Thumbnail
3 months ago
Mahasiswa UIN Malang resmi memulai program pengabdian masyarakat di Desa Jedong, Wagir, Malang Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa UIN Malang resmi memulai program pengabdian masyarakat di Desa Jedong, Wagir, Malang", Klik

ANGGA ADITYA CAHYONO

UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi membuka program pengabdian masyarakat di Balai Desa Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang pada hari Rabu (24/12/25). Kegiatan ini menjadi awal pelaksanaan rangkaian program pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan di Desa Jedong. Kegiatan pembukaan tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, di antaranya Kepala Desa Jedong, Kepala Dusun Jaten dan Sawun, serta dosen pembimbing lapangan dari kelompok pengabdian reguler dan unggulan. Rangkaian acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala Desa Jedong dan Tokoh masyarakat Hindu. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh dosen pembimbing lapangan kelompok unggulan serta perwakilan ketua kelompok pengabdian masyarakat.   Sebagai penanda dimulainya kegiatan pengabdian, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kepala Desa Jedong yang diserahkan kepada kedua ketua kelompok pengabdian masyarakat. Acara selanjutnya ditutup dengan pemaparan program kerja masing-masing kelompok oleh ketua kelompok reguler dan unggulan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Pengabdian Reguler, Zidan Firdaus Tirta, menyampaikan kesiapan mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat, khususnya di Dusun Jaten. Program pengabdian reguler mencakup pendampingan digitalisasi UMKM, penyuluhan dan bimbingan belajar bagi anak-anak, serta kegiatan senam rutin yang disinergikan dengan posyandu. Sementara itu, kelompok pengabdian unggulan menitikberatkan kegiatan pada upaya menjaga kerukunan antarumat beragama. Desa Jedong dipilih sebagai lokasi pengabdian karena dinilai memiliki potensi yang masih dapat dikembangkan. Kegiatan pembukaan berlangsung tertib dan lancar serta diakhiri dengan foto bersama antara mahasiswa dan perangkat desa.

Thumbnail
3 months ago
KKM Bukan Sekedar Pendampingan, Tapi Penuh dengan Kekeluargaan

ZAHRA NURNAELASARI RAHAYU

Banyak yang mengira bahwa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) hanyalah sebatas pemenuhan kewajiban akademik atau pengabdian formal kepada masyarakat. Namun, perjalanan saya kali ini memberikan perspektif yang jauh berbeda. Ditugaskan untuk melakukan pendampingan dan bimbingan bagi calon jamaah haji, saya mengawali langkah dengan pemikiran bahwa ini hanyalah tugas berbagi ilmu dan bantuan teknis. Nyatanya, di balik persiapan administrasi dan manasik, saya menemukan sesuatu yang jauh lebih berharga: ikatan kekeluargaan yang tulus. Selama berinteraksi dengan para calon jamaah, batasan antara "pendamping" dan "yang didampingi" perlahan memudar. Saya tidak merasa sedang bekerja, melainkan sedang membersamai orang tua sendiri. Setiap tawa saat diskusi, cerita haru tentang penantian panjang mereka menuju Tanah Suci, hingga perhatian-perhatian kecil yang mereka berikan kepada saya, menciptakan suasana hangat yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Mereka menyambut kehadiran saya bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai bagian dari keluarga besar mereka. Pengalaman ini memberikan pelajaran hidup yang tidak saya dapatkan di bangku perkuliahan. Saya belajar tentang kesabaran, keikhlasan, dan bagaimana sebuah pengabdian jika dilakukan dengan hati akan membuahkan kedekatan emosional yang erat. KKM ini bukan lagi soal laporan akhir atau nilai, melainkan tentang jejak kenangan dan saudara baru yang saya temukan. Pulang dari sini, saya membawa lebih dari sekadar pengalaman kerja; saya membawa kehangatan sebuah keluarga.

Thumbnail
3 months ago
PERINGATAN ISR' MI'RAJ MAHASISWA KKM 56 DESA JEDONG GELAR LOMBA RELIGI DI DUSUN JATEN

AQHI DATUL AMALIA

MALANG - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 56 sukses menyelenggarakan rangkaian lomba religi dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW 1447 H. Kegiatan yang ditujukan bagi santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) ini dilaksanakan di Dusun Jaten, Desa Jedong, Malang, pada Jumat (16/1). Berpusat di Masjid Rokhmatul Barokah, acara ini mengusung misi untuk menanamkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sejak dini. Sebanyak lebih dari 40 peserta, mulai dari jenjang pra-sekolah hingga SMP, tampak antusias memadati lokasi sejak pagi hari. Ketua KKM 56, Zidan Firdaus Tirta, bersama Ketua Pelaksana, Fachreza Fidzi Kutachi, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, mereka memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap semangat dalam belajar agama. Ada tiga kategori lomba yang dipertandingkan, yaitu lomba adzan, hafalan surah pendek, dan mewarnai kaligrafi. Kemeriahan tidak hanya datang dari para peserta, tetapi juga dari para ibu dan wali murid yang hadir memberikan dukungan. Para pengajar TPQ setempat pun turut mendampingi dan memberikan motivasi kepada anak didik mereka. Rangkaian acara diawali dengan lomba adzan dan mewarnai kaligrafi yang berlangsung khidmat namun meriah. Sebagai penutup, lomba hafalan surah pendek menjadi kompetisi terakhir sekaligus menandai berakhirnya perayaan Isra Miraj yang digelar oleh mahasiswa KKM 56 di Desa Jedong tahun ini. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Peringati Isra' Mi'raj, Mahasiswa KKM 56 Desa Jedong Gelar Lomba Religi di Dusun Jaten", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/afiqmuhammad2970/696a340bed64151d3b67a613/peringati-isra-mi-raj-mahasiswa-kkm-56-desa-jedong-gelar-lomba-religi-di-dusun-jaten Kreator: Afiq Muhammad Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Peringati Isra' Mi'raj, Mahasiswa KKM 56 Desa Jedong Gelar Lomba Religi di Dusun Jaten", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/afiqmuhammad2970/696a340bed64151d3b67a613/peringati-isra-mi-raj-mahasiswa-kkm-56-desa-jedong-gelar-lomba-religi-di-dusun-jaten Kreator: Afiq Muhammad Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
3 months ago

USWATUN KHASANAH

Thumbnail
3 months ago
Bu Narti dan Ikhtiar Sehat Menuju Haji 2026

AYU WARDANA GHONIYYAH

Bu Narti memiliki keterbatasan mobilitas yang membuat aktivitas sehari-hari tidak selalu dapat dilakukan secara mandiri. Gerak tubuh yang terbatas menuntut perhatian khusus, baik dalam menjaga kebugaran fisik maupun dalam menjalani aktivitas ibadah yang membutuhkan stamina dan ketahanan tubuh. Meski demikian, semangat Bu Narti untuk menunaikan rukun Islam kelima tetap kuat dan tidak pernah surut. Dalam proses persiapan menuju Haji 2026, Bu Narti mendapatkan pendampingan kesehatan dari mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Pendampingan ini difokuskan pada upaya promotif dan preventif, seperti pemantauan kondisi kesehatan dasar, edukasi pola makan seimbang, serta latihan aktivitas fisik ringan yang disesuaikan dengan kemampuan Bu Narti. Mahasiswa KKM juga memberikan pendampingan secara sabar dan bertahap, mengingat Bu Narti membutuhkan dukungan dalam memahami instruksi dan menjalani latihan kesehatan. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga memberikan dukungan mental agar Bu Narti merasa lebih percaya diri dan termotivasi dalam menjalani proses persiapan haji.

Thumbnail
3 months ago
Kelompok 88 KKM UIN Malang Kunjungi Sentra Gula Merah Desa Sukolilo, Pelajari Warisan Budaya Turun-Temurun Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kelompok 88 KKM UIN Malang Kunjungi Sentra Gula Merah Desa Sukolilo, Pelajari Warisan Bud

NAILUL MUNA

MALANG - Mahasiswa Kelompok 88 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kunjungan edukatif ke sentra produksi gula merah di Dusun Napel, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat potensi ekonomi lokal yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun di desa tersebut.  Kunjungan yang dilaksanakan pada awal Januari 2026 ini disambut hangat oleh para pengusaha gula merah setempat. Para mahasiswa berkesempatan melihat langsung proses produksi gula merah dari hulu hingga hilir, mulai dari penggilingan tebu, pemasakan nira, hingga pengemasan produk akhir. Warisan Budaya yang Terus Berkembang Produksi gula merah di Desa Sukolilo merupakan warisan budaya yang diturunkan secara turun-temurun, menjadikannya lebih dari sekadar mata pencaharian bagi masyarakat setempat. Dusun Napel menjadi pusat produksi gula merah di Desa Sukolilo dengan kurang lebih 20 rumah produksi yang tersebar di seluruh dusun. Proses Produksi Modern dengan Sentuhan Tradisional Pemilik pabrik menjelaskan bahwa proses pembuatan gula merah meliputi beberapa tahap utama: penggilingan tebu untuk mengekstrak nira, penyaringan untuk membersihkan kotoran, pemasakan menggunakan mesin evaporator hingga mengental, pencetakan, dan pengemasan. Yang menarik, pada awal produksi, penggilingan tebu menggunakan alat dari kayu dan tenaga sapi. Sejak tahun 1982, tenaga sapi mulai digantikan oleh mesin diesel berbahan solar yang kemudian berganti dengan listrik. Transformasi teknologi ini menunjukkan adaptasi masyarakat terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan esensi produksi tradisional. Kapasitas Produksi dan Jangkauan Pasar Pemilik pabrik menjelaskan bahwa kapasitas produksi dalam satu hari dapat mencapai satu ton, dengan perbandingan 10 Ton tebu menghasilkan satu ton gula merah. Angka ini menunjukkan bahwa produksi gula merah membutuhkan bahan baku yang sangat besar, menjadikan ketersediaan tebu lokal sebagai faktor krusial. Ekosistem Ekonomi Tebu di Sukolilo