AGUS FATHUR ROHMAN
Alhamdulillah akhirnya saya bersama teman teman telah menyelesaikan tugas KKM HIPE FKIK UIN Malang 2026. Banyak sekali hikmah yang kami dapatkan yaitu terutama cara kami menghadapi Calon jamah Haji , selain itu kami juga belajar tentang kemasyarakatan dimana kami nanti akan kembali menjadi masyarakat, selain itu kami juga belajar tentang kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani setiap perjalanan kehidupan.
SAIDAH CILMI DEWI
Acara demo sabun cuci piring merupakan kegiatan edukatif yang diselenggarakan oleh Kelompok KKM Arunika 95 UIN Malang bersama ibu-ibu PKK dengan tujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat sabun cuci piring secara mandiri. Dalam kegiatan tersebut, ibu-ibu PKK diperkenalkan pada bahan-bahan yang digunakan, takaran yang tepat, serta langkah-langkah pembuatannya hingga menghasilkan sabun yang siap pakai. Demo dilakukan secara langsung agar ibu-ibu PKK dapat memahami prosesnya dengan jelas sekaligus ikut mempraktikkannya bersama. Kegiatan ini berlangsung dengan suasana antusias dan interaktif, serta diharapkan mampu membantu menghemat pengeluaran rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha rumahan bagi ibu-ibu PKK.
MUHAMMAD NIZAR ALIF FIRNANDA
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Dhahawicaksana melaksanakan program Gebyar Calistung sebagai salah satu upaya peningkatan kemampuan dasar literasi dan numerasi bagi siswa sekolah dasar. Program ini ditujukan untuk membantu anak-anak SDN Selopanggung 1 yang belum bisa atau masih kurang mahir dalam membaca, menulis, dan menghitung. Melalui kegiatan ini, KKM Dhahawicaksana berupaya mendukung proses pembelajaran di sekolah sekaligus memberikan pendampingan tambahan bagi siswa yang membutuhkan. Program Gebyar Calistung dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Kamis pada pukul 11.00 hingga 12.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan setelah jam pelajaran utama selesai, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar di kelas. Sebanyak 11 siswa SDN Selopanggung 1 mengikuti program tambahan ini dengan pendampingan langsung dari mahasiswa KKM Dhahawicaksana. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Dhahawicaksana memberikan pembelajaran calistung dengan metode yang sederhana, bertahap, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Untuk kegiatan membaca, siswa diajak mengenal huruf, suku kata, hingga membaca kata dan kalimat sederhana. Pada kegiatan menulis, siswa dilatih menulis huruf dan angka dengan benar serta rapi. Sementara itu, pada kegiatan berhitung, siswa dikenalkan pada konsep dasar penjumlahan dan pengurangan melalui latihan dan permainan edukatif. Suasana pembelajaran dalam program Gebyar Calistung berlangsung dengan kondusif dan menyenangkan. Mahasiswa KKM berupaya menciptakan suasana belajar yang santai agar siswa merasa nyaman dan tidak tertekan. Pendekatan personal juga diterapkan sehingga setiap siswa mendapatkan perhatian sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Hal tersebut membuat siswa lebih percaya diri dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan. Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program Gebyar Calistung ini. Menurut pihak SDN Selopanggung 1, program tersebut sangat membantu siswa yang membutuhkan pendampingan tambahan dalam penguasaan calistung. Kolaborasi antara sekolah dan KKM Dhahawicaksana diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kemampuan dasar siswa. Melalui program Gebyar Calistung ini, KKM Dhahawicaksana berharap siswa SDN Selopanggung 1 dapat mengalami peningkatan kemampuan membaca, menulis, dan menghitung secara bertahap. Program ini menjadi wujud pengabdian mahasiswa di bidang pendidikan dengan memberikan dukungan nyata bagi perkembangan akademik anak-anak sekolah dasar.
RAIHAN DEVI
Malang, Kamis, 24 Desember 2025, Kegiatam Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Brama Abhipraya 94 resmi dibuka di Balai Budaya Desa Ngadas. Sebanyak 14 siswa yang terdiri dari 5 laki-laki dan 9 perempuan mengikuti pembukaan ini dengan penuh khidmat.Acara pembukaan turut dihadiri oleh Kepala Desa Ngadas, Bapak Mujianto, Romo Dukun Desa Sutomo, serta Romo Dukun Senetram selaku ketua adat Desa Ngadas, bersama sejumlah perangkat desa dan warga setempat. Dalam Perayaannya, para perangkat desa menyampaikan pengenalan mengenai adat istiadat dan tradisi Desa Ngadas, sebuah desa adat yang dikenal menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama. Empat agama hidup berdampingan secara harmonis tanpa konflik. Hal ini ditegaskan oleh Romo Dukun Senetram yang menyampaikan bahwa sopan santun dan sikap saling menghormati merupakan nilai utama dalam kehidupan masyarakat Desa Ngadas. Desa Ngadas dikenal sebagai desa wisata adat yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Masyarakatnya sangat memegang teguh adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, prosesi pembukaan KKM kali ini memiliki kekhasan tersendiri, yakni adanya ritual simbolik penerimaan mahasiswa sebagai warga Desa Ngadas. Ritual tersebut ditandai dengan penyematan udeng (ikat kepala khas masyarakat adat Suku Tengger kepada pelajar laki-laki) serta kaweng (kain tenun tradisional yang dikenakan oleh perempuan Suku Tengger). Penyematan dilakukan secara langsung dan penuh khidmat oleh Romo Dukun Sutomo dan Romo Dukun Senetram sebagai pemangku adat Desa Ngadas, sebagai simbol penerimaan mahasiswa KKM Brama Abhipraya 94 di tengah masyarakat setempat. Pelaksanaan pembukaan berlangsung dengan suasana sakral dan penuh harapan. Perangkat desa dan ketua adat menitipkan pesan agar seluruh mahasiswa KKM senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai adat, menjaga sikap, serta menghindari segala bentuk perilaku negatif selama menjalankan pengabdian di Desa Ngadas. Dengan terlaksananya kegiatan ini, KKM UIN Malang Brama Abhipraya 94 secara resmi dibuka, menandai dimulainya proses pengabdian mahasiswa di Desa Ngadas dengan semangat kebersamaan, toleransi, dan penghormatan terhadap kearifan lokal.
KHOIRUNNISA`
Desa Kenongo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, memiliki UMKM di sektor peternakan yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, salah satunya adalah usaha produksi telur ayam. UMKM ini berlokasi di Jl. Raya Kenongo, Gang Masjid Lawas Kenongo (Baitul Rohman) dan menjadi salah satu tujuan kegiatan lapangan KKN Kelompok 46 Dharmabhakti. Usaha produksi telur ayam ini dimiliki oleh Ibu Indi Dwi Antika dan dikelola oleh Bapak Novan Istiawan. Berdiri sejak tahun 2023, usaha ini dijalankan dengan dukungan lima orang karyawan yang terlibat dalam kegiatan operasional harian. Kegiatan produksi berlangsung setiap hari tanpa hari libur, dengan jam kerja mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Sistem kerja yang konsisten ini menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan telur ayam dan kelancaran distribusi ke berbagai wilayah. “Usaha ini kami jalankan dengan konsistensi setiap hari agar kebutuhan telur ayam masyarakat tetap terpenuhi. Meskipun skala UMKM, kami berusaha menjaga kebersihan kandang dan kualitas produksi,” ujar Bapak Novan Istiawan, selaku pengelola usaha produksi telur ayam di Desa Kenongo. Dalam kunjungan ini, KKN Kelompok 46 Dharmabhakti turut terlibat langsung dalam proses produksi, mulai dari pengambilan telur, penimbangan hasil panen, hingga pembersihan kandang ayam. Kegiatan pendampingan dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, sehingga memberikan pengalaman nyata terkait alur kerja di sektor peternakan telur ayam. Melalui kegiatan ini, Kelompok 46 Dharmabhakti memperoleh pemahaman langsung mengenai proses produksi telur ayam serta peran UMKM peternakan dalam mendukung perekonomian dan ketahanan pangan masyarakat desa. UMKM produksi telur ayam di Desa Kenongo menjadi contoh nyata usaha lokal yang dikelola secara konsisten dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
ANEYRA HASNA HUSNIYAH
ARDHACITTA - (25/12/2025) Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 36 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi dalam rangka Memperingati Haul Akbar Masyayikh ke-1 Abad bersama Majelis Dzikir wa Ta’lim Ya Rosul di Desa Belung. Kegiatan ini dilaksanakan pada 25 Desember 2025 bertempat di Masjid Jami’ Al-Ridlo Desa Belung. Keterlibatan mahasiswa KKM 36 dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan dan partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan masyarakat desa. Sejak sebelum acara dimulai, mahasiswa turut membantu berbagai persiapan teknis, di antaranya membantu ibu-ibu membungkus jajanan dan konsumsi, menata perlengkapan acara, menggelar tikar, serta memastikan kebutuhan jamaah dapat terpenuhi dengan baik. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Belung. Melalui keterlibatan langsung dalam persiapan acara, mahasiswa belajar untuk beradaptasi, bekerja sama, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan warga setempat. Acara Haul Akbar Masyayikh ke-1 Abad diisi oleh Dr. KH. Marzuki Mustamar, M.Ag, yang menyampaikan tausiyah kepada para jamaah. Keha diran beliau menjadi sorotan tersendiri dan menghadirkan nuansa spiritual yang mendalam, baik bagi masyarakat maupun mahasiswa yang mengikuti acara tersebut. Bagi Mahasiswa KKM 36 UIN Malang, keikutsertaan dalam kegiatan haul ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian program pengabdian, tetapi juga sebagai pengalaman berharga dalam memahami tradisi keagamaan serta nilai-nilkai kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat Desa Belung. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung kegiatan sosial-keagamaan selama masa KKM berlangsung.