RAKA MARIO ADITYA
Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 Senandika Desa Wonorejo melaksanakan kegiatan penanaman bibit buah yang bertempat di Bukit Dusun Pusung, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Januari 2026 dan menjadi salah satu program kerja unggulan kelompok dalam mendukung pelestarian lingkungan desa. Kegiatan penanaman dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKM dengan melibatkan masyarakat setempat. Lokasi perbukitan dipilih sebagai upaya penghijauan lahan serta pencegahan kerusakan lingkungan. Berbagai jenis bibit buah ditanam dalam kegiatan ini, di antaranya bibit mangga, sirsak, kopi, palem, serta beberapa jenis tanaman lain yang dinilai sesuai dengan kondisi tanah dan iklim wilayah tersebut. Selain bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa. Tanaman buah yang ditanam berpotensi menjadi sumber pangan, memperbaiki kualitas lingkungan perbukitan, serta membuka peluang ekonomi di masa depan apabila dikelola secara berkelanjutan. Perwakilan KKM Kelompok 86 Senandika Desa Wonorejo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa. Penanaman bibit buah ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai upaya menanam kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif dalam proses penanaman dan dukungan terhadap keberlanjutan program ini. Melalui kegiatan penanaman bibit buah di Bukit Dusun Pusung, mahasiswa KKM berharap dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan desa yang hijau, lestari, dan bermanfaat bagi generasi mendatang. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menanam Harapan untuk Masa Depan: Aksi Penanaman Bibit Buah oleh KKM Kelompok 86 Senandika Desa", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/qusayali5386/69698dd1ed6415454402b6b2/menanam-harapan-untuk-masa-depan-aksi-penanaman-bibit-buah-oleh-kkm-kelompok-86-senandika-desa
NANDA AULIA RAHMAPUTRI
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Dhahawicaksana melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan selai berbahan dasar rosela sebagai salah satu bentuk pemberdayaan potensi lokal ibu-ibu Desa Selopanggung. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Januari 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai, bertempat di Balai Pertemuan Desa Selopanggung. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah bunga rosela menjadi produk bernilai tambah. Desa Selopanggung dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki banyak tanaman rosela yang tumbuh di pekarangan warga maupun lahan sekitar desa. Selama ini, bunga rosela belum dimanfaatkan secara optimal dan sebagian besar hanya digunakan untuk konsumsi sederhana. Melihat potensi tersebut, KKM Dhahawicaksana berinisiatif menyelenggarakan pelatihan pengolahan rosela menjadi selai yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk pangan rumahan. Pelatihan pembuatan selai rosela ini diikuti oleh ibu-ibu Desa Selopanggung dengan antusiasme yang tinggi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM Dhahawicaksana memberikan penjelasan mengenai manfaat bunga rosela, kandungan gizi, serta potensi ekonominya. Selanjutnya peserta diberikan pemahaman mengenai tahapan pembuatan selai rosela, mulai dari proses pemilihan bunga rosela yang baik, pengolahan bahan, hingga teknik memasak dan penyimpanan selai agar memiliki daya simpan yang lebih lama. Proses pelatihan berlangsung secara interaktif dengan metode pemadatan langsung. Peserta pelatihan menyimak dengan saksama setiap tahapan pembuatan selai rosela yang dipraktikkan oleh mahasiswa KKM. Beberapa peserta juga aktif mengajukan pertanyaan terkait takaran bahan, cara menjaga kualitas rasa, serta kemungkinan pengemasan produk jika ingin dipasarkan. Suasana kegiatan berjalan kondusif dan penuh semangat kebersamaan. Pihak pemerintah desa menyambut baik terselenggaranya pelatihan ini. Menurut perangkat desa, kegiatan tersebut sangat bermanfaat dalam mendorong kreativitas masyarakat serta membuka peluang usaha berbasis potensi lokal desa. Diharapkan, pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi warga untuk mengembangkan produk olahan rosela sebagai salah satu ciri khas Desa Selopanggung. Melalui pelatihan pembuatan selai rosela ini, KKM Dhahawicaksana berharap masyarakat dapat lebih sadar akan potensi alam yang dimiliki desa dan mampu mengolahnya secara kreatif dan produktif. Kegiatan ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan semangat bergerak dan berdampak , yaitu hadir, berkontribusi, serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi ibu-ibu Desa Selopanggung.
SHOLIHUL ANAS HANAFI
Kegiatan ini bertujuan untuk memetakan potensi, fasilitas umum, serta batas wilayah desa secara lebih akurat dan terstruktur. Proses mapping desa dilakukan melalui observasi langsung di lapangan dengan menelusuri setiap dusun dan lingkungan. Data yang dikumpulkan meliputi lokasi fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, balai desa, jalan, serta potensi ekonomi masyarakat, termasuk UMKM dan lahan produktif. Selain itu, pemetaan juga mencakup penandaan wilayah permukiman dan batas antar dusun. Dengan adanya mapping desa, diharapkan pemerintah desa memiliki basis data yang lebih lengkap untuk mendukung perencanaan pembangunan, pengambilan kebijakan, serta pengembangan potensi desa ke depannya. Pemetaan ini juga menjadi langkah awal dalam mendukung digitalisasi desa dan meningkatkan akses informasi bagi masyarakat luas. Pemerintah Desa Karangnongko berharap hasil mapping desa ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi dasar dalam mewujudkan pembangunan desa yang terarah, efektif, dan berkelanjutan.
MAULIDAH SYARIFAH
Pada Hari Rabu, 28/01/2026 KKM Sahakarya 77 melakukan pelatihan eco-print dengan teknik pounding (pemukulan) yang diikuti oleh anggota PKK Desa Sumberkeradenan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Eco-print merupakan salah satu teknik pewarnaan serta pembuatan motif pada kain dengan menggunakan bahan alami seperti bunga, daun, dan batang tumbuhan. Eco-print menghasilkan motif pada kain terlihat alami dan realistis. Berawal dari keinginan salah satu warga agar KKM 77 memberikan sebuah pelatihan yang dapat mengembangkan potensi perekonomian di Desa Sumberkeradenan, maka terlaksanalah pelatihan eco-print tersebut. Selain karena bahan-bahan yang digunakan sangat mudah didapat, modalnya pun relatif terjangkau sehingga dapat dipraktekkan walaupun modal yang tersedia relatif kecil. Antusiasme para anggota PKK dalam memahami dan mempraktekkan pembuatan eco-print mengundang semangat besar KKM 77 dalam melakukan pembelajaran bersama anggota PKK. Bahan-bahan yang digunakan antara lain totebag kain berwarna putih, beberapa jenis bunga dan daun yang memiliki bentuk serta warna menarik seperti bunga sepatu, bunga telang, plastik, palu kayu sebagai alat pemukul dan larutan tawas. Langkah awal adalah menyiapkan tote bag berwarna putih yang telah direndam dengan air tawas, tidak lupa pelapisan bagian dalam tote bag dengan plastik agar motif yang dihasilkan dari sari tumbuhan tidak menembus ke sisi lain. Kedua, meletakkan bahan alami seperti bunga atau daun yang bermotif menarik dibagian luar tote bag, serta melakukan penataan sesuai selera untuk mengasilkan motif yang diinginkan. Ketiga, memukul perlahan bunga atau daun yang sudah ditata menggunakan palu kayu agar pigmennya berpindah pada kain secara sempurna. Langkah terakhir, melepas plastik dan membersihkan sisa daun yang menempel lalu dibilas dan disetrika untuk mengunci motif yang dihasilkan dari pigmen bahan alami tersebut. Pelatihan eco-print yang dilaksanakan oleh KKM 77 tidak lain sebagai wadah untuk mendorong pemberdayaan ekonomi keluarga yang dapat dilakukan oleh para ibu rumah tangga yang ada di Desa Sumberkeradenan, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan yang juga berpotensi menjadi ciri khas dari daerah tersebut. Selain bahannya yang mudah didapat, modal yang digunakan relatif kecil, eco-print juga menghasilkan karya dengan nilai yang ekonomis serta dapat meningkatkan kesadaran lingkungan dengan menggunakan bahan alami untuk mengurangi limbah serta memanfaatkan sumber daya sekitar secara bijak. Besar harapan dari KKM 77 atas terlaksananya pelatihan eco-print dengan teknik pounding tersebut. Selain berpotensi mengembangkan perekonomian Desa Sumberkeradenan, juga mendukung program pemberdayaan perempuan dengan cara peningkatan keterampilan serta kemandirian perempuan, khususnya anggota PKK Desa Sumberkeradenan.
FATHAH AULIA RIZKA
Di era digital seperti sekarang, keberadaan usaha Anda di dunia maya sama pentingnya dengan keberadaan fisik toko. Salah satu cara paling efektif dan gratis untuk meningkatkan visibilitas UMKM adalah dengan mencantumkan lokasi usaha di Google Maps. Sayangnya, masih banyak pelaku UMKM yang belum memanfaatkan fitur dahsyat ini. Mengapa Google Maps Penting untuk UMKM? Bayangkan skenario ini: calon pelanggan sedang mencari produk atau jasa yang Anda tawarkan di Google. Jika usaha Anda terdaftar di Google Maps, bisnis Anda akan muncul lengkap dengan alamat, jam operasional, foto, dan ulasan pelanggan. Ini membuat calon pembeli lebih percaya dan mudah menemukan Anda. Faktanya, 76% orang yang mencari sesuatu di ponsel mengunjungi bisnis terkait dalam satu hari. Jadi, jika Anda belum ada di Google Maps, Anda kehilangan peluang besar! Manfaat Mencantumkan Usaha di Google Maps Meningkatkan Visibilitas Lokal: Ketika orang mencari "warung makan terdekat" atau "laundry di sekitar saya", Google Maps akan menampilkan bisnis yang sudah terdaftar. Ini kesempatan emas untuk menjangkau pelanggan baru di sekitar lokasi Anda. Membangun Kredibilitas: Profil Google Bisnis yang lengkap dengan foto, jam buka, dan ulasan pelanggan membuat usaha Anda terlihat profesional dan terpercaya. Pelanggan cenderung memilih bisnis yang memiliki informasi lengkap. Gratis dan Mudah: Tidak seperti iklan berbayar, mendaftarkan bisnis di Google Maps sama sekali gratis. Anda hanya perlu waktu sekitar 15-30 menit untuk setup awal. Interaksi Langsung dengan Pelanggan: Fitur ulasan dan Q&A memungkinkan Anda berinteraksi langsung dengan pelanggan, menjawab pertanyaan mereka, dan merespons feedback dengan cepat. Langkah Mudah Mendaftarkan Usaha di Google Maps Persiapkan Data Usaha Anda: Siapkan informasi (nama usaha, alamat lengkap, nomor telepon, kategori bisnis, jam operasional, dan foto-foto berkualitas dari produk atau tempat usaha Anda). Buat atau Login ke Akun Google: Gunakan email yang mudah Anda akses untuk mengelola profil bisnis Anda nanti. Kunjungi Google Business Profile: Buka google.com/business atau cari "Google Bisnisku" di Google. Klik "Kelola Sekarang" dan ikuti petunjuknya. Isi Informasi Bisnis dengan Lengkap: Masukkan semua data yang sudah Anda siapkan. Semakin lengkap informasinya, semakin bagus untuk SEO lokal Anda. Verifikasi Lokasi Usaha: Google akan mengirimkan kode verifikasi via pos, telepon, atau email tergantung jenis bisnis Anda. Proses ini penting untuk memastikan bahwa Anda benar-benar pemilik usaha tersebut. Optimasi Profil Anda: Unggah foto berkualitas tinggi, tulis deskripsi menarik tentang usaha Anda, dan pastikan semua informasi akurat dan up-to-date. Tips Memaksimalkan Google Maps untuk UMKM Unggah foto produk dan suasana toko secara berkala agar profil Anda selalu terlihat fresh dan menarik. Balas setiap ulasan pelanggan, baik positif maupun negatif, dengan profesional dan ramah. Manfaatkan fitur posting untuk mengumumkan promo, produk baru, atau event khusus. Pastikan jam operasional selalu update, terutama saat hari libur atau ada perubahan jadwal. Dorong pelanggan untuk memberikan ulasan dengan cara yang sopan, misalnya dengan menyediakan kartu ucapan terima kasih yang menyertakan ajakan memberikan review. Kesalahan yang Harus Dihindari Jangan biarkan profil bisnis Anda kosong atau tidak lengkap. Informasi yang kurang akan membuat calon pelanggan ragu. Hindari mengabaikan ulasan negatif karena cara Anda merespons menunjukkan profesionalitas usaha Anda. Pastikan Anda tidak menggunakan alamat palsu atau lokasi yang tidak sesuai karena ini bisa membuat profil Anda dihapus oleh Google. Jangan lupa untuk selalu update informasi jika ada perubahan, seperti nomor telepon baru atau jam buka yang berbeda. Mencantumkan lokasi usaha di Google Maps bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan untuk UMKM yang ingin berkembang. Dengan langkah sederhana ini, Anda membuka pintu lebih lebar bagi calon pelanggan untuk menemukan dan mempercayai bisnis Anda. Jangan tunda lagi! Luangkan waktu 30 menit hari ini untuk mendaftarkan usaha Anda di Google Maps. Investasi waktu yang kecil ini bisa menghasilkan dampak besar untuk perkembangan bisnis Anda ke depannya. Selamat mencoba, dan semoga usaha Anda semakin berkembang pesat!
NELI KARTIKA OKTAFITRA
Malang – Kamis, 25 Desember 2025 Mahasiswa KKM 107 Samudaya menghadiri kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Merah Putih yang merupakan program pemerintah Indonesia untuk menggerakkan ekonomi desa secara gotong royong melalui pembentukan koperasi di setiap desa/kelurahan, bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan membantu petani/nelayan, dengan dukungan dana dari bank Himbara dan layanan dasar seperti apotek desa serta gerai sembako, berdasarkan Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2025. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan dukungan dan antusiasme masyarakat terhadap pembangunan koperasi tersebut. Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Gunungsari beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, perwakilan lembaga desa, serta masyarakat setempat. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut berpartisipasi dan membantu kelancaran kegiatan sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan desa. Desa Gunungsari melaksanakan kegiatan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai langkah awal dalam mewujudkan penguatan ekonomi masyarakat desa. Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya pembangunan sarana ekonomi desa yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. Dalam sambutannya, Kepala Desa Gunungsari menyampaikan bahwa pembangunan Koperasi Merah Putih merupakan upaya strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi desa. Koperasi ini diharapkan dapat menjadi wadah pengelolaan usaha masyarakat, meningkatkan pendapatan warga, serta membuka peluang kerja baru bagi masyarakat Desa Gunungsari. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN mendapatkan pengalaman langsung dalam mendukung program pembangunan desa serta mempererat hubungan dengan masyarakat. Diharapkan, pembangunan Koperasi Merah Putih Desa Gunungsari dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian desa di masa mendatang. Bagi mahasiswa KKM 107 Samudaya, keikutsertaan dalam kegiatan Peletakan Batu Pertama ini dapat menjadikan simbol nyata peran mahasiswa dalam program pembangunan desa, khususnya di bidang ekonomi, bukan hanya sekedar teori serta memahami semangat gotong royong.