RINDU ULUL ILMI SUGIANTO
Malang, Minggu 4 Januari 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti kegiatan Majelis Dzikir & Maulidurassul SAW yang diselenggarakan oleh Majelis Al-Khidmah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, 4 Januari 2026, bertempat di Jalan Merdeka Barat (Alun-Alun Kota Malang) dan berlangsung dari pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti oleh jamaah dari berbagai wilayah dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Acara berjalan dengan tertib dan penuh kekhusyukan, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak yang terlibat dalam pelaksanaannya. Kehadiran mahasiswa KKM Kelompok 22 dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengikuti dan mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat sekitar. Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan tawasul, dilanjutkan dengan istighosah, pembacaan Surah Yasin, manaqib Syech Abdul Qadir Al-Jaelani, dzikir bersama, serta pembacaan Maulidurassul SAW. Selain itu, acara juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh seorang ulama, yang memberikan nasihat dan penguatan nilai-nilai keagamaan kepada para jamaah. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Majelis Al-Khidmah sendiri merupakan organisasi keagamaan yang berdiri pada tahun 1987 di Surabaya dan secara resmi dideklarasikan pada tanggal 25 Desember 2005 di Semarang. Organisasi ini memiliki tujuan untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, memperkuat spiritualitas umat, serta menjaga tradisi keagamaan melalui kegiatan dzikir dan majelis ilmu. Beberapa kegiatan yang secara rutin dilaksanakan oleh Majelis Al-Khidmah antara lain dzikir bersama, manaqiban, peringatan Maulidurrasul SAW, haul akbar, serta kegiatan keagamaan lainnya. Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Kelompok 22 memperoleh pengalaman langsung dalam berpartisipasi pada kegiatan keagamaan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami peran majelis keagamaan dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat, serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga sekitar.
ZONA KALA RAYA
MALANG -- Mahasiswa KKM Kelompok 56 sukses menggelar sosialisasi literasi keuangan bertajuk "Saving Money" bagi siswa-siswi SDN 3 Jedong pada Sabtu (24/1). Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran gemar menabung serta mengedukasi siswa agar tidak berperilaku boros sejak dini. Acara yang berlangsung di aula sekolah ini diikuti oleh seluruh murid, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Sosialisasi dikemas secara menarik, tidak hanya melalui pemaparan materi konvensional, tetapi juga melalui penayangan video animasi yang edukatif. Ketua KKM 56 membuka acara dengan memberikan sambutan dan motivasi. Ia menekankan pentingnya mengelola uang saku dengan bijak. Setelah sesi pemaparan materi, antusiasme siswa semakin memuncak saat memasuki sesi praktik membuat celengan kreatif dari botol bekas dan sedotan. Untuk menjaga kondusivitas, sesi praktik dilakukan di kelas masing-masing. Setiap kelas didampingi oleh anggota kelompok KKM 56 sebagai penanggung jawab. Para siswa terlihat sangat senang dan bangga saat berhasil menyulap botol bekas menjadi tempat menabung yang unik dan menarik. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa SDN 3 Jedong tidak hanya memahami teori menabung, tetapi juga memiliki semangat untuk langsung mempraktikkannya menggunakan celengan hasil karya mereka sendiri.
FAHMY EKA WAHYU FERDIANSYAH
Pengabdian Mahasiswa Melalui Program KKM Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk hadir di tengah masyarakat, tetapi juga berkontribusi secara nyata melalui kegiatan yang bermanfaat dan berkelanjutan. KKM Kelompok 54 melaksanakan pengabdian di Dusun Bendrong, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, dengan salah satu program kerja utama berupa kegiatan penanaman bibit sebagai upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan Penanaman Bibit di Dusun Bendrong Waktu dan Lokasi Kegiatan Kegiatan penanaman bibit dilaksanakan pada Sabtu, 3 Januari 2026, bertempat di beberapa titik kawasan hutan Dusun Bendrong. Lokasi ini dipilih berdasarkan kondisi lingkungan yang mulai mengalami penurunan, terutama berkurangnya sumber air dan tutupan vegetasi. Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat setempat. Mahasiswa KKM Kelompok 54 bekerja sama dengan Kepala Dusun Bendrong, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak pendukung lainnya. Pelaksanaan kegiatan berlangsung sederhana tanpa seremonial resmi, namun sarat dengan nilai kebersamaan dan kepedulian lingkungan. Keterlibatan masyarakat menjadi aspek penting dalam kegiatan ini, karena keberlanjutan program sangat bergantung pada kesadaran dan peran aktif warga setelah kegiatan KKM selesai. Jenis Bibit dan Tujuan Penanaman Penanaman Kopi Robusta Varietas Prolifikatif Bibit yang ditanam dalam kegiatan ini adalah kopi robusta varietas prolifikatif yang berasal dari Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balitkopan) Jember. Pemilihan jenis bibit ini disesuaikan dengan kondisi geografis Dusun Bendrong yang berada di ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut (MDPL). Sebanyak kurang lebih 1.500 bibit ditanam sebagai bagian dari program peremajaan tanaman kopi di wilayah Kecamatan Jabung. Manfaat Lingkungan dan Ekonomi Penanaman bibit ini bertujuan untuk: Menjaga ketersediaan sumber air Mencegah terjadinya erosi dan longsor Memperbaiki keseimbangan ekosistem hutan Memberikan potensi manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat melalui hasil pertanian kopi Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat. Nilai Edukatif dalam Kegiatan KKM Selain manfaat ekologis, kegiatan penanaman bibit juga memberikan pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa. Mahasiswa dapat memahami secara nyata bagaimana permasalahan lingkungan terjadi di masyarakat serta pentingnya peran kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga dalam mencari solusi. Kegiatan ini menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama. Refleksi Mahasiswa KKM Kelompok 54 Melalui kegiatan penanaman bibit di Dusun Bendrong, mahasiswa KKM Kelompok 54 menyadari bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui program besar, tetapi dapat dimulai dari langkah sederhana yang konsisten dan berkelanjutan. Pengalaman terjun langsung ke lapangan memberikan pembelajaran berharga tentang arti kepedulian sosial, kerja sama, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi awal dari upaya pelestarian lingkungan yang terus berlanjut, serta meninggalkan dampak positif bagi masyarakat Dusun Bendrong di masa mendatang.
ACHMAD IQBAL FATKHUNNAJA
Kelompok 68 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakankegiatan workshop pembuatan anyaman dan besek bambusebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Balai Desa Bangelan. Workshop ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alamberupa bambu yang melimpah di Desa Bangelan, namunbelum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakatsetempat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupayamendorong warga untuk mengolah bambu menjadi produkkerajinan bernilai ekonomis yang dapat menunjangpeningkatan pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari para ibu anggota PKK Desa Bangelan. Antusiasmepeserta terlihat sejak awal kegiatan hingga akhir acara. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan, terutama saat sesi praktik pembuatan anyaman dan besekbambu. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Joko Susanto, seorang pengrajin bambu yang telah lama menekuni bidangkerajinan anyaman dan memiliki usaha yang telahberkembang. Dalam penyampaian materinya, Joko Susanto membagikan pengetahuan mengenai teknik dasar pengolahanbambu, proses pembuatan anyaman, hingga tips pengembangan usaha kerajinan bambu agar memiliki nilaijual yang tinggi. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkandengan sambutan dari Ketua Kelompok 68 KKM, KepalaDesa Bangelan, serta Ketua PKK Desa Bangelan. Setelah itu, kegiatan inti berupa sesi praktik pembuatan anyaman dan besek bambu dipandu oleh tiga orang pemateri. Sesi praktikberlangsung selama kurang lebih tiga jam, di mana pesertadibimbing secara langsung mulai dari tahap persiapan bahanhingga proses penganyaman. Kegiatan workshop ditutup dengan sesi foto bersama sertabernyanyi bersama sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasiatas partisipasi seluruh pihak yang terlibat. Melalui kegiatanini, diharapkan para peserta dapat mengembangkanketerampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha rumahanyang berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkankesejahteraan ekonomi masyarakat Desa Bangelan.
SILVIA AYU RAMADANI
27 Desember 2025, telah dilaksanakan kegiatan Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Wagir yang menjadi penanda dimulainya rangkaian program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kegiatan pembukaan ini dilaksanakan secara terpadu oleh dua kelompok KKM dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang ditempatkan di wilayah desa yang sama, sebagai bentuk sinergi dan penguatan koordinasi antar kelompok sejak awal pelaksanaan KKM. Acara pembukaan berlangsung di Balai Desa Wagir dalam suasana tertib, khidmat, dan penuh kebersamaan. Kegiatan diawali dengan sambutan serta perkenalan dari perwakilan mahasiswa KKM, yang bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan mahasiswa kepada pemerintah desa dan masyarakat setempat. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh pihak desa dan perwakilan kampus sebagai wujud dukungan serta harapan terhadap pelaksanaan program KKM yang akan dijalankan selama masa pengabdian. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Wagir, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perangkat desa, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kerja sama yang harmonis antara mahasiswa, institusi pendidikan, dan pemerintah desa guna mendukung keberhasilan program KKM. Melalui kegiatan pembukaan ini, diharapkan terjalin komunikasi yang baik serta kerja sama yang berkelanjutan antara mahasiswa KKM dan masyarakat Desa Wagir. Dengan adanya sinergi tersebut, seluruh program kerja yang telah dirancang diharapkan dapat terlaksana secara optimal, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
FARHAN FAJRI
Kontribusi Mahasiswa KKM Kelompok 80 dalam Kegiatan Munajat Jalanan di Pondok Pesantren Al-Ghozali Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 80 yang melaksanakan pengabdian di Desa Pakis Kembar, Kabupaten Malang, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan Munajat Jalan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Ghozali. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu, 27 Desember 2025. Kegiatan Munajat Jalan merupakan peringatan haul para kiai dan tokoh terdahulu Pondok Pesantren Al-Ghozali yang dikemas secara inklusif. Penamaan Munajat Jalan dipilih sebagai simbol upaya pondok pesantren dalam merangkul masyarakat luas, khususnya anak-anak jalanan dan komunitas Vespa, agar dapat ikut serta dalam kegiatan keagamaan tanpa adanya sekat sosial. Berbeda dengan kegiatan haul pada umumnya, Munajat Jalan tidak hanya diisi dengan pembacaan sholawat, pengajian, dan doa bersama, tetapi juga menampilkan pertunjukan dari anak-anak jalanan, seperti bernyanyi dan seni musik. Hal ini menjadi wujud dakwah yang humanis serta bentuk kepedulian terhadap anak-anak jalanan agar mereka merasa dihargai dan diterima di tengah masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya untuk mendoakan para kiai dan tokoh yang telah wafat, tetapi juga sebagai bentuk munajat dan doa bagi anak-anak jalanan agar senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan harapan kehidupan yang lebih baik. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 80 berperan sebagai panitia dengan membantu persiapan dan kelancaran acara. Keterlibatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kerja sama, serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan Munajat Jalan, diharapkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kemanusiaan dapat terus terjaga serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.