PUTRI AYU PRATIWI
Program kerja Rumah Belajar merupakan salah satu bentuk pengabdian KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam bidang pendidikan. Program ini dirancang sebagai wadah bimbingan belajar bagi anak-anak sekolah dasar di lingkungan sekitar posko KKM. Rumah Belajar hadir untuk membantu anak-anak dalam memahami materi pelajaran sekolah sekaligus menumbuhkan semangat belajar yang berkelanjutan. Kegiatan Rumah Belajar dilaksanakan secara rutin setiap malam di posko KKM. Anak-anak datang dengan penuh antusias sambil membawa buku pelajaran, tugas sekolah, maupun materi yang belum mereka pahami. Suasana belajar dibuat santai namun tetap kondusif, sehingga anak-anak merasa nyaman dan tidak tertekan dalam proses pembelajaran. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM berperan sebagai pendamping belajar yang membantu menjelaskan materi pelajaran secara sederhana dan mudah dipahami. Mahasiswa membimbing anak-anak satu per satu sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman masing-masing. Pendekatan ini dilakukan agar setiap anak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik dan tidak merasa tertinggal. Selain membantu mengerjakan tugas sekolah, mahasiswa KKM juga memberikan arahan mengenai materi yang akan dipelajari di sekolah pada keesokan harinya. Anak-anak dibimbing untuk memahami konsep dasar terlebih dahulu, sehingga mereka lebih siap dan percaya diri saat mengikuti pelajaran di kelas. Dengan demikian, Rumah Belajar tidak hanya berfokus pada penyelesaian tugas, tetapi juga pada persiapan belajar jangka pendek. Program Rumah Belajar ini juga bertujuan untuk menanamkan kebiasaan belajar yang positif sejak dini. Anak-anak diajak untuk disiplin waktu, berani bertanya, dan aktif dalam proses belajar. Melalui interaksi yang intens antara mahasiswa dan anak-anak, terjalin hubungan yang hangat dan penuh motivasi, sehingga kegiatan belajar terasa lebih menyenangkan. Antusiasme anak-anak dan dukungan dari orang tua menjadi faktor penting dalam keberlangsungan program ini. Banyak orang tua merasa terbantu dengan adanya Rumah Belajar karena anak-anak mendapatkan pendampingan belajar di luar jam sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa program tersebut mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar posko KKM. Melalui program kerja Rumah Belajar, KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak sekolah dasar. Program ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap dunia pendidikan serta sarana untuk mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan, Rumah Belajar dapat meninggalkan kesan dan manfaat yang berkelanjutan bagi anak-anak dan masyarakat setempat.
FARUQ FAROIZ MAULIDIARSYAH
Penutupan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi momen akhir dari seluruh rangkaian pengabdian yang telah dilaksanakan bersama masyarakat. Penutupan ini dilakukan secara bertahap pada setiap lokasi program kerja sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kebersamaan yang telah terjalin selama masa KKM. Setiap kegiatan penutupan berlangsung dengan suasana hangat, penuh rasa syukur, dan kebersamaan. Penutupan program Rumah Belajar dilaksanakan pada Rabu malam, 28 Januari 2026, bertepatan dengan jadwal rutin kegiatan Rumah Belajar. Kegiatan ini menjadi momen perpisahan antara mahasiswa KKM dan anak-anak yang selama ini rutin mengikuti bimbingan belajar. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKM menyampaikan pesan motivasi dan harapan agar anak-anak tetap semangat belajar serta terus mengembangkan kebiasaan belajar yang telah dibangun bersama. Suasana penutupan Rumah Belajar berlangsung sederhana namun penuh makna. Anak-anak menunjukkan antusiasme sekaligus rasa haru karena kegiatan belajar bersama yang selama ini menemani malam mereka telah sampai pada akhir. Mahasiswa KKM berharap ilmu, pengalaman, dan semangat belajar yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, penutupan kegiatan asistensi mengajar di TPQ Sirotul Mustaqiem dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan penutupan ini dilakukan bersama pengurus TPQ, ustadz dan ustadzah, serta para santri. Mahasiswa KKM berpamitan sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, penutupan kegiatan KKM juga dilaksanakan di SDN 1 Arjosari pada Sabtu, 31 Januari 2026, pada jam sekolah. Penutupan ini menjadi momen perpisahan mahasiswa KKM dengan pihak sekolah dan para siswa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin serta harapan agar kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah. Puncak penutupan KKM Ganiswara Kelompok 64 dilaksanakan secara resmi pada hari Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Balai Desa. Acara penutupan ini dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan masyarakat, serta seluruh anggota KKM. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan laporan singkat pelaksanaan program kerja dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan KKM. Dengan terlaksananya seluruh rangkaian penutupan tersebut, maka berakhirlah kegiatan KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Meskipun masa pengabdian telah selesai, pengalaman, kebersamaan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama KKM diharapkan dapat terus dikenang. Mahasiswa KKM berharap seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat serta meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Desa Arjosari.
MUHAMMAD SYAIFULLAH
Di tengah arus modernisasi yang kian berkembang, eksistensi budaya lokal menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Tradisi, kesenian, serta kearifan lokal bukan sekadar rangkaian seremoni tahunan, melainkan representasi identitas kolektif yang membentuk karakter suatu masyarakat. Dalam konteks inilah, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 38 menghadiri Event Tempoe Doeloe di kawasan Wisata Umbulan, Desa Ngadireso, atas undangan KKM Kelompok Paramita Yasa (Kelompok 32) sebagai bentuk kolaborasi dan penguatan solidaritas antar kelompok KKM. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai tersebut menjadi momentum kebersamaan lintas kelompok dalam satu ruang budaya yang sarat makna. Kehadiran Kelompok 38 bukan sekadar memenuhi undangan formal, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran sosial yang kontekstual. Event Tempoe Doeloe menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari bazar makanan tradisional, pertunjukan tarian daerah, hingga interaksi langsung antara masyarakat dan mahasiswa yang berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Secara substantif, partisipasi dalam kegiatan budaya seperti ini memiliki nilai strategis dalam kerangka pengabdian masyarakat. Mahasiswa memperoleh pengalaman empiris tentang bagaimana budaya lokal dirawat, dipresentasikan, dan dijadikan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat. Bazar makanan tradisional, misalnya, tidak hanya menjadi aktivitas ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi simbol pelestarian kuliner khas daerah. Sementara itu, pertunjukan tarian tradisional mencerminkan kesinambungan nilai historis dan estetika yang diwariskan lintas generasi. Antusiasme masyarakat Desa Ngadireso memperlihatkan bahwa budaya memiliki daya rekat sosial yang kuat. Interaksi yang terbangun antara warga, Kelompok 32 sebagai penyelenggara, dan Kelompok 38 sebagai tamu undangan menciptakan ruang dialog yang mempertemukan perspektif akademik dengan realitas sosial di lapangan. Momentum ini memperkuat kesadaran bahwa pengabdian masyarakat tidak selalu hadir dalam bentuk program struktural, tetapi juga dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial-budaya. Kolaborasi antara Kelompok 38 dan Kelompok Paramita Yasa Kelompok 32 mencerminkan semangat kolektif dalam menjalankan misi pengabdian. Undangan tersebut menjadi simbol solidaritas antar mahasiswa KKM sekaligus memperluas jejaring kolaborasi yang konstruktif. Dalam konteks pendidikan tinggi, pengalaman lintas kelompok seperti ini menjadi ruang pembelajaran nonformal yang memperkaya wawasan sosial dan kultural mahasiswa. Kegiatan ini berada di bawah arahan dan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 38, Kivah Aha Putra, M.Pd.I., yang senantiasa menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam dinamika sosial masyarakat secara komprehensif. Bimbingan tersebut memastikan bahwa setiap partisipasi mahasiswa tidak bersifat seremonial semata, melainkan memiliki nilai reflektif dan relevansi akademik yang jelas dalam kerangka tridarma perguruan tinggi. Sebagai bentuk tanggung jawab akademik, seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan secara sistematis untuk dimasukkan ke dalam laporan akhir KKM. Dokumentasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai administrasi program, tetapi juga sebagai catatan refleksi atas proses pembelajaran sosial dan budaya yang dialami mahasiswa selama masa pengabdian. Partisipasi Kelompok 38 dalam Event Tempoe Doeloe menjadi pengingat bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya bertumpu pada aspek fisik, tetapi juga pada pelestarian nilai, identitas, dan kebersamaan. Melalui undangan kolaboratif ini, mahasiswa belajar bahwa merawat tradisi berarti menjaga memori kolektif sekaligus meneguhkan peran generasi muda sebagai penjaga dan penggerak kebudayaan lokal.
RIAS DYATMIKA AZIZAH
Sebagai upaya menjaga lingkungan sekaligus melestarikan tanaman obat keluarga, warga bersama mahasiswa KKM melaksanakan kegiatan bersih-bersih Taman TOGA pada Minggu, 18 Januari 2026 di wilayah RT 3 RW 6 Griya Damai Sejahtera. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Taman TOGA merupakan taman yang ditanami berbagai jenis tanaman obat keluarga, sayuran, serta tanaman bermanfaat lainnya yang dapat digunakan untuk kebutuhan kesehatan dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Keberadaan taman ini memiliki peran penting sebagai sumber edukasi, pelestarian tanaman herbal, serta sarana mendukung gaya hidup sehat berbasis alam. Kegiatan bersih-bersih Taman TOGA meliputi pencabutan rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman, penataan area taman, serta perawatan tanaman agar tetap tumbuh dengan baik. Selain itu, peserta juga melakukan panen terhadap berbagai buah dan sayuran yang telah siap dipetik, seperti buah jambu, jeruk nipis, jeruk peras, serta sayuran bayam dan hasil kebun lainnya. Taman TOGA di RT 3 RW 6 memiliki beragam jenis tanaman obat dan tanaman herbal, di antaranya lidah buaya, daun kelor, daun mint, daun pacar cina, bunga kamboja, daun pandan, buah mengkudu, serta tanaman rimpang seperti jahe dan kunyit. Keberagaman tanaman tersebut menunjukkan potensi besar taman ini sebagai sumber tanaman herbal yang bermanfaat bagi warga. Setelah kegiatan bersih-bersih dan panen selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama. Momen ini dimanfaatkan warga dan mahasiswa KKM untuk saling berbincang, berbagi cerita, dan mempererat tali silaturahmi sebelum akhirnya kegiatan diakhiri dan peserta kembali ke rumah masing-masing. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan serta memanfaatkan tanaman obat keluarga dapat terus meningkat. Kegiatan bersih-bersih Taman TOGA ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap alam dapat berjalan seiring dengan kebersamaan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
KHOIRUNNISA NUR AQILAH FAUZI
Peringatan hari besar Islam di lingkungan sekolah dasar bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum edukatif yang memiliki nilai strategis dalam pembentukan karakter peserta didik. Kesadaran inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 38 untuk turut berkontribusi dalam kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj di SDN Wonoluyo I. Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 07.00 hingga 10.00 WIB tersebut menghadirkan pemateri langsung dari lembaga Yatim Mandiri. Kehadiran narasumber eksternal memberikan penguatan substansi materi sekaligus memperluas wawasan siswa mengenai makna historis dan spiritual peristiwa Isra’ Mi’raj. Dalam konteks ini, mahasiswa KKM tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari tim pendukung yang memastikan seluruh rangkaian acara berjalan secara tertib dan terstruktur. Sejak tahap persiapan, mahasiswa terlibat aktif dalam koordinasi teknis, penataan ruang kegiatan, serta pendampingan siswa selama acara berlangsung. Kontribusi tersebut mencerminkan implementasi nyata nilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan institusi pendidikan dasar. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, ditandai dengan partisipasi aktif siswa dalam menyimak materi serta menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri. Secara substantif, peringatan Isra’ Mi’raj ini tidak hanya memperkenalkan kembali kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menanamkan pemahaman mengenai pentingnya shalat sebagai tiang agama. Melalui pendekatan komunikatif yang disampaikan pemateri, siswa diajak memahami bahwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar peristiwa historis, melainkan refleksi spiritual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Suasana religius pun terasa lebih kuat di lingkungan sekolah, tercermin dari sikap khidmat siswa selama kegiatan berlangsung. Bagi mahasiswa KKM UIN Malang, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sosial dan spiritual. Mereka tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menyerap nilai-nilai edukatif yang disampaikan dalam forum tersebut. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang memperkuat dimensi karakter dan moral peserta didik. Seluruh rangkaian program berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 38, Kivah Aha Putra, M.Pd.I., yang senantiasa memberikan arahan akademik serta penguatan konseptual agar setiap kegiatan pengabdian memiliki nilai edukatif dan reflektif. Bimbingan tersebut memastikan bahwa keterlibatan mahasiswa tidak hanya bersifat partisipatif, tetapi juga memiliki makna akademik dan sosial yang terukur. Peringatan Isra’ Mi’raj di SDN Wonoluyo I pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Ia menjadi ruang perjumpaan antara nilai keagamaan, pendidikan karakter, dan semangat kolaborasi. Ketika mahasiswa hadir dengan kesadaran pengabdian, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang penanaman nilai spiritual yang membentuk generasi yang berakhlak dan berintegritas.
NUR FAJRIYATUSH SHOBAHAH
Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 38 turut berpartisipasi dalam kegiatan Piket Posyandu Lansia yang dilaksanakan di Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 09.00–12.00 WIB dan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu Posyandu Lansia Bougenvile II dan Posyandu Lansia Yudhistira I. Keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan posyandu lansia merupakan bagian dari upaya mendukung program kesehatan masyarakat desa, khususnya bagi warga lanjut usia. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM bekerja sama secara langsung dengan kader posyandu setempat, membantu berbagai aktivitas pelayanan kesehatan yang rutin dilakukan. Adapun peran mahasiswa KKM meliputi membantu proses pendaftaran lansia, pendampingan saat penimbangan dan pemeriksaan kesehatan, serta membantu kader dalam pencatatan data kesehatan lansia. Selain itu, mahasiswa juga turut mendampingi lansia selama kegiatan berlangsung, sehingga tercipta suasana yang lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi para peserta posyandu. Melalui kegiatan Piket Posyandu Lansia Bougenvile II dan Yudhistira I ini, mahasiswa KKM tidak hanya berkontribusi dalam aspek teknis pelaksanaan kegiatan, tetapi juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat lanjut usia. Interaksi tersebut menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami kondisi kesehatan, kebutuhan, serta peran penting posyandu dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di tingkat desa. Kehadiran mahasiswa KKM mendapat sambutan positif dari para kader posyandu dan masyarakat setempat. Bantuan yang diberikan dinilai dapat meringankan tugas kader serta memperlancar jalannya kegiatan posyandu. Di sisi lain, mahasiswa KKM memperoleh pengalaman berharga terkait pelayanan kesehatan masyarakat berbasis komunitas, yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga menumbuhkan empati dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Kelompok 38 berharap dapat terus mendukung program-program desa, khususnya di bidang kesehatan masyarakat. Partisipasi dalam posyandu lansia menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa untuk hadir, membantu, dan berkontribusi secara langsung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Wonomulyo selama masa pengabdian KKM berlangsung.