ELSA DWI RAHMAWATI
Pada Selasa, 20 Januari, telah dilaksanakan kegiatan Kelas Bisnis KKM Inkubasi Bisnis yang bertempat di GIO Coffee. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KKM Inkubasi Bisnis yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam dunia bisnis. Kegiatan ini menghadirkan kak Elsafan Nahak sebagai pemateri. Beliau merupakan alumni The University of Texas at Austin, Texas, USA melalui program Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) Academic Fellowship, serta lulusan Agricultural Development Polytechnics Malang, Indonesia. Dalam kelas bisnis ini, peserta mendapatkan materi mengenai cara berhadapan dan membangun komunikasi dengan orang-orang sukses atau profesional, serta bagaimana menyampaikan pitching bisnis secara baik, jelas, dan meyakinkan. Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami dan relevan dengan kondisi peserta. Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan pitching secara langsung dengan maju ke depan. Setiap praktik pitching kemudian dinilai dan diberikan masukan langsung oleh pemateri, sehingga peserta dapat mengetahui kelebihan dan hal-hal yang perlu diperbaiki dalam penyampaian ide bisnis mereka. Foto Sesi Praktik Pitching oleh Anggota KKM Unggulan Inkubasi Bisnis Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sharing session, di mana para peserta berbagi cerita, pengalaman, serta tantangan dalam menjalankan atau merintis usaha masing-masing. Melalui sesi ini, peserta memperoleh tambahan wawasan serta sudut pandang baru terkait dunia bisnis. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan terlibat aktif dalam setiap sesi. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta KKM Inkubasi Bisnis mampu meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta kesiapan dalam menyampaikan ide bisnis secara profesional.
FAT`HAN ABDULLAH MUNTHE
Kegiatan pengajaran Bahasa Arab menjadi salah satu program Pendidikan yang dilaksanakan oleh KKM 81 Abhinaya Bhakti selama masa pengabdian di Desa Ngadilangkung. Program ini dilaksanakan di dua Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), yaitu TPQ Khoirun Najwa dan TPQ Darul Muttaqin, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembelajaran keagamaan bagi anak-anak. Pengajaran Bahasa Arab di TPQ Khoirun Najwa dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan Jumat. Kegiatan ini diikuti oleh santri TPQ dengan antusias, terutama karena materi yang disampaiakn menggunakan metode yang mudah dipahami dan sederhana seperti bernyanyi dan menggunakan flash card. Hal ini diupayakan oleh mahasiswa KKM untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar santri lebih mudah memahami kosakata dasar Bahasa Arab. Sementara itu, pengajaran Bahasa Arab di TPQ Darul Muttaqin dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM mendampingi santri dalam pelafalan Bahasa Arab yang benar. Kegiatan ini juga dikombinasikan dengan latihan membaca dan pengulangan bersama untuk mrningkatkan pemahaman santri. Metode pengajaran yang dipakai juga sama dengan menggunakan lagu dan flash card, serta memberikan hadiah berupa snack sebagai bentuk apresiasi kepada santri yang telah berani menjawab soal pertanyaan. Melalui kegiatan pengajaran ini, KKM 81 Abhinaya Bhakti berharap dapat membantu meningkatkan minat belajar santri terhadap Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam dunia Pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat desa. Program pengajaran Bahasa Arab di dua TPQ ini mendapat respon positif dari pengurus TPQ dan para santri. Keharidan mahasiswa KKM dinilai mampu memberikan warna baru dalam proses pembelajaran serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, khususnya dalam bidang Pendidikan dan keagamaan.
RIZZA ALJANNAH
Kegiatan Bina Senja di Dusun Dempok menjadi salah satu bentuk penguatan sosial-keagamaan yang menyasar kelompok usia lanjut. Program ini merupakan wadah pembinaan yang berfokus pada pendampingan orang-orang sepuh, khususnya dalam aspek keagamaan, sosial, dan kebersamaan. Bina Senja sendiri didirikan oleh Karang Taruna setempat pada tahun 2012 sebagai respons atas kebutuhan ruang belajar yang ramah dan inklusif bagi para lansia. Mahasiswa KKN 43 Pradipta UIN Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan mendampingi proses penyuluhan dan pembinaan. Materi yang disampaikan meliputi penguatan dasar-dasar keagamaan, pendampingan cara mengaji sesuai kemampuan masing-masing, serta pembinaan cara bersosialisasi agar para peserta tetap aktif dan merasa dihargai dalam kehidupan bermasyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam Bina Senja bersifat persuasif dan dialogis. Tidak ada tuntutan untuk menguasai materi secara sempurna, melainkan penekanan pada kenyamanan, kebersamaan, dan keberlanjutan interaksi. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian lintas generasi. Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam Bina Senja menjadi pembelajaran penting bahwa pengabdian masyarakat tidak selalu berorientasi pada anak muda atau produktivitas ekonomi semata. Orang sepuh memiliki kebutuhan sosial dan spiritual yang sama pentingnya, dan keberadaan ruang seperti Bina Senja menjadi bukti bahwa pembangunan sosial desa juga harus bersifat inklusif dan berkelanjutan.
MUHAMMAD ROZAM MAALI
Sebagai bentuk pengabdian kepada Masyarakat di Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis, KKM Kelompok 76 melaksanakan salah satu program kerja di bidang keagamaan yaitu mengajar anak-anak TPQ Al-Ikhlas serta melatih tari shalawat untuk persiapan penampilan imtihan. Proker ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan kreativitas dan kecintaan anak-anak terhadap seni Islami. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan lebih, yaitu mulai tanggal 24 Desember 2025 hingga 29 Januari 2026, dan berlangsung setiap hari kecuali hari minggu. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan penuh antusiasme dan dukungan dari anak-anak, pengelola TPQ, serta masyarakat sekitar. Waktu mengajar TPQ dilaksanakan setiap sore hari pada pukul 15.30–16.30 WIB. Fokus utama pengajaran adalah membaca Iqro’, membaca Juz ‘Amma, membaca Al-Qur’an, hafalan surat-surat pendek dan surat pilihan, pengenalan dan pemahaman hukum tajwid, dan hafalan doa-doa sehari-hari. Kegiatan mengaji ini diawali dengan pembacaan qasidah “Belajar Al-Qur’an (Kalamun Qodimun)” secara bersama-sama, dilanjutkan dengan doa sebelum membaca Al-Qur’an dan pembacaan Asmaul Husna. Suasana awal ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat, kekhusyukan, dan kebersamaan sebelum proses belajar dimulai. Selanjutnya, anak-anak mengaji dan menyetorkan bacaan serta hafalan secara bergantian kepada ustadz/ustadzah TPQ dan kakak-kakak KKM. Setelah itu anak-anak juga dibimbing dalam memperbaiki makhraj huruf, panjang-pendek bacaan, penerapan hukum tajwid yang benar, serta mengajarkan dan mengulang hafalan doa-doa sehari-hari agar tetap diingat dan bisa diterapkan oleh anak-anak. Kegiatan mengaji ditutup dengan doa setelah membaca Al-Qur’an dan kafaratul majlis yang dibaca bersama-sama. Setelah kegiatan mengaji selesai sekitar pukul 16.30 WIB, anak-anak diarahkan menuju Pendopo Sinau Bareng yang lokasinya berada di sebelah posko perempuan, untuk latihan tari shalawat sebagai persiapan penampilan imtihan yang diselenggarakan oleh ketua TPQ Al-Ikhlas, Bapak Abu Umar. Pelatihan tari shalawat ini dilatih langsung oleh kakak-kakak KKM Kelompok 76. Anak-anak diajarkan gerakan tari secara bertahap, mulai dari pengenalan irama shalawat, kekompakan gerak, hingga ekspresi saat menari. Latihan ini dipersiapkan khusus untuk mengikuti acara penampilan imtihan, sehingga anak-anak dilatih dengan penuh kesabaran dan semangat agar dapat tampil percaya diri. Latihan tari shalawat selesai pada pukul 17.20 WIB, anak-anak diperbolehkan pulang kerumah masing-masing atau bisa bermain dan mengobrol bersama kakak-kakak diposko. Melalui program kerja ini, KKM Kelompok 76 berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi anak-anak TPQ Al-Ikhlas, baik dalam peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an maupun pengembangan bakat seni mereka. Antusias dan semangat anak-anak selama kegiatan berlangsung menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh anggota KKM. Semoga kegiatan ini membawa manfaat yang berkelanjutan dan menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat.
DEBY ALFA ALFI ROBI`ATI
Dalam upaya memperkuat pendidikan keagamaan anak sejak usia dini, TPQ memiliki peran yang sangat penting sebagai fondasi pembelajaran Al-Qur’an dan pembentukan akhlak. Berangkat dari kesadaran tersebut, kami Mahasiswa KKN Kelompok 83 merancang dan melaksanakan Program Mengajar Al-Qur’an di TPQ Nurul Huda, Dusun Tegaron, Desa Panggungrejo sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada penanaman nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan anak-anak terhadap kegiatan mengaji. Implementasi program dimulai dengan observasi kemampuan dasar santri, mulai dari pengenalan huruf hijaiyah, kelancaran dalam membaca hingga tahapan Al- Qur'an serta pembenahan tajwid. Metode yang digunakan tidak sebatas membaca bergiliran, melainkan dipadukan dengan pendekatan interaktif yang berupa muroja'ah bersama- sama baik itu hafalan surat maupun nadhom tuhfatut thullab sesuai capaian dengan berpedoman metode Ar- Rifaie. Suasana belajar yang awalnya cenderung pasif perlahan berubah menjadi lebih hidup dan partisipatif ditambah keaktifan anak- anak yang bercerita tentang kesehariannya. Salah satu momen yang berkesan adalah rasa antusiasme dari anak- anak ketika diajar oleh KKM . Perkembangan tersebut menjadi indikator bahwa pendekatan yang kami lakukan mampu membangun rasa aman dan semangat belajar. Kami juga berupaya membiasakan adab sebelum dan sesudah belajar, seperti membaca doa bersama serta menjaga ketertiban selama proses pembelajaran berlangsung, sehingga pendidikan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pembentukan karakter. Program ini diharapkan tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Esensi utama dari kegiatan ini adalah keberlanjutan, di mana metode pembelajaran yang telah diterapkan dapat terus digunakan dan dikembangkan oleh para ustadz dan ustadzah di TPQ Nurul Huda. Melalui program ini, kami berharap kontribusi kecil yang telah diberikan dapat menjadi bagian dari proses panjang dalam mencetak generasi yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik serta memiliki akhlak yang mulia. Pengabdian ini bukan sekadar pelaksanaan kewajiban akademik, melainkan pengalaman berharga yang memperkuat makna belajar, mengajar, dan bertumbuh bersama masyarakat.
MUHAMMAD FAWWAZ PUTRA GUNARDI
KKM UIN Malang Parahitaksa 104 Kegiatan pembelajaran bahasa Inggris merupakan salah satu upaya penting dalam membekali anak-anak dengan keterampilan komunikasi sejak dini. Melalui program “Fun English Learning”, KKM UIN Malang Parahitaksa 104 berinisiatif menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak di Desa Mulyoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan di posko KKM setiap hari Minggu dan dipandu oleh Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan pada minggu kedua dibantu oleh Sister Natnat. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan anak-anak untuk belajar bahasa Inggris dengan suasana yang santai dan tidak menegangkan. Banyak anak merasa bahwa bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit dan membosankan. Oleh karena itu, melalui konsep fun learning, kegiatan ini dirancang agar anak-anak bisa belajar sambil bermain, bernyanyi, dan berinteraksi langsung. Kegiatan Fun English Learning pertama kali dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari. Pada pertemuan awal ini, jumlah peserta yang hadir sebanyak 8 anak. Meskipun jumlahnya belum banyak, hal ini tidak mengurangi semangat kami untuk mengajar. Kami justru sangat bersyukur karena di hari pertama ini anak-anak sudah menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Materi yang diajarkan adalah angka-angka dalam bahasa Inggris (numbers) yang dikemas dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Selain itu, anak-anak juga diajak bernyanyi bersama lagu “If You’re Happy and You Know It, Clap Your Hands” untuk menciptakan suasana belajar yang ceria dan penuh semangat. Memasuki minggu kedua, kegiatan Fun English Learning mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Jumlah anak yang datang melonjak menjadi sekitar 21 anak hingga memenuhi posko KKM. Hal ini menjadi kejutan sekaligus kebahagiaan besar bagi kami karena menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat respon yang sangat positif dari anak-anak dan masyarakat sekitar. Pada pertemuan ini, kami mengajarkan materi “How to Introduce Yourself”, yaitu cara memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. Anak-anak dilatih untuk menyebutkan nama, usia, dan sapaan sederhana dengan percaya diri. Suasana belajar pada kegiatan ini berlangsung sangat hidup dan menyenangkan. Anak-anak terlihat lebih berani berbicara, aktif menjawab pertanyaan, serta tidak ragu untuk mencoba mengucapkan kosakata dan kalimat dalam bahasa Inggris. Pendampingan dari Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan Sister Natnat membuat anak-anak merasa lebih dekat dan nyaman selama proses belajar berlangsung Melalui kegiatan Fun English Learning ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang bahasa Inggris, tetapi juga melatih keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi. Mereka belajar bahwa bahasa Inggris bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan bisa dipelajari dengan cara yang seru dan menyenangkan. Secara keseluruhan, Fun English Learning bersama Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan Sister Natnat menjadi salah satu program yang memberikan dampak positif bagi anak-anak di Desa Mulyoarjo. Dengan metode yang kreatif, aktif, dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris sejak dini serta menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi mereka.