Thumbnail
2 months ago
Wajah Baru Dusun Ampelgading: Menghidupkan Kembali Lapangan Voli dan Posyandu

YAHDIL FALAKHI ALKHIKAM

Wajah Baru Dusun Ampelgading: Menghidupkan Kembali Lapangan Voli dan Posyandu Setiap sore, suasana di Dusun Ampelgading punya ritme yang khas. Riuh suara peluit dan tepukan bola voli menjadi musik pengiring bagi warga yang melepas penat. Antusiasme warga di sini memang luar biasa; dari remaja sampai orang tua, semua berkumpul di lapangan.   Namun, di balik semangat itu, ada satu hal yang mengusik pandangan kami: kondisi lapangan yang mulai lusuh. Garis-garisnya memudar, warnanya pun kusam, seolah kehilangan energinya. Tak jauh dari situ, berdiri gedung Posyandu yang menjadi jantung kegiatan warga—mulai dari urusan kesehatan hingga forum diskusi. Dari sinilah cerita pembenahan ini bermula. Kami ingin memberikan "nyawa baru" bagi dua titik sentral di Dusun Ampelgading ini.   Sentuhan Kreatif di Sudut Posyandu Posyandu bukan sekadar gedung untuk pemeriksaan kesehatan; bagi kami, ini adalah ruang komunal. Karena sering digunakan untuk berkumpul, kami ingin tampilannya lebih menarik dan tidak kaku.   Dekorasi Tulisan Timbul: Kami mencoba sedikit berkreasi dengan menggunakan bahan styrofoam. Kami membentuk tulisan timbul yang kemudian diberi sentuhan warna cerah agar terlihat lebih eye-catching. Hasilnya? Dinding Posyandu kini terlihat lebih modern dan segar!   Ruang Literasi (Mading): Agar komunikasi antarwarga lebih efektif, kami juga menambahkan mading (majalah dinding). Sekarang, pengumuman penting atau informasi kesehatan tidak lagi hanya terselip di grup WhatsApp, tapi terpajang rapi untuk dibaca siapa saja yang singgah.   Sinergi di Lapangan Voli Beralih ke lapangan voli, kami sadar bahwa lapangan ini adalah milik bersama. Maka, pengerjaannya pun harus dilakukan bersama. Kami berkolaborasi dengan Persatuan Voli setempat untuk melakukan aksi bersih-bersih dan pengecatan ulang.   Prosesnya sangat seru! Kami bahu-membahu membersihkan sisa debu dan lumut sebelum akhirnya menorehkan cat baru di atas lantai semen. Warna yang kini terlihat cerah bukan sekadar hiasan, tapi representasi dari semangat olahraga warga Ampelgading yang kembali berkobar.   Lebih dari Sekadar Cat dan Styrofoam Program kerja ini mungkin terlihat seperti perbaikan fisik biasa. Namun bagi kami, melihat warga kembali melakukan smash di lapangan yang cerah, atau melihat ibu-ibu memperhatikan mading di Posyandu, memberikan kepuasan yang tak ternilai.   Melalui pembenahan ini, kami belajar bahwa perubahan kecil di Dusun Ampelgading bisa membawa dampak besar jika dilakukan dengan kolaborasi. Semoga apa yang kami buat ini bisa terus dijaga dan menjadi saksi bisu keakraban warga di masa depan.

Thumbnail
2 months ago
Mahasiswa KKN UIN Malang Turut Sukseskan Pelaksanaan Posyandu Lansia dan Balita di Desa Dawuhan

RISNA EKA SAFITRI

Mahasiswa KKN UIN Malang Turut Sukseskan Pelaksanaan Posyandu Lansia dan Balita di Desa Dawuhan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pembangunan kesehatan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Posyandu di Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan ini meliputi pelaksanaan Posyandu Lansia serta Posyandu Balita yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga desa secara berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN bersinergi dengan kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta perangkat desa untuk membantu proses pendataan, pendampingan peserta, hingga pengelolaan alur pelayanan. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif, tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini hingga lanjut usia. Melalui kegiatan ini, diperoleh data penting terkait kondisi sosial dan kesehatan masyarakat, termasuk pendataan ibu muda yang mengalami pernikahan dini. Informasi tersebut menjadi bahan evaluasi dan rujukan bagi pemerintah desa serta pihak terkait dalam menyusun program pelatihan keluarga, pendidikan kesehatan reproduksi, serta penguatan ketahanan keluarga di masa mendatang. Selain itu, kegiatan Posyandu Balita juga memberikan penghargaan dengan pemberian susu kepada tambahan balita dari keluarga kurang mampu sebagai bentuk dukungan terhadap penyediaan gizi dan upaya pencegahan stunting. Program ini mendapat sambutan hangat dari para orang tua yang merasa terbantu dengan adanya perhatian dan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak-anak mereka. Koordinator KKN menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mendorong terciptanya pola hidup sehat dan kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan keluarga di Desa Dawuhan,” ujarnya. Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap dapat terus menjadi mitra strategis bagi pemerintah desa dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang sehat, mandiri, dan berdaya saing, serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kehidupan sosial masyarakat.  

Thumbnail
2 months ago
Penutupan Kegiatan KKM di Desa Ngadas sebagai Wujud Akhir Pengabdian Mahasiswa

RAHMATIL ULYA EKAPUTRI

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, resmi ditutup pada hari Rabu, 04 Februari 2026 melalui sebuah acara yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Penutupan ini menjadi momen refleksi atas seluruh proses pengabdian yang telah dijalani, sekaligus penanda berakhirnya kebersamaan antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Ngadas. Acara penutupan dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta seluruh mahasiswa peserta KKM. Suasana hangat terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan kedekatan yang telah terjalin selama masa pengabdian. Penutupan KKM bukan sekadar seremoni akhir, melainkan ruang untuk saling mengapresiasi dan mengenang perjalanan bersama. Rangkaian acara diawali dengan beberapa sambutan dari ketua kelompok 94, ketua LP2M dan sambutan dari kepala Desa Ngadas. Rangkaian selanjtunya adalah penyerahan kenang-kenangan dari mahasiswa KKM kepada Pemerintah Desa Ngadas. Penyerahan ini menjadi simbol rasa terima kasih atas penerimaan, bimbingan, dan dukungan masyarakat selama kegiatan KKM berlangsung. Kenang-kenangan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat akan kolaborasi dan kebersamaan yang telah terjalin. Selanjutnya, mahasiswa KKM menyampaikan hasil program kerja yang telah dilaksanakan selama berada di Desa Ngadas. Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah batik khas Ngadas, yang dirancang sebagai bentuk penguatan identitas budaya lokal sekaligus potensi ekonomi kreatif desa. Melalui batik ini, mahasiswa berupaya mengangkat nilai-nilai budaya Ngadas ke dalam karya yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. Program kerja berikutnya adalah kamus bahasa Tengger, yang disusun sebagai upaya pelestarian bahasa lokal. Kamus ini diharapkan dapat menjadi media pembelajaran bagi generasi muda serta referensi bagi masyarakat luas yang ingin mengenal bahasa dan budaya Tengger. Program ini menjadi wujud perhatian terhadap pentingnya menjaga warisan budaya di tengah perkembangan zaman. Selain program berbasis budaya dan bahasa, mahasiswa KKM juga memperkenalkan rocket stove sebagai alat pembakaran sampah minim asap. Alat ini dirancang untuk membantu masyarakat Desa Ngadas dalam mengelola sampah secara lebih ramah lingkungan. Dengan sistem pembakaran yang lebih sempurna, rocket stove mampu mengurangi asap yang dihasilkan sehingga tidak mengganggu kesehatan dan lingkungan sekitar. Program ini menjadi bentuk penerapan teknologi tepat guna yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat desa. Puncak acara penutupan KKM di Desa Ngadas ditandai dengan penayangan after movie yang merangkum seluruh perjalanan kegiatan KKM. Tayangan ini menghadirkan potongan momen kebersamaan, aktivitas pengabdian, hingga interaksi sederhana antara mahasiswa dan warga desa. Suasana haru dan tawa menyatu, menggambarkan eratnya hubungan yang terbangun selama kegiatan berlangsung. Melalui acara penutupan ini, mahasiswa KKM tidak hanya meninggalkan hasil program kerja, tetapi juga kenangan dan pengalaman berharga. Sebaliknya, Desa Ngadas memberikan pelajaran tentang kebersamaan, kearifan lokal, dan makna pengabdian yang sesungguhnya. Penutupan KKM bukanlah akhir dari hubungan yang terjalin, melainkan awal dari cerita yang akan terus dikenang. Desa Ngadas akan selalu menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa, sementara jejak pengabdian yang ditinggalkan diharapkan dapat memberi manfaat dan keberlanjutan bagi masyarakat desa.

Thumbnail
2 months ago
FUN ENGLISH LEARNING: BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN CERIA BERSAMA KAKAK KKM

AHMAD RIFKI EL AQLI

Pawpaww, Sister Fatin, dan Sister Natnat membuat anak-anak merasa lebih dekat dan nyaman selama proses belajar berlangsung.   Melalui kegiatan Fun English Learning ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang bahasa Inggris, tetapi juga melatih keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi. Mereka belajar bahwa bahasa Inggris bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan bisa dipelajari dengan cara yang seru dan menyenangkan.   Secara keseluruhan, Fun English Learning bersama Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan Sister Natnat menjadi salah satu program yang memberikan dampak positif bagi anak-anak di Desa Mulyoarjo. Dengan metode yang kreatif, aktif, dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris sejak dini serta menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi mereka

Thumbnail
2 months ago
Demi Menjaga Generasi Anti Penindasan Mahasiswa KKM UIN Malang Adakan Edukasi Cegah Bullying di Dampit

MUHAMMAD AHSAN AZHARI

Edukasi pencegahan bullying sukses diselenggarakan oleh Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 84 UIN Malang di dua sekolah dasar di Kecamatan Dampit. Kegiatan pertama dilaksanakan di SDN 02 Dampit pada Sabtu (10/01/26), sedangkan kegiatan kedua digelar di SDN 03 Dampit pada Senin (12/01/26).  Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta cara mencegah dan menyikapi tindakan perundungan di lingkungan sekolah. Edukasi disampaikan melalui pemaparan materi sederhana, diskusi interaktif, serta simulasi ringan agar mudah dipahami oleh siswa. Penyelenggaraan edukasi ini merupakan upaya persuasif KKM Kelompok 84 UIN Malang dalam membentuk karakter generasi muda yang berani bersikap baik, saling menghargai, dan menolak segala bentuk penindasan. Kegiatan ini juga dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu sosial yang masih kerap terjadi di lingkungan pendidikan. Respon positif ditunjukkan oleh pihak sekolah maupun para siswa. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, aktif menjawab pertanyaan, dan berani menyampaikan pendapat mereka terkait pengalaman di sekolah. Pihak sekolah mengapresiasi kegiatan ini dan berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.  Melalui kegiatan ini, KKM Kelompok 84 UIN Malang berharap siswa dapat menerapkan nilai-nilai anti bullying dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi agen perubahan dalam menciptakan budaya saling menghormati di lingkungan sekolah maupun masyarakat.  https://www.kompasiana.com/nadiya84707/698a9f8134777c097d0038c3/demi-menjaga-generasi-anti-penindasan-mahasiswa-kkm-uin-malang-adakan-edukasi-cegah-bullying-di-dampit?page=1&page_images=2

Thumbnail
2 months ago
Demo pembuatan sabun cuci piring bersama ibu-ibu PKK Desa Slamparejo

MASYTHA EMHARIANI

Malang - Pada hari Selasa (20/01/26), mahasiswa KKM Kelompok 95 Arunika mengadakan kegiatan demo pembuatan sabun cuci piring bersama ibu-ibu PKK. Kegiatan ini menjadi bentuk “oleh-oleh” dari kelompok KKM dengan harapan dapat membantu menambah penghasilan ibu-ibu PKK. Program tersebut merupakan usulan salah satu anggota kelompok yang sebelumnya telah memulai transmisi pembuatan sabun cuci piring. Kegiatan PKK ini dilaksanakan di balai desa, sehingga pesertanya tidak hanya berasal dari Dusun Busu, tetapi juga dari wilayah Desa Slamparejo. Acara diawali dengan pembukaan dan perayaan yang dipimpin oleh ibu-ibu PKK seperti kegiatan rutin pada umumnya. Selanjutnya, sesi kedua diserahkan sepenuhnya kepada siswa KKM untuk menyampaikan materi dan praktik. Proses pembuatan sabun dipandu oleh anggota kelompok yang mengusulkan program tersebut, dengan dibantu anggota lainnya sesuai tugas masing-masing. Kegiatan demo ini juga melibatkan ibu-ibu PKK secara langsung. Antusiasme peserta terlihat jelas, bahkan saat praktik berlangsung hampir seluruh langkah pembuatan diambil alih oleh ibu-ibu PKK. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam kegiatan ini adalah penggunaan alat pelindung diri, seperti masker dan sarung tangan. Beberapa bahan kimia yang digunakan dapat menyebabkan kulit kering atau gatal jika terkena langsung. Setelah proses pencampuran selesai, sabun cair perlu diamkan minimal selama dua jam sebelum digunakan. Sebagai penutup, mahasiswa KKM membagikan sabun cuci piring hasil praktik yang telah dibuat beberapa hari sebelumnya dan dikemas dalam botol berlogo kelompok sebagai kenang-kenangan. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama.