AMELIFIA TIARA NUR RAFIQAH
Keluarga adalah tempat pertama anak belajar banyak hal, mulai dari cara berbicara, bersikap, sampai mengenal nilai-nilai dalam kehidupan. Karena itu, pola asuh orang tua punya peran besar dalam membentuk karakter anak sejak dini. Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan Sosialisasi Parenting di Desa Nglebeng sebagai salah satu program kerja selama pelaksanaan KKM. Dalam sosialisasi ini, pembahasan berfokus pada hal-hal yang sering terjadi di rumah, seperti cara membangun komunikasi yang baik dengan anak, bagaimana menghadapi anak ketika sedang marah atau sulit diatur, serta pentingnya memberikan contoh yang baik melalui perilaku orang tua. Peserta juga diajak memahami bahwa mendidik anak bukan hanya soal menasihati, tetapi juga soal menciptakan lingkungan rumah yang nyaman dan mendukung. Bagian yang paling menarik adalah sesi diskusi. Banyak peserta yang menyampaikan pertanyaan sekaligus cerita tentang kendala yang sering mereka alami saat mendampingi anak. Mulai dari anak yang susah diarahkan, kurang disiplin, sampai tantangan orang tua dalam membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Dari sesi ini, suasana semakin hidup karena peserta saling bertukar pandangan, dan solusi yang diberikan pun terasa lebih relevan. Melalui kegiatan Sosialisasi Parenting ini, mahasiswa KKM berharap warga Desa Nglebeng bisa mendapatkan wawasan baru tentang pola asuh yang lebih positif dan sehat. Harapannya, ilmu yang didapat tidak hanya berhenti di kegiatan ini saja, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar anak tumbuh dengan lebih percaya diri, mandiri, dan memiliki sikap yang baik. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM karena bisa terlibat langsung dalam proses belajar bersama masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi langkah kecil yang membawa manfaat besar, terutama dalam membangun keluarga yang lebih harmonis dan generasi yang lebih baik.
LAELY ANISATURROHMAH
Pada minggu ketiga kunjungan KKM (24 Januari 2026), kami kelompok 42 melakukan agenda yang pertama yaitu jalan pagi bersama dengan CJH yaitu Pak Eddy dan juga Bu Yani. Kami melakukan jalan pagi di batu panorama dan berhasil mendapatkan ±5 km langkah. Kami sangat senang karena dapat mendampingi Pak Eddy dan Bu Yani untuk mempersiapkan kebugaran fisik beliau ketika menjalankan ibadah haji di Tanah Suci nantinya. Setelah melakukan jalan pagi bersama, kemudian kita makan bubur bersama. Sebelum makan, kami melakukan pengecekan kesehatan terlebih dahulu kepada bapak dan ibu CJH. Setelah selesai makan, kita langsung kembali ke rumah CJH bersama sama. Lalu, kami memberikan media berupa poster sebagai salah satu media intervensi bapak dan ibu CJH. Selain itu, kami juga berbincang bincang bersama. Kami merasa senang karena alhamdulilah dari awal kunjungan bapak dan ibu CJH dapat menerima kami dengan sangat hangat dan bersedia untuk kami dampingi sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan adanya program KKM ini dapat menjadi sarana untuk para mahasiswa FKIK dapat mengabdikan diri kepada masyarakat dan mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh di perkuliahan kepada masyarakat. Harapan saya untuk program KKM ini kedepannya yaitu semoga dapat terus berjalan dan berkembang meluas ke wilayah lain agar dapat memberikan pendampingan serta wawasan terkait kesiapan fisik untuk menunjang istithoah kesehatan para CJH.
SHALIA SULFINA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 80 yang melaksanakan pengabdian di Desa Pakis Kembar, Kabupaten Malang, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan Munajat Jalan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Ghozali. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu, 27 Desember 2025. Kegiatan Munajat Jalan merupakan peringatan haul para kiai dan tokoh terdahulu Pondok Pesantren Al-Ghozali yang dikemas secara inklusif. Penamaan Munajat Jalan dipilih sebagai simbol upaya pondok pesantren dalam merangkul masyarakat luas, khususnya anak-anak jalanan dan komunitas Vespa, agar dapat ikut serta dalam kegiatan keagamaan tanpa adanya sekat sosial. Berbeda dengan kegiatan haul pada umumnya, Munajat Jalan tidak hanya diisi dengan pembacaan sholawat, pengajian, dan doa bersama, tetapi juga menampilkan pertunjukan dari anak-anak jalanan, seperti bernyanyi dan seni musik. Hal ini menjadi wujud dakwah yang humanis serta bentuk kepedulian terhadap anak-anak jalanan agar mereka merasa dihargai dan diterima di tengah masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya untuk mendoakan para kiai dan tokoh yang telah wafat, tetapi juga sebagai bentuk munajat dan doa bagi anak-anak jalanan agar senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan harapan kehidupan yang lebih baik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 80 berperan sebagai panitia dengan membantu persiapan dan kelancaran acara. Keterlibatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kerja sama, serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan Munajat Jalan, diharapkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kemanusiaan dapat terus terjaga serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
FERA VERONIKA
Desa Pakiskembar, yang terletak di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, mungkin tampak seperti pedesaan pada umumnya di Jawa Timur. Namun dibalik desa yang asri tersebut terdapat industri kecil (home industry) di dusun Jambon desa pakiskembar yaitu pembuatan tusuk sate, yang telah memasok kebutuhan lokal hingga merambah ke luar kota. Industri ini bukan sekedar usaha sampingan, melainkan urat nadi ekonomi yang menghidupkan ratusan kepala keluarga di sana. Pak Yeto pengusaha tusuk sate di Pakiskembar yang memulai usahanya sejak tujuh tahun lalu. Awalnya, pembuatan tusuk sate dilakukan secara manual dengan alat seadanya, namun seiring berjalannya waktu pak Yeto mulai beralih ke mekanisasi dan mengimpor alat dari Thailand sehingga dapat membantu mempermudah pekerja dalam bekerja. Dengan banyaknya permintaan pasar terutama dari pedagang sate ayam, sate kambing, hingga jajanan kekinian seperti froozen food dan cilok. Pak Yeto berinisiatif untuk membuat mesin sendiri dengan mempertimbangkan pengeluaran anggaran dalam pembelian mesin poles impor dengan membuat mesin poles sendiri. Keberhasilan tusuk sate pak yeto terletak pada keuletannya dalam mempromosikan tusuk sate miliknya dan tidak luput dengan pemilihan bahan baku serta ketelitian prosesnya. Industri tusuk sate ini menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusf. Tidak hanya pemilik usaha yang diuntungkan, tetapi juga warga sekitar melalui sistem padat karya. Banyak ibu rumah tangga di dusun jambon yang mengisi waktu luan mereka dengan membantu proses penyortiran dan pengemasan. Pekerjaan ini memungkinkan mreka tetap berada di rumah sambil mendapatkan penghasila tambahan untuk membantu biaya sekolah anak atau kebutuhan dapur. Industri ini adalah bukti nyata bagaimana sebuah desa mampu mandirisecara ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya alam dan kreativitas. Meskipun terlihat sederhana, tusuk sate adalah komponen penting dalam kuliner Indonesia yang tak lekang oleh waktu. (Redaksi Sadyacara kel.80 KKM UIN MALANG)
PUTRI AYU PRATIWI
Program kerja Rumah Belajar merupakan salah satu bentuk pengabdian KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam bidang pendidikan. Program ini dirancang sebagai wadah bimbingan belajar bagi anak-anak sekolah dasar di lingkungan sekitar posko KKM. Rumah Belajar hadir untuk membantu anak-anak dalam memahami materi pelajaran sekolah sekaligus menumbuhkan semangat belajar yang berkelanjutan. Kegiatan Rumah Belajar dilaksanakan secara rutin setiap malam di posko KKM. Anak-anak datang dengan penuh antusias sambil membawa buku pelajaran, tugas sekolah, maupun materi yang belum mereka pahami. Suasana belajar dibuat santai namun tetap kondusif, sehingga anak-anak merasa nyaman dan tidak tertekan dalam proses pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM berperan sebagai pendamping belajar yang membantu menjelaskan materi pelajaran secara sederhana dan mudah dipahami. Mahasiswa membimbing anak-anak satu per satu sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman masing-masing. Pendekatan ini dilakukan agar setiap anak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan tidak merasa tertinggal. Selain membantu mengerjakan tugas sekolah, mahasiswa KKM juga memberikan arahan mengenai materi yang akan dipelajari di sekolah pada keesokan harinya. Anak-anak dibimbing untuk memahami konsep dasar terlebih dahulu, sehingga mereka lebih siap dan percaya diri saat mengikuti pelajaran di kelas. Dengan demikian, Rumah Belajar tidak hanya berfokus pada penyelesaian tugas, tetapi juga pada persiapan belajar jangka pendek. Program Rumah Belajar ini juga bertujuan untuk menanamkan kebiasaan belajar yang positif sejak dini. Anak-anak diajak untuk disiplin waktu, berani bertanya, dan aktif dalam proses belajar. Melalui interaksi yang intens antara mahasiswa dan anak-anak, terjalin hubungan yang hangat dan penuh motivasi, sehingga kegiatan belajar terasa lebih menyenangkan. Antusiasme anak-anak dan dukungan dari orang tua menjadi faktor penting dalam keberlangsungan program ini. Banyak orang tua merasa terbantu dengan adanya Rumah Belajar karena anak-anak mendapatkan pendampingan belajar di luar jam sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar posko KKM. Melalui program kerja Rumah Belajar, KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak sekolah dasar. Program ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap dunia pendidikan serta sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan, Rumah Belajar dapat meninggalkan kesan dan manfaat yang berkelanjutan bagi anak-anak dan masyarakat setempat.
FARUQ FAROIZ MAULIDIARSYAH
Penutupan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi momen akhir dari seluruh rangkaian pengabdian yang telah dilaksanakan bersama masyarakat. Penutupan ini dilakukan secara bertahap pada setiap lokasi program kerja sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kebersamaan yang telah terjalin selama masa KKM. Setiap kegiatan penutupan berlangsung dengan suasana hangat, penuh rasa syukur, dan kebersamaan. Penutupan program Rumah Belajar dilaksanakan pada Rabu malam, 28 Januari 2026, bertepatan dengan jadwal rutin kegiatan Rumah Belajar. Kegiatan ini menjadi momen perpisahan antara mahasiswa KKM dan anak-anak yang selama ini rutin mengikuti bimbingan belajar. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKM menyampaikan pesan motivasi dan harapan agar anak-anak tetap semangat belajar serta terus mengembangkan kebiasaan belajar yang telah dibangun bersama. Suasana penutupan Rumah Belajar berlangsung sederhana namun penuh makna. Anak-anak menunjukkan antusiasme sekaligus rasa haru karena kegiatan belajar bersama yang selama ini menemani malam mereka telah sampai pada akhir. Mahasiswa KKM berharap ilmu, pengalaman, dan semangat belajar yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, penutupan kegiatan asistensi mengajar di TPQ Sirotul Mustaqiem dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan penutupan ini dilakukan bersama pengurus TPQ, ustadz dan ustadzah, serta para santri. Mahasiswa KKM berpamitan sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, penutupan kegiatan KKM juga dilaksanakan di SDN 1 Arjosari pada Sabtu, 31 Januari 2026, pada jam sekolah. Penutupan ini menjadi momen perpisahan mahasiswa KKM dengan pihak sekolah dan para siswa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin serta harapan agar kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah. Puncak penutupan KKM Ganiswara Kelompok 64 dilaksanakan secara resmi pada hari Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Balai Desa. Acara penutupan ini dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan masyarakat, serta seluruh anggota KKM. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan laporan singkat pelaksanaan program kerja dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan KKM. Dengan terlaksananya seluruh rangkaian penutupan tersebut, maka berakhirlah kegiatan KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Meskipun masa pengabdian telah selesai, pengalaman, kebersamaan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama KKM diharapkan dapat terus dikenang. Mahasiswa KKM berharap seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat serta meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Desa Arjosari.