MUHAMMAD FAIZ ANWARY
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Bhumi Arsa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Pembukaan Pojok Baca pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan yang berfokus pada penguatan literasi anak di Dusun Jajang, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menumbuhkan minat baca dan membangun budaya literasi sejak usia dini di lingkungan masyarakat. Kegiatan pembukaan pojok baca dilaksanakan di lingkungan TPQ Raden Said dan dihadiri oleh para ustadz dan ustadzah, serta anak-anak TPQ Raden Said. Anak-anak mengikuti kegiatan dengan penuh antusias dan semangat sejak awal hingga akhir acara. Acara berlangsung dalam suasana sederhana namun hangat, diawali dengan perkenalan, sambutan singkat, serta penjelasan mengenai tujuan dan manfaat keberadaan pojok baca bagi anak-anak dan masyarakat sekitar. Sebagai simbol peresmian, pembukaan pojok baca ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Bapak Izam selaku pengurus TPQ Raden Said. Prosesi peresmian tersebut berlangsung dengan khidmat dan disambut meriah oleh seluruh peserta kegiatan. Momen ini menjadi tanda resmi dimulainya pemanfaatan pojok baca sebagai fasilitas pendukung kegiatan belajar anak-anak TPQ. Pojok baca ini diharapkan menjadi ruang belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Fasilitas ini tidak hanya menyediakan buku pelajaran keagamaan, tetapi juga buku cerita, pengetahuan umum, dan bacaan edukatif lainnya. Dengan adanya pojok baca, anak-anak diharapkan dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan menambah wawasan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Bhumi Arsa juga membentuk kepengurusan pojok baca sebagai upaya keberlanjutan program. Pengurus pojok baca diketuai oleh Alya Rasya Syakila, yang diharapkan mampu mengoordinasikan pengelolaan dan perawatan pojok baca secara optimal. Pembentukan kepengurusan ini bertujuan agar pojok baca tetap aktif dan berfungsi secara berkelanjutan meskipun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir.
AINURROSYAD ZULAFAN SHOBRI
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Pada tahun akademik 2025/2026, Kelompok 29 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Anvaya Griya) melaksanakan kegiatan KKM di Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, tepatnya di Dusun Pabrikan. Desa Jambesari memiliki potensi unggulan di sektor peternakan sapi perah dan persawahan yang menjadi mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat. Selain itu, masyarakat Desa Jambesari juga dikenal memiliki semangat kebersamaan dan religiusitas yang tinggi, terutama dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan Islam seperti pengajian, tahlilan, dibaan, serta peringatan hari besar Islam. Di sisi lain, masyarakat masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi, khususnya teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sehingga diperlukan pendampingan dan edukasi secara bertahap. Kegiatan Pendidikan di SDN 2 Jambesari Salah satu fokus utama kegiatan KKM Kelompok 29 Anvaya Griya adalah di bidang pendidikan, khususnya di SDN 2 Jambesari. Mahasiswa secara aktif terlibat dalam kegiatan belajar mengajar dengan membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran serta mendampingi siswa dalam proses belajar di kelas. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran, meningkatkan motivasi belajar siswa, serta mempererat hubungan antara mahasiswa, guru, dan peserta didik. Selain kegiatan belajar di sekolah, mahasiswa KKM juga menyelenggarakan bimbingan belajar gratis pada malam hari sebagai sarana pendampingan tambahan bagi siswa di luar jam sekolah. Program Parenting dan Pencegahan Bullying Sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, Kelompok 29 Anvaya Griya melaksanakan program parenting dan pencegahan bullying yang ditujukan kepada orang tua dan wali murid. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola asuh yang tepat, pentingnya komunikasi dalam keluarga, serta pencegahan perilaku perundungan sejak dini. Melalui program ini, diharapkan terbangun sinergi antara keluarga dan sekolah dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak secara sosial dan emosional. Bimbingan Teknis Pemanfaatan AI bagi Guru Dalam rangka mendukung adaptasi teknologi di bidang pendidikan, mahasiswa KKM Kelompok 29 Anvaya Griya juga menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) bagi guru SDN 2 Jambesari. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran, seperti dalam penyusunan materi ajar dan pengembangan metode pembelajaran yang lebih inovatif. Bimtek ini dilaksanakan secara sederhana dan aplikatif, menyesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi sekolah. Antusiasme para guru menunjukkan adanya kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Penutup Melalui rangkaian kegiatan pendidikan, parenting, dan pemberdayaan teknologi, KKM Kelompok 29 Anvaya Griya berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Jambesari. Kegiatan KKM ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami kondisi sosial, budaya, dan pendidikan di lingkungan desa. Diharapkan kegiatan KKM ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan serta memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Desa Jambesari.
FITRI AMALIA
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 183 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan sosialisasi literasi keuangan di Balai Desa Kalikatir pada hari Kamis (15/01/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa mengenai pengelolaan keuangan yang bijak, aman, dan berkelanjutan di tengah perkembangan ekonomi digital yang semakin pesat.Sosialisasi tersebut dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan ibu rumah tangga, pemuda desa, serta pelaku usaha mikro di Desa Kalikatir. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mengingat literasi keuangan menjadi isu krusial yang berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga dan stabilitas ekonomi masyarakat desa. Dalam pemaparannya, Kelompok KKM 183 menjelaskan dasar-dasar literasi keuangan, mulai dari pengelolaan pendapatan dan pengeluaran, pentingnya menabung, hingga pengenalan produk investasi seperti reksadana, obligasi, deposito, emas dan aset keuangan lainnya. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai risiko pinjaman online ilegal serta pentingnya kewaspadaan terhadap praktik keuangan yang merugikan masyarakat. Kegiatan ini tidak bersifat satu arah, melainkan interaktif. Peserta diberikan ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan persoalan keuangan yang kerap dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Kelompok KKM 183 kemudian memberikan solusi praktis dan contoh sederhana agar materi mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan. Koordinator Kelompok KKM 183 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus upaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa. Literasi keuangan dinilai sebagai bekal penting untuk membangun kemandirian ekonomi dan pengelolaan keuangan keluarga yang lebih sehat. Pemerintah Desa Kalikatir mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut dan berharap program serupa dapat terus berlanjut. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan semakin meningkat dan mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga Desa Kalikatir.
RETHANIA PUTRI KANUGRAHAN
Mengawali kegiatan dengan semangat edukasi dan kepedulian terhadap kesehatan keluarga, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 183 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gondang hari Sabtu (17/01/2026). Pada kesempatan ini, mahasiswa KKM 183 memberikan pemaparan materi kepada ibu-ibu Dharma Wanita mengenai bahaya makanan yang terindikasi mengandung bahan kimia berbahaya, khususnya boraks dan formalin. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih bahan pangan yang aman dan sehat bagi keluarga. Sesi pertama dipandu oleh Kak Adindha Kusuma Wardani sebagai pemateri dari mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, Kak Adindha menjelaskan secara sederhana namun komprehensif mengenai apa itu boraks dan formalin, ciri-ciri makanan yang berpotensi mengandung bahan tersebut, serta dampak kesehatan yang dapat ditimbulkan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Melalui pendekatan yang komunikatif, para ibu diajak memahami bahwa kewaspadaan terhadap makanan sehari-hari merupakan langkah awal dalam menjaga kualitas hidup keluarga. Tidak hanya berhenti pada penyampaian teori, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik yang menjadi daya tarik utama. Mahasiswa KKM 183 mengajak ibu-ibu Dharma Wanita untuk menguji beberapa sampel bahan makanan yang sering dijumpai di pasar, seperti ikan asin, tahu, dan kerupuk. Pengujian dilakukan menggunakan bahan alami, yaitu sari buah naga untuk mendeteksi indikasi formalin dan sari kunyit untuk mengetahui kemungkinan adanya boraks. Metode sederhana ini menunjukkan bahwa edukasi pangan aman dapat dilakukan dengan cara yang mudah dan aplikatif di rumah. Antusiasme peserta terlihat ketika satu per satu sampel diuji dan hasilnya diamati bersama. Ibu-ibu aktif berdiskusi, membandingkan perubahan warna pada bahan makanan, serta mengaitkannya dengan pengalaman mereka saat berbelanja kebutuhan sehari-hari. Suasana interaktif ini menciptakan ruang dialog yang hangat, di mana pengetahuan tidak hanya disampaikan satu arah, tetapi dibangun melalui pengalaman langsung dan berbagi cerita. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 183 menekankan bahwa peran ibu sebagai pengelola konsumsi keluarga sangatlah penting dalam memastikan keamanan pangan. Kesadaran akan bahaya boraks dan formalin diharapkan dapat mendorong kebiasaan lebih selektif dalam memilih makanan, baik dari segi kualitas, kebersihan, maupun sumber pembelian. Edukasi sederhana ini menjadi bekal bagi ibu-ibu untuk melindungi kesehatan keluarga dari risiko bahan kimia berbahaya. Pihak Dharma Wanita Persatuan Kecamatan Gondang memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM 183 yang dinilai mampu menghadirkan edukasi kesehatan secara kontekstual dan mudah dipahami. Melalui sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pangan aman. Lebih dari sekadar program sosialisasi, kolaborasi ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam menjawab kebutuhan nyata di tengah masyarakat.
AJENG PUTRI MAULIDIA
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 31 melaksanakan kegiatan pembuatan mapping desa di Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu desa dalam memperbarui dan melengkapi data wilayah secara lebih sistematis dan akurat. Pembuatan mapping desa dilakukan melalui observasi langsung ke lapangan dengan menyusuri wilayah desa, meliputi permukiman warga, fasilitas umum, serta potensi yang dimiliki desa. Data yang dikumpulkan mencakup lokasi sarana prasarana desa seperti tempat ibadah, lembaga pendidikan, akses jalan, serta potensi ekonomi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan bersama perangkat desa dan melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk memastikan data yang diperoleh sesuai dengan kondisi nyata di lapangan dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui kegiatan mapping desa ini, Kelompok KKM UIN Malang 31 berharap dapat memberikan kontribusi dalam penguatan data desa yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan, pengambilan kebijakan, serta pengembangan potensi desa secara berkelanjutan. Pembuatan mapping desa ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung dokumentasi dan pengelolaan informasi desa agar lebih tertata dan mudah diakses di masa mendatang.
SERLIN DWI SAFITRI
Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto — Selasa (13/01/2026), mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 183 melaksanakan kegiatan posyandu balita, cek kesehatan lansia, senam lansia, serta seminar kesehatan yang bertempat di Balai Desa Kalikatir. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat desa. Kegiatan diawali dengan posyandu balita yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Para ibu balita tampak antusias mengikuti kegiatan ini sebagai upaya memastikan kondisi kesehatan dan perkembangan anak berjalan sesuai dengan tahapan usianya. Setelah posyandu balita, kegiatan dilanjutkan dengan cek kesehatan lansia yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, berat badan, serta konsultasi kesehatan ringan. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan lansia secara berkala serta memberikan edukasi awal terkait pencegahan penyakit dan pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut. Usai pemeriksaan kesehatan, para lansia diajak mengikuti senam lansia yang dipandu secara sederhana dan menyenangkan. Kegiatan senam ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kelenturan otot, serta mempererat kebersamaan antarwarga lansia agar tetap aktif dan produktif. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan seminar kesehatan yang menghadirkan pemateri dari Puskesmas Kecamatan Gondang, yaitu dr. Laksamana Bagus Kusuma. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan pentingnya penerapan pola hidup sehat, pengaturan pola makan, serta pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan penyakit. Seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan warga untuk berkonsultasi langsung terkait keluhan kesehatan. Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kesehatan ini, juga dilakukan pembagian minuman sehat berupa jus buah yang disponsori oleh Niena Juice. Mahasiswa KKM Kelompok 183 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berperan aktif sebagai panitia dan pendamping selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, sponsor, dan masyarakat dalam mewujudkan Desa Kalikatir yang lebih sehat dan sejahtera.