Thumbnail
9 months ago
Menyertai Langkah Menuju Baitullah: Pengalaman Pendampingan Calon Jamaah Haji dalam Kegiatan KKM

DIVA CAHYA ANGGITA

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi wadah pembelajaran sekaligus pengabdian bagi kami, Kelompok 15 yang terdiri dari Diva, Abu, Dina, Sasa, Rara, dan Dinda. Dalam kegiatan ini, kami melakukan pendampingan kepada Calon Jamaah Haji (CJH) sebagai upaya membantu mereka mempersiapkan diri, baik secara fisik, mental, maupun spiritual, agar mampu menjalankan ibadah haji dengan optimal dan meraih predikat haji yang mabrur. Salah satu kegiatan pendampingan yang paling berkesan adalah saat kami mengunjungi kediaman Ibu Uum dan Ibu Mukti. Melalui kunjungan ini, kami tidak hanya melakukan edukasi dan pendampingan, tetapi juga membangun komunikasi yang hangat dan penuh empati. Kami mendampingi CJH dengan pendekatan yang persuasif, mendengarkan keluhan, berbagi informasi terkait kesehatan dan kesiapan ibadah, serta memberikan dukungan moral agar mereka merasa lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi rangkaian ibadah haji. Pendampingan yang dilakukan tidak semata-mata berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga pada proses kebersamaan. Interaksi yang terjalin membuat kami memahami bahwa kesiapan menjadi jamaah haji tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik, tetapi juga ketenangan hati, pemahaman ibadah, dan dukungan dari lingkungan sekitar. Melalui pengalaman KKM ini, kami belajar bahwa peran mahasiswa di tengah masyarakat adalah sebagai pendamping dan mitra, bukan sekadar pelaksana program. Kegiatan pendampingan Calon Jamaah Haji ini menjadi ikhtiar kecil kami untuk berkontribusi dalam membantu Ibu Uum dan Ibu Mukti agar dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, khusyuk, dan memperoleh haji yang mabrur.

Thumbnail
9 months ago
Berbagi Ilmu dan Inspirasi: Program Mengajar KKM 103 Sevadharma di SDN 5 Turirejo Lawang

SAMDYA HEDNA FATIHUL RAZZAN

Selama mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 103 Sevadharma di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Saya memperoleh banyak pengalaman berharga, salah satunya melalui program kerja mengajar di SDN 5 Turirejo. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat berarti karena Kami dapat terlibat langsung dalam dunia pendidikan dasar serta berinteraksi dengan para siswa yang memiliki semangat belajar yang tinggi. Program mengajar ini bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran di Sekolah, sekaligus memberikan pengalaman baru bagi Siswa melalui metode pembelajaran yang lebih bervariasi dan menyenangkan. Kehadiran Mahasiswa KKM di tengah kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi Siswa untuk lebih giat dalam menuntut ilmu. Kegiatan mengajar dilaksanakan di lingkungan SDN 5 Turirejo Lawang dengan suasana kelas yang aktif dan hangat. Saat memasuki kelas, Kami disambut dengan antusias oleh para Siswa yang tampak bersemangat mengikuti pembelajaran. Kami juga membantu Guru dalam menyampaikan materi serta mendampingi Siswa dalam memahami pelajaran yang diberikan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, Kami tidak hanya menitikberatkan pada penyampaian materi akademik, tetapi juga berupaya untuk membangun kedekatan dengan Siswa melalui pendekatan yang interaktif. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan mencakup sesi tanya jawab, diskusi ringan, serta pembelajaran yang diselingi dengan permainan edukatif agar Siswa tidak cepat merasa bosan. Di samping itu, kami juga memberikan perhatian kepada Siswa terkait kedisiplinan, kerja sama, serta pentingnya sikap saling menghargai di lingkungan sekolah. Dengan suasana belajar yang lebih santai namun tetap terarah, Siswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih nyaman dan percaya diri. Program mengajar ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami sebagai Mahasiswa, karena Kami dapat menyaksikan secara langsung semangat anak-anak dalam belajar meskipun dengan fasilitas yang sederhana. Kami juga menyadari bahwa peran pendidikan dasar sangat krusial dalam membentuk karakter serta masa depan generasi muda. Melalui kegiatan ini, Kami belajar bahwa pengabdian kepada Masyarakat tidak selalu harus dilakukan dalam skala besar, tetapi dapat dimulai dari langkah kecil seperti berbagi ilmu dan mendampingi Siswa dalam proses belajar. Program mengajar di SDN 5 Turirejo Lawang ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Siswa, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi Kami tentang arti kepedulian, tanggung jawab, dan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bahwa kolaborasi antara Mahasiswa dan Sekolah mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta memperkuat semangat pendidikan di Masyarakat.

Thumbnail
9 months ago
Jalan Pagi bersama Bu Yani dan Pak Eddy

ZAFIRA AZALIA FALAHI

Agenda ikut jalan pagi Bu Yani dan Pak Eddy ini sebenarnya dadakan, baru direncanakan H-1. Buru-buru sie humas kelompok kami menghubungi Bu Yani, apakah beliau berkenan apabila kami ikut bergabung olahraga bersama mereka. Syukurnya, Bu Yani dan Pak Eddy mengiyakan. Bu Yani bilang, mereka berangkat olahraga jam setengah 6 pagi. Alhasil, besoknya, kami berangkat dari titik kumpul kami jam 5 pagi. Perjalanan kami menuju Batu juga sangat menantang karena kondisi angin sedang kencang sekali. Kami sampai di rumah Bu Yani pukul setengah 6 pagi tepat dan kami langsung berangkat menuju perumahan tempat Bu Yani dan Pak Eddy olahraga. Disana kami jalan bersama mengekor Bu Yani dan Pak Eddy. Ternyata track nya tidak semudah itu dan butuh effort buat kami melakukannya. Tapi kami berhasil selesai walau tidak sempurna. Sekitar jam 7, kami mengakhiri olahraga dan geser mencari bubur. Sembari menunggu bubur siap, kami melakukan tes POCT kepada Bu Yani dan Pak Eddy. Alhamduillah, hasil POCT mereka baik. Setelah itu, kami lanjut untuk makan sembari berbincang. Setelah makan selesai, kami lanjut kembali ke rumah Bu Yani dan Pak Eddy untuk memeriksa tekanan darah dan menjelaskan tentang poster yang kami buat untuk mereka. Pemeriksaan selesai dan poster sudah dijelaskan. Kami berpamitan pada pukul 8 karena Bu Yani dan Pak Eddy harus bersiap untuk manasik haji. Menurut saya, kegiatan pada pekan ini sangat menyenangkan karena disini kami semakin bonding kepada Bu Yani dan Pak Eddy.

Thumbnail
9 months ago
Pendampingan HIPE-KKM Menjadi Kepercayaan: Pengalaman Berharga Bersama CJH Mandiri se-Kota Batu

DEVINA REVA ANANTA

Selama mengikuti kegiatan HIPE-KKM FKIK UIN Malang di Kota Batu, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, salah satunya saat melakukan pendampingan pada Calon Jamaah Haji (CJH). Kelompok kami mendampingi dua CJH, dan salah satu di antaranya ternyata merupakan Ketua CJH Mandiri Kota Batu. Hal ini menjadi pengalaman yang tidak terduga sekaligus sangat bermakna bagi kami. Pada kunjungan terakhir, saat kami berpamitan, Ketua CJH Mandiri Kota Batu memberikan kepercayaan besar kepada kelompok kami untuk mengisi kegiatan sosialisasi kesehatan kepada CJH mandiri lainnya. Permintaan ini muncul karena dari CJH mandiri Kota Batu, hanya dua keluarga yang mendapatkan pendampingan langsung dari program HIPE-KKM. Beliau berharap agar teman-teman CJH lainnya juga dapat memperoleh informasi kesehatan yang sama, khususnya terkait persiapan fisik sebelum keberangkatan haji. Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Masjid Mujahidin, Bumiaji, Kota Batu. Sebelum penyampaian materi, kami terlebih dahulu melakukan pemeriksaan tekanan darah kepada para calon jamaah haji mandiri. Setelah itu, kami menyampaikan edukasi kesehatan yang selama ini kami berikan kepada CJH binaan kami, mulai dari pola makan sehat, pola olahraga yang aman dan teratur, hingga pentingnya monitoring kesehatan secara mandiri. Dalam kegiatan ini, kami menggunakan berbagai media intervensi seperti buku monitoring kesehatan dan materi presentasi (PPT) yang telah kami susun. Buku monitoring kesehatan tersebut kami berikan secara langsung kepada CJH binaan kami sebagai media pemantauan mandiri. Melihat manfaat dari media tersebut, Ketua CJH Mandiri Kota Batu kemudian meminta softfile buku monitoring dan materi sosialisasi agar dapat dicetak kembali secara mandiri dan dibagikan kepada CJH mandiri lainnya, sehingga edukasi kesehatan dapat terus berlanjut meskipun pendampingan HIPE-KKM telah berakhir. Pengalaman ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi saya, karena ilmu dan upaya kecil yang kami lakukan selama KKM ternyata mendapatkan kepercayaan dan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat, tetapi juga mengajarkan kami tentang pentingnya kolaborasi, kepercayaan, dan keberlanjutan edukasi kesehatan bagi calon jamaah haji.

Thumbnail
9 months ago
Mendaki Puncak Kalindra bersama CJH Kelompok 21

ZEFANYA GHINAA NABILAH

Mendaki bersama CJH Kelompok 21 KKM HIPE UIN Malang dalam rangka kegiatan fisik pertemuan ketiga merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Bapak Kartoyo sendiri memang telah lama memiliki hobi mendaki gunung dan sudah banyak gunung yang beliau tempuh, di antaranya Gunung Rinjani, Gunung Lawu, dan gunung-gunung lainnya. Sementara itu, Bu Suyanti serta anggota Kelompok 21, yaitu Zefanya, Thoriq, Kelvi, Lisma, dan Desti, tidak seberpengalaman Pak Kartoyo. Meski demikian, perjalanan ini tetap terasa sangat asyik dan seru karena dilalui dengan perasaan bahagia. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa saya bisa mendaki dan melewati alas-alas liar, mengingat kami tidak melalui rute biasa, melainkan rute “khusus” yang dipilih langsung oleh Pak Kartoyo. Terlebih lagi, kegiatan ini bukan sekadar acara berlibur, melainkan bagian dari agenda KKM, sehingga memberikan pengalaman yang sangat berkesan dan menyenangkan.

Thumbnail
9 months ago
Aktivitas Jalan Pagi dan Tes 6MWT bersama Calon Jamaah Haji

KHOIRUNNISA` HANIFAH

Kunjungan minggu kedua menjadi momen berkesan pada pelaksanaan KKM kelompok 48 yang dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Januari 2026. Pada kunjungan kedua ini, kami merencanakan aktivitas jalan pagi selama kurang lebih 30 menit di sekitar rumah Calon Jamaah Haji (CJH), yang dipantau menggunakan aplikasi Strava sebagai bentuk pemantauan aktivitas fisik sederhana. Selama perjalanan, CJH mengajak kami berkeliling di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Kami diperkenalkan dengan kondisi wilayah, jenis tanaman-tanaman pada area perkebunan tersebut, serta menceritakan adanya rencana pembangunan kawasan wisata baru di sekitar daerah tersebut. Dari percakapan ringan di sepanjang jalan,kami tidak hanya sekadar melatih fisik CJH melalui aktivitas ringan, tetapi juga menjadi sarana membangun kedekatan, rasa percaya, dan pemahaman terhadap keseharian CJH. Di sela aktivitas, kami juga memberikan edukasi mengenai manfaat jalan kaki sebagai salah satu bentuk latihan fisik yang aman dan efektif untuk meningkatkan kebugaran, khususnya dalam rangka persiapan pelaksanaan ibadah haji. Kami juga menjelaskan bahwa selain aktivitas fisik ringan, kesiapan fisik dapat dinilai melalui tes sederhana seperti Six Minute Walk Test (6MWT), yaitu tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan fungsional seseorang dalam berjalan selama enam menit. Dari penjelasan tersebut, ternyata CJH memiliki ketertarikan dan minat untuk melaksanakan tes 6MWT setelah jalan pagi selesai. Kemudian, setelah kami kembali ke tempat tinggal CJH, kamipun melaksankaan tes 6MWT secara bergantian pada CJH. Hasil tes kemudian kami interpretasikan dan jelaskan secara langsung. Meskipun hasil yang diperoleh masih tergolong dalam kategori rendah, kami menekankan bahwa hal ini tidak menjadi hambatan, melainkan dapat dijadikan sebagai dasar untuk menyusun pola latihan yang sesuai. Kami memberikan edukasi mengenai cara melakukan tes 6MWT secara mandiri serta pentingnya latihan fisik yang teratur dan bertahap sesuai kemampuan. Melalui kegiatan ini, kami berharap CJH dapat meningkatkan kebugaran tubuhnya secara optimal demi kesiapan fisik dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji kedepannya.