DINDA ISMI LATIFAH
Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional. Anggota KKM Aruna (Pasa dan Fitriyatil) bersama Kepala desa memegang batik Arum Tirto Wojo (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan. Penjelasan dari anggota KKM Aruna (Iyan dan Maysa) mengenai website SIMANTAP (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo. Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.
MUHAMMAD THORIQ HAIKAL
Sore itu kami cuma jalan santai seperti biasa di sekitar rumah calon jamaah haji. Tidak ada yang terlalu formal, hanya ngobrol ringan sambil sesekali mengingatkan soal kesehatan. Bapak Sugiono jalannya pelan tapi konsisten, sementara Ibu Amik Sudartik beberapa kali bercanda soal capeknya jalan sore, tapi tetap ikut sampai selesai. Dari situ kami sadar, perubahan kecil ternyata bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Jalan sore ini bukan sekadar aktivitas fisik, tapi juga jadi momen pendekatan yang lebih santai. Kami bisa ngobrol tentang tekanan darah, pola makan, sampai persiapan menuju haji tanpa terasa seperti sedang diberi materi. Suasananya ringan, kadang diselingi tawa, kadang juga hening menikmati suasana senja. Mungkin terlihat sederhana, tapi buat kami di KKM, langkah sore ini punya makna. Tidak harus langsung berubah drastis, yang penting ada usaha untuk bergerak dan menjaga kesehatan sedikit demi sedikit. Dari jalan santai itu, kami belajar bahwa mendampingi tidak selalu lewat ruang edukasi formal, kadang cukup lewat langkah kecil yang dilakukan bersama.
ILMA ROSIANA ALIYATI
Program Jalan Sehat Gembira ini memberikan manfaat yang sangat besar, tidak hanya bagi kami sebagai peserta, tetapi juga bagi para calon jemaah haji yang sedang mempersiapkan diri menuju ibadah di Tanah Suci. Kegiatan ini menjadi sarana latihan fisik yang penting untuk meningkatkan kesiapan calon jemaah haji, khususnya dalam menghadapi rangkaian ibadah yang menuntut kekuatan fisik seperti saat mengenakan ihram dan melakukan aktivitas berjalan kaki di Mekkah. Melalui program ini, kami juga mendapatkan pelajaran berharga bahwa kondisi kesehatan dan kebugaran jasmani kami ternyata masih perlu ditingkatkan, terutama jika dibandingkan dengan para calon jemaah haji yang telah terbiasa berjalan kaki dalam aktivitas sehari-hari mereka. Kebiasaan sederhana tersebut membuat tubuh mereka lebih kuat dan siap menghadapi perjalanan ibadah yang panjang. Dari sini, kami belajar bahwa menjaga kebugaran tidak selalu harus dengan olahraga berat, tetapi bisa dimulai dari hal sederhana seperti berjalan kaki setiap hari, meskipun hanya di sekitar lingkungan rumah, karena konsistensi dalam bergerak sangat berpengaruh terhadap kesehatan dan kesiapan fisik jangka panjang.
VERANY EVALISA TRY AMANDA
Kegiatan KKM IPE Haji kali ini menghadirkan pengalaman sederhana namun penuh makna melalui program jalan pagi sehat yang dilakukan bersama setiap hari. Berlokasi di hutan kota yang asri dan kawasan Balaikota yang tertata rapi, kegiatan ini menjadi momen berharga untuk membangun kebiasaan hidup aktif sekaligus mempererat kebersamaan antaranggota tim dan calon jamaah haji. Udara pagi yang segar, suasana hijau pepohonan, serta cahaya matahari yang hangat menciptakan atmosfer yang menyenangkan dan menyemangati langkah demi langkah yang kami ayunkan. Lebih dari sekedar aktivitas fisik, jalan pagi ini menjadi ruang refleksi dan edukasi kesehatan secara langsung. Di sela-sela langkah, kami berdiskusi ringan tentang pentingnya menjaga kebugaran, terutama bagi calon jamaah haji yang memerlukan kesiapan fisik optimal. Kebersamaan yang terjalin selama perjalanan, canda tawa, serta semangat saling menyemangati menjadikan kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan tubuh, tetapi juga memperkuat solidaritas dan komitmen dalam mendampingi jamaah menuju istitho'ah kesehatan yang lebih baik.
BRILIANO YUSUF NAJMA RASYADA
Pelaksanaan program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 189 Swakarsa Bhakti di Desa Tambakan difokuskan pada kegiatan pengelolaan website desa sebagai media informasi dan dokumentasi resmi desa. Program kerja ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa yang transparan, informatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Website desa diposisikan sebagai sarana komunikasi publik yang memuat informasi penting terkait pemerintahan desa, kelembagaan, sejarah desa, serta berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah dan masyarakat Desa Tambakan, sehingga keberadaannya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat. Pengerjaan Profil desa tambakan Tahapan awal pelaksanaan program kerja pengelolaan website desa dimulai dengan proses pengumpulan, verifikasi, dan penataan data profil desa. Tim KKM melakukan koordinasi dengan perangkat desa untuk memperoleh data resmi terkait struktur organisasi perangkat desa dan lembaga-lembaga desa yang ada. Data tersebut kemudian disusun dan ditampilkan secara sistematis dalam website desa agar mudah dipahami oleh masyarakat. Penyajian informasi struktur kelembagaan ini bertujuan untuk memberikan kejelasan mengenai susunan pemerintahan desa, peran masing-masing perangkat dan lembaga desa, serta sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan Desa Tambakan. Selain penyajian profil kelembagaan, pengelolaan website desa juga mencakup penulisan dan publikasi sejarah Desa Tambakan. Penulisan sejarah desa disusun berdasarkan buku sejarah Desa Tambakan yang telah tersedia, dengan tetap menjaga keaslian sumber dan ketepatan informasi. Narasi sejarah disampaikan menggunakan bahasa yang formal, jelas, dan informatif tanpa menambahkan unsur di luar data yang ada. Penyajian sejarah desa ini menjadi bagian penting dalam website karena berfungsi sebagai dokumentasi tertulis mengenai asal-usul, perkembangan, serta nilai-nilai yang melekat pada Desa Tambakan, sekaligus sebagai sarana edukasi bagi masyarakat dan generasi penerus desa. Penulisan Strukrtural RT dan RW Desa Tambakan Untuk melengkapi informasi tertulis, website desa juga dilengkapi dengan dokumentasi visual berupa foto-foto kegiatan yang berlangsung di Desa Tambakan. Dokumentasi tersebut mencakup kegiatan pemerintahan desa, kegiatan sosial dan kemasyarakatan, serta aktivitas pembangunan desa yang dilaksanakan bersama masyarakat. Penyertaan dokumentasi visual ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai aktivitas desa sekaligus menjadi arsip digital yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan laporan, publikasi, dan referensi di masa mendatang. Dengan adanya dokumentasi yang tersusun rapi, website desa diharapkan mampu merepresentasikan kondisi dan dinamika Desa Tambakan secara objektif. Foto Bersama Sekaligus menyerahkan hasil pengerjaan web desa berdama perangkat desa Secara keseluruhan, pelaksanaan program kerja pengelolaan website Desa Tambakan memperoleh tanggapan dan respons yang positif dari masyarakat maupun lembaga desa. Website desa dinilai mampu membantu meningkatkan keterbukaan informasi, mempermudah akses masyarakat terhadap data dan dokumentasi desa, serta mendukung upaya digitalisasi administrasi dan informasi desa. Melalui program kerja ini, diharapkan pengelolaan website desa dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh pemerintah desa sebagai media informasi resmi yang berkelanjutan, relevan, dan mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi di masa depan. bisa baca juga di Proker web kkam swakarsa bhakti di desa Tambakan
ASAHY RANA TSURAYA
Awalnya, perjalanan menuju desa pengabdian ini terasa seperti beban akademik yang harus segera dituntaskan secepat mungkin. Namun, pemandangan hijau yang membentang di sepanjang jalan mulai mengikis rasa ragu dan lelah di dalam dada. Sambutan hangat dari warga desa yang tulus membuat atmosfer asing berubah menjadi sangat nyaman dalam sekejap. Ternyata, ini bukan sekadar tugas kampus, melainkan awal dari petualangan emosional yang benar-benar tak terduga. Setiap pagi kami bangun dengan semangat baru untuk menjalankan program kerja yang telah disusun dengan penuh pertimbangan. Gelak tawa anak-anak desa saat kami mengajar menjadi penyemangat paling ampuh di tengah teriknya matahari yang menyengat. Malam hari kami habiskan dengan berdiskusi santai di teras posko ditemani segelas kopi dan tumpukan gorengan hangat. Keseruan-keseruan kecil inilah yang perlahan menyatukan ego kami menjadi sebuah keluarga baru yang sangat solid. Di sini, saya belajar bahwa kebahagiaan sejati seringkali ditemukan dalam kesederhanaan hidup masyarakat desa yang bersahaja. Kearifan lokal yang mereka bagikan memberikan sudut pandang baru yang tidak pernah saya temukan di dalam buku teks manapun. Mengabdi ternyata bukan hanya tentang apa yang kami berikan, tetapi tentang banyak hal berharga yang justru kami terima. Setiap interaksi dengan warga meninggalkan jejak bermakna yang mendewasakan cara berpikir saya sebagai seorang mahasiswa seutuhnya.Waktu terasa berjalan begitu cepat hingga tiba saatnya kami harus melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan yang berat. Ada rasa sesak yang tak terlukiskan ketika melihat mata berkaca-kaca dari warga yang sudah kami anggap seperti keluarga sendiri. Saya pulang membawa tumpukan laporan fisik, namun hati saya justru tertinggal di sudut-sudut jalan desa yang penuh kenangan itu. KKM ini mungkin telah berakhir secara resmi, tapi ceritanya akan selalu tersimpan abadi dalam ingatan yang paling dalam