MISALBIYAH NADILLA ARTAMEVIA RAMADWIANA
Di sela-sela derap pengabdian masyarakat yang tengah berlangsung, Mahasiswa KKM Kelompok 22 mendapatkan sebuah kehormatan yang luar biasa. Suasana di posko pengabdian yang biasanya dipenuhi dengan diskusi program kerja, seketika berubah menjadi penuh takzim saat sosok bersahaja namun sarat akan prestasi hadir di tengah-tengah mereka. Beliau adalah Prof. Dr. Hj. Mufidah Ch, M.Ag., seorang tokoh akademisi terkemuka sekaligus Founder Family Corner. Kunjungan ini bukan sekadar kunjungan formal biasa. Kehadiran Prof. Mufidah di tengah Kelompok 22 membawa angin segar bagi semangat pengabdian para mahasiswa. Sebagai pendiri Family Corner-sebuah wadah yang fokus pada ketahanan keluarga dan edukasi rumah tangga-beliau datang membawa perspektif mendalam tentang bagaimana mahasiswa harus memosisikan diri di tengah masyarakat. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, Prof. Mufidah berdialog langsung dengan para mahasiswa. Beliau menyimak setiap progres yang telah dilakukan Kelompok 22, mulai dari program pendidikan di Madin dan KB-TK, hingga syiar yang dilakukan melalui Radio Madinah FM. Bagi mahasiswa, setiap kata yang terucap dari beliau adalah mutiara hikmah yang memadukan kedalaman ilmu agama dengan realitas sosial masa kini. Sebagai sosok di balik lahirnya konsep Family Corner, Prof. Mufidah memberikan arahan strategis mengenai pentingnya penguatan keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. Beliau menekankan bahwa setiap program kerja yang dijalankan oleh Kelompok 22 haruslah memiliki dampak yang menyentuh sisi kemanusiaan dan keharmonisan keluarga di sekitar Masjid Agung Jami’ Malang. "Pengabdian yang sesungguhnya adalah saat kalian mampu memberikan solusi bagi permasalahan keluarga di masyarakat," pesan beliau. Wejangan ini menjadi pengingat bagi Kelompok 22 bahwa tugas mereka bukan hanya menyelesaikan target tugas kampus, melainkan menjadi agen perubahan yang mampu merajut kembali nilai-nilai kekeluargaan yang mungkin mulai luntur oleh perkembangan zaman. Kunjungan ini diakhiri dengan sesi diskusi santai namun tetap berisi. Prof. Mufidah memberikan motivasi agar mahasiswa KKM 22 tidak pernah lelah untuk berinovasi. Beliau berbagi pengalaman tentang jatuh bangunnya membangun institusi dan pentingnya integritas dalam setiap langkah perjuangan. Kehadiran Prof. Mufidah seolah menjadi "pengisian energi" bagi para mahasiswa yang telah berminggu-minggu bergelut dengan program di lapangan. Melihat sosok yang begitu mumpuni namun tetap rendah hati, mahasiswa Kelompok 22 terinspirasi untuk terus memberikan yang terbaik, membawa nama baik almamater Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. dan meneladani kegigihan beliau dalam menebar manfaat. Pertemuan singkat namun bermakna ini ditutup dengan foto bersama dan doa restu yang dipanjatkan oleh Prof. Mufidah untuk kelancaran program KKM Kelompok 22 hingga akhir masa pengabdian. Bagi Kelompok 22, hari itu akan tercatat sebagai momen penting dalam perjalanan KKM mereka. Kunjungan sang Founder Family Corner telah meninggalkan jejak semangat yang tak akan padam. Mereka kini melangkah lebih mantap, membawa bekal nasihat untuk membangun masyarakat yang kuat, yang dimulai dari ketahanan keluarga yang hebat.
MUHAMMAD YASIN YUSUF
https://www.kompasiana.com/achmadsyahrulhidayatullah6068/697d46e9ed64150c0a226323/goresan-kecil-mewarnai-masjid-meramaikan-masjid-melalui-momentum-isra-mi-raj PEMBUKAAN KKM 7 PRANASEVA “BERGERAK UNTUK MENGABDI” UIN MAULANA ALIK IBRAHIM MALANG DI MASJID AL-AMIEN KEC. BLIMBING KOTA MALANG Malang – Rabu, 24 Desember 2025 Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 7 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Masjid Al-Amien, Jl. Gatot Subroto, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) yang menyampaikan salam, ucapan selamat datang, serta tujuan pelaksanaan kegiatan. Kemudian acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol negara, selanjutnya dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan dan kelancaran pelaksanaan KKM. Rangkaian acara berikutnya diisi dengan sambutan dari para pihak terkait. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua KKM 7 PRANASEVA, kemudian dilanjut smbutan oleh Bapak Ketua RW setempat yang memberikan arahan serta menyampaikan harapan agar kegiatan KKM dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang menekankan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian masyarakat serta pentingnya menjaga etika dan kerja sama selama pelaksanaan KKM. Sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Al-Amien sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan KKM di lingkungan masjid dan masyarakat sekitar. Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan pembukaan pelaksanaan KKM secara simbolis. Kegiatan ini ditandai dengan pengalungan lanyard oleh Ketua Takmir Masjid Al-Amien dan Dosen Pembimbing Lapangan kepada Ketua KKM dan Sekretaris, yang kemudian diikuti oleh seluruh anggota KKM Kelompok 7. Prosesi simbolis tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan KKM secara resmi di masjid Al-Amien, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa sebagai bentuk permohonan keselamatan dan kelancaran seluruh program KKM. Setelah itu, MC secara resmi menutup acara pembukaan, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan ramah tamah antara mahasiswa KKM, perangkat wilayah, takmir masjid serta pengurus masjid, dan masyarakat setempat guna mempererat silaturahmi serta membangun komunikasi yang harmonis selama masa pengabdian berlangsung. PEMAPARAN PROGRAM KERJA KKM 7 UIN MALANG: PERENCANAN, TUJUAN, DAN KONTRIBUSI NYATA BAGI MASYARAKAT Malang – Acara pemaparan program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 7 Pranaseva UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Masjid Al-Amien, Jl. Gatot Subroto, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan rencana program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKM serta membangun kesepahaman awal antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Acara dibuka oleh moderator dengan penyampaian salam, pengenalan pihak-pihak yang hadir, serta penjelasan singkat mengenai alur kegiatan. Selanjutnya, Ketua KKM Kelompok 7 menyampaikan gambaran umum pelaksanaan KKM, meliputi latar belakang kegiatan, sasaran program, serta arah pelaksanaan kegiatan selama berada di lokasi. Pemaparan kemudian dilanjutkan oleh masing-masing divisi, khususnya Divisi Acara, yang menjelaskan program kerja secara rinci, mulai dari bentuk kegiatan, tahapan pelaksanaan, hingga rencana keterlibatan masyarakat. Penyampaian dilakukan secara sistematis agar mudah dipahami oleh seluruh peserta yang hadir. Setelah pemaparan program kerja selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama masyarakat dan tokoh setempat, seperti pengurus RW, takmir masjid, serta perwakilan warga. Melalui sesi diskusi ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan, saran, serta tanggapan terhadap program yang telah dipaparkan. Diskusi berlangsung dengan tertib dan kondusif sebagai bentuk upaya penyelarasan program kerja dengan kebutuhan lingkungan setempat. Selain itu, dalam pemaparan program kerja juga dijelaskan rencana kegiatan pemetaan denah desa. Program ini dirancang untuk mempermudah identifikasi dan pencarian alamat warga di wilayah Jodipan yang memiliki kondisi permukiman padat dan akses jalan yang saling berdekatan. Pemetaan denah desa diharapkan dapat membantu mahasiswa, perangkat wilayah, dan masyarakat dalam mendukung kegiatan administrasi serta pelaksanaan program KKM secara lebih efektif. Peran Aktif Mahasiswa KKM Kelompok 7 “PRANASEVA” Dalam Acara Peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Amien Malang - Rangkaian kegiatan peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW di RW 3 dilaksanakan secara khidmat melalui dua bentuk kegiatan utama, yaitu Lomba Mewarnai Kaligrafi untuk anak-anak dan acara puncak peringatan Isro’ Mi’roj. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Remaja Masjid (Remas), Muslimat, Fatayat, serta KKM Kelompok 7 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang dilaksanakan di Masjid Al-Amien sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Lomba Mewarnai Kaligrafi bagi anak-anak RW 3 sebagai bentuk edukasi religius dan penguatan kreativitas anak sejak usia dini dalam suasana peringatan hari besar Islam. Lomba mewarnai kaligrafi diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan pemaparan peraturan lomba oleh panitia, serta pelaksanaan lomba yang berlangsung tertib dan kondusif. Partisipasi anak-anak dalam kegiatan ini menunjukkan antusiasme yang tinggi, bahkan jumlah peserta melebihi target awal yang telah direncanakan. Orang tua juga turut menunjukkan keterlibatan aktif dengan memberikan dukungan dan pendampingan kepada anak-anak selama kegiatan berlangsung, sehingga tercipta suasana edukatif, partisipatif, dan harmonis di lingkungan masjid. Sebagai puncak rangkaian kegiatan, dilaksanakan acara peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW pada hari Jumat, 16 Januari 2026 bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H. Acara puncak diawali dengan pembacaan Maulid Diba’ dan sholawat, dilanjutkan dengan pembukaan formal oleh MC. Selanjutnya disampaikan sambutan-sambutan dari perwakilan pengurus RW, takmir masjid, serta panitia pelaksana sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan kolaboratif ini. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan mauidoh hasanah yang menyampaikan hikmah peristiwa Isro’ Mi’roj, khususnya mengenai pentingnya salat dan penguatan keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman juara Lomba Mewarnai Kaligrafi sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas anak-anak RW 3, kemudian dilanjutkan dengan penutupan acara secara resmi oleh MC. Melalui rangkaian kegiatan terpadu ini, diharapkan peringatan Isro’ Mi’roj tidak hanya menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi sarana edukatif, spiritual, dan sosial yang mampu memperkuat nilai religiusitas, kebersamaan, serta solidaritas antara mahasiswa KKM, lembaga keagamaan, dan masyarakat RW 3 secara berkelanjutan. Rutinitas Mengajar Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Oleh Mahasiswa KKM 7 PRANASEVA sebagai Bentuk Pengabdian Masyarakat Malang - Kegiatan mengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) merupakan salah satu program rutin Mahasiswa KKM PRANASEVA UIN Malang Kelompok 7 sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin sebanyak tiga kali dalam satu minggu dan bertempat di dua lokasi, yaitu TPQ Ustadz Maksan dan TPQ Ustadz Muttaqin, dengan tujuan membantu serta mendukung proses pembelajaran keagamaan anak-anak di lingkungan sekitar. Setiap kegiatan mengajar TPQ dimulai pada pukul 15.30 WIB. Pada setiap pelaksanaan, masing-masing TPQ didampingi oleh lima orang mahasiswa KKM yang bertugas mengajar serta mendampingi anak-anak selama kegiatan berlangsung. kegiatan mengajar TPQ dilakukan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing TPQ. Di TPQ Ustadz Maksan, mahasiswa KKM fokus mendampingi anak-anak dalam kegiatan membaca Al-Qur’an dan Iqra sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing. Sementara itu, di TPQ Ustadz Muttaqin, mahasiswa KKM tidak hanya mengajar mengaji, tetapi juga memberikan materi keislaman tambahan seperti doa-doa harian, pengenalan nilai-nilai keislaman, serta pembelajaran sederhana yang disampaikan dengan metode yang mudah dipahami oleh anak-anak. Selama proses pembelajaran berlangsung, mahasiswa KKM aktif membimbing, mendampingi, serta memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan mengaji. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan anak-anak berjalan dengan baik sehingga suasana belajar terasa lebih menyenangkan . Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, kegiatan ditutup dengan doa bersama dan penyampaian pesan singkat kepada anak-anak. Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan mengajar TPQ oleh Mahasiswa KKM PRANASEVA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 7 dapat berjalan dengan lancar. “BELAJAR ITU MENYENANGKAN" Program Les Edukatif Anak TK–SD Bersama KKM 7 PRANASEVA Malang - Program les edukatif bagi anak-anak TK hingga SD yang diselenggarakan oleh KKM Kelompok 7 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan salah satu bentuk konkret pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan RW 3 dengan tujuan mendampingi proses belajar anak-anak sekaligus membangun pengalaman belajar yang positif dan menyenangkan. Kehadiran mahasiswa KKM tidak hanya berperan sebagai pendamping akademik, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong tumbuhnya motivasi belajar sejak usia dini. Dalam pelaksanaannya, kegiatan les difokuskan pada penguatan kemampuan dasar, seperti membaca, menulis, berhitung, serta pendampingan tugas sekolah. Metode pembelajaran dirancang secara interaktif dan komunikatif sehingga anak-anak dapat belajar tanpa tekanan dan merasa nyaman dalam mengikuti setiap kegiatan. Pendekatan ini membantu menciptakan suasana belajar yang kondusif serta meningkatkan partisipasi aktif anak-anak dalam proses pembelajaran. Selain penguatan aspek akademik, kegiatan les ini juga diarahkan pada pembentukan karakter anak melalui penanaman nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan sikap saling menghargai. Interaksi yang terbangun antara mahasiswa KKM dan anak-anak menjadi ruang pembelajaran sosial yang penting dalam membentuk kepribadian serta pola perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari. Melalui program ini, KKM Kelompok 7 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak RW 3, baik dari sisi intelektual maupun karakter. Program les ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pendampingan belajar semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya belajar yang berkelanjutan di tengah masyarakat serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pengabdian dan perubahan sosial. MENGUATKAN SPIRITUALITAS BERSAMA MASYARAKAT: PROGRAM KEAGAMAAN RUTIN KKM 7 “PRANASEVA” Malang - KKM Kelompok 7 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara aktif melaksanakan program keagamaan rutin sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat di lingkungan RW 3. Salah satu kegiatan utama yang dijalankan adalah program khataman Al-Qur’an One Day One Juz, yang dilakukan secara konsisten sebagai upaya membangun budaya literasi Al-Qur’an, kedisiplinan ibadah, serta penguatan spiritualitas mahasiswa. Program ini menjadi ruang pembinaan religius yang tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif akan pentingnya kedekatan dengan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Selain program internal tersebut, mahasiswa KKM juga secara aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan rutin keagamaan warga, seperti tahlil, istighosah, pembacaan Maulid Diba’, sholawat Burdah, serta kegiatan keagamaan lainnya yang telah menjadi tradisi masyarakat setempat. Keterlibatan ini tidak hanya menunjukkan bentuk adaptasi sosial mahasiswa, tetapi juga menjadi strategi integratif dalam membangun relasi yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat melalui ruang-ruang spiritual yang telah mengakar secara kultural. Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan tersebut berfungsi sebagai media pembelajaran sosial dan keagamaan yang bersifat timbal balik. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai pembelajar dalam memahami nilai-nilai lokal, tradisi keagamaan, serta pola interaksi sosial masyarakat. Proses ini membentuk sikap empati, penghormatan terhadap kearifan lokal, serta kesadaran akan pentingnya keberagaman ekspresi keislaman dalam kehidupan bermasyarakat Melalui rangkaian kegiatan keagamaan rutin ini, KKM Kelompok 7 berharap dapat memperkuat ikatan spiritual dan sosial dengan masyarakat RW 3, sekaligus berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan tradisi keagamaan yang telah hidup di tengah masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat aspek religiusitas individu, tetapi juga membangun solidaritas sosial, kebersamaan, dan harmoni antara mahasiswa dan masyarakat sebagai fondasi pengabdian yang berkelanjutan. Penyusunan Denah Wilayah RW 03 KKM 7 UIN Malang: Upaya Mahasiswa Memudahkan Akses Informasi Lingkungan Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 7 Pranaseva melaksanakan kegiatan penyusunan denah wilayah RW 03 yang berada di Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKM yang bertujuan menyediakan media informasi wilayah bagi masyarakat. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi bersama perangkat setempat untuk memperoleh data beberapa wilayah. Setelah itu, mahasiswa KKM juga melakukan observasi langsung untuk mengidentifikasi batas wilayah RW 03 yang terdiri dari 8 Rt ,dalam proses penyusunan denah, masing-masing wilayah RT ditampilkan dengan warna yang berbeda untuk memudahkan identifikasi batas wilayah serta memperjelas pembagian administrasi lingkungan. Selain pemetaan wilayah RT, mahasiswa KKM juga memetakan jaringan jalan kawasan yang menjadi akses utama penghubung antar RT dan jalur aktivitas warga sehari-hari. Denah wilayah RW 03 turut dilengkapi dengan informasi fasilitas umum dan sosial yang terdapat di lingkungan tersebut, seperti Balai RW, pos RT, masjid dll. Fasilitas tersebut ditampilkan dengan foto dokumentasi guna memberikan gambaran secara lebih jelas. Untuk memberikan gambaran posisi wilayah yang lebih luas, denah wilayah RW 03 dilengkapi dengan inset peta yang menunjukkan letaknya di dalam kawasan Kelurahan Jodipan. Denah ini disusun menggunakan skala 1 : 1.800 sehingga jarak yang ditampilkan dapat merepresentasikan jarak sebenarnya di lapangan. Melalui kegiatan penyusunan denah wilayah ini, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 7 Pranaseva berharap denah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan perangkat wilayah sebagai media informasi, dokumentasi wilayah, serta pendukung kegiatan pelayanan masyarakat di lingkungan RW 03. Pembaruan Struktur Pengurus Masjid Al-Amien oleh Mahasiswa KKM Kelompok 7 UIN MALANG Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 7 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pembaruan struktur pengurus Masjid Al-Amien yang berlokasi di RW 03 Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKM yang bertujuan mendukung pengelolaan administrasi masjid agar lebih tertata serta menyesuaikan informasi kepengurusan dengan kondisi terbaru. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengumpulan dan pengecekan data kepengurusan Masjid Al-Amien yang telah berlaku sebelumnya. Mahasiswa KKM kemudian melakukan penyesuaian data tersebut dengan kondisi terkini agar struktur pengurus yang disusun dapat menggambarkan pembagian peran dan tanggung jawab masing-masing pengurus secara jelas. Proses pembaruan dilakukan secara sistematis dengan memperhatikan kebutuhan administrasi dan pengelolaan Masjid Al-Amien di lingkungan RW 03. Setelah proses penyusunan struktur pengurus selesai, hasil pembaruan tersebut dituangkan ke dalam bentuk visual berupa banner. Banner struktur pengurus dirancang dengan tampilan yang sederhana, rapi, dan informatif, serta memuat susunan pengurus inti seperti ketua takmir, sekretaris, bendahara, dan bidang-bidang pendukung lainnya. Penyajian struktur pengurus dalam bentuk banner dimaksudkan agar informasi kepengurusan dapat terdokumentasi dengan baik dan mudah digunakan sebagai rujukan administrasi masjid. Melalui kegiatan pembaruan struktur pengurus Masjid Al-Amien ini, mahasiswa KKM Kelompok 7 Pranaseva berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keteraturan pengelolaan masjid. Kegiatan ini juga menjadi bentuk peran aktif mahasiswa dalam membantu kebutuhan administrasi lembaga keagamaan selama pelaksanaan KKM di lingkungan masjid. Partisipasi Mahasiswa KKM PRANASEVA dalam Kegiatan Posyandu Lansia dan Balita di Balai RW Malang – Selasa, 06 Januari 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) PRANASEVA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 7 ikut berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di Balai RW lantai 1 dan 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan mahasiswa KKM terhadap program kesehatan masyarakat yang rutin diadakan, khususnya bagi lansia dan balita. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM turut membantu kelancaran pelayanan kesehatan sekaligus belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan posyandu dilakukan pada pagi hari dengan pembagian tempat posyandu . Di lantai 1 Balai RW dilaksanakan Posyandu Lansia yang diikuti oleh para warga lanjut usia. Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran lingkar pinggang, serta pengecekan tekanan darah atau tensi. Mahasiswa KKM membantu mendampingi para lansia selama proses pemeriksaan berlangsung, membantu pencatatan hasil pemeriksaan, serta mengarahkan alur kegiatan agar tetap tertib dan nyaman. Sementara itu, di lantai 2 Balai RW dilaksanakan Posyandu Balita yang diikuti oleh anak-anak balita bersama orang tua masing-masing. Kegiatan yang dilakukan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian imunisasi sesuai dengan arahan dari petugas kesehatan. Mahasiswa KKM turut berperan dalam membantu menyiapkan alat, mengatur antrean peserta, serta mendampingi orang tua dan balita selama proses pemeriksaan berlangsung sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan posyandu berjalan dengan baik berkat kerja sama. Melalui kegiatan ini, diharapkan kondisi kesehatan lansia dapat terpantau secara rutin dan tumbuh kembang balita dapat diperhatikan sejak dini. Selain itu, keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan posyandu ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat serta upaya untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga di lingkungan setempat . Kegiatan Bersih-Bersih Masjid Al-Amien KKM 7 UIN Malang: Kepedulian Mahasiswa terhadap Lingkungan Tempat Ibadah Malang - Kegiatan bersih-bersih Masjid Al-Amien dilaksanakan oleh Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 7 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al-Amien yang berlokasi di Jl. Gatot Subroto, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada hari Jumat pagi dengan tujuan mendukung kesiapan masjid sebelum pelaksanaan ibadah salat Jumat serta menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah. Kegiatan bersih-bersih dimulai pagi hari sebelum waktu salat Jumat. Pelaksanaan kegiatan melibatkan mahasiswa KKM Kelompok 7 PRANASEVA bersama beberapa warga setempat. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara gotong royong sebagai bentuk kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga kebersihan Masjid Al-Amien. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi menyapu dan mengepel lantai masjid, membersihkan area dalam masjid, serta merapikan lingkungan sekitar masjid. Setiap peserta kegiatan melaksanakan tugas sesuai dengan pembagian yang telah ditentukan sehingga kegiatan dapat berjalan secara efektif dan selesai sesuai dengan waktu yang direncanakan. Melalui pelaksanaan kegiatan bersih-bersih masjid ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan tempat ibadah serta mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan keagamaan di lingkungan Masjid Al-Amien PENUTUPAN KEGIATAN KKM 7 PRANASEVA BERTEMAKAN ”CULTURE FESTIVAL & CLOSING CEREMONY” Malang - Acara penutupan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 7 Pranaseva UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di depan Masjid Al-Amien yang berlokasi di Jl. Gatot Subroto, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat RT, RW, takmir masjid, serta warga sekitar sebagai bentuk kebersamaan dalam mengakhiri rangkaian kegiatan KKM. Rangkaian acara dimulai setelah waktu salat Magrib dengan penampilan banjari. Penampilan ini menjadi pembuka kegiatan penutupan dan berlangsung dengan khidmat. Setelah salat Isya, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC yang memandu jalannya kegiatan. Acara kemudian diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan kebersamaan. Selanjutnya, acara diisi dengan sambutan dari Ketua KKM Kelompok 7 Pranaseva, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari beberapa perwakilan perangkat warga. Sambutan tersebut berisi penyampaian kesan, pesan, serta apresiasi atas pelaksanaan kegiatan KKM yang telah dilaksanakan selama berada di lingkungan Masjid Al-Amien dan sekitarnya. Sebagai rangkaian acara inti, dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol penutupan kegiatan KKM. Kegiatan ini dilanjutkan dengan penandatanganan peresmian denah wilayah oleh Ketua RW dan Takmir Masjid Al-Amien. Penandatanganan ini menjadi simbol resmi atas hasil program yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKM. Acara penutupan kemudian diakhiri dengan penampilan tari tradisional dan seni bela diri sebagai lambang budaya yang perlu dilestarikan serta sebagai pelipur lara karena KKM akan segera berakhir. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Melalui kegiatan penutupan ini, diharapkan hubungan baik antara mahasiswa KKM Kelompok 7 Pranaseva UIN Malang dengan masyarakat setempat dapat terus terjaga meskipun masa KKM telah berakhir. SOSIALISASI PENIPUAN DIGITAL KKM 7 UIN MALANG: MARAKNYA PENIPUAN ONLINE DAN UPAYA PENCEGAHANNYA DI MASYARAKAT Mahasiswa KKM Kelompok 7 Pranaseva UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penipuan Digital yang bertempat di Balai RW Lantai 1 yang dihadiri oleh warga setempat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai maraknya penipuan online, berbagai modus penipuan digital yang sering terjadi, serta upaya pencegahan yang dapat diterapkan dalam aktivitas digital sehari-hari. Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh mahasiswa dengan menyampaikan salam serta penjelasan singkat mengenai alur pelaksanaan kegiatan. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh mahasiswa KKM . Materi yang disampaikan meliputi jenis dan modus penipuan online, antara lain penipuan belanja online, phishing melalui aplikasi WhatsApp, penipuan berkedok undian berhadiah, serta penggunaan akun palsu yang mengatasnamakan pihak tertentu. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis dan disertai contoh kasus yang sering ditemui di lingkungan masyarakat guna memudahkan pemahaman terhadap ciri-ciri penipuan digital. Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama warga setempat. Pada sesi ini disampaikan pula langkah-langkah pencegahan penipuan digital, seperti tidak membagikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, tidak mengakses tautan yang mencurigakan, serta melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan kondusif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan, bersikap lebih bijak dalam menggunakan media digital, serta mampu melindungi diri dan lingkungan sekitar dari berbagai bentuk penipuan online.
MARSHEILLA ARTHADINOFA
peringatan Isra Mi'raj dan Istiqbal Ramadhan 1446 H diselenggarakan sebagai momentum spiritual untuk mengenang perjalanan suci Rasulullah SAW sekaligus menyambut kedatangan bulan penuh berkah. kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman jamaah tentang hikmah Isra Mi'raj serta mempersiapkan hati dan jiwa umat dalam menyongsong Ramadhan. Melalui program ini, diharapkan terjalin kebersamaan yang erat antarjamaah dan tumbuhnya semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah. rangkaian acara meliputi tausiyah keagamaan, dzikir bersama, dan berbagai aktivitas yang menginspirasi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan dan menjadi bekal yang baik dalam memasuki bulan Ramadhan yang penuh ampunan dan rahmat.
ABYAN AL FARROS
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang menekankan pada keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan. KKM Kelompok 60 yang dikenal dengan nama Kelompok SAGARAS dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang turut mengambil peran aktif dalam kegiatan keagamaan masyarakat selama masa pengabdian. Pada tanggal 10 Januari 2025, KKM Kelompok 60 mendapat amanah dan permintaan bantuan dari TPQ Al-Islami untuk turut mensukseskan kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, yang dirangkaikan dengan Khataman Al-Qur'an serta Pentas Seni Santri TPQ Al-Islami. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur'an sekaligus mengembangkan potensi bakat dan kepercayaan diri mereka. Rangkaian acara diawali dengan khataman Al-Qur'an yang dilaksanakan oleh empat santri TPQ Al-Islami yang telah menuntaskan seluruh materi pembelajaran Al-Qur'an. Momen ini menjadi simbol keberhasilan proses pendidikan di TPQ sekaligus wujud rasa syukur atas capaian para santri dalam menempuh pembelajaran agama. Acara kemudian dilanjutkan dengan pentas seni santri yang menampilkan total 13 penampilan. Beragam kreativitas ditunjukkan oleh para santri, mulai dari tarian islami, drama, hingga pidato dalam tiga bahasa. Setiap penampilan tidak hanya menghibur para hadirin, tetapi juga mengandung nilai edukatif dan pesan moral yang selaras dengan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Dalam kegiatan ini, KKM Kelompok 60 berperan membantu berbagai aspek pelaksanaan acara, mulai dari persiapan teknis, pendampingan santri, hingga memastikan jalannya acara berlangsung dengan tertib dan lancar. Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, KKM Kelompok 60 (SAGARAS) berharap dapat memberikan manfaat positif bagi TPQ Al-Islami dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai pengabdian, kerja sama, dan kepedulian sosial. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga pendidikan, mahasiswa, dan masyarakat mampu menciptakan kegiatan keagamaan yang bermakna dan inspiratif. https://www.kompasiana.com/kkm60sagaras60019/69650830c3bdbf59571f7a82/peran-kkm-kelompok-60-sagaras-uin-malang-dalam-mensukseskan-peringatan-isra-mi-raj-di-tpq-al-islami
MUMTAZA ILMA AFKARINA
Seminar parenting bertema “Membangun Pola Asuh Positif untuk Anak Bahagia dan Berkarakter” yang diselenggarakan pada Jumat, 23 Januari 2026 menjadi ruang refleksi yang bermakna bagi para orang tua dan pendidik. Dengan menghadirkan Zuhro Rosyidah, M.Pd, Direktur KOPPATARA, kegiatan ini menegaskan bahwa pola asuh positif bukan sekadar teknik mendidik anak, melainkan cara menghargai yang menghargai anak sebagai individu utuh dengan emosi, kebutuhan psikologis, serta potensi nilai yang harus dikembangkan sejak dini. Melalui pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kehadiran orang tua secara emosional, keteladanan dalam sikap sehari-hari, serta komunikasi yang empatik dan konsisten sebagai fondasi utama dalam membentuk anak yang bahagia dan berkarakter. Bagi saya, seminar ini memperjelas bahwa pola asuh positif bukanlah pendekatan yang mudah atau instan. Tantangan terbesarnya justru terletak pada kesiapan orang tua untuk bercermin, mengelola emosi, dan mengubah pola komunikasi yang selama ini dianggap wajar. Pola asuh positif sering disalahartikan sebagai sikap memanjakan anak, padahal sejatinya menuntut ketegasan yang penuh kesadaran dan tanggung jawab. Tanpa refleksi diri dan komitmen jangka panjang, konsep ini berisiko hanya menjadi jargon belaka. Namun jika diterapkan secara konsisten dan kontekstual sesuai nilai keluarga, pola asuh positif dapat menjadi fondasi yang kuat dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan berkarakter.
ARINAL HUSNA
Suasana Masjid At-Taqwa Perumahan Bumi Tunggulwulung Indah, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, tampak lebih ramai dari biasanya pada Minggu pagi, 25 Januari 2026. Sejak pukul 07.30 WIB, jamaah mulai berdatangan satu per satu, memenuhi ruang utama masjid dengan wajah penuh antusias. Tidak hanya orang tua, tetapi juga remaja hingga anak-anak ikut meramaikan saf. Pagi itu, Masjid At-Taqwa menggelar Kajian Dhuha Spesial yang berbeda dari agenda rutin bulanan, karena dikemas dengan pelatihan praktik perawatan jenazah bertema "Fardhu Kifayah: Bekal Mengantar Kepulangan." Kajian dhuha ini sejatinya merupakan program rutin Masjid At-Taqwa yang dilaksanakan satu bulan sekali. Namun, pelaksanaan kali ini terasa lebih istimewa karena tidak hanya berisi tausiyah, melainkan juga praktik langsung pemulasaraan jenazah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja mahasiswa KKM Kelompok 121 Swastikara Nawasena UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berkolaborasi dengan takmir masjid sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Rangkaian acara dibuka dengan salat dhuha berjamaah. Suasana khusyuk terasa ketika jamaah berdiri sejajar dalam saf, memulai kegiatan dengan ibadah. Setelah itu, jamaah tetap berada di tempat untuk mengikuti kajian dan pelatihan yang dipandu langsung oleh pemateri, Ustadz Asep Hidayatulloh, Wakil Ketua MUI Kecamatan Blimbing sekaligus Imam Masjid Sabilillah Kota Malang. Dalam penyampaiannya, Ustadz Asep menjelaskan bahwa perawatan jenazah merupakan bagian dari fardhu kifayah yang sering dianggap sepele, padahal sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, banyak umat Islam yang memahami hukum pengurusan jenazah secara teori, tetapi masih ragu dan takut ketika harus terjun langsung di lapangan. "Fardhu kifayah itu bukan hanya menggugurkan kewajiban, tetapi tentang kesiapan umat. Banyak yang tahu hukumnya, tetapi belum tentu siap memandikan, mengkafani, dan menyolatkan jenazah. Melalui pelatihan seperti ini, jamaah tidak hanya paham, tapi juga terampil," tutur Ustadz Asep di hadapan jamaah. Ia menambahkan bahwa kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia. Karena itu, ilmu tentang pemulasaraan jenazah seharusnya dimiliki oleh setiap keluarga dan komunitas muslim, bukan hanya oleh segelintir orang yang biasa mengurus. "Hari ini kita belajar bukan untuk hari ini saja, tetapi untuk masa depan. Ketika suatu saat lingkungan kita membutuhkan, kita sudah tidak bingung dan tidak takut," lanjutnya. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung perawatan jenazah. Jamaah diarahkan untuk memperhatikan setiap tahapan, mulai dari niat, adab terhadap jenazah, hingga teknik memandikan yang benar. Peralatan praktik telah disiapkan di area masjid. Ustadz Asep memperagakan bagaimana menyiram, membersihkan anggota tubuh, menjaga aurat, serta memperlakukan jenazah dengan penuh kehormatan. Tidak hanya menjelaskan, beliau juga mengingatkan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi di masyarakat, seperti tergesa-gesa, kurang menjaga adab, atau tidak memahami urutan yang tepat. Jamaah tampak serius menyimak, beberapa mencatat, sementara yang lain sesekali mengajukan pertanyaan. Tahap berikutnya adalah mengkafani jenazah. Ustadz Asep menunjukkan cara melipat kain kafan, menata posisi tubuh, hingga mengikatnya sesuai tuntunan. Beberapa jamaah diberi kesempatan untuk mencoba langsung. Suasana menjadi lebih hidup karena peserta tidak hanya menonton, tetapi ikut terlibat dalam simulasi. Selanjutnya, praktik dilanjutkan dengan simulasi salat jenazah. Jamaah diajarkan niat, susunan saf, bacaan takbir, serta doa-doa yang dibaca dalam salat jenazah. Penjelasan disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh seluruh kalangan. Antusiasme jamaah terlihat jelas. Peserta yang hadir berasal dari berbagai usia, mulai dari orang dewasa, remaja, hingga anak-anak. Mereka mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dengan penuh perhatian. Beberapa jamaah mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan perawatan jenazah secara lengkap dan terbuka seperti ini. Salah satu jamaah menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan. "Biasanya kami hanya dengar ceramah. Hari ini beda karena langsung praktik. Jadi lebih paham dan tidak canggung lagi kalau suatu saat diminta membantu mengurus jenazah di lingkungan," ujarnya. Di tengah berlangsungnya kegiatan, sinergi antara kampus dan masyarakat juga tampak nyata. Dosen Pembimbing KKM, Ibu Hersila Astari Pitaloka, hadir langsung mendampingi mahasiswa selama rangkaian acara. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan institusi terhadap program pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Ibu Hersila tampak mengikuti jalannya kajian dan praktik, sekaligus berinteraksi dengan takmir dan jamaah sebagai wujud kolaborasi antara dunia akademik dan lingkungan warga. Ketua Takmir Masjid At-Taqwa, H. Luqman Hakim, mengapresiasi kegiatan yang digagas bersama mahasiswa KKM tersebut. Ia menilai kajian dhuha kali ini memberi warna baru bagi jamaah. "Kami rutin mengadakan kajian dhuha, tetapi kali ini terasa lebih lengkap karena ada praktik langsung. Ini bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga keberanian jamaah untuk terlibat dalam pengurusan jenazah di masyarakat," ungkapnya. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi umat. "Masjid harus hidup, bukan hanya untuk salat, tetapi juga memberi keterampilan dan pengetahuan bagi warga. Kolaborasi dengan mahasiswa KKM ini sangat membantu kami," tambahnya. Sementara itu, mahasiswa KKM Kelompok 121 Swastikara Nawasena melihat program ini sebagai bentuk pengabdian nyata. Mereka tidak hanya hadir sebagai tamu di tengah masyarakat, tetapi ikut berperan dalam memberdayakan jamaah melalui kegiatan yang langsung menyentuh kebutuhan warga. Ustadz Asep dalam penutup materinya kembali menegaskan bahwa ilmu agama harus bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kalau hanya teori, orang mudah lupa. Tapi kalau sudah praktik, itu akan membekas. Harapannya, jamaah pulang membawa keberanian, bukan hanya catatan," jelasnya. Selain memberi pengetahuan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarjamaah. Interaksi selama praktik membuat warga saling mengenal, bekerja sama, dan membangun empati satu sama lain. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang belajar dan kebersamaan. Setelah seluruh rangkaian kajian dan praktik selesai, acara ditutup dengan suasana hangat melalui sarapan bersama antara jamaah, pemateri, takmir, dosen pembimbing, dan mahasiswa KKM. Kebersamaan tersebut menjadi penutup yang sederhana namun bermakna, mencerminkan nilai gotong royong dan kekeluargaan di lingkungan Masjid At-Taqwa. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kajian Dhuha Spesial di Masjid At-Taqwa : Pelatihan Perawatan Jenazah Ustadz Asep dalam penutup materinya kembali menegaskan bahwa ilmu agama harus bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Kalau hanya teori, orang mudah lupa. Tapi kalau sudah praktik, itu akan membekas. Harapannya, jamaah pulang membawa keberanian, bukan hanya catatan," jelasnya. Selain memberi pengetahuan, kegiatan ini juga mempererat hubungan sosial antarjamaah. Interaksi selama praktik membuat warga saling mengenal, bekerja sama, dan membangun empati satu sama lain. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang belajar dan kebersamaan. Setelah seluruh rangkaian kajian dan praktik selesai, acara ditutup dengan suasana hangat melalui sarapan bersama antara jamaah, pemateri, takmir, dosen pembimbing, dan mahasiswa KKM. Kebersamaan tersebut menjadi penutup yang sederhana namun bermakna, mencerminkan nilai gotong royong dan kekeluargaan di lingkungan Masjid At-Taqwa. Melalui Kajian Dhuha Spesial ini, Masjid At-Taqwa menunjukkan bahwa edukasi fardhu kifayah dapat dikemas secara menarik, aplikatif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menumbuhkan kesiapan umat dalam menghadapi realitas kehidupan, termasuk saat harus mengantar kepulangan seorang muslim dengan penuh tanggung jawab dan kehormatan.