REVA VALENTINA ROSY
Ibadah haji merupakan puncak perjalanan spiritual seorang Muslim. Namun, di balik kekhusyukan ibadah tersebut, terdapat tuntutan fisik yang tidak ringan. Rangkaian ibadah seperti thawaf, sa’i, dan perjalanan antarlokasi ibadah menuntut kekuatan fisik, daya tahan tubuh, serta kondisi kesehatan yang optimal. Oleh karena itu, kesiapan fisik atau istithaah kesehatan menjadi aspek penting yang harus dipersiapkan oleh calon jamaah haji sejak jauh hari. Tantangan Kesehatan Calon Jamaah Haji Sebagian besar calon jamaah haji di Indonesia berada pada kelompok usia dewasa hingga lanjut usia. Kondisi ini sering kali disertai dengan berbagai faktor risiko penyakit tidak menular, seperti berat badan berlebih (overweight), hipertensi, diabetes melitus, serta kebiasaan merokok. Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko kelelahan, sesak napas, hingga gangguan kesehatan serius saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci yang bercuaca panas dan padat jamaah. Kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak seimbang juga berkontribusi terhadap menurunnya kebugaran tubuh. Jika tidak ditangani sejak dini, kondisi ini berpotensi menghambat kelancaran ibadah dan mengurangi kekhusyukan dalam beribadah. Pola Hidup Sehat sebagai Kunci Istithaah Kesehatan Penerapan pola hidup sehat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan fisik calon jamaah haji. Salah satu pendekatan yang dianjurkan adalah penerapan empat pilar gizi seimbang, yaitu: Mengonsumsi makanan beragam dan bergizi seimbang sesuai prinsip “Isi Piringku”. Membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak untuk mencegah penyakit metabolik. Menjaga berat badan ideal melalui pengaturan makan dan aktivitas fisik teratur. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk menghindari kebiasaan merokok. Pola hidup sehat ini tidak hanya bermanfaat untuk mencegah penyakit, tetapi juga membantu meningkatkan stamina, daya tahan jantung-paru, serta kekuatan otot yang sangat dibutuhkan selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Aktivitas Fisik Terstruktur dan Edukasi Kesehatan Aktivitas fisik ringan namun terstruktur, seperti senam sederhana dan jalan kaki rutin, dapat menjadi latihan persiapan yang efektif bagi calon jamaah haji. Aktivitas ini membantu tubuh beradaptasi dengan aktivitas berjalan jarak jauh yang akan ditemui saat ibadah haji. Selain itu, edukasi kesehatan melalui media poster dan video menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman jamaah mengenai kondisi lingkungan di Tanah Suci, risiko kesehatan yang mungkin muncul, serta cara pencegahannya. Pendekatan ini terbukti membantu meningkatkan kesadaran dan motivasi calon jamaah untuk menjaga kesehatannya secara mandiri. Monitoring Kesehatan dan Journaling Harian Pemantauan kesehatan secara berkala, seperti pengukuran berat badan, tekanan darah, dan kadar gula darah, berperan penting dalam mendeteksi dini risiko kesehatan. Dikombinasikan dengan journaling harian pola hidup—meliputi aktivitas fisik, pola tidur, dan kebiasaan merokok—calon jamaah haji dapat lebih memahami kondisi tubuhnya dan terdorong untuk melakukan perubahan perilaku yang lebih sehat. Penutup Kesiapan fisik merupakan bagian tak terpisahkan dari kesiapan spiritual dalam menjalankan ibadah haji. Melalui penerapan pola hidup sehat, aktivitas fisik terstruktur, edukasi kesehatan, serta monitoring yang berkelanjutan, calon jamaah haji dapat mencapai kondisi istithaah kesehatan yang optimal. Dengan tubuh yang sehat dan bugar, ibadah haji dapat dijalankan dengan lebih aman, lancar, dan khusyuk.
ALIFA IZZATUNNISA
Dalam rangka memberi kemudahan akases layanan konsultasi keluarga bagi masyarakat. Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 18 Sattvaghana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) meresmikan Family Corner dan juga menggelar acara Seminar Parenting. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Ainul Yaqin Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Selasa (27/1/2026). KKM Kelompok 19 UIN Malang memfasilitasi seluruh rangkaian acara, mulai dari pelantikan pengurus serta Seminar Parenting lintas generasi dalam satu kesatuan program kerja yang komprehensif. Langkah Strategis Menjamin Keberlanjutan Layanan Konsultasi Keluarga Dalam laporannya, Renata Dwi Yasarah menjelaskan rangkaian acara diawali dengan prosesi pelantikan pengurus Family Corner Masjid Ainul Yaqin. “Pelantikan ini merupakan langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan layanan konsultasi keluarga di lingkungan masyarakat,” ujar Renata. Kelompok KKM 19 UIN Malang berperan penting dalam mengawal pembentukan struktur. Sehingga ke depannya warga memiliki wadah resmi yang dikelola secara profesional untuk mengadukan serta mencari solusi atas permasalahan rumah tangga. Family Corner sebagai Ruang Aman bagi Masyarakat Pada kegiatan utama yang dilaksanakan KKM Kelompok 19 UIN Malang. Inisiator Family Corner UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Mufidah Cholil, M.Ag secara resmi meresmikan fasilitas tersebut sekaligus memberikan sosialisasi mendalam terkait konsep Family Corner. “Kehadiran lembaga ini bertujuan untuk mendekatkan layanan penguatan keluarga ke basis masyarakat terkecil,” jelas Prof. Mufidah. Dalam sosialisasinya, ia menekankan bahwa Family Corner dirancang sebagai ruang aman bagi masyarakat untuk mendapatkan edukasi. Selain itu juga sebagai solusi atas berbagai problematika rumah tangga dengan landasan nilai-nilai religi yang kokoh. Gandeng Dosen Psikologi UIN Malang dalam Acara Seminar Parenting Melengkapi aspek sosialisasi kelembagaan, acara dilanjutkan dengan Seminar Parenting yang menghadirkan narasumber dari dosen Psikologi UIN Malang, Dr. Hj. Rofiqoh Rosidi, M.Pd, C.HT. Melalui materi bertema Peran Keluarga dalam Menghadapi Perubahan Zaman: Anak, Orang Tua, dan Kakek-Nenek. Ia memberikan pandangan dan strategi praktis pengasuhan yang menitikberatkan pada pentingnya keselarasan komunikasi antara tiga generasi agar tidak terjadi benturan pola asuh di era digital yang penuh tantangan. Antusiasme peserta yang didominasi oleh warga lokal dan penggiat keluarga, menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang edukasi seperti sangatlah tinggi. Kolaborasi antara LP2M UIN Malang, KKM 19, dan takmir Masjid Ainul Yaqin serta kepengurusan Family Corner. Kolaborasi ini diharapkan menjadi pilar utama dalam mencetak keluarga yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan zaman. Melalui peresmian dan pembekalan materi ini, Family Corner Masjid Ainul Yaqin siap beroperasi secara optimal untuk memberikan manfaat luas bagi kemaslahatan umat. Penulis: Bagus Rachmad Saputra Editor: Herlianto. A
ELOK SOFIATUR RAHMAH
Kesadaran akan pentingnya keselamatan diri sejak usia dini menjadi prioritas utama bagi mahasiswa KKM-Mandiri Integritas (KKM-MI) Kelompok 186 "Cakrawala" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons terhadap letak geografis Desa Sarongan yang berada di wilayah pesisir selatan Banyuwangi, yang dikenal memiliki potensi risiko bencana alam tinggi seperti gempa bumi dan tsunami. Mengingat bahaya yang sewaktu-waktu dapat mengancam, mahasiswa merasa perlu membekali generasi muda dengan pengetahuan yang mumpuni agar mereka mampu menjadi subjek yang tanggap terhadap prosedur keselamatan. Pada Jumat, 23 Januari 2026, agenda besar dimulai dengan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana di SDN 3 Sarongan yang melibatkan siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6. Untuk memastikan materi yang disampaikan akurat dan profesional, mahasiswa Cakrawala menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi dan tim BPBD Desa Sarongan. Sinergi ini menciptakan sebuah kurikulum edukasi yang komprehensif, di mana teori yang dipelajari di kelas langsung diuji melalui praktik lapangan. Kegiatan di SDN 3 diawali di dalam ruang kelas dengan suasana belajar yang dibuat santai namun serius. Siswa dijelaskan secara mendetail mengenai tanda-tanda alam sebelum bencana terjadi, serta apa yang harus dilakukan dalam detik-detik pertama guncangan gempa. Penjelasan dilakukan dengan bahasa yang ramah anak untuk memastikan setiap istilah teknis mitigasi dapat diserap dengan baik tanpa menimbulkan rasa takut yang berlebihan. Suasana seketika berubah saat simulasi dimulai, di mana efek suara dentuman dan guncangan gempa diputar melalui pengeras suara agar terdengar sangat nyata. Efek suara ini sengaja dirancang untuk melatih aspek psikologis anak-anak agar mereka tidak panik saat mendengar suara peringatan asli di masa depan. Dalam hitungan detik, para siswa langsung mempraktikkan gerakan melindungi kepala dan bergerak menuju titik kumpul di lapangan terbuka sesuai prosedur keselamatan. Keseruan berlanjut saat materi meningkat ke tahap yang lebih menantang, yaitu pelatihan menjadi tim penolong. Para siswa diajarkan bahwa dalam sebuah bencana, kerja sama tim adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa. Mereka diperkenalkan dengan berbagai alat keselamatan, salah satunya adalah tandu evakuasi yang menjadi alat vital dalam menyelamatkan korban yang mengalami cedera atau tidak sadarkan diri. Instruktur dari BPBD memberikan penjelasan yang sangat detail mengenai tata cara mengangkat korban menggunakan tandu dengan benar. Siswa didampingi untuk mempraktikkan posisi tangan yang tepat dan koordinasi langkah agar beban seimbang dan kondisi korban tetap stabil. Anak-anak tampak sangat antusias saat mencoba peran sebagai tim medis darurat, belajar teknik khusus agar tidak memperparah cedera pada tulang belakang korban. Meski berkaitan dengan situasi darurat, acara ini berhasil dikemas dengan penuh keceriaan melalui permainan pertanyaan seru. Para murid sangat bersemangat berebut menjawab pertanyaan seputar materi, sehingga rasa bosan tidak terlihat sepanjang acara. Langkah kecil di sekolah ini diharapkan menjadi fondasi bagi terbentuknya Desa Sarongan sebagai desa tangguh bencana di masa depan. Berlanjut pada Sabtu, 24 Januari 2026, Kelompok 186 "Cakrawala" melaksanakan puncak pengabdian mereka di SDN 1 Sarongan. Acara penutupan ini bukan sekadar seremoni perpisahan biasa, melainkan sebuah simfoni pendidikan yang merangkum berbagai nilai kehidupan. Agenda pertama di sekolah ini kembali fokus pada mitigasi bencana dengan pendampingan dari perwakilan BPBD Desa Sarongan. Di SDN 1, mahasiswa mengajarkan teknik dasar perlindungan diri di dalam kelas, seperti cara melindungi kepala menggunakan tas atau tangan dan mengenali titik aman. Penjelasan yang sangat detail diberikan agar para siswa tetap waspada namun tidak panik jika terjadi keadaan darurat. Sesi ini juga diselingi dengan pembagian hadiah bagi siswa yang aktif, menjaga suasana belajar tetap menyenangkan bagi seluruh peserta. Materi kedua yang dibawakan oleh mahasiswa adalah topik "Menabung Sejak Dini" untuk menanamkan nilai kedisiplinan finansial. Mahasiswa memaparkan berbagai manfaat menabung, mulai dari melatih kesabaran hingga kemampuan untuk membantu orang tua di masa depan. Tips praktis seperti menyisihkan uang saku sebelum digunakan untuk jajan menjadi bahasan menarik yang dilengkapi dengan pembagian doorprize. Memasuki materi ketiga, suasana perlahan berubah menjadi lebih reflektif saat bahasan anti-bullying dimulai. Mahasiswa menjelaskan secara mendetail mengenai bahaya perundungan serta dampaknya yang sangat merugikan bagi semua pihak yang terlibat. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan penuh kasih sayang tanpa ada perilaku menyakiti teman sendiri. Untuk memperdalam empati, para siswa diajak menonton sebuah film pendek yang menggambarkan dampak emosional bagi korban bullying. Visualisasi dalam film tersebut begitu kuat hingga menyentuh nurani terdalam para siswa, hingga satu per satu air mata mulai menetes di pipi mereka. Isak tangis semakin pecah saat mereka menyadari bahwa hari itu juga merupakan momen terakhir belajar bersama kakak-kakak mahasiswa KKM. Sebagai wadah untuk mencurahkan isi hati, mahasiswa menghadirkan "Pohon Ungkapan" di setiap kelas. Setiap siswa diberikan sticky note untuk menuliskan perasaan mereka sebagai simbol pertumbuhan emosi dan hubungan erat yang telah dipupuk selama dua minggu. Satu per satu siswa maju menempelkan tulisan mereka pada ranting-ranting pohon tersebut dalam suasana yang penuh haru. Prosesi ini diwarnai dengan pelukan hangat perpisahan antara siswa dan mahasiswa, menunjukkan betapa dekatnya ikatan emosional yang telah terjalin. Sebagai tanda ikatan yang tak terputus, mahasiswa turut menandatangani pohon tersebut sebelum dipasang secara permanen di dinding kelas sebagai kenang-kenangan. Setelah itu, acara berlanjut pada prosesi pamitan resmi kepada dewan guru dan kepala sekolah. Pihak SDN 1 Sarongan memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Kelompok 186 yang dianggap telah memberikan warna baru bagi semangat belajar siswa. Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama di halaman sekolah sebagai saksi bisu kebersamaan indah yang telah terjalin. Meskipun raga mahasiswa tak lagi berada di sana, namun ilmu tentang mitigasi, menabung, dan anti-bullying akan terus tumbuh di hati para siswa.
NURUL ISNAINI FITRIATUN NABILA
Fokus Pemantapan Teknis Program dan Percepatan Sertifikasi Halal UMK Kelompok DarmaWidya melaksanakan kegiatan Pembekalan dan Final Checking KKM bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) pada Jumat, 19 Desember 2025, pukul 09.00–11.30 WIB. Kegiatan ini bertempat di Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) Lantai 2 dan menjadi tahapan penting menjelang pelaksanaan KKM di lokasi pengabdian. Kegiatan pembekalan tersebut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta 6 dari 13 anggota Kelompok KKM DarmaWidya. Agenda ini bertujuan untuk memastikan kesiapan akhir mahasiswa, baik dari aspek teknis, maupun substansi program, agar pelaksanaan KKM dapat berjalan secara terarah dan optimal. Pemaparan Timeline dan Arah Pelaksanaan KKM Pada sesi awal, dilakukan pemaparan timeline KKMyang mencakup tahapan pra-pelaksanaan, pelaksanaan di lapangan, hingga pasca-KKM. DPL menekankan pentingnya pemahaman alur kegiatan secara menyeluruh agar setiap program dapat terlaksana sesuai jadwal serta memenuhi target yang telah ditetapkan. Penjelasan timeline ini sekaligus menjadi sarana evaluasi awal untuk memastikan seluruh anggota memahami peran, tugas, dan tanggung jawab masing-masing selama KKM berlangsung. Strategi Promosi Percepatan Sertifikasi Halal UMK Selanjutnya, pembahasan difokuskan pada strategi promosi percepatan sertifikasi halal bagi produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebagai fokus utama KKM Unggulan Halal Center. DPL menegaskan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh kemampuan mahasiswa dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat, khususnya pelaku UMK, mengenai pentingnya sertifikasi halal. Oleh karena itu, strategi sosialisasi harus disusun secara komunikatif, kontekstual, dan mudah dipahami oleh masyarakat desa sasaran, baik melalui pendekatan langsung maupun melalui media pendukung. Pembuatan Konten Edukatif dan Administrasi Pendukung Dalam pembekalan ini juga dibahas pembuatan konten yang efektif sebagai sarana edukasi dan promosi program KKM. Konten yang dihasilkan diharapkan mampu mendukung sosialisasi sertifikasi halal sekaligus mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan KKM. Selain itu, DPL menyampaikan beberapa luaran wajib pasca-KKM yang harus disiapkan oleh kelompok, meliputi: Policy brief, Artikel berita, Video dokumenter berdurasi 5–7 menit, serta Pengarsipan sertifikat dan dokumen pendukung dalam Google Drive. Ketentuan ini disampaikan sebagai bagian dari standar pelaporan akademik dan institusional KKM Unggulan. Praktik Pembuatan Akun SiHalal Simulasi Pembuatan Akun Sihalal dan Pembuatan NIB Pada sesi praktik, anggota kelompok mengikuti simulasi pembuatan akun Sihalal sebagai bekal pendampingan langsung kepada Pelaku Usaha (PU) di lokasi KKM. Mahasiswa juga mendapatkan pemahaman teknis mengenai proses pendaftaran PU ke dalam sistem Sihalal, mulai dari tahap awal hingga pengisian data dasar. Selain itu, dibahas pula mekanisme pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai prasyarat administratif yang penting bagi pelaku UMK sebelum mengajukan sertifikasi halal. Penegasan Akhir dari DPL Melalui kegiatan pembekalan dan final checking ini, DPL menegaskan pentingnya kesiapan mahasiswa tidak hanya secara administratif, tetapi juga dari segi pemahaman substansi program. Seluruh anggota KKM DarmaWidya diharapkan mampu menjalankan perannya secara profesional, komunikatif, dan bertanggung jawab, sehingga pelaksanaan KKM Unggulan dapat memberikan dampak nyata bagi percepatan sertifikasi halal UMK di desa sasaran. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian persiapan sebelum mahasiswa terjun langsung ke masyarakat, sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam menjalankan pengabdian yang berorientasi pada kebermanfaatan dan keberlanjutan.
NAURA DEVIYANTI NIVIA PUTRI
Malang - Pada hari Minggu (25/01/26), Kelompok KKM 95 Arunika mengadakan lomba antar TPQ di Dusun Busu, Desa Slamparejo. Kegiatan ini melibatkan hampir seluruh TPQ yang ada di Dusun Busu. Namun, tidak semua santri TPQ dapat mengikuti lomba karena adanya ketentuan tertentu, seperti batas usia dan jumlah maksimal peserta dari setiap TPQ. Meskipun demikian, antusiasme anak-anak TPQ dan para wali murid tetap tinggi. Anak-anak yang tidak terdaftar sebagai peserta resmi tetap mengikuti dan menyaksikan lomba yang diminati. Bahkan, terdapat beberapa balita yang diikutkan lomba oleh orang tuanya sebagai bentuk latihan keberanian dan pengenalan kegiatan sejak dini. Lomba islami ini terdiri dari tiga kategori, yaitu lomba adzan, hafalan surat pendek dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, serta lomba mewarnai. Seluruh juri pada ketiga kategori lomba berasal dari anggota Kelompok KKM 95 Arunika. Lomba adzan dilaksanakan di masjid pada area salat laki-laki, di mana peserta mengumandangkan adzan menggunakan mikrofon. Sementara itu, lomba hafalan surat pendek dilaksanakan di area salat perempuan. Peserta yang mendapat giliran diminta mengambil dua gulungan kertas secara acak yang berisi nama surat dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, kemudian membacakannya di hadapan juri. Selanjutnya, juri akan membacakan satu ayat dari surat lain yang tidak diambil peserta sebelumnya, dan peserta diminta untuk melanjutkannya. Pada lomba mewarnai, panitia menetapkan dua kategori pemenang. Juara 1, 2, dan 3 diberikan untuk peserta sesuai batas usia yang ditentukan, sedangkan anak-anak di bawah batas usia akan dinilai untuk kategori juara harapan 1, 2, dan 3. Pengumuman pemenang lomba dilakukan pada acara perpisahan Kelompok KKM 95 Arunika di Dusun Busu. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.
KURNIAWATI RAHAYU
Pada hari ini, Kamis 29 Januari 2026, telah dilaksanakan kegiatan kunjungan (visit) ke Lembaga Inkubator Bisnis Institut ASIA Malang yang bertempat di Institut ASIA Malang. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa KKM Unggulan Inkubasi Bisnis sebagai bagian dari upaya pengembangan wawasan, pengetahuan, dan pemahaman mahasiswa mengenai peran strategis inkubator bisnis dalam mendukung ekosistem kewirausahaan dan inovasi. Sambutan dari Wakil Rektor III Institut ASIA Malang Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bapak Rofiq, S.T., M.T., selaku Wakil Rektor III Institut ASIA Malang yang membidangi kemahasiswaan, organisasi, serta hubungan eksternal. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran inkubator bisnis dalam mendukung aktivitas mahasiswa, khususnya dalam pengembangan minat, bakat, dan potensi kewirausahaan yang berkelanjutan. Inkubator bisnis dipandang sebagai jembatan strategis antara dunia akademik dan dunia industri, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memiliki kesiapan praktik di lapangan. ADVERTISEMENT Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Dr. Puji Subekti, S.Si., M.Si., selaku Ketua Lembaga Inkubator Bisnis Institut ASIA Malang. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan secara langsung dengan profil dan perjalanan Inkubator Bisnis Institut ASIA Malang, termasuk berbagai penghargaan dan capaian prestisius yang telah diraih, baik di tingkat nasional maupun internasional. Capaian tersebut menjadi bukti nyata dedikasi dan konsistensi lembaga inkubator dalam membina dan mengembangkan potensi usaha yang dimiliki oleh para tenant dan lingkungan sekitarnya. Foto Sesi Pemaparan Materi oleh Ketua Lembaga Inkubator Bisnis Institut ASIA Malang Melalui pemaparan tersebut, peserta memperoleh insight bahwa inkubator bisnis tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendamping tenant usaha, tetapi juga sebagai wadah strategis untuk menggali, mengembangkan, dan mengoptimalkan potensi yang tersedia di sekitar, baik potensi sumber daya manusia, sumber daya lokal, maupun peluang pasar. Inkubator bisnis berperan sebagai katalisator inovasi yang mendorong lahirnya ide-ide kreatif, usaha berdaya saing, serta kolaborasi lintas sektor. Kegiatan kunjungan ini memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa, khususnya dalam memahami praktik nyata pengelolaan inkubator bisnis yang profesional, berorientasi pada dampak, serta memiliki visi jangka panjang. Diharapkan, melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat termotivasi untuk mengembangkan potensi kewirausahaan, meningkatkan kreativitas dan inovasi, serta mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Inkubator Bisnis: Dari Pendampingan Tenant Menuju Pusat Pengembangan Potensi Berdaya Saing Global", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/inkubasibisnisuinmalang8364/697b5ff2ed641509801d48c2/inkubator-bisnis-dari-pendampingan-tenant-menuju-pusat-pengembangan-potensi-berdaya-saing-global Kreator: Inkubasi Bisnis Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com