Thumbnail
8 months ago
Sinergi Mahasiswa Dan Masyarakat : Pemaparan Program Kerja KKM Di Balai Desa Ngadireso

ANIDA SALSABILA RAHMA

Mahasiswa yang melaksanakan kegiatan tersebut merupakan peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara pemaparan program kerja dikemas secara semi formal agar suasana tetap santai namun tetap tertib, sehingga masyarakat dapat mengikuti jalannya kegiatan dengan nyaman.Berbeda dari acara resmi pada umumnya, kegiatan ini tidak diawali dengan berbagai pihak tertentu. Setelah moderator membuka acara dan menjelaskan susunan acara secara singkat, acara langsung dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh mahasiswa KKM. Konsep ini dipilih agar waktu dapat dimanfaatkan secara efektif dan fokus kegiatan tetap berkomunikasi pada mengungkapkan rencana program kepada masyarakat. Sebanyak sembilan program kerja dipaparkan secara bergantian oleh anggota KKM UIN Malang. Setiap program disampaikan dengan penjelasan singkat mengenai tujuan dan rencana pelaksanaannya di Desa Ngadireso. Melalui pemaparan ini, diharapkan masyarakat dapat memahami arah kegiatan KKM sekaligus berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan program selama masa pengabdian siswa di desa tersebut.              

Thumbnail
8 months ago
Semarak Lomba TPQ di Madrasah bersama KKM ESHORA dan Santri Dusun Gumul

MOH. RIFDA ZAMZAMI AL GHOZALI

Dusun Gumul, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon Suasana Madrasah tampak lebih ramai dari biasanya pada Minggu pagi. Ratusan pasang mata menyaksikan semarak lomba TPQ yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kelompok KKM ESHORA, pengurus TPQ, serta dukungan IPNU-IPPNU setempat.   Sejak pagi hari, para santri dari beberapa TPQ di Dusun Gumul telah hadir dengan penuh semangat. Mereka datang sebagai perwakilan untuk mengikuti tiga cabang lomba, yaitu lomba sambung ayat Juz 30, lomba adzan, dan lomba kaligrafi. Setiap TPQ mengirimkan peserta terbaiknya sebagai bentuk partisipasi dan semangat ukhuwah antar-santri.   Tiga Cabang Lomba Penuh Makna   Lomba sambung ayat menjadi salah satu kategori yang paling menarik perhatian. Para peserta diuji kemampuan hafalan dan ketepatan dalam melanjutkan ayat Al-Qur’an dari Juz 30. Dengan sistem pengambilan undian ayat, para santri dituntut untuk fokus dan percaya diri saat tampil di depan juri dan peserta lainnya.   Sementara itu, lomba adzan menghadirkan suasana yang khidmat. Satu per satu peserta maju untuk mengumandangkan adzan dengan suara terbaik mereka. Penilaian dilakukan berdasarkan tajwid, kelancaran, adab, dan penghayatan dalam melafalkan adzan.   Di sisi lain, lomba kaligrafi menjadi ruang kreativitas bagi para santri. Dengan perlengkapan sederhana, mereka menuangkan keindahan ayat-ayat Al-Qur’an ke dalam bentuk tulisan artistik. Kategori ini tidak hanya menilai kerapian tulisan, tetapi juga komposisi dan estetika.   Kolaborasi Mahasiswa dan Remaja Masjid   Kegiatan lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momen kolaborasi antara mahasiswa KKM ESHORA dengan pengurus madrasah dan organisasi kepemudaan setempat. Mahasiswa terlibat aktif dalam persiapan tempat, penyusunan teknis lomba, dokumentasi, hingga koordinasi dengan juri.   Juri lomba terdiri dari perwakilan mahasiswa KKM dan anggota IPNU-IPPNU, sehingga proses penilaian berlangsung objektif dan transparan. Seluruh rangkaian acara dikemas secara sederhana namun tetap tertib dan penuh kekhidmatan.   Pembukaan kegiatan dilakukan secara semi-formal agar suasana lebih santai dan ramah anak. Hal ini bertujuan agar peserta merasa nyaman dan tidak terlalu tegang saat mengikuti lomba.   Membangun Kepercayaan Diri Santri   Selain memperingati Isra Mi’raj, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar santri TPQ. Banyak peserta yang awalnya tampak gugup, namun setelah tampil justru menunjukkan keberanian dan kebanggaan.   Orang tua yang hadir turut memberikan dukungan kepada anak-anak mereka. Suasana kebersamaan terasa kuat, terutama saat para peserta menerima apresiasi dan penghargaan di akhir acara.   Ketua panitia menyampaikan bahwa lomba ini bukan semata-mata untuk mencari juara, tetapi untuk membangun semangat belajar Al-Qur’an di kalangan generasi muda Dusun Gumul.   Penutup dan Harapan   Acara ditutup dengan doa bersama dan pembagian hadiah kepada para pemenang. Meskipun kompetisi telah selesai, nilai kebersamaan dan semangat ukhuwah tetap terasa hingga akhir kegiatan.   Lomba TPQ ini menjadi salah satu program keagamaan yang meninggalkan kesan mendalam selama pelaksanaan KKM di Dusun Gumul. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, mahasiswa dan masyarakat berhasil menciptakan ruang belajar yang menyenangkan sekaligus membangun karakter religius pada anak-anak.   KKM ESHORA berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat di tahun-tahun berikutnya, sehingga semangat belajar Al-Qur’an tetap tum buh dan berkembang di Dusun Gumul.

Thumbnail
8 months ago
Pengabdian Masyarakat KKM 166 Baranova: Edukasi Sosial, Ekonomi Digital, dan Penguatan Nilai Keagamaan

ICHA RAHMA PANGESTI

Desa Licin, Banyuwangi — Kelompok 166 KKM Mandiri UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Baranova) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Licin dengan fokus pada sosialisasi anti bullying dan pencegahan kenakalan remaja, digitalisasi ekonomi melalui QRIS, serta penguatan amaliah keagamaan sebagai fondasi pembentukan karakter sosial masyarakat. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya tantangan sosial di lingkungan remaja, seperti kurangnya kesadaran akan dampak bullying, serta keterbatasan pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat desa. Oleh karena itu, pengabdian dirancang secara terpadu antara pendekatan edukatif, ekonomis, dan religius. Sosialisasi anti bullying dan kenakalan remaja dilaksanakan melalui pendampingan belajar mengajar di SDN 1 Licin dan MI Nahdhatul Wathan. Mahasiswa KKM memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak negatif perundungan, serta pentingnya menjaga sikap dan pergaulan sejak usia dini. Di bidang ekonomi, KKM 166 melaksanakan sosialisasi dan pendampingan penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM dan pedagang Pasar Jadoel Dusun Karangan. Kegiatan ini bertujuan mendorong kemudahan transaksi non-tunai dan meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi perkembangan ekonomi digital. Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat tersebut secara eksplisit dikuatkan dengan amaliah keagamaan, seperti rutinan yasin dan tahlil, pengajian kitab Ihya’ Ulumuddin, jam’iyah fardhu kifayah, istighosah, serta pendampingan kegiatan TPQ. Melalui integrasi edukasi sosial, digitalisasi ekonomi, dan penguatan nilai keagamaan, KKM 166 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Licin.

Thumbnail
8 months ago
Penguatan Literasi dan Edukasi Sains dan Anak Melalui Taman Baca Masyarakat di Desa Ngenep

SYIFA FIKROH AL-KAAMIL

Kegiatan penguatan literasi dan edukasi sains anak dilaksanakan pada Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di Taman Baca Masyarakat (TBM) Dusun Baba’an, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahasiswa KKM Unggulan Fakultatif 249 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan pengelola TBM, Bapak Muklis, sebagai upaya untuk mengoptimalkan peran TBM sebagai ruang belajar nonformal bagi anak-anak.Taman Baca Masyarakat di Dusun Baba’an telah berdiri dan aktif dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya anak-anak. Sejak awal berdirinya, TBM ini menjadi tempat belajar alternatif yang memberikan ruang bagi anak-anak untuk membaca buku dan melakukan kegiatan kreatif seperti mewarnai gambar. Antusiasme anak-anak dalam memanfaatkan TBM tergolong sangat tinggi, serta didukung penuh oleh masyarakat sekitar yang menyambut baik keberadaan TBM sebagai sarana edukasi di lingkungan desa Dalam rangka menguatkan fungsi TBM, mahasiswa KKM Unggulan Fakultatif 249 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang turut berperan aktif dengan memberikan variasi kegiatan edukatif. Mahasiswa KKM hadir sebagai pemateri dan pendamping, khususnya dalam pengenalan sains kepada anak-anak melalui eksperimen sederhana. Salah satu materi yang diberikan adalah praktik membuat gelembung berwarna menggunakan sabun cuci piring, yang dikemas secara menarik dan interaktif.Metode penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan, disertai pendampingan intensif oleh mahasiswa KKM. Dengan gaya penyampaian yang santai dan komunikatif, anak-anak tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Hal ini menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan tidak membosankan.Selain penguatan literasi dan sains, mahasiswa KKM juga mengintegrasikan kegiatan menanam sebagai bentuk edukasi lingkungan. Kegiatan menanam dipilih untuk memberikan wawasan kepada anak-anak tentang pentingnya mengenal alam dan proses pertumbuhan tanaman sejak dini. Jenis tanaman yang dikenalkan antara lain bawang dan stroberi. Dalam kegiatan ini, anak-anak berperan langsung sebagai pelaksana, mulai dari menanam hingga mempraktikkan cara perawatan sederhana. Integrasi antara kegiatan membaca, eksperimen sains, dan menanam memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif. Anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga melalui praktik langsung di luar ruangan. Respons anak-anak terhadap model pembelajaran ini sangat positif; mereka terlihat senang, antusias, dan lebih aktif dalam mengikuti setiap kegiatan.Kegiatan ini tidak hanya menghidupkan suasana TBM, tetapi juga menjadikannya semakin baik sebagai ruang belajar anak-anak. Harapannya, kegiatan-kegiatan positif seperti literasi, eksperimen sederhana, dan edukasi lingkungan dapat terus dilanjutkan meskipun masa KKM telah berakhir. Peran aktif masyarakat sangat diharapkan dalam menjaga dan mengembangkan TBM agar tetap menjadi tempat belajar yang bermanfaat.Melalui Taman Baca Masyarakat, anak-anak dapat mengenal berbagai hal baru, belajar sambil bermain, serta menumbuhkan rasa ingin tahu sejak dini. Dengan dukungan semua pihak, TBM diharapkan terus menjadi sarana pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan bagi generasi muda.

Thumbnail
8 months ago
UIN Malang Berdaya! Kolaborasi Dinas Perikanan dan Karang Taruna Desa Pakis Kembar, KKM UIN Malang Jadikan Sungai Desa Sentra Ekonomi

WANDA OKTAVIANA RAMADHANI

https://www.kompasiana.com/hurin31681/6965219b34777c470a369d62/uin-malang-berdaya-kolaborasi-dinas-perikanan-dan-karang-taruna-desa-pakis-kembar-kkm-uin-malang-jadikan-sungai-desa-sentra-ekonomi