Thumbnail
12 months ago
Seminar Parenting: Sinergi KKM Sena Cendekia UIN Malang dan MTsN 2 Kota Kediri untuk Membangun Karakter Anak

IKTAFA ULYA INDANA

Kelompok KKM Sena Cendekia dari UIN Malang menunjukkan komitmen terhadap pendidikan karakter anak melalui Seminar Parenting yang digelar di MTsN 2 Kediri. Dengan tema mendalam mengenai pengasuhan sesuai fitrah anak, acara ini melibatkan orang tua, guru, dan mahasiswa dalam upaya sinergi membangun generasi yang tangguh dan berakhlak mulia. Simak bagaimana kolaborasi ini membuka peluang untuk masa depan yang lebih baik! https://www.kompasiana.com/iktaindana6808/6831a196c925c469394ec8c2/seminar-parenting-sinergi-kkm-uin-malang-dan-mtsn-2-kota-kediri-untuk-membangun-karakter-anak 

Thumbnail
12 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Gandeng Duta Santri UIN Tulungagung : Latih Duta Moderasi MAN 1 Kota Kediri Jadi Juru Bicara Toleransi Beragam Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM UIN Malang Gandeng Duta Santri UIN Tulungagung

HANA NISFU LATIFAH

Mahasiswa KKN UIN MALANG Gelar Pelatihan Public Speaking di MAN 1 Kota Kediri: Angkat Tema Moderasi Beragama Kediri— Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan pelatihan public speaking dengan tema “Peran Pemuda dalam Mewujudkan Moderasi Beragama” di MAN 1 Kota Kediri pada Jumat (2/5). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Duta Moderasi Beragama sebagai peserta utama dan Duta santri UIN sayyid Rahmatullah Tulungagung sebagai Pemateri. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi di kalangan pelajar. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak madrasah serta antusiasme tinggi dari para duta moderasi. Koordinator KKN, Alexandro Sakti D. V, dalam materinya menyampaikan pentingnya keterlibatan pemuda dalam menyuarakan pesan-pesan perdamaian di tengah keberagaman. “Pemuda harus mampu menjadi jembatan persatuan. Melalui public speaking, mereka bisa menyampaikan gagasan tentang toleransi dan moderasi dengan cara yang positif dan membangun,” ujarnya. Dalam sesi pelatihan, Duta Moderasi Beragama memaparkan pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Para peserta juga dilatih teknik berbicara efektif, menyampaikan argumen dengan santun, serta simulasi pidato bertema kerukunan dan keberagaman. Salah satu peserta, Raffi, mengaku pelatihan ini menambah wawasan dan rasa percaya dirinya. “Saya jadi lebih paham bagaimana cara menyampaikan ide tentang toleransi secara efektif kepada teman-teman sebaya,” ujarnya. Pelatihan ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa KKN yang fokus pada penguatan karakter dan keterampilan generasi muda, khususnya dalam hal kepemimpinan dan komunikasi berbasis nilai-nilai moderasi beragama. https://www.kompasiana.com/hananisfu1024228/6832a1e4ed641569c61eb5d3/mahasiswa-kkm-uin-malang-gandeng-duta-santri-uin-tulungagung-latih-duta-moderasi-man-1-kota-kediri-jadi-juru-bicara-toleransi-beragama

Thumbnail
12 months ago
Mahasiswa KKM UIN MALANG menjalin kolaborasi dengan SDIT Salsabila Kepanjen: Gelar Penyuluhan Gizi Anak Sekolah Dasar dengan menghadirkan produk sehat dan bergizi tinggi (PUMDING) pumpkin pudding

LAILA RAHMA ARYANI

https://www.kompasiana.com/lailrhm/682b3317c925c4589375e0f2/dari-puding-jadi-edukasi-pumding-pumpkin-pudding-solusi-inovatif-mahasiswa-kkm-uin-malang-perbaiki-gizi-anak?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop

Thumbnail
12 months ago
Parenting Sehat dimulai dari Rumah: Gizi Tepat dan Gigi Terawat sejak kecil

SHAFA MARISKA

Lamongan, 09 Mei 2025 kami menggelar seminar parenting sebagai program kerja kuliah mahasiswa. Dalam program KKM bertema parenting yang kami jalani bersama, kami mengadakan kegiatan edukatif di TK Dharma Wanita, Lamongan. Kegiatan ini berlangsung dalam bentuk seminar interaktif yang dihadiri oleh seluruh wali murid kelas TK B. Kami mengangkat topik penting tentang pemenuhan gizi seimbang dan kesehatan gigi anak usia dini. Di usia dini, anak-anak sedang membentuk fondasi penting bagi masa depan mereka—baik secara fisik, mental, maupun sosial. Namun, tidak sedikit orang tua yang menganggap remeh hal-hal dasar seperti pemenuhan gizi dan perawatan gigi. Dari kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang saya ikuti, saya belajar langsung bahwa edukasi mengenai hal ini masih sangat dibutuhkan. Parenting sehat tidak harus rumit, tetapi harus dimulai dari rumah, dari hal-hal kecil yang konsisten: makan bergizi, menyikat gigi, dan perhatian orang tua. Parenting sehat bukan hanya soal menyediakan makanan dan tempat tinggal, tetapi tentang membentuk kebiasaan baik yang akan tertanam seumur hidup. Ini mencakup pola makan, kebersihan diri, gaya hidup aktif, dan interaksi emosional yang positif. Sayangnya, masih banyak orang tua yang menganggap bahwa hal-hal tersebut akan “datang dengan sendirinya” seiring waktu, padahal kenyataannya, kebiasaan dibentuk—bukan diwariskan. Berdasarkan interaksi langsung dengan para wali murid, kami menemukan bahwa masih banyak kebiasaan keliru yang dilakukan tanpa sadar, seperti memberi makanan tinggi gula secara rutin atau belum membiasakan anak menyikat gigi dua kali sehari. Para orang tua terlihat antusias saat sesi diskusi berlangsung, banyak yang bertanya dan berbagi pengalaman tentang tantangan dalam menerapkan pola asuh sehat di rumah.  Gizi yang baik adalah pondasi utama tumbuh kembang anak. Kekurangan zat gizi bisa menyebabkan anak mudah sakit, lemas, susah fokus, bahkan berdampak pada kemampuan berpikir jangka panjang. Gizi seimbang bukan berarti mahal. Sayur-sayuran lokal, protein dari tempe, telur, ikan, serta buah musiman bisa disusun menjadi pola makan yang sehat. Kami mengajak para ibu membuat “Piring Makanku” dengan contoh menu harian. Ternyata, banyak yang baru menyadari bahwa nasi dengan lauk saja belum cukup. Tambahan sayur dan buah sangat penting untuk melengkapi vitamin dan serat yang dibutuhkan tubuh.  Gigi rusak di usia dini sering dianggap sepele. Padahal, infeksi pada gigi bisa memengaruhi nafsu makan, kualitas tidur, bahkan bicara anak. Belum lagi dampak psikologis jika anak merasa malu tersenyum karena giginya rusak. Membentuk kebiasaan baik tidak harus dimulai dengan hal besar. Konsistensi jauh lebih penting. Misalnya, menetapkan jam makan teratur, menyikat gigi sebelum tidur bersama, atau melibatkan anak saat memilih sayur di pasar bisa jadi langkah awal yang kuat. Orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak. Anak tidak akan menyikat gigi kalau tidak melihat orang tuanya melakukan hal yang sama. Anak tidak akan suka makan sayur kalau tidak pernah disajikan dan diperkenalkan secara menyenangkan.  Program KKM kami hanya bagian kecil dari usaha menyadarkan pentingnya membentuk kebiasaan baik sejak dini. Namun, kami percaya bahwa setiap edukasi, sekecil apa pun, bisa berdampak besar bila diteruskan di rumah. Gizi tepat dan gigi terawat bukan hanya soal kesehatan, tapi soal masa depan. Anak-anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi yang kuat—bukan hanya secara fisik, tapi juga mental dan karakter.  klik disini

Thumbnail
12 months ago
Pondok Ramadhan KKM Sena Cendikia kolaborasi dengan IPNU IPPNU desa Dawuhan kidul

IMAM MUSLIM HAQIKI

Pondok Ramadan yang digelar oleh KKM Sena Cendekia UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menarik perhatian puluhan peserta di Desa Dawuhan Kidul. Selama dua hari, kegiatan ini tidak hanya fokus pada peningkatan ibadah, tetapi juga penguatan karakter dan nilai sosial keagamaan. Dengan kolaborasi bersama IPNU dan IPPNU, acara ini bertujuan membentuk generasi muda yang religius dan aktif. Temukan momen penuh keakraban, pengetahuan, dan aksi sosial yang menginspirasi di dalam artikel lengkapnya! https://www.kompasiana.com/iktaindana6808/68319854ed641556f046b9e2/pondok-ramadan-kkm-sena-cendekia-uin-malang-perkuat-moderasi-beragama-dan-nilai-keislaman-di-desa-dawuhan-kidul-kediri

Thumbnail
12 months ago
Merajut Kebersamaan dalam Perbedaan: Mahasiswa UIN Malang Mengadakan Kegiatan Moderasi Beragama di MTs Kanjeng Sepuh Gresik

DAVINA SALSABILA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan moderasi beragama bertajuk "Merajut Kebersamaan dalam Perbedaan" di MTs Kanjeng Sepuh, Sidayu, Gresik, pada tanggal 20 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai toleransi dan keseimbangan dalam kehidupan beragama kepada seluruh peserta yang hadir.   Acara dimulai pukul 07.30 WIB dengan penampilan hadroh banjari oleh siswa dan mahasiswa, lalu dilanjutkan doa khotmil dan tahlilan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai keagamaan. Setelah itu, acara resmi dibuka oleh MC pada pukul 08.30 WIB, diikuti pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah satu siswa MTs.   Peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Yalal Wathon sebelum sambutan dari Ketua Pelaksana Acara, Abiburrohim Fahzan Hamzah. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat nilai moderasi beragama di kalangan generasi muda. Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan dewan guru MTs Kanjeng Sepuh, M. Nurul Huda Muslim, S.Pd.I, yang menyambut baik acara ini sebagai langkah nyata menanamkan sikap toleransi dan keseimbangan dalam kehidupan beragama.   Sesi utama acara adalah Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh H. Muhammad Mujib, M.Pd.I, Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Gresik. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya moderasi beragama agar tidak terjebak pada sikap ekstrem kanan atau kiri.   "Jika seseorang terlalu condong ke salah satu sisi, maka ia tidak akan bisa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah," ujarnya.   Beliau juga mengingatkan berbagai peristiwa tragis yang pernah terjadi akibat kurangnya pemahaman moderasi beragama, seperti bom Bali, perang saudara, dan pembakaran tempat ibadah. Dalam Islam, keseimbangan (tawasuth), keadilan (i’tidal), toleransi (tasamuh), dan harmoni (tawazun) adalah empat prinsip utama yang harus diterapkan dalam bermasyarakat.   Acara ini tidak hanya dihadiri oleh pihak sekolah, tapi juga anak-anak TPQ, santri pondok pesantren, dan para petinggi Yayasan Kanjeng Sepuh. Berbagai penampilan memeriahkan acara, termasuk paduan suara dan puisi berantai, serta sesi doorprize yang menambah semangat peserta.   Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa KKM menyerahkan cendera mata kepada narasumber sebagai ungkapan terima kasih atas kontribusi mereka. Penyerahan ini juga mempererat silaturahmi antara semua pihak yang terlibat. Acara diakhiri dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan dan simbol komitmen menjaga nilai moderasi beragama.   Salah satu peserta menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus digelar, sehingga nilai toleransi dan kebersamaan semakin kuat di tengah keberagaman yang ada. Semoga pesan moderasi beragama dapat terus menjadi pegangan dalam kehidupan sehari-hari.   Menurut saya pribadi, kegiatan seperti ini sangat penting dan perlu terus dilakukan. Di tengah tantangan keberagaman zaman sekarang, pemahaman dan penerapan moderasi beragama menjadi kunci untuk hidup berdampingan dengan harmonis dan saling menghargai perbedaan. Harapan saya, nilai-nilai ini tidak hanya dipahami saat acara berlangsung, tetapi benar-benar menjadi sikap yang dijalani sehari-hari oleh semua peserta.