Thumbnail
8 months ago
Meningkatkan Daya Saing UMKM Gerabah Desa Alaskandang Melalui Digitalisasi Bersama KKM UIN Malang

HARUN AR ROSYID

Pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026 Kegiatan sosialisasi digitalisasi gerabah UMKM di Desa Alas Kandang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya kelompok 150 Artaghata, dengan tujuan memberdayakan masyarakat pengrajin gerabah melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala desa, masyarakat pengrajin gerabah, serta beberapa tokoh setempat, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan konstruktif. Sosialisasi ini membahas berbagai strategi digitalisasi, mulai dari pemanfaatan media sosial, pemasaran online, hingga cara meningkatkan daya saing produk gerabah melalui platform digital, sehingga produk lokal dapat dikenal lebih luas dan meningkatkan potensi ekonomi desa. Mahasiswa KKM kelompok 150 Artaghata berperan aktif dalam memberikan materi, pendampingan, dan simulasi penggunaan media digital untuk pemasaran produk gerabah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk bertanya langsung dan berbagi pengalaman seputar produksi dan pemasaran gerabah. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat pengrajin dapat lebih siap memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha mereka, sehingga UMKM gerabah Desa Alas Kandang dapat lebih berkembang dan dikenal secara luas. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar, antusiasme peserta tinggi, dan memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat desa.

Thumbnail
8 months ago
KKM 71 UIN Malang Dorong Pemasaran UMKM Melalui Branding Visual dan Video Marketing di Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang

CHINTIYA TRI MUFIDAH

Kegiatan branding visual dan video marketing UMKM merupakan bagian dari program kerja Bina Usaha Warga Kluwut yang berlangsung pada hari Senin, 12 Januari 2026, di lokasi UMKM Berkah Oven Kopi dan dimulai pukul 10.00 WIB sampai selesai. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pengusaha UMKM meningkatkan daya tarik usaha mereka dengan memperbaiki tampilan visual dan menggunakan media promosi digital, sehingga usaha mereka lebih dikenal oleh banyak orang. UMKM Berkah Oven Kopi adalah usaha yang memberikan layanan pengolahan berbagai hasil pertanian dan makanan, seperti menggoreng kopi dan kacang kulit, serta membuat selep dari tepung, bumbu basah dan kering, hingga selep kelapa. Oleh karena itu, memiliki branding yang bagus sangat penting untuk memperluas pasar usaha tersebut. Selanjutnya, kegiatan Branding Visual dan Video Marketing UMKM juga berlangsung pada hari Jumat, 16 Januari 2026, di UMKM Sumber Rejeki Furniture, dengan jam kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. UMKM ini bergerak di bidang produksi dan menyediakan berbagai kebutuhan peralatan furnitur, seperti bahan furnitur, lemari, backdrop TV, perlengkapan kamar tidur, meja kantor, kusen, serta produk lainnya sesuai dengan pesanan dari pelanggan. Diharapkan melalui kegiatan ini, UMKM Sumber Rejeki Furniture bisa memiliki cara promosi yang lebih menarik dan memberi informasi yang jelas, sehingga dapat meningkatkan ketertarikan pelanggan dan memperkuat kesan positif bisnis di tengah persaingan yang ketat. Kegiatan ini melibatkan para mahasiswa dan mahasiswi dari KKM 71 UIN MALANG yang secara aktif terlibat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Mereka turut serta dalam membuat banner, mengambil gambar, membuat video promosi, serta memahami langkah-langkah dalam proses produksi yang dilakukan oleh masing-masing usaha mikro kecil menengah (UMKM). Mahasiswa KKM Mandhaloka memberikan bantuan yang baik dalam membantu pelaku usaha memahami pentingnya branding visual dan pemasaran digital sebagai cara untuk mengembangkan usaha di masa kini. Seluruh rangkaian acara Branding Visual dan Video Marketing UMKM dimulai dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar acara berjalan lancar, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan acara utamanya, dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan UMKM dalam menggunakan media promosi visual dan digital, memperkuat identitas bisnis mereka, serta mendorong peningkatan daya saing agar UMKM bisa berkembang secara berkelanjutan. Terima kasih atas kolaborasi yang baik antara para pelaku UMKM dan mahasiswa KKM Mandhaloka, sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar, penuh semangat, dan memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan usaha UMKM di lokasi tersebut.  

Thumbnail
8 months ago
KENALKAN KANTOR BARU DAN LAYANAN ADUAN UPTD PPA KABUPATEN MALANG Mahasiswa KKM UIN Malang Turun Ke 13 Sekolah

SALSABILA DIANDRA

Kelompok KKM 262 PSGAD UIN Malang melakukan kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) pada 21-27 Januari 2026. Kegiatan ini sebagai bentuk keterlibatan mahasiswa KKM dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan akses informasi layanan PPA di Kecamatan Pakis dan Tumpang. Pemindahan lokasi kantor UPTD PPA Kabupaten Malang ”yang terbilang baru” menjadi latar belakang kegiatan ini, karena sebelumnya berada di Kecamatan Klojen, Kota Malang.   Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA bertujuan untuk mengenalkan layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang ke 13 sekolah di kecamatan Pakis dan Tumpang. Kegiatan ini sekaligus menjadikan sekolah sebagai sasaran utama pengenalan agar informasi tersebut dapat menjangkau seluruh warga sekolah apabila membutuhkan bantuan dari UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Selain itu, kegiatan dimaksudkan untuk membuka akses rujukan bantuan jika sekolah membutuhkan bantuan oleh yang lebih profesional, sehingga pihak sekolah dan siswa memiliki alternatif layanan pendampingan di luar wewenang sekolah. Bentuk pelaksanaan pengenalan layanan UPTD PPA Kabupaten Malang dilakukan melalui pemberian 1 paket brosur dan pemasangan poster yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Satu paket brosur terdiri dari lima tema yang berbeda. brosur pertama memuat informasi dasar tentang jenis layanan UPTD PPA Kabupaten Malang, serta kontak pengaduan. Brosur kedua, mengenalkan BimWin yaitu aplikasi bimbingan pranikah digital yang dikembangkan sebagai transformasi dari bimbingan pernikahan yang sebelumnya dilakukan di Kantor Urusan Agama. Brosur ketiga berisi pesan edukatif untuk menguatkan peran perempuan melalui gerakan suara dan aksi perempuan pelopor. Brosur keempat mengenalkan fasilitas ruang laktasi (mom’s corner) beserta kegunaannya. Sementara brosur kelima memuat informasi tentang fasilitas ruang aman bermain untuk anak-anak. Selain brosur, mahasiswa KKM UIN Malang juga menyerahkan poster yang isi pesannya telah disesuaikan dengan jenjang sekolah antara SMP dan SMA. Isi poster tersebut juga beragam, mulai dari poster berisi motivasi, edukasi cara menghadapi perasaan cemas, bingung, meragukan diri sendiri dan hati terasa berat, pesan bahwa cerita setiap anak itu penting, hingga edukasi tentang perempuan berdaya sebagai pondasi bangsa. Poster dipasang di mading sekolah, sedangkan brosur diserahkan langsung kepada pihak sekolah untuk ditindaklanjuti agar informasinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, maupun karyawan. Salah satu sekolah yang dituju adalah SMPN 2 Pakis. Ibu Laily Nurfarida, S.E., selaku wakil kepala sekolah bagian kurikulum memberikan respon yang positif terhadap kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Pihak sekolah menilai kegiatan ini bermanfaat karena sebelumnya belum mengetahui secara pasti lokasi kantor UPTD PPA serta mengalami kesulitan mencari pemateri untuk edukasi materi perlindungan anak. Pihak SMPN 2 Pakis menyambut baik kegiatan penyebaran poster dan brosur, beliau menyatakan, ”Kalau saya sangat positif sekali alhamdulillah, karena kita juga nggak tahu adanya kantor tersebut disini, padahal itu dekat sekali dengan kita. Jadi dengan menginformasikan layanan kantor ini kan kita tahu, oh ternyata sekarang sudah dekat. Ketika ada apa-apa kita bisa konsultasi juga…”. Pihak sekolah SMPN 2 Pakis juga menyampaikan harapannya terhadap layanan UPTD PPA Kabupaten Malang agar dapat mengadakan edukasi via online, beliau menyatakan “Mungkin misalkan pihak UPT PPA DP3A Kabupaten Malang memiliki situs, nanti bisa memberikan edukasi-edukasi terkait kekerasan secara online. Kebetulan kan siswa sulit lepas dari hp, sehingga anak-anak bisa melihat melalui situs atau media sosial tersebut. Sehingga anak-anak menyadari apakah perilakunya termasuk perundungan dan sebagainya”. Respon positif juga disampaikan oleh pihak SMAN 1 Tumpang. Pihak sekolah menilai informasi layanan UPTD PPA Kabupaten Malang merupakan hal yang berharga dan relevan dengan kondisi sekolah, mengingat mayoritas siswa di SMAN 1 Tumpang adalah perempuan. Pihak SMAN 1 Tumpang menyampaikan, “Terima kasih yaa, saya pastikan ini sesuatu yang sangat berharga bagi kami. Dengan adanya informasi seperti ini, setidaknya kami dari sekolah bisa banyak belajar terkait pemberdayaan perempuan. Bagaimanapun juga siswa kami mayoritas adalah perempuan, sehingga dari sini kami bisa belajar bagaimana mengantisipasi dan menentukan langkah yang seharusnya dilakukan. Judulnya di sini sudah jelas, bukan hanya tentang menjadi perempuan, tetapi bagaimana berusaha menjadi perempuan yang tangguh. Tangguh itu pemahamannya luas. Saya membaca sepintas, tetapi sudah menarik dan justru menimbulkan banyak pertanyaan”. Lebih lanjut, pihak sekolah juga menyampaikan rencana tindak lanjut setelah diterimanya informasi tersebut, salah satunya dengan menghadirkan pemateri yang relevan dengan perlindungan perempuan dan anak sesuai dengan kondisi siswa.  “Sepintas saya justru ingin mendatangkan pemateri. Materinya nanti bisa disesuaikan dengan kondisi siswa, karena ada banyak hal terkait perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak-anak yang perlu disampaikan di sekolah ini”. Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA Kabupaten Malang ini menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa KKM PSGAD 262 UIN Malang dalam memahami pentingnya peran sederhana di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga belajar melihat secara langsung bagaimana isu perlindungan perempuan dan anak direspons oleh lingkungan sekolah. Respons positif dari pihak sekolah dalam bentuk ketertarikan untuk mempelajari lebih lanjut layanan UPTD PPA serta harapan akan adanya tindak lanjut edukasi, menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan sekolah. Bagi mahasiswa, pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa kontribusi kecil seperti memperkenalkan layanan dan membuka jalur komunikasi dapat menjadi langkah awal yang bermakna dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak.

Thumbnail
8 months ago
Eco Green dimulai dari rumah: Belajar dari lingkungan Dari desa campur darat

DAREN ANANTA

Permasalahan lingkungan sering kali dianggap sebagai isu besar yang hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah atau pihak tertentu. Padahal, ketika terjun langsung ke masyarakat, saya justru menyadari bahwa perubahan lingkungan bisa dimulai dari hal yang sangat sederhana, yaitu dari rumah sendiri. Pengalaman ini saya rasakan selama mengikuti kegiatan KKM Karsa Digisyar, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, di Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, khususnya saat melaksanakan sosialisasi Eco Green. Di desa, persoalan lingkungan masih sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Sampah rumah tangga menumpuk, plastik digunakan hampir setiap hari, selokan sering tersumbat, dan sebagian warga masih membakar sampah tanpa menyadari dampaknya bagi kesehatan. Kondisi ini tidak hanya membuat lingkungan terlihat kotor dan bau, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit seperti diare dan demam berdarah. Dari situ saya menyadari bahwa persoalan lingkungan bukan sekadar teori, melainkan masalah nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui sosialisasi Eco Green, masyarakat diperkenalkan pada konsep hidup ramah lingkungan yang sebenarnya sangat sederhana. Eco Green bukan tentang teknologi canggih atau aturan yang rumit, melainkan tentang kebiasaan hidup yang lebih bijak, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, dan memanfaatkan sampah organik dengan baik. Menurut saya, kesederhanaan inilah yang menjadi kekuatan utama dari konsep Eco Green, karena mudah dipahami dan diterapkan oleh siapa saja. Hal yang menarik perhatian saya adalah penekanan bahwa gerakan Eco Green sebaiknya dimulai dari rumah. Sampah paling banyak berasal dari dapur, dan ibu rumah tangga memiliki peran besar dalam mengatur pola konsumsi serta kebersihan keluarga. Ketika ibu terbiasa memilah sampah, membawa tas belanja sendiri, atau menggunakan botol minum isi ulang, kebiasaan tersebut secara tidak langsung akan ditiru oleh anak-anak. Dari sinilah perubahan kecil bisa tumbuh menjadi kebiasaan yang berdampak besar. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga diajak untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik. Sisa makanan, sayuran, dan daun dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman dan mengurangi bau tidak sedap. Sementara itu, penggunaan plastik sekali pakai dianjurkan untuk dikurangi karena membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Menurut saya, solusi-solusi ini sangat realistis karena tidak memerlukan biaya besar, hanya membutuhkan kesadaran dan kemauan untuk berubah. Sebagai mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang terlibat langsung dalam kegiatan KKM, saya melihat bahwa edukasi lingkungan seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan. Sosialisasi Eco Green tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan tempat mereka tinggal. Jika kebiasaan ramah lingkungan ini dilakukan secara konsisten, desa akan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi semua warganya. Pada akhirnya, pengalaman di Desa Campurdarat mengajarkan saya bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar. Cukup dengan perubahan kecil yang dilakukan setiap hari di rumah, kita sudah ikut berkontribusi melindungi lingkungan. Seperti pesan yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut, "Ibu Peduli, Lingkungan Terlindungi", karena dari keluarga yang peduli, akan lahir lingkungan desa yang lebih baik.

Thumbnail
8 months ago
Mengabdi Untuk Negeri: KKM Unggulan Pusat Studi Gender dan Anak UIN Malang Hadir dalam Pengabdian Nyata di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang

FATHIMAH ZAHRA MUHAMMAD

Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan nyata dunia akademik terhadap program Sekolah Rakyat yang baru diluncurkan dalam kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.   KKM Unggulan PSGA UIN Malang ini diikuti oleh delapan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan. Mereka akan menjalankan pengabdian selama 40 hari, terhitung sejak 05 Januari 2026 hingga 14 Februari 2026. Kehadiran mahasiswa disambut dengan baik oleh pihak sekolah dan pengelola asrama, mengingat Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang masih berada pada fase awal pengembangan dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.   Sebagai sekolah yang baru diluncurkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam penguatan pendidikan berbasis kerakyatan. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang yang dinilai membawa semangat kolaborasi, kepedulian sosial, serta perspektif perlindungan anak dan kesetaraan gender.   Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang menawarkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan secara bertahap selama masa pengabdian. Salah satu program utama adalah Ruang Tumbuh Bersama, yang berfokus pada pendampingan akademik dan psikososial siswa. Program ini meliputi peran mahasiswa sebagai fasilitator bimbingan belajar, baik di lingkungan sekolah maupun asrama, serta pendampingan khusus bagi siswi dengan kebutuhan belajar seperti disleksia.   Selain itu, program Ruang Tumbuh Bersama juga mencakup kegiatan pemberdayaan perempuan melalui agenda keputrian, bimbingan belajar, hingga mengaji bersama di asrama sebagai bentuk penguatan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan keagamaan lainnya turut dirancang untuk membangun karakter, spiritualitas, dan rasa aman bagi peserta didik, khususnya siswi yang tinggal di lingkungan asrama.   Program kerja berikutnya adalah Micro Edukasi PSGA, yakni kegiatan edukasi berskala kecil yang dikemas dalam bentuk sosialisasi interaktif. Tema-tema yang diangkat selaras dengan fokus PSGA, di antaranya pencegahan bullying, kekerasan seksual, perlindungan tubuh, kesetaraan gender, serta isu-isu perlindungan anak lainnya. Micro edukasi ini dirancang agar mudah dipahami dan relevan dengan usia serta pengalaman siswa Sekolah Rakyat.   Mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang juga terlibat aktif dalam pendampingan kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Pendampingan ini diharapkan mampu membantu siswa mengembangkan minat dan bakat, sekaligus memperkuat iklim sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak. Kehadiran mahasiswa menjadi mitra strategis bagi guru dan pengelola sekolah dalam menghidupkan berbagai aktivitas non-akademik.   Tidak hanya menjalankan program khusus, mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang juga turut membantu dan mengikuti kegiatan rutin asrama. Kegiatan tersebut meliputi salat berjamaah, senam pagi, mengaji sore dan malam, hingga bimbingan belajar pada malam hari. Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan keseharian ini menjadi bagian dari proses pembauran dan penguatan relasi sosial dengan para siswa.   Sebagai puncak kegiatan, KKM Unggulan PSGA UIN Malang merencanakan pelaksanaan seminar akbar pada penutupan program. Seminar ini akan mengangkat tema kekerasan seksual dan perlindungan anak, yang akan disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi bersama sekaligus penguatan pemahaman seluruh warga sekolah mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat.   Melalui rangkaian kegiatan ini, KKM Unggulan PSGA UIN Malang tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra pengabdian yang berupaya memberikan dampak nyata. Kehadiran mahasiswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan program pemerintah dapat berjalan seiring demi penguatan pendidikan dan kesejahteraan anak bangsa.

Thumbnail
8 months ago
Merajut Ruang Literasi, KKM Sarimi Adhiyaksa Hidupkan Perpustakaan SDN Jodipan Adhiyaksa Hidupkan Perpustakaan SDN Jodipan

SALSABILA ALIF SURYANA

Merajut Ruang Literasi, KKM Sarimi Adhiyaksa Hidupkan Perpustakaan SDN Jodipan Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Merajut Ruang Literasi, KKM Sarimi Adhiyaksa Hidupkan Perpustakaan SDN Jodipan" Di antara buku-buku dan rak sederhana, mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memilih bekerja dalam senyap, menghidupkan kembali perpustakaan SDN Jodipan. Pada Selasa, 27 Januari 2026, mereka melaksanakan kegiatan revitalisasi perpustakaan sebagai bentuk pengabdian dan kepedulian terhadap ruang literasi sekolah. Kegiatan ini berlangsung di ruang perpustakaan SDN Jodipan, Kota Malang. Mahasiswa KKM menata ulang koleksi buku, membersihkan rak, serta merapikan sudut baca agar perpustakaan tampak lebih rapi, nyaman, dan fungsional. Aktivitas sederhana tersebut dilakukan dengan penuh ketelatenan, menghadirkan suasana baru yang lebih hangat dan tertata. Tak hanya berfokus pada penataan ruang, mahasiswa KKM juga melibatkan siswa dalam proses kreatif. Anak-anak diajak membuat kupu-kupu kertas dan poster literasi yang kemudian dipajang di dinding perpustakaan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berperan dalam membangun ruang belajar mereka sendiri. Antusiasme siswa terlihat dari raut wajah dan tangan-tangan kecil yang sibuk berkreasi. Perpustakaan yang semula terasa sunyi perlahan berubah menjadi ruang yang hidup dan penuh warna. Mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berharap, revitalisasi ini dapat menumbuhkan rasa memiliki serta meningkatkan minat baca siswa sejak dini. Melalui langkah kecil di ruang sederhana, mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berupaya meninggalkan jejak bermakna: menjadikan perpustakaan sebagai tempat yang bukan hanya menyimpan buku, tetapi juga menumbuhkan mimpi.