MUHAMAD SANDY IBRAHIM
Kegiatan KKM Day 20 diawali dengan pembagian peran anggota Kelompok Artana 179 untuk mengikuti dua agenda yang berlangsung secara bersamaan sejak pagi hari. Empat anggota kelompok, yaitu Fikri, Mossa, Nada, dan Uut, berangkat menuju SDN Talun 2 untuk menjalankan agenda mengajar. Setibanya di sekolah, mereka ikut terlibat dalam kegiatan awal dengan menyambut dan bersalaman dengan anak-anak di depan gerbang sekolah. Setelah itu, anggota kelompok mengikuti upacara bendera hari Senin bersama seluruh warga sekolah, yang berlangsung hingga kegiatan upacara selesai dilaksanakan. Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan proses pembelajaran di kelas. Anggota kelompok mendampingi dan mengajar siswa kelas 5 pada mata pelajaran Matematika sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh pihak sekolah. Proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas dengan pendampingan langsung kepada siswa, termasuk membantu menjelaskan materi, mengarahkan latihan soal, serta menjaga kondusivitas kelas selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Setelah kegiatan pembelajaran selesai, anggota kelompok turut mengikuti dan mendampingi anak-anak dalam pelaksanaan shalat Dhuha berjamaah yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Seluruh rangkaian kegiatan di SDN Talun 2 diikuti hingga selesai sesuai dengan alur kegiatan sekolah. Pada waktu yang bersamaan, empat anggota lainnya, yaitu Sandy, Zen, Fera, dan Anna, mengikuti kegiatan posyandu rutin yang dilaksanakan di wilayah Jalan Majenang. Sejak pagi hari, anggota kelompok turut terlibat dalam membantu jalannya kegiatan posyandu dengan mendampingi peserta, baik balita maupun lansia, yang hadir secara bergantian. Anggota kelompok membantu panitia posyandu dalam proses pengukuran tinggi dan berat badan peserta, pengecekan tekanan darah (tensi), serta pendampingan selama pemeriksaan berlangsung. Selain itu, anggota kelompok juga ikut membantu dalam proses pendataan peserta serta mengarahkan alur pelayanan agar kegiatan berjalan tertib dan lancar. Pada sesi lansia, anggota kelompok turut memberikan pendampingan dan edukasi sederhana terkait kondisi kesehatan, sesuai dengan arahan dari tenaga kesehatan dan panitia posyandu. Seluruh rangkaian kegiatan posyandu berlangsung sejak pagi hari hingga seluruh peserta mendapatkan pelayanan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh panitia. Setelah masing-masing agenda selesai dilaksanakan, seluruh anggota Kelompok Artana 179 kembali berkumpul di posko untuk beristirahat dan melakukan aktivitas individu masing-masing anggota. Seluruh rangkaian kegiatan KKM Day 20 berjalan dengan pembagian tugas yang jelas dan terlaksana sesuai dengan agenda yang telah direncanakan selama pelaksanaan KKM di Kelurahan Talun.
M. SULTHAN ARIZAL FITRAN
Kuliah Kerja Mahasiswa merupakan wujud implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKM, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar memahami realitas sosial secara langsung. Proses ini menjadi ruang pembentukan karakter, agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Aspek pengabdian kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam pelaksanaan KKM Kelompok 12 Bhavanaloka. Pengabdian tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti pendampingan pendidikan, kegiatan keagamaan, aktivitas sosial kemasyarakatan, serta program pemberdayaan lingkungan di Desa Sidorejo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu berbagi ilmu dan pengalaman akademik, sekaligus belajar dari kearifan lokal yang telah tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat desa. Melalui pelaksanaan KKM ini, mahasiswa Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kontribusi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui program kerja yang bersifat fisik, tetapi juga melalui gagasan, sikap, serta kehadiran yang membawa manfaat dan inspirasi bagi masyarakat. Dengan terjalinnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga setempat, KKM diharapkan menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi semua pihak.
MUKHAMMAD RIFKI ATOILAH
5 Februari 2026 Peringatan Isra Mi'raj di SMP Malang -- SMP Sunan Giri menyelenggarakan kegiatan Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan dan berlangsung dengan tertib serta khidmat. Kegiatan peringatan Isra Mikraj diawali sebagaimana pelaksanaan kegiatan keagamaan pada umumnya, yaitu dengan penampilan banjari dan lantunan sholawat yang dibawakan oleh para siswa. Alunan sholawat yang dilantunkan menciptakan suasana religius dan menjadi pembuka rangkaian acara. Setelah penampilan banjari, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pihak sekolah. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya peringatan Isra Mikraj sebagai momen untuk mengenang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW serta keteladanan para sahabat dalam mendampingi perjuangan Rasulullah SAW. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi Isra Mikraj yang mengulas kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Dalam penyampaian tersebut, juga disampaikan kisah para sahabat Nabi yang menunjukkan keimanan, keteguhan, dan kesetiaan dalam mendukung dakwah Rasulullah SAW. Para siswa tampak mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian hingga acara berakhir. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengingat kembali peristiwa penting dalam sejarah Islam serta memperluas pemahaman siswa mengenai kisah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di SMP Sunan Giri berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai dengan susunan acara yang telah direncanakan oleh panitia.
RAKHA NAUFAL RAFID
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, melaksanakan salah satu program kerja yang berfokus pada upaya pencegahan dan penanganan stunting. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (7/1) pukul 07.30 WIB, bertempat di rumah salah satu kader PKK Dusun Begawan.Program posyandu ini menjadi bagian dari bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan warga desa. Pihak Posyandu Desa Pandansari Lor menargetkan sebanyak 99 warga untuk mengikuti kegiatan ini, yang meliputi lansia, ibu hamil, serta balita.Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke lokasi kegiatan dengan penuh antusias. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita. Mahasiswa KKM bersama para kader posyandu dan tenaga medis turut membantu mengarahkan jalannya kegiatan agar berjalan tertib dan lancar. Salah satu anggota KKM Desa Pandansari Lor, Ahmad Thoriq Jamil, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan posyandu ini merupakan bentuk nyata dukungan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Dusun Begawan. “Posyandu yang dilaksanakan ini merupakan bentuk bantuan fasilitas kesehatan bagi warga sekitar. Antusiasme warga dalam menghadiri kegiatan ini sangat tinggi, sehingga kami pun ikut merasakan semangat warga untuk hidup sehat. Saya juga memberikan apresiasi kepada para kader posyandu serta Bapak dan Ibu dokter yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Terima kasih atas kerja keras dan dedikasinya,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, posyandu dibagi ke dalam dua pos pelayanan, yaitu pos lansia serta pos balita dan ibu hamil. Pembagian ini dilakukan agar pelayanan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Pada pos lansia, tersedia empat jenis layanan kesehatan, meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah (tensi), serta pemeriksaan gula darah dan asam urat. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan lansia secara berkala serta mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan. Mahasiswa KKM yang bertugas di pos lansia antara lain Ahmad Thoriq Jamil, Nanda Fitriyah, Vika Widowati, Muhammad Bahruddin Jufri, dan Risma Amalia Nabiha. Sementara itu, pada pos balita dan ibu hamil juga disediakan empat kegiatan utama, yaitu penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, sosialisasi mengenai stunting, serta pemberian suntikan vitamin kepada balita. Sosialisasi stunting diberikan sebagai upaya edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Mahasiswa yang bertugas di pos ini terdiri atas Milla’izzati Putri, Chilya Alfia Zahro, Alfia Nur Azizah, Kartika Aulia Tsabitah, dan Rakha Naufal Rafid. Sedangkan dokumentasi seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh Muhammad Fikri Haikal. Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, tenaga medis yang bertugas di masing-masing pos memberikan resep obat kepada warga yang membutuhkan, sesuai dengan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Melalui kegiatan posyandu ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan pencegahan stunting dapat terus meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa KKM dalam menerapkan ilmu pengetahuan serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
RANI AMBARWATI WISNU SOERATNO
Dalam beberapa pekan terakhir, Dusun Segelan Sidomulyo, Desa Balesari, kembali menunjukkan potret kuatnya tradisi gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan warganya. Di dusun ini, kerja bakti bukan dipahami sebagai kegiatan insidental semata, melainkan menjadi rutinitas kolektif yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Bahkan, kerja bakti dilaksanakan hampir setiap hari dengan sistem bergiliran antarblok. Konsistensi tersebut mencerminkan komitmen tinggi masyarakat dalam merawat lingkungan dan membangun fasilitas bersama. Pola kerja bakti yang terjadwal ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan pelaksanaan ini terlihat adanya kesetaraan gender dimana perempuan turut berperan aktif tidak hanya dalam dukungan logistik, tetapi juga dalam perencanaan kegiatan lapangan serta pengambilan keputusan. Keterlibatan seluruh masyarakat ini memperkuat partisipasi kolektif, nilai kebersamaan dan menciptakan lingkungan yang penuh semangat kebersamaan. Tradisi gotong royong di Dusun Segelan Sidomulyo telah teruji melalui berbagai kegiatan pembangunan yang dilakukan secara swadaya oleh warga, salah satunya pada perbaikan dan pembangunan jalan desa yang sebelumnya mengalami kerusakan parah. Melalui kerja sama kolektif dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan jalan tersebut berhasil diwujudkan dan menjadi bukti nyata bahwa nilai kebersamaan di Dusun Segelan Sidomulyo bukan sekadar jargon, melainkan terimplementasi dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan warga. Kerja bakti dilaksanakan secara sukarela tanpa paksaan, dengan pembagian tugas yang berjalan alami di lapangan. Kelompok bapak-bapak umumnya menangani pekerjaan berat seperti mencangkul, mengecor, dan pekerjaan teknis lainnya, sementara para ibu turut berperan aktif membantu pekerjaan ringan, penataan lingkungan, serta menyiapkan konsumsi. Seluruh proses dilakukan bersama-sama, mencerminkan kuatnya solidaritas sosial dan semangat gotong royong yang terus terjaga di tengah masyarakat Dusun Segelan Sidomulyo . Konsistensi kehadiran warga dalam setiap kegiatan kerja bakti menjadi kekuatan utama Dusun Segelan Sidomulyo , Desa Balesari. Tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan rasa memiliki yang kuat terhadap lingkungan serta hasil pembangunan yang dikerjakan secara bersama-sama. Konsistensi inilah yang kemudian mendorong keberlanjutan berbagai program pembangunan, sehingga dapat berjalan lancar dan berkesinambungan. Saat ini, gotong royong warga difokuskan pada pembangunan dan penataan taman lingkungan serta pembuatan dan perbaikan gorong-gorong sebagai kelanjutan dari pembangunan jalan yang telah dilakukan sebelumnya. Keberadaan taman di pinggir jalan diharapkan menjadi upaya peningkatan kualitas tampilan jalan desa, sementara gorong-gorong yang tertata dengan baik berfungsi untuk memperlancar aliran air dan mencegah terjadinya genangan. Dampaknya pun dapat langsung dirasakan masyarakat, baik dari sisi kenyamanan lingkungan maupun kemudahan akses. Dalam konteks inilah, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 hadir dan turut terlibat aktif bersama warga Dusun Segelan Sidomulyo. Kehadiran mahasiswa tidak sebatas melakukan pengamatan, melainkan diwujudkan melalui partisipasi langsung di lapangan dengan menyumbangkan tenaga dan membaur dalam setiap proses kegiatan kerja bakti. Mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 ikut mendukung kelancaran kegiatan dengan bekerja bersama masyarakat, sekaligus belajar dan beradaptasi dengan pola gotong royong yang telah lama mengakar. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berposisi sebagai mitra masyarakat yang mendukung kegiatan, tanpa mengambil alih peran utama warga yang selama ini menjadi penggerak pembangunan dusun. Keterlibatan mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 dalam kerja bakti rutin di Dusun Segelan Sidomulyo memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Bagi warga, kehadiran mahasiswa tidak hanya menambah tenaga kerja, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan pembangunan lingkungan. Sementara itu, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 menilai kegiatan ini memberi pengalaman sosial yang berharga, terutama dalam memahami secara langsung nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta praktik pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung turut mempererat hubungan sosial antara warga dan mahasiswa, sekaligus berkontribusi pada terciptanya lingkungan dusun yang semakin tertata dan nyaman. Ke depan, masyarakat Dusun Segelan Sidomulyo berharap tradisi kerja bakti yang telah mengakar ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh praktik baik pembangunan desa yang lahir dari kekuatan kolektif warga. Model kerja bakti rutin di Dusun Segelan Sidomulyo menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan efektif ketika digerakkan oleh kesadaran kolektif masyarakat, sementara bagi mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114, keterlibatan ini menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna serta bekal nilai sosial penting untuk kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.
ELIZA DHINY SALSABILA
Kegiatan penyuluhan perawatan jenazah diselenggarakan oleh Kelompok KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama ibu-ibu Muslimat Kelurahan Jodipan pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Roisiyah Kelurahan Jodipan, Kota Malang Penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Materi yang disampaikan meliputi tahapan memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan sesi diskusi. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik perawatan jenazah yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar Antusiasme ibu-ibu Muslimat terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat serta menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menghadapi peristiwa kematian yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin