Thumbnail
3 months ago
Forum Silaturahmi Desa Gedogwetan: KKM UIN Malang Kelompok 127 Turut Berpartisipasi dalam Istighosah Kubro

RISKAYANI SETIYANINGRUM

Gedogwetan, Turen – Pada Sabtu malam, 31 Januari 2026, Forum Silaturahmi Desa Gedogwetan menyelenggarakan kegiatan Istighosah Kubro yang bertempat di Musholla Darussalam RT 02 RW 08 Desa Gedogwetan, Kecamatan Turen. Kegiatan ini dimulai pukul 19.15 WIB atau ba’da salat Isya’ dan diikuti oleh berbagai unsur masyarakat Desa Gedogwetan, termasuk mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 127.   Kegiatan ini melibatkan Ranting NU, JPZIS, PGTPQ, Muslimat NU, Pemerintah Desa Gedogwetan, serta dihadiri oleh perangkat desa, pengurus anak ranting, paguyuban RW, takmir masjid dan musholla, Ansor-Banser, serta warga setempat. Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 127 turut berpartisipasi dalam mendukung kelancaran kegiatan. Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan kegiatan pentong koin sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial warga. Selanjutnya, jamaah bersama-sama mengikuti istighosah dengan penuh khidmat. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari para pengurus dan tokoh masyarakat. Puncak acara diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Kyai Saiful Anam selaku Pengurus MWC NU Kecamatan Turen.   Melalui kegiatan Istighosah Kubro ini, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Acara ditutup dengan doa bersama sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan lancar. https://kkmnavantara127.blogspot.com/2026/02/forum-silaturahmi-desa-gedogwetan-kkm.html 

Thumbnail
3 months ago
Peer Counseling sebagai Ruang Aman Remaja: Inisiatif Mahasiswa KKM Arunika Karsa 110 UIN Malang bersama Remaja Masjid Muthohharun

ITA AYU KARIMAH

KKM Arunika Karsa 110 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Peer Counseling bersama Remaja Masjid Muthohharun sebagai upaya menghadirkan ruang aman (safe space) bagi remaja dalam menghadapi persoalan psikososial yang mereka alami. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kesadaran remaja akan pentingnya dukungan sebaya dalam menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan emosional.   Kegiatan Peer Counseling ini menghadirkan Muhammad Gusti Baskara Najih dan Nayla Nur Safa Septiasa Putri sebagai pemateri. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pemahaman konseptual mengenai konseling sebaya, peran peer counselor, serta keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh remaja agar mampu menjadi pendengar yang empatik dan suportif bagi sesamanya.   Secara konseptual, konseling dipahami sebagai hubungan interpersonal antara konselor dan konseli yang bertujuan membantu individu memahami dirinya, kondisi yang dihadapi, serta kemungkinan solusi atas permasalahan yang dialami. Dalam konteks konseling sebaya, peran ini dijalankan oleh individu non-profesional yang memiliki kedekatan usia, pengalaman, dan karakteristik sosial yang serupa, sehingga proses bantuan menjadi lebih setara dan mudah diterima.  Pemateri menjelaskan bahwa peer counseling bukanlah praktik terapi profesional, melainkan bentuk dukungan awal berbasis empati, keterampilan mendengar aktif, dan komunikasi interpersonal. Remaja dilatih untuk membangun rapport, menjaga kerahasiaan, menghindari sikap menghakimi, serta memberikan ruang bagi konseli untuk menemukan solusi atas permasalahannya sendiri. Selain itu, disampaikan pula manfaat peer counseling bagi remaja, antara lain membantu pencegahan perilaku berisiko, meningkatkan keterampilan sosial, serta menciptakan iklim sosial yang lebih sehat di lingkungan remaja masjid. Dukungan teman sebaya dinilai lebih efektif karena remaja cenderung lebih terbuka dan nyaman berbagi cerita dengan rekan seusia dibandingkan dengan figur otoritas seperti guru atau orang tua   Melalui kegiatan ini, KKM Arunika Karsa 110 UIN Malang berharap Remaja Masjid Muthohharun tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan masjid yang ramah, inklusif, dan peduli terhadap kondisi emosional sesama remaja. Peer counseling diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya saling mendukung dan memperkuat ketahanan mental generasi muda berbasis nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Thumbnail
3 months ago
Apresiasi Tulus CJH Atas Program Kelompok 48

INTAN ZAKIA PURNAMA

Selama pelaksanaan KKM, salah satu hal yang paling membekasi di hati saya adalah bagaimana Calon Jemaah Haji (CJH) memberikan apresiasi yang tulus terhadap program-program yang kami (kelompok 48) berikan pada kesan, pesan dan harapan yang beliau berikan. Selain itu, apresiasi tersebut bukan hanya disampaikan dari ucapan, tetapi juga terlihat dari respon positif, antusiasme, serta rasa senang yang beliau tunjukkan selama mengikuti setiap program kami. CJH merasa sangat diperhatikan kesehatannya. Program-program yang kami rancang dengan tujuan menjaga kesehatan selama masa tunggu haji tersebut sangat disambut dengan baik. Hal ini membuat saya merasa bahwa apa yang kami lakukan benar-benar bermanfaat dan tepat sasaran. Melihat bahwa CJH merasa aman, nyaman, dan diperhatikan menjadi suatu kebahagiaan tersendiri bagi saya dan tim 48. Satu hal yang paling membuat saya terkesan adalah sikap CJH yang sangat terbuka, penuh pengertian, dan tidak pernah menyulitkan kami. Beliau juga selalu mengingat nama-nama kami dan berkata tidak pernah merasa tersinggung atas perkataan maupun tindakan kami selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut justru membuat komunikasi diantara kami dan CJH terasa hangat, kekeluargaan, dan penuh rasa saling menghormati, sehingga membuat suasana menjadi lebih menyenangkan dan semua program kami selalu berjalan dengan lancar. Seluruh pengalaman selama KKM ini memberikan pelajaran yang berharga bagi saya bahwa ketulusan, empati, dan niat baik selama penyuluhan selalu dapat diterima dengan sangat baik oleh masyarakat. Hal ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus belajar, peduli, dan berkontribusi nyata kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, pengalaman penyuluhan bersama CJH selama KKM ini menjadi salah satu momen berharga yang paling saya syukuri dan tidak akan saya lupakan selamanya.

Thumbnail
3 months ago
Peringatan Isra Mi’raj: Momentum Spiritual dan Kebersamaan di Dusun Nongkosewu

FARHATUS SALSABILA

Isra Mi'raj merupakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam yang sarat dengan hikmah dan pelajaran berharga. Peristiwa ini mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Isra), kemudian dilanjutkan hingga ke Sidratul Muntaha (Mi'raj). Dari peristiwa agung inilah umat Islam menerima perintah shalat lima waktu sebagai landasan utama kehidupan beragama. Di Dusun Nongkosewu, peringatan Isra Mi'raj biasanya dilaksanakan secara sederhana di masjid dengan suasana yang khidmat. Meskipun sederhana, makna spiritual yang terkandung di dalamnya tetap terasa kuat bagi masyarakat. Namun mahasiswa KKM melihat momen ini sebagai peluang besar untuk menghadirkan peringatan Isra Mi'raj yang lebih meriah, berkesan, dan tetap sarat nilai keislaman. Melalui kolaborasi bersama masyarakat, Kelompok 31 KKM UIN Malang berinisiatif mengemas peringatan Isra Mi'raj sebagai acara puncak dari rangkaian program keagamaan selama pelaksanaan KKM. Kegiatan ini dirancang tidak sekedar seremonial, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan inspirasi, khususnya bagi generasi muda di Dusun Nongkosewu. Acara peringatan Isra Mi'raj ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, perangkat dusun, anak-anak, hingga remaja. Beragam kegiatan yang disajikan, seperti tausiyah keagamaan, pembacaan shalawat, dan penampilan kreatif yang bernuansa Islami. Dengan konsep yang edukatif dan menghibur, diharapkan pesan-pesan Isra Mi'raj dapat lebih mudah dipahami dan diinternalisasi oleh seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap peringatan Isra Mi'raj tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan semangat beribadah, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
3 months ago
Pembukaan KKM Kelompok 78 UIN Malang di desa Banjarejo dengan tema “ Membangun Desa Banjarejo Melalui Pengabdian Dan Inovasi Berbasis Potensi Lokal”

TATIA NUR FAUZIYAH

Acara pembukaan KKM kelompok 78 UIN Malang di desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember  2025 di balai desa Banjarejo. Acara ini dilakukan sebagai bentuk penyerahan mahasiswa KKM oleh dosen pembimbing lapangan ke desa Banjarejo yang dihadiri oleh kepala desa dan perangkat desa. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an untuk keberkahan acara ini. Selanjutnya, menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk nasionalisme dan kebangsaan cinta tanah air. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari dosen pembimbing lapangan dan  kepala desa. Sambutan yang pertama disampaikan oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) dengan memperkenalkan seluruh anggota kelompok KKM 78 sekaligus menyerahkan mahasiswa KKM kepada desa. Beliau berpesan kepada pihak desa untuk membimbing mahasiswa KKM selama 40 hari ke depan, dari tanggal 23 Desember 2025 sampai 4 Februari 2026. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa untuk menjaga nama baik UIN Malang, mematuhi peraturan dan menjaga etika di desa. Penyampaian terakhir mengenai program kerja yang akan dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan memberikan dampak. Sambutan yang kedua disampaikan oleh kepala desa Banjarejo diawali dengan pengucapan selamat datang kepada mahasiswa KKM. Beliau menyampaikan bahwa desa Banjarejo merupakan desa yang warganya memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan dan mayoritas penghasilannya berasal dari pertanian. Beliau berpesan bahwa semua hal membutuhkan perjuangan yang bertujuan untuk menambah semangat mahasiswa KKM. Selanjutnya, prosesi penyematan id card oleh kepala desa sebagai simbol peresmian KKM dilaksanakan.  Selain itu, pemotongan tumpeng dilakukan untuk ucapan syukur dan terima kasih atas diterimanya mahasiswa KKM di desa Banjarejo. Acara ini ditutup dengan do’a dan dokumentasi bersama seluruh perangkat desa yang hadir. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan menjadi langkah awal hubungan baik dengan perangkat desa dan pihak terkait.

Thumbnail
3 months ago
KKM 166 Baranova Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Edukasi dan Spiritual

M. MUZZAMMIL

  Pengabdian masyarakat yang dilakukan KKM 166 Baranova di Desa Licin bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam bidang sosial, ekonomi, dan keagamaan. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan edukasi karakter, adaptasi teknologi, dan penguatan nilai religius. Sosialisasi anti bullying dan kenakalan remaja dilaksanakan melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar. Mahasiswa KKM memberikan pemahaman tentang pentingnya sikap empati dan tanggung jawab sosial. Penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui pendampingan penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM. Digitalisasi ekonomi ini diharapkan mampu mendukung perkembangan usaha kecil di desa. Kegiatan pengabdian ini secara nyata diperkuat dengan amaliah keagamaan, seperti pengajian dan pendampingan TPQ, yang menjadi fondasi pembentukan karakter masyarakat.