Thumbnail
3 months ago
BLOG KKM 67 KALIASRI

WAHYU ADI NUGROHO

  Program kerja UMKM pembuatan kecap Patin dilaksanakan sebagai upaya mendorong pengembangan usaha olahan pangan melalui inovasi produk kecap dengan merek lokal “Patin”. Kegiatan ini meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pelatihan proses produksi kecap mulai dari pengolahan bahan baku, pemasakan hingga pengemasan, serta pendampingan sederhana terkait branding dan pemasaran produk. Melalui program ini, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan produksi kecap yang bernilai jual, mampu mengembangkan merek lokal secara mandiri, serta memperkuat keberlanjutan UMKM desa.

Thumbnail
3 months ago
Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Tradisi Lokal: Mahasiswa KKM 38 UIN Malang Gelar Kajian “Menjaga Warisan Tradisi dalam Keteguhan Akidah” di Musholla Miftahul Falah

JIHAN FARICHA PUTRI

MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 38 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan moderasi beragama bertema “Menjaga Warisan Tradisi dalam Keteguhan Akidah” pada malam hari di Musholla Miftahul Falah, Dusun Wates, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 20.00 hingga 22.30 WIB ini menjadi salah satu program kerja utama mahasiswa KKM dalam rangka penguatan literasi keagamaan masyarakat. Kajian tersebut dihadiri oleh masyarakat setempat dari berbagai kalangan, serta turut diikuti oleh beberapa kelompok KKM UIN Malang se-Poncokusumo, sehingga kegiatan berjalan lebih luas dan penuh antusiasme. Mahasiswa KKM Kelompok 38 hadir tidak hanya sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai fasilitator edukasi yang mendorong penguatan nilai-nilai moderasi beragama. Dalam konteks masyarakat yang beragam, moderasi beragama dipahami sebagai sikap beragama yang seimbang, tidak ekstrem, tidak mudah menyalahkan pihak lain, serta tetap menjunjung tinggi prinsip ajaran Islam yang damai dan menebarkan kemaslahatan sosial. Tema kajian menekankan pentingnya menjaga tradisi lokal yang telah mengakar di masyarakat, selama tradisi tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai dasar akidah. Tradisi dipandang sebagai bagian dari identitas sosial yang memiliki peran dalam mempererat hubungan antarwarga, menumbuhkan gotong royong, serta menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat. Materi utama disampaikan oleh Ustadz Susiono, yang menjelaskan bahwa tradisi merupakan warisan sosial yang dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan. Namun demikian, beliau menegaskan bahwa keteguhan akidah tetap menjadi pondasi utama umat Islam, sehingga setiap tradisi perlu dipahami dengan bijak, dilestarikan nilai baiknya, serta disaring agar tidak melenceng dari prinsip-prinsip keimanan. Penyampaian materi dilakukan secara komunikatif dan mudah dipahami. Ustadz Susiono juga mengajak jamaah untuk tidak mudah menghakimi praktik tradisi tertentu tanpa pemahaman yang cukup, karena sikap santun dan berilmu merupakan bagian dari cara menjaga persatuan umat. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi dialog dan diskusi bersama. Warga diberi kesempatan menyampaikan pertanyaan maupun pandangan terkait tradisi sosial-keagamaan yang berkembang di lingkungan mereka. Forum tersebut menjadi ruang refleksi bersama bahwa perbedaan praktik tradisi dapat dikelola dengan dialog yang sehat, bukan dengan konflik. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kelompok 38, Kivah Aha Putra, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan edukasi keagamaan yang kontekstual dan dibutuhkan masyarakat. Menurut beliau, program moderasi beragama menjadi bentuk implementasi pengabdian yang tidak hanya berdampak sosial, namun juga memperkuat nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. Beliau menilai, mahasiswa KKM tidak sekadar menjalankan program kerja, melainkan juga membawa pendekatan edukatif dalam menyampaikan nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan memperhatikan kondisi sosial masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga tradisi dalam bingkai keteguhan akidah. Selain itu, mahasiswa berharap nilai-nilai moderasi beragama dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan. Mahasiswa KKM 38 UIN Malang berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang relevan dan bermanfaat selama masa pengabdian berlangsung. Dengan sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan kelompok KKM se-Poncokusumo, kegiatan keagamaan diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi ruang penguatan nilai serta pembangunan karakter sosial yang harmonis.    

Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa FKIK UIN Malang Dampingi Calon Jamaah Haji di Batu Lewat Edukasi Sehat dan Monitoring Kesehatan

MUHAMMAD SYAHDAN GUSTI ABDILLAH PRATAMA

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Program Hajj Interprofessional Education (HIPE) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan kegiatan pendampingan kesehatan bagi calon jamaah haji di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. Kelompok 38 melaksanakan program ini selama kurang lebih satu bulan, mulai akhir Desember 2025 hingga awal Februari 2026, dengan fokus utama meningkatkan kesiapan fisik atau istitha’ah kesehatan calon jamaah haji sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Keunggulan utama dari pelaksanaan KKM ini terletak pada adanya intervensi kesehatan yang spesifik dan langsung menyasar calon jamaah haji (CJH), khususnya yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, obesitas, hiperkolesterolemia, serta kebiasaan merokok aktif. Program ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga dirancang secara terstruktur untuk membantu CJH meningkatkan kesadaran dan kesiapan dalam menjaga kondisi kesehatan menjelang ibadah haji. Intervensi dilakukan melalui kombinasi pemeriksaan kesehatan berkala, penyuluhan menggunakan media poster dan video edukasi, pemberian booklet journaling untuk memantau pola hidup sehari-hari, serta aktivitas fisik berupa jalan sehat sebagai persiapan menghadapi rangkaian ibadah haji yang menuntut stamina tinggi. Pendekatan komprehensif ini menjadikan kegiatan KKM lebih tepat sasaran, memberikan dampak nyata, serta mendukung calon jamaah haji agar mampu menjalankan ibadah secara aman, lancar, dan mandiri.

Thumbnail
3 months ago
Peringatan Isra' Mi'raj di SDN 1 Sidodadi Berlangsung Khidmat dan Meriah

DRESTANTA PAMBUDI

Sidodadi Lawang -- SD Negeri 1 Sidodadi menggelar kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW pada Rabu, 21 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 10.00 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa serta guru dengan penuh antusias dan tertib.Rangkaian acara diawali pada pukul 07.30 WIB dengan Semarak Isra' Mi'raj keliling desa yang diiringi oleh drumband sekolah. Seluruh siswa dan guru mengenakan busana muslim sebagai bentuk penghormatan terhadap peringatan hari besar Islam tersebut. Kegiatan keliling desa berlangsung dengan tertib dan aman, serta mendapat perhatian positif dari masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut dibantu oleh mahasiswa KKM Artha Mandala -- UIN Malang. Mahasiswa berperan aktif dalam mengarahkan adik-adik siswa selama di jalan serta membantu menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan keliling desa berlangsung. Kehadiran mahasiswa KKM memberikan dukungan nyata terhadap kelancaran rangkaian acara.Setelah kegiatan keliling desa selesai, acara dilanjutkan dengan banjarian yang diikuti oleh siswa dan guru. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap shalawat serta memperkuat nilai-nilai religius di lingkungan sekolah. Rangkaian acara berikutnya adalah pemutaran video kisah Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan dengan video tentang pentingnya melaksanakan sholat sebagai inti pesan dari peristiwa Isra' Mi'raj. Untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi siswa, panitia mengadakan sesi tanya jawab yang disertai dengan pembagian doorprize bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Seluruh rangkaian kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj di SD Negeri 1 Sidodadi berakhir pada pukul 10.00 WIB dan berjalan dengan lancar, aman, serta kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memahami makna Isra' Mi'raj secara lebih mendalam serta termotivasi untuk mengamalkan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam menjaga kewajiban sholat dalam kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
3 months ago
Bukan Sekadar Pengabdian: KKM yang Mengubah Tawa Jadi Kenangan

RIA NAJJA NILA NAFIAH

Selama KKM, aku belajar bahwa pengabdian bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi tentang membangun kedekatan yang tulus dengan masyarakat khususnya calon jamaah haji. Salah satu momen paling berkesan bagiku adalah saat kami duduk bersama , menikmati hidangan sederhana sambil berbagi cerita dan tawa. Dari obrolan santai itu, rasa canggung perlahan hilang dan berubah menjadi kehangatan layaknya keluarga.Kebersamaan sederhana tersebut justru menjadi pelajaran paling berharga. Aku belajar tentang empati, kebersamaan, dan arti hadir sepenuhnya di tengah masyarakat. Bagiku, di situlah makna KKM yang sebenarnya bukan sekadar kegiatan, tetapi perjalanan penuh cerita yang akan selalu ku kenang.

Thumbnail
3 months ago
Penguatan Literasi Gizi dan Parenting Berbasis Edukasi Kesehatan Masyarakat, Mahasiswa KKM 38 UIN Malang Sosialisasikan Pencegahan Stunting di PAUD Wonomulyo II

ANANDA AMALIA EFENDI

MALANG – Pencegahan stunting merupakan salah satu agenda penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena berkaitan langsung dengan kualitas tumbuh kembang anak dan daya saing generasi masa depan. Kesadaran inilah yang mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 38 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk menyelenggarakan kegiatan sosialisasi stunting dan parenting di PAUD Wonomulyo II, Dusun Robyong, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari tersebut diikuti oleh wali murid PAUD beserta sejumlah pihak pendamping. Sosialisasi ini dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus dialog bersama, sehingga masyarakat tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi dan mengklarifikasi berbagai persoalan yang sering ditemui dalam pengasuhan anak sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda penyuluhan, melainkan juga bagian dari proses penguatan literasi kesehatan keluarga yang lebih kontekstual. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 38 menghadirkan pemateri profesional dari bidang kesehatan gizi, yakni Ayu Shinta Arizona, S.Gz., RD., seorang dokter ahli gizi yang memberikan pemaparan mendalam mengenai stunting serta upaya pencegahannya. Kehadiran pemateri langsung dari tenaga profesional menjadi nilai tambah penting karena materi yang disampaikan tidak hanya berbasis pengalaman lapangan, tetapi juga memiliki landasan ilmiah yang kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui pemaparannya, Ayu Shinta Arizona, S.Gz., RD. menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang. Belliau menegaskan bahwa dampak stunting tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, daya tahan tubuh, hingga produktivitas anak ketika memasuki usia sekolah dan dewasa. Oleh karena itu, pencegahan stunting harus dipahami sebagai langkah strategis yang melibatkan keluarga sebagai pihak paling dekat dengan anak.   Dalam sesi edukasi, peserta diajak memahami bahwa pencegahan stunting dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam keluarga. Pemateri menekankan pentingnya penerapan gizi seimbang, termasuk pemenuhan kebutuhan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral yang memadai sesuai tahap usia anak. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa pemberian makan bukan hanya bertujuan agar anak kenyang, melainkan untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi secara tepat. Hal ini termasuk memperhatikan kualitas bahan pangan, variasi menu harian, serta jadwal makan yang teratur agar anak terbiasa dengan pola konsumsi yang sehat. Aspek lain yang turut menjadi perhatian adalah pentingnya kebersihan lingkungan. Pemateri menjelaskan bahwa sanitasi yang buruk dan kurangnya perilaku hidup bersih dapat meningkatkan risiko infeksi pada anak, yang pada akhirnya mengganggu penyerapan nutrisi. Dalam konteks ini, edukasi stunting tidak dapat dipisahkan dari edukasi kesehatan lingkungan, karena keduanya saling berkaitan dalam membentuk ketahanan kesehatan anak. Tidak kalah penting, sosialisasi ini juga mengangkat tema parenting sebagai faktor pendukung utama dalam pencegahan stunting. Para wali murid diberikan pemahaman bahwa pola asuh yang baik tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan emosional dan psikologis anak. Pemateri menekankan pentingnya pola asuh yang responsif, pendampingan yang konsisten, serta stimulasi perkembangan anak melalui interaksi yang positif di rumah. Dengan pola asuh yang tepat, anak akan lebih mudah diarahkan untuk membangun kebiasaan sehat, mulai dari pola makan, kebersihan diri, hingga rutinitas harian. Kegiatan semakin interaktif ketika memasuki sesi diskusi. Wali murid menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan yang beragam, mulai dari cara menghadapi anak yang sulit makan, strategi mengenalkan sayur dan lauk bergizi, hingga tips menyusun menu sehat yang tetap terjangkau bagi keluarga. Antusiasme peserta menjadi indikator bahwa materi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperlihatkan tingginya kepedulian orang tua terhadap kesehatan anak. Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, mahasiswa KKM 38 juga menyisipkan games edukatif yang berkaitan dengan tema gizi dan pola asuh. Kegiatan ini membuat suasana sosialisasi lebih hangat dan komunikatif, sehingga peserta dapat mengikuti rangkaian acara dengan nyaman. Di akhir kegiatan, mahasiswa turut membagikan doorprize sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif wali murid. Pendekatan edukasi yang dipadukan dengan aktivitas interaktif ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman peserta serta memperkuat ingatan terhadap materi yang telah disampaikan. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Kelompok 38, Kivah Aha Putra, M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi kesehatan seperti sosialisasi stunting dan parenting memiliki kontribusi penting bagi masyarakat. Menurutnya, pengabdian mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga pada dampak kebermanfaatan yang dirasakan langsung oleh warga. Ia menilai bahwa penguatan literasi gizi dan pola asuh merupakan bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga, serta mendukung terciptanya generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKM 38 melakukan dokumentasi kegiatan serta menyusun laporan pelaksanaan sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik. Dokumentasi tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi agar program-program edukatif selanjutnya dapat dirancang lebih tepat sasaran. Mahasiswa berharap, pengetahuan yang diperoleh wali murid tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, melainkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pengaturan pola makan anak, penerapan kebersihan lingkungan, maupun pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Melalui sosialisasi ini, Mahasiswa KKM 38 UIN Malang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan warga desa diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif mengenai pentingnya pencegahan stunting, sekaligus membangun lingkungan keluarga yang lebih sehat, peduli gizi, dan memiliki pola pengasuhan yang lebih baik.