswa diharapkan mampu menghindari kesalahpahaman informasi, menjaga kesehatan, serta membangun sikap bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Kegiatan seminar ini menjadi salah satu dari rangkaian program kerja KKM Unggulan PSGA Kelompok 267 yang berfokus pada sosialisasi seksual melalui pendidikan. Harapannya, seminar ini dapat menjadi langkah awal agar para siswa memahami batasan pergaulan, hubungan yang sehat, dan menjaga diri dari hal-hal yang merugikan sehingga para siswa bisa menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan pengetahuan yang benar dan tepat.

Thumbnail
8 months ago
Pembukaan Resmi KKN Reguler Kelompok 14 (Abhinaya Seva) UIN Malang Tahun 2025/2026 di Masjid Al-Halal Kedungkandang

AHMAD MAULANA FIRMANSYAH

Kedungkandang, Malang — Setelah mengikuti kegiatan pelepasan dan pembukaan KKN Reguler Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan secara terpusat di Lapangan UIN Malang, Kelompok 14 KKN Reguler yang mengusung nama Abhinaya Seva melaksanakan pembukaan KKN secara resmi di tingkat lokasi pada Rabu, 24 Desember 2025 pukul 16.00 WIB. Kegiatan pembukaan tingkat lokasi ini bertempat di Kantor Masjid Al-Halal, yang berlokasi di Kecamatan Kedungkandang, Kelurahan Bumiayu, Kota Malang. Pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya kegiatan pengabdian mahasiswa KKN Kelompok 14 secara langsung di tengah masyarakat setempat. Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan, di antaranya Bapak Wusono selaku Ketua RW 02, Bapak Slamet Santoso selaku Ketua RT 01, serta Ibu Ida selaku Ibu RT 01. Hadir pula jajaran pengurus Masjid Al-Halal, yakni Bapak Drs. H. Surahman sebagai Ketua Yayasan Masjid Al-Halal, Bapak Ahmad Toha selaku Ketua Takmir Masjid Al-Halal, serta Bapak H. Misbah Zainul selaku Ketua Remaja Masjid Al-Halal. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Ibu Maulidiyah Fitriyah, M.Pd., yang secara langsung memberikan arahan serta dukungan kepada mahasiswa dalam melaksanakan program KKN di lokasi. Pada kesempatan tersebut, disampaikan bahwa tema KKN Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025/2026 adalah: “Stunting, Parenting, Kemiskinan Ekstrem, dan Moderasi Beragama.” Tema ini menjadi landasan utama dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja Kelompok 14, yang diarahkan pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui pendekatan edukatif, sosial, dan keagamaan berbasis masjid. Pelaksanaan KKN Reguler Kelompok 14 (Abhinaya Seva) berlangsung selama 40 hari, terhitung sejak 23 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026, dengan Masjid Al-Halal sebagai pusat kegiatan utama. Selama periode tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berkolaborasi dengan masyarakat dalam menjalankan program-program yang relevan dengan kebutuhan lokal dan selaras dengan tema KKN. Dengan dilaksanakannya pembukaan resmi di tingkat lokasi ini, kegiatan KKN Kelompok 14 Abhinaya Seva secara sah dan penuh dukungan dari masyarakat setempat telah dimulai. Diharapkan kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan manfaat nyata serta mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.