HABIBULLAH
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat, KKM Mandiri Gravia Kelompok 162 melaksanakan kegiatan pemasangan reflektor jalan di Desa Ketawang Daleman. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya sederhana namun bermanfaat untuk meningkatkan visibilitas jalan, khususnya pada malam hari di wilayah yang minim pencahayaan. Kegiatan pemasangan reflektor jalan dilaksanakan pada hari Minggu, 1 Februari 2026, dan dilakukan bersama perangkat desa. Mahasiswa KKM Mandiri Gravia Kelompok 162 berangkat bersama perangkat desa sambil menyusuri jalan desa untuk menentukan titik-titik yang dinilai membutuhkan pemasangan reflektor. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, pemasangan reflektor dilakukan di sekitar lima titik, yang berlokasi di Dusun Gerinih. Titik-titik tersebut berada pada bagian jalan yang memiliki pencahayaan terbatas serta pada area tikungan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Proses pemasangan reflektor jalan dilakukan secara bertahap dan berjalan dengan lancar. Reflektor dipasang di posisi yang mudah terlihat oleh pengendara sehingga dapat memantulkan cahaya kendaraan dan berfungsi sebagai penanda jalan. Kerja sama antara mahasiswa KKM dan perangkat desa menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan ini. Melalui kegiatan pemasangan reflektor jalan ini, diharapkan masyarakat Desa Ketawang Daleman dapat lebih mudah melihat tanda terang di tengah gelapnya malam, sehingga dapat meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan saat melintas. Kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi nyata KKM Mandiri Gravia Kelompok 162 dalam mendukung kenyamanan dan keamanan lingkungan masyarakat.
NASH WIDAD NUR ZAEN
PETA POTENSI PROKER BESAR bagi kami KKM 190 DARMABAKSYA. kenapa kami memilih peta potensi sebagai Proker Besar kami? Melihat potensi alam yg di kelola oleh masyarakat desa Nglebeng, yg tentu sudah banyak 3-4 tempat wisata di desa Nglebeng, Setalah kami memasuki dan mencari tau tentang desa ini, kami juga masih belum tau tempat-tempat wisata tersebut, sangat di sayangkan apabila potensi wisata tersebut tidak di publikasi(dikenalkan) kepada setiap pengunjung yang baru pertama kali datang. Tidak hanya itu, peta potensi ini juga menjelaskan letak desa dan data SHP setiap dusun, dengan batasan-batasannya, seperti jalan raya, dan aliran sumber mata air di desa Nglebeng. maka dari itu, tepat pada tanggal 30 Januari 2026, kami hadiahkan kepada desa Nglebeng, papan peta potensi berdiri tegak diarea balai desa, untuk meng-awali peta potensi Desa Nglebeng, yang menonjolkan potensi-potensi yang ada di Desa Nglebeng.
MAHESA RANGGA BIJAKSANA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertugas di Desa Turirejo menggelar kegiatan seminar di SMA Plus Darussalam pada Jumat, 9 Januari 2026. Seminar ini mengangkat tema "Membangun Sikap Moderat dan Etika Sosial dalam Kehidupan Remaja." Kegiatan seminar tersebut bertujuan untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya moderasi beragama serta menumbuhkan kesadaran akan bahaya perilaku bullying di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya memberikan edukasi kepada para siswa agar mampu bersikap saling menghargai, toleran, dan beretika dalam kehidupan sosial sehari-hari. Dalam pemaparannya, mahasiswa KKM menekankan bahwa moderasi beragama merupakan sikap tengah yang mengedepankan keseimbangan, saling menghormati, dan menolak segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Selain itu, isu bullying juga menjadi perhatian utama, mengingat dampaknya yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan perkembangan sosial remaja. Para siswa SMA Plus Darussalam tampak antusias mengikuti seminar tersebut. Mereka diajak untuk berdiskusi, memahami contoh-contoh perilaku moderat, serta mengenali bentuk-bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari. Kegiatan seminar ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKM UIN Malang dalam mendukung pendidikan karakter di sekolah. Diharapkan, melalui seminar ini para siswa mampu menerapkan sikap moderat, menjunjung etika sosial, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.
ANNADIA HIDAYAH
Kegiatan khataman Al-Qur’an menjadi salah satu program keagamaan yang dilaksanakan oleh Kelompok KKM 75 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kawira Aksena. Kegiatan ini dilaksanakan bersama masyarakat sebagai bentuk penguatan nilai-nilai religius. Khataman Al-Qur’an bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta mempererat kebersamaan spiritual. Mahasiswa KKM turut berpartisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan terasa selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Pelaksanaan khataman Al-Qur’an dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan warga dan tokoh agama. Setiap peserta membaca bagian Al-Qur’an sesuai dengan pembagian yang telah ditentukan. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Mahasiswa KKM berbaur langsung dengan masyarakat tanpa sekat. Hal ini menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan harmonis. Khataman ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan dan keberkahan lingkungan. Selain sebagai bentuk ibadah, kegiatan khataman Al-Qur’an juga menjadi sarana mempererat silaturahmi. Interaksi antara mahasiswa dan masyarakat terjalin dengan baik selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa KKM belajar untuk memahami tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa saling menghormati dan kebersamaan. Nilai-nilai keagamaan disampaikan melalui praktik langsung. Hal tersebut memberikan pengalaman spiritual yang bermakna bagi mahasiswa. Masyarakat memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan khataman Al-Qur’an bersama KKM UIN Malang. Kehadiran mahasiswa dinilai membawa semangat baru dalam kegiatan keagamaan. Tokoh agama setempat menyambut baik partisipasi aktif mahasiswa KKM. Dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga berjalan dengan baik. Hal ini menunjukkan sinergi positif dalam membangun kehidupan religius di lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan khataman Al-Qur’an ini, Kelompok KKM Kawira Aksena berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan spiritual bagi mahasiswa dan masyarakat. Pengalaman ini memperkuat nilai keagamaan dan kepedulian sosial mahasiswa. Program ini sejalan dengan tujuan KKM sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan kegiatan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin. Dengan demikian, nilai-nilai religius dapat terus terjaga dan berkembang di tengah masyarakat.
FAIZAH
Pada hari Rabu, 24 Desember 2025, mahasiswa KKN UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan survei ke salah satu pelaku UMKM batik di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, yaitu Batik Pandan Arum. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat proses produksi serta perkembangan usaha batik yang ada di desa. Dari hasil survei, diketahui bahwa pemilik Batik Pandan Arum terus berinovasi dengan menciptakan desain batik yang mengikuti perkembangan zaman, termasuk desain bernuansa Gen Z agar dapat menarik minat generasi muda. Selain itu, Batik Pandan Arum telah membuka pemesanan secara online melalui media sosial Instagram. Namun, hingga saat ini pemasaran batik masih terbatas karena belum memanfaatkan platform lain seperti TikTok Shop dan Shopee. Kendala utama yang dihadapi adalah pada pembuatan konten promosi dan pengelolaan media digital. Meskipun demikian, Batik Pandan Arum telah beberapa kali mengikuti ajang Fashion Show dan saat ini memiliki sekitar 10 karyawan yang terlibat dalam proses produksi. Hal ini menunjukkan bahwa Batik Pandan Arum memiliki potensi besar untuk terus berkembang ke depannya. Melalui kegiatan survei ini, mahasiswa KKN berharap dapat membantu memberikan ide dan dukungan agar Batik Pandan Arum semakin dikenal luas dan mampu bersaing di era digital.
ADISHA SARASWATI
Kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah organik terus didorong melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan dalam kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari, bertempat di Balai Desa Sukowilangun. Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB dan dihadiri oleh perwakilan ibu-ibu PKK dari setiap dusun di Desa Sukowilangun. Setiap dusun mengirimkan tiga perwakilan, sehingga dari empat dusun yang ada, total peserta dari PKK berjumlah dua belas orang. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh tiga orang perwakilan perangkat desa dan juga perwakilan anggota karang taruna. Acara diawali dengan penyampaian materi singkat mengenai apa itu eco enzyme dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Pemaparan dilakukan secara sederhana dan tidak terlalu panjang agar mudah dipahami oleh peserta. Eco enzyme dijelaskan sebagai cairan hasil fermentasi sampah organik berupa sisa buah dan sayuran yang dicampur dengan air dan gula merah, yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari pembersih alami hingga pengurai limbah organik. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan eco enzyme. Dimulai dari memotong bahan-bahannya hingga proses penimbangan. Dalam praktik tersebut, digunakan galon berukuran lima liter dengan takaran tiga liter air, 300 gram sampah organik berupa kulit buah dan sisa sayuran, serta 100 gram gula merah sebagai bahan fermentasi. Proses praktik dilakukan secara interaktif dengan melibatkan audiens. Beberapa ibu PKK dan juga perangkat desa tampak antusias untuk mencoba langsung memasukkan sampah organik yang sudah dipotong-potong ke dalam galon. Untuk menambah pemahaman peserta, panitia juga memperlihatkan sampel eco enzyme yang telah jadi. Tidak hanya ditunjukkan secara visual, efektivitas eco enzyme juga dibuktikan secara langsung dengan menggunakannya untuk membersihkan kerak membandel yang ada di lantai balai desa. Hasilnya, kerak tersebut dapat dibersihkan dengan cukup mudah, sehingga membuat para peserta semakin yakin akan manfaat eco enzyme. Selama proses praktik berlangsung, suasana kegiatan terasa hidup dan interaktif. Beberapa ibu-ibu PKK yang aktif bertanya, salah satunya mengenai alasan mengapa sampah organik yang digunakan tidak boleh terlalu keras, seperti kulit durian dan lain sebagainya. Pertanyaan tersebut dijawab dengan penjelasan bahwa sampah yang terlalu keras membutuhkan waktu penguraian yang sangat lama dan dapat menghambat proses fermentasi, sehingga hasil eco enzyme menjadi kurang optimal. Selain itu, peserta juga diberikan penjelasan mengenai proses perawatan eco enzyme setelah pembuatan. Dijelaskan bahwa pada satu minggu pertama, tutup botol galon harus dibuka setiap hari untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi. Sementara itu, pada minggu-minggu berikutnya, tutup botol cukup dibuka satu kali dalam seminggu hingga proses fermentasi selesai selama kurang lebih 3 bulan. Secara keseluruhan, kegiatan sharing session dan praktik pembuatan eco enzyme ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Interaksi aktif antara pemateri dan peserta, serta pembuktian langsung manfaat eco enzyme, membuat kegiatan ini terasa seru dan mudah dipahami. Diharapkan, melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK dapat menerapkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.