WIDIYAH NUR RAHMAWATI
Maliki Islamic University-KKM Unggulan PSGA 265 UIN Malang menggelar sosialisasi bertajuk "Kenali, Cegah, Hentikan Bullying - Sekolah Ramah Bebas Bullying" di aula SMKN 1 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 2,5 jam ini melibatkan 79 siswa kelas X dengan fokus pada pengenalan bullying, regulasi emosi, hingga role play interaktif yang membuat siswa memahami dampak perundungan dan bersama-sama berkomitmen untuk mencegahnya. "79 siswa siap ikuti sosialisasi anti-bullying" Ahmad Hafizi, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga Kabupaten Probolinggo. Beliau menjelaskan mengenai pengertian bullying, jenis-jenisnya (verbal, fisik, sosial, dan cyber), serta dampak serius perundungan terhadap dampak psikologis siswa. Para siswa mendengarkan dengan penuh perhatian dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan. "Ejekan kecil ternyata bisa menghancurkan mental seseorang," ungkap salah satu siswa. "Pak Ahmad Konselor Puspaga jelaskan tentang bullying" Setelah sesi materi yang serius, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking interaktif. Instruktur memimpin permainan "Jeruk Juruk Salak Selak" di mana siswa harus melompat sesuai instruksi: "Jeruk" lompat ke depan, "Juruk" ke belakang, "Salak" ke kanan, dan "Selak" ke kiri. Suasana aula menjadi penuh tawa dan semangat. Seluruh siswa sangat antusias mengikuti permainan ini, menghilangkan rasa canggung di antara mereka. "Paling seru! Capek dikit tidak masalah!" seru salah satu siswa sambil tertawa. Abror dan Nina, mahasiswa UIN Malang yang tergabung kelompok KKM Unggulan PSGA 265, membawakan materi kedua pentingnya menggapai masa depan yang cerah tanpa bullying dan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Abror menekankan bahwa SMK bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. "Kalian dapat melanjutkan kuliah dan memiliki karir cemerlang. Namun, jika berada dalam lingkungan yang tidak sehat seperti adanya bullying, hal tersebut dapat merusak fokus dan kesehatan mental," jelasnya. Nina menambahkan pentingnya menciptakan lingkungan positif sejak dini untuk menghindari trauma jangka panjang. Para siswa tampak antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar jurusan kuliah serta peluang beasiswa. "Abror & Nina ajarkan regulasi emosi" Ranti Sagita, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga, memimpin sesi paling unik dalam kegiatan ini, yaitu role play perspektif menggunakan kacamata . Dua siswa ditunjuk untuk memakai kacamata dengan lensa berbeda: satu dengan lensa cerah (terang) dan satu lagi dengan lensa gelap (hitam). Bu Ranti menampilkan skenario bullying di mana seorang teman diejek karena alasan tertentu. Kepada siswa berkacamata cerah, Bu Ranti bertanya, "Apa yang kamu lihat?" Siswa tersebut menjawab, "Saya melihat teman-teman dengan jelas. Semua terlihat terang. Jika ada teman yang diejek, saya akan menghiburnya." Giliran siswa berkacamata gelap, ia menjawab, "Yang saya lihat hanya kegelapan. Tidak terlihat apa-apa. Jadi jika ada teman yang diejek, saya tidak bisa membantu karena takut terjadi sesuatu." Aula menjadi hening. "Ini adalah perbedaan perspektif," tegas Bu Ranti. "Perspektif gelap membuat kita takut dan pasif. Perspektif cerah membuat kita berani dan menjadi bagian dari solusi." Siswa bertepuk tangan dan banyak yang mengangguk paham. Sesi tanya jawab berlanjut dengan partisipasi aktif dari siswa perempuan, sementara siswa laki-laki yang awalnya malu mulai berani berbicara. "Saya ingin menjadi yang berkacamata cerah," ujar salah satu siswa. "Siswa jabarkan role play kacamata" Acara ditutup dengan pembagian sertifikat kepada para pemateri. Yang paling berkesan adalah sesi Papan Sticky Notes Anti-Bullying, dan seluruh 79 siswa menuliskan "Saya berjanji tidak akan melakukan bullying" pada sticky note dan menempelkannya di papan besar. Papan tersebut akan dipajang di sekolah sebagai pengingat harian bagi seluruh siswa. "79 siswa tempel janji anti-bullying" Observasi oleh KKM Unggulan PSGA 265 menemukan kasus bullying antarsiswa yang dipicu oleh faktor sosial-psikologis seperti isolasi sosial, perilaku mencari perhatian (caper), dan rasa tidak percaya diri (insecurity). Data menunjukkan bahwa kasus bullying di Probolinggo cukup tinggi. SMKN 4 Kota Probolinggo pernah mencatat 15 siswa menjadi korban bullying pada tahun 2022. Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Kraksaan menyatakan akan membentuk Klub OSIS Anti-Bullying untuk melakukan monitoring berkelanjutan. Wali Kelas X menambahkan bahwa pendekatan games sangat efektif, terutama untuk siswa laki-laki yang cenderung pemalu. "Saya akan melanjutkan dengan aktivitas kompetitif serupa," ujarnya. Tim KKM menyarankan agar sosialisasi serupa dilakukan secara rutin setiap semester. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo juga direkomendasikan untuk memperluas program ke SMK lain di wilayah tersebut. "Untuk periode berikutnya, dapat ditambahkan pretest dan posttest agar terdapat data kuantitatif yang lebih terukur," tutup Pak Ahmad. "KKM Unggulan PSGA 265 & 79 siswa SMKN 1 Kraksaan"
MUHAMMAD HAFIZ
Pada Selasa, 20 Januari, telah dilaksanakan kegiatan Kelas Bisnis KKM Inkubasi Bisnis yang bertempat di GIO Coffee. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKM Inkubasi Bisnis yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam dunia bisnis. Kegiatan ini menghadirkan kak Elsafan Nahak sebagai pemateri. Beliau merupakan alumni The University of Texas at Austin, Texas, USA melalui program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship, serta lulusan Agricultural Development Polytechnics Malang, Indonesia. Dalam kelas bisnis ini, peserta mendapatkan materi mengenai cara berhadapan dan membangun komunikasi dengan orang-orang sukses atau profesional, serta bagaimana menyampaikan pitching bisnis secara baik, jelas, dan meyakinkan. Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan relevan dengan kondisi peserta. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pitching secara langsung dengan maju ke depan. Setiap praktik pitching kemudian dinilai dan diberikan masukan langsung oleh pemateri, sehingga peserta dapat mengetahui kelebihan dan hal-hal yang perlu diperbaiki dalam penyampaian ide bisnis mereka. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sharing session, di mana para peserta berbagi cerita, pengalaman, serta tantangan dalam menjalankan atau merintis usaha masing-masing. Melalui sesi ini, peserta memperoleh tambahan wawasan serta sudut pandang baru terkait dunia bisnis. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan terlibat aktif dalam setiap sesi. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta KKM Inkubasi Bisnis mampu meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta kesiapan dalam menyampaikan ide bisnis secara profesional. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Business Pitching: Kelas Bisnis KKM Unggulan Inkubasi Bisnis dan Etika Profesional", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/inkubasibisnisuinmalang8364/69749e9034777c6fee2d33b2/business-pitching-kelas-bisnis-kkm-unggulan-inkubasi-bisnis-dan-etika-profesional Kreator: Inkubasi Bisnis Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
SYAFIIYAH SALAF
Kalisongo, Dau, Malang - Sejuknya udara lereng Gunung Kawi menyambut kedatangan rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 89 "Satyawara" dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Dengan semangat integrasi sains dan agama, para mahasiswa yang dikenal dengan julukan "Generasi Ulul Albab" ini memilih Dusun Kunci sebagai pusat pergerakan pengabdian mereka. Selama 40 hari, mereka tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi merajut kedekatan emosional dengan warga melalui berbagai program yang menyentuh pilar spiritual, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa. Berikut adalah laporan mendalam mengenai rangkaian kegiatan yang telah mewarnai pengabdian mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo. 1. Seremoni Pembukaan: Mengetuk Pintu dengan Adab Langkah pertama dimulai dengan prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat di Balai Desa Kalisongo. Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh agama, perwakilan pemuda, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam sambutannya, Ketua Koordinator Desa (Kordes) KKM 89 UIN Malang menekankan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menggurui, melainkan untuk belajar dari kearifan lokal warga. Kepala Desa Kalisongo (yang diwakilkan oleh pengurus kepala bagian pelayanan masyarakat) dalam sambutannya memberikan lampu hijau bagi para mahasiswa untuk berinovasi. "Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa UIN Malang. Karakter religiusnya sangat cocok dengan budaya di sini," ungkapnya. Acara ditutup dengan ketukan palu sebanyak 3x sebagai simbol penerimaan dari pihak desa Kalisongo. 2. Gemuruh Fajar: One Day One Juz dan Wirdul Lathif Kegiatan One Day One Juz dan pembacaan wirdul lathif Selaras dengan identitas UIN Malang sebagai kampus pesantren, para mahasiswa mengawali setiap hari dengan kegiatan spiritual. Setiap ba'da Subuh, Masjid Miftahul Jannah di Dusun Kunci diramaikan dengan program One Day One Juz. Mahasiswa bergantian melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an hingga khatam satu juz setiap harinya. Tak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Wirdul Lathif, rangkaian dzikir pagi karya Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ketenangan batin sebelum memulai aktivitas fisik. Warga Dusun Kunci pun merasa terkesan dengan kedisiplinan mahasiswa dalam menjaga tradisi spiritual ini. 3. Keteduhan Maghrib melalui Ratib Haddad Pembacaan ratib setelah maghrib Membangun suasana religius yang konsisten, setiap setelah salat Maghrib berjamaah, mahasiswa KKN mengadakan pembacaan Ratib Haddad. Tradisi ini diikuti secara antusias oleh para jamaah setempat. Melalui lantunan doa dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT, tercipta ikatan batin yang kuat antara mahasiswa dan warga. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi santai antara mahasiswa dengan para sesepuh desa setelah wirid selesai dilaksanakan. 4. Pelita di TPQ Miftahul Jannah dan Darul Falah Sektor pendidikan keagamaan menjadi prioritas utama. Mahasiswa KKM 89 membagi tim untuk mengajar di TPQ Miftahul Jannah dan TPQ Darul Falah. Selain membantu kelancaran mengaji Al-Qur'an menggunakan metode Thoriqoti atau Iqra', para mahasiswa juga memberikan materi Bahasa Arab Dasar. Metode yang digunakan sangat interaktif, mulai dari bernyanyi kosa kata bahasa Arab, hafalan do'a sehari-hari, tanya jawab pengetahuan Islam, hingga bercerita kisah para Nabi. "Kakak-kakak dari UIN Malang sangat sabar. Belajar Bahasa Arab jadi terasa seperti bermain," ujar salah satu santri. Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi para pengajar tetap di TPQ dalam mengelola kelas yang lebih ceria. 5. Mengabdi di Bangku Sekolah: SDN 1, 2, dan 3 Kalisongo Dedikasi pendidikan meluas hingga ke sekolah formal. Mahasiswa KKM terjun langsung membantu proses belajar mengajar di SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Kalisongo. Di sini, mereka tidak hanya menjadi pengajar bantu untuk mata pelajaran umum, tetapi juga menjadi teman main bagi anak-anak. Mahasiswa membantu kelas kreativitas, membantu penataan perpustakaan, hingga memberikan bimbingan belajar tambahan bagi siswa yang kesulitan. Pendekatan personal yang dilakukan mahasiswa membuat mereka sangat akrab dengan para siswa, bahkan di jam istirahat pun mahasiswa sering menjadi teman bermain sekaligus bercerita bagi anak-anak SD tersebut. 6. Sinergi Kesehatan: Edukasi Reproduksi dan Senam PKK Mahasiswa juga menaruh perhatian pada kesejahteraan kaum perempuan. Bekerja sama dengan kader PKK, mahasiswa menyelenggarakan penyuluhan Kesehatan Reproduksi. Materi ini dianggap penting untuk memberikan pemahaman mengenai deteksi dini penyakit pada wanita dan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Untuk mengimbangi materi teori, diadakan pula kegiatan senam bersama ibu-ibu RW 03 Dusun Kunci. Pada Minggu pagi, suasana Dusun Kunci pecah oleh semangat ibu-ibu yang mengikuti gerakan senam energik yang dipandu oleh mahasiswa. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk melepas penat sekaligus memperkuat kerukunan antarwarga. 7. Melarut dalam Tradisi: Tahlil dan Diba' Mingguan Kunci keberhasilan adaptasi mahasiswa KKM 89 adalah kemauan untuk "lebur" dalam adat setempat. Mahasiswa secara rutin mengikuti kegiatan Tahlil Pembacaan Diba' bersama Bapak/ibu serta pemuda-pemudi desa setiap minggunya. Kehadiran mereka yang mampu memimpin tahlil atau melantunkan shalawat dengan merdu mendapat apresiasi tinggi. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN Malang mampu menyeimbangkan intelektualitas dengan pengamalan amaliah keagamaan yang moderat. 8. Pendampingan Tumbuh Kembang di Posyandu Kesehatan balita menjadi fokus dalam bantuan di Posyandu. Mahasiswa membantu tenaga kesehatan desa dalam melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian vitamin. Mahasiswa juga membantu dalam proses administrasi pencatatan data tumbuh kembang balita agar lebih rapi. Kehadiran mereka mempercepat pelayanan Posyandu yang biasanya sangat ramai, sehingga para ibu tidak perlu mengantre terlalu lama. 9. Semarak Isra Miraj: Dari Lomba hingga Malam Puncak Malam Puncak Peringatan Isra Miraj di Masjid Miftahul Jannah Salah satu tonggak sejarah kegiatan KKM ini adalah peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Mahasiswa mengorganisir berbagai perlombaan islami di Masjid Miftahul Jannah, seperti lomba adzan, hafalan surat pendek, melipat mukena, cerdas cermat agama, dan mewarnai. Acara puncaknya berlangsung sangat meriah dengan Malam Puncak Peringatan Isra Miraj. Seluruh warga Dusun Kunci berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama dari Ustadz Ali Akbar bin Aqil, M.Pd.I dan menyaksikan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba. 10. Bakti Lingkungan: Gotong Royong Membersihkan Dusun Mahasiswa tidak segan untuk turun ke jalan dan selokan dalam kegiatan Gotong Royong. Bersama warga Dusun Kunci, mereka membersihkan titik-titik penumpukan sampah, merapikan tanaman liar di pinggir jalan, dan membersihkan fasilitas umum. Kegiatan ini memperkuat nilai-nilai kerja sama dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari iman. 11. Estetika Balai RW: Taman Mini dan Mading Dokumentasi Sebagai kenang-kenangan fisik, mahasiswa KKM melakukan revitalisasi di Balai RW 03. Mereka membangun sebuah taman mini yang diisi dengan tanaman hias dan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mempercantik tampilan balai. Selain itu, dibuat pula Mading (Majalah Dinding) yang berfungsi sebagai album kegiatan. Mading ini berisi foto-foto keseruan kegiatan desa, sehingga setiap warga yang berkunjung ke Balai RW dapat melihat kembali momen-momen kebersamaan yang telah dilalui. 12. Digitalisasi Desa: Pembuatan Infografis Kependudukan Menutup rangkaian program kerja, mahasiswa KKM UIN Malang mempersembahkan Infografis Desa. Data kependudukan yang sebelumnya hanya tersimpan dalam bentuk berkas, kini diolah menjadi visualisasi data yang menarik dan informatif. Infografis ini mencakup profil desa, sebaran usia penduduk, mata pencaharian, hingga potensi ekonomi desa. Karya ini diserahkan kepada pihak desa untuk dipajang di kantor desa sebagai bentuk modernisasi administrasi dan transparansi data desa Kalisongo. infografis ini juga tersedia secara daring sehingga siapapun dapat bebas mengakses melalui tautan yang tersedia. Masa KKM mungkin memiliki batas waktu, namun jejak yang ditinggalkan mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo, khususnya Dusun Kunci, diharapkan akan terus membekas. Dari masjid hingga sekolah, dari balai RW hingga gang-gang kecil dusun, setiap sudut Kalisongo telah menjadi saksi bisu dedikasi para pejuang Ulul Albab. Bagi mahasiswa, pengalaman ini adalah "pesantren kehidupan" yang sesungguhnya. Bagi warga Kalisongo, kehadiran mereka adalah hembusan angin segar yang membawa ilmu dan keceriaan. Selamat jalan, mahasiswa UIN Malang, terima kasih atas baktimu di Bumi Kalisongo. Penulis: KKM 89 Satyawara - Desa Kalisongo 2026.
MOHAMMAD IZZI ALFAN SALIMY
Desa Gadang, Kecamatan Sukun, Kabupaten Malang-- (06/01/26), Sebagai bagian dari program kerja pengabdian kepada masyarakat, KKM Kelompok 113 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema "Isra' Mi'raj sebagai Bentuk Ketahanan Keluarga". Kegiatan sosialisasi ini menjadi wadah edukasi keagamaan yang bertujuan memperkuat peran keluarga dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai spiritual di lingkungan keluarga. Kegiatan sosialisasi tersebut diselenggarakan untuk mengajak masyarakat memahami hikmah peristiwa Isra' Mi'raj secara lebih mendalam, khususnya dalam konteks kehidupan keluarga. Melalui tema yang diangkat, masyarakat diajak untuk melihat bahwa Isra' Mi'raj tidak hanya diperingati sebagai peristiwa besar dalam sejarah Islam, tetapi juga mengandung nilai-nilai yang relevan dalam membangun ketahanan keluarga yang berlandaskan keimanan dan tanggung jawab. Dalam kegiatan ini, Bapak Mohammad Nuruddien, M.H. hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi dengan pendekatan yang komunikatif. Beliau menekankan bahwa inti dari peristiwa Isra' Mi'raj adalah perintah salat, yang menjadi pondasi utama dalam membentuk pribadi dan keluarga yang disiplin, sabar, serta saling menguatkan. Penyampaian materi yang sederhana membuat pesan yang disampaikan mudah dipahami oleh masyarakat. Selain itu, beliau juga mengajak peserta untuk menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun komunikasi yang harmonis dan menumbuhkan keteladanan di lingkungan keluarga. Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa ketahanan keluarga dapat diwujudkan melalui kebiasaan ibadah yang konsisten, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga, serta kesadaran akan hak dan kewajiban masing-masing. Nilai-nilai tersebut selaras dengan hikmah Isra' Mi'raj yang mengajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia secara seimbang. Dengan memahami hal tersebut, diharapkan keluarga mampu menjadi ruang pertama dalam menanamkan nilai moral, spiritual, dan sosial bagi setiap anggotanya. Antusiasme masyarakat terlihat dari keikutsertaan peserta hingga kegiatan berakhir. Beberapa warga juga menyampaikan tanggapan dan pertanyaan yang menunjukkan ketertarikan mereka terhadap tema yang dibahas. Interaksi yang terbangun selama sosialisasi menciptakan suasana yang hangat dan penuh kebersamaan antara mahasiswa KKM dan masyarakat. Kegiatan ini pun menjadi momen silaturahmi sekaligus sarana bertukar pengalaman yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga setempat. Melalui kegiatan sosialisasi ini, KKM Kelompok 113 UIN Malang berharap masyarakat Desa Gadang dapat mengimplementasikan nilai-nilai Isra' Mi'raj dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terwujudnya keluarga yang kuat, harmonis, dan berlandaskan nilai keislaman.
RAHMA ZULFIANI
Kegiatan sosialisasi seminar yang diselenggarakan di Desa Merak Belantung menjadi salah satu upaya edukatif dalam meningkatkan wawasan generasi muda terkait isu-isu penting yang sedang dihadapi masyarakat. Seminar ini mengangkat beberapa tema utama, yaitu edukasi BRUN, stunting dan parenting, serta sosialisasi anti narkoba. Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa tingkat SMP yang ada di Desa Merak Belantung dengan antusiasme yang tinggi. Melalui seminar ini, para peserta diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai persoalan yang dapat berdampak pada masa depan mereka. Pada sesi edukasi BRUN, siswa dibekali pengetahuan mengenai pentingnya kesadaran diri, tanggung jawab sosial, serta peran generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan positif. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan remaja. Selain itu, pembahasan mengenai stunting dan parenting juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini. Para narasumber menjelaskan dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pentingnya pola asuh yang tepat sejak dini. Meskipun peserta merupakan siswa SMP, materi ini diharapkan dapat menambah wawasan mereka sekaligus menjadi bekal pengetahuan untuk masa depan serta dapat disampaikan kembali kepada keluarga di rumah. Sosialisasi anti narkoba turut menjadi agenda utama dalam seminar tersebut. Peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampak negatifnya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, siswa diajak untuk lebih waspada dan berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Kegiatan seminar ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa serta menghadirkan narasumber dari berbagai instansi terkait. Kolaborasi tersebut menjadikan kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta. Diharapkan, melalui sosialisasi ini, para siswa dapat menjadi generasi yang lebih sadar, sehat, dan berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan zaman.
DIDI HARDI SUNJAYA
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kelompok 126 melaksanakan kegiatan Ecoprint di RTQ Al-Ghozali yang melibatkan semua murid yang berusia di atas 9 tahun. Sedangkan bagi murid yang berusia di bawah 9 tahun, mereka diberikan pilihan kegiatan mewarnai sebagai metode pembelajaran yang kreatif. Kegiatan ini dilaksanakan pada sore hari Senin di halaman RTQ Al-Ghozali, dengan suasana yang energik dan penuh semangat. Para mahasiswa KKM berperan sebagai pembimbing, membantu murid-murid dalam proses pembuatan ecoprint menggunakan daun dan bahan alami lainnya. Sementara itu, untuk anak-anak yang lebih muda, disediakan kegiatan mewarnai agar mereka juga dapat berkontribusi sesuai dengan usia dan kemampuan mereka.