ALIF AL FAQIH
Desa Kalikatir, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto - Rabu (07/01/2026), tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 183 sukses menyelenggarakan sosialisasi mengenai Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dan Hilirisasi Perkebunan. Kegiatan ini hadir sebagai respon atas melimpahnya potensi perkebunan pisang di Desa Kalikatir yang selama ini dinilai belum tergarap secara maksimal dari sisi nilai tambah dan legalitas produk. Dalam sesi pertama, mahasiswa KKM Kelompok 183 memaparkan secara mendalam mengenai apa itu PSAT. PSAT merupakan pangan yang berasal dari tumbuhan yang belum mengalami pengolahan atau telah mengalami pengolahan minimal yang bertujuan untuk memperpanjang masa simpan. Pemahaman ini menjadi krusial mengingat standar keamanan pangan kini menjadi tuntutan utama pasar. Warga diajak untuk memahami bahwa kualitas pangan bukan hanya soal rasa, melainkan juga aspek kesehatan dan keamanan konsumsi. Lebih lanjut, sosialisasi ini menekankan pentingnya PSAT sebagai jaminan keamanan bagi konsumen. Mahasiswa menjelaskan bahwa dengan memiliki standar PSAT, produk pertanian desa dapat masuk ke pasar yang lebih luas seperti supermarket atau pasar modern. Tak hanya teori, KKM Kelompok 183 juga memandu warga mengenai prosedur pendaftaran PSAT. Penjelasan langkah demi langkah ini bertujuan untuk menghilangkan stigma di masyarakat bahwa pengurusan izin administrasi pertanian itu rumit dan mahal. Memasuki sesi kedua, pembahasan beralih pada strategi hilirisasi perkebunan, khususnya pada komoditas pisang yang menjadi ikon Desa Kalikatir. Selama ini, mayoritas warga hanya menjual pisang dalam bentuk buah mentah dengan harga yang fluktuatif. Melalui program hilirisasi, mahasiswa mendorong warga untuk mulai mengolah pisang menjadi produk turunan yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli keluarga sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di tingkat desa. Satu poin penting yang ditekankan oleh pembicara dalam kegiatan ini adalah mengenai urgensi legalitas dan sertifikasi produk. "Sangat penting adanya legalitas dan sertifikasi guna mendapatkan feedback, salah satunya adalah kemudahan dalam mengakses pendanaan dari pihak pemerintah atau institusi lainnya," ungkap Adindha pemateri dari KKM Kelompok 183. Sertifikasi dianggap sebagai "paspor" bagi produk desa agar diakui secara formal oleh negara, sehingga peluang bantuan modal dan pendampingan usaha dari dinas terkait terbuka lebar. Kegiatan ini ditutup dengan diskusi interaktif antara mahasiswa dan para petani serta ibu-ibu penggerak ekonomi desa. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai teknis pengemasan dan pemasaran hasil olahan pisang. Dengan terlaksananya sosialisasi ini, KKM Kelompok uin183 UIN Malang berharap warga Desa Kalikatir tidak lagi hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi mampu menjadi pelaku industri pertanian yang mandiri, legal, dan berdaya saing tinggi
DESHWA ARISTA LYVIA
Seluruh anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dan masyarakat setempat akhirnya menikmati momen kebersamaan selama KKM dalam sebuah acara Malam perpisahan dan Pemutaran After Movie. Acara ini lebih dari sekadar pemutaran video, ia adalah tempat untuk mengingat kembali, berkumpul, dan mengucapkan terima kasih atas perjalanan yang telah dilakukan bersama. Dengan pembukaan yang hangat dan penuh semangat dari panitia KKM, acara After Movie dimulai. Seluruh anggota KKM bersama dengan warga, meneriakkan jargon KKM yaitu "Dari kita, Untuk Bersama" membuat suasana semakin hidup dan meriah. Ini menunjukkan ikatan dan kolaborasi yang tercipta selama kegiatan. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kelompok KKM 77 Sahakarya, Kepala Dusun Premban, serta perwakilan RT dan RW. Dalam sambutannya, mereka menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh anggota KKM atas kontribusi mereka, kerja sama, dan kenangan baik yang telah mereka tinggalkan untuk masyarakat Dusun Premban, Desa Sumberkeradenan. Hubungan emosional antara mahasiswa dan warga diperkuat oleh tanggapan ini. Akhirnya, momen yang paling ditunggu tiba yaitu pemutaran After Movie setelah KKM. Video ini menampilkan berbagai kegiatan, tawa, perjuangan, dan kebersamaan selama KKM. Setiap adegan diputar, menimbulkan banyak tawa, senyum, bahkan haru. Saat anggota KKM menyanyikan lagu "Kemesraan" karya Iwan Fals, yang dinyanyikan bersama sebagai tanda persaudaraan dan kehangatan, suasana semakin damai. Setelah itu, acara ditutup dengan lagu Endank Soekamti "Sampai Jumpa", yang dinyanyikan dengan flash di handphone yang dinyalakan bersama. Sederhananya, momen ini menjadi tanda perpisahan yang signifikan. Sesi dokumentasi dengan warga dilakukan setelah rangkaian acara utama selesai. Foto-foto yang diambil bersama ini menjadi kenang-kenangan yang berharga yang menggambarkan hubungan yang baik antara anggota KKM dan masyarakat setempat. Acara ditutup dengan dokumentasi bersama warga Dusun Premban dan antar anggota KKM. Ini adalah kesempatan terakhir untuk mengabadikan tawa, kebersamaan, dan cerita yang telah terjadi selama KKM. Diharapkan foto-foto ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan yang telah dibangun selama KKM akan selalu ada dalam perjalanan hidup masing-masing.
AMIRA NUR LAILY
Kegiatan media berupa pembuatan video profil Desa Kluwut mulai dikerjakan pada hari Sabtu, 31 Januari 2026. Proyek ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi desa secara lebih luas melalui media visual yang menarik dan mudah dipahami. Dalam prosesnya, mahasiswa/i melakukan wawancara dengan pelaku UMKM, mendokumentasikan berbagai kegiatan masyarakat, serta mengambil gambar di sejumlah lokasi penting yang ada di Desa Kluwut. Beberapa mahasiswa/i KKM Mandhaloka bekerja sama secara aktif dalam mengerjakan proyek ini. Mereka saling membagi tugas, mulai dari perencanaan konsep, pengambilan gambar, penulisan naskah, hingga proses penyuntingan video. Kerja sama yang baik ini dilakukan agar hasil video dapat disajikan secara rapi, informatif, dan memuaskan. Hasil dari proyek ini berhasil menampilkan gambaran Desa Kluwut secara menyeluruh, mulai dari kehidupan masyarakat, aktivitas sehari-hari, hingga perkembangan UMKM setempat. Video profil ini diharapkan dapat menjadi media informasi dan promosi yang bermanfaat, sekaligus membantu memperkenalkan Desa Kluwut kepada masyarakat yang lebih luas.
MUHAMMAD RIFQI AMIRUZZIDAN
MALANG - Mahasiswa Kelompok 88 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan kunjungan edukatif ke sentra produksi Kerupuk Samiler di Dusun Pohkecik, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Kerupuk Samiler yang menjadi ikon kuliner khas Desa Sukolilo ini tidak hanya sekadar camilan, tetapi juga merupakan sumber mata pencaharian utama bagi puluhan keluarga di dusun tersebut. Kerupuk Samiler adalah salah satu jenis kerupuk yang dibuat dari bahan baku singkong dengan tambahan bumbu seperti bawang putih, daun bawang, garam, dan penyedap. Bentuknya yang bulat pipih dan cita rasanya yang gurih khas menjadikan kerupuk ini berbeda dari kerupuk singkong pada umumnya. Kerupuk yang menjadi salah satu ciri khas Desa Sukolilo ini mulai diproduksi antara tahun 1997-1998 yang terpusat di Dusun Pohkecik. Dari awal yang sederhana, usaha ini terus berkembang pesat. Rumah produksi yang awalnya hanya berjumlah 3 tempat berkembang menjadi 20 rumah produksi sehingga membuka banyak lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
FATHY ADZAN AZHARY
Oleh: Fatih KKM bukan sekadar program akademik. Bagi Wening Praja 166, ia adalah perjalanan menemukan makna pengabdian. Di Tamansari, mahasiswa belajar bahwa kebahagiaan bisa lahir dari hal sederhana—melihat anak-anak tersenyum saat jalan sehat, mendengar tawa saat bermain edukasi anti-bullying, atau menyaksikan pedagang bangga ketika tokonya kini memiliki QRIS. Setiap sore, mereka duduk di lantai TPQ, mengajari huruf demi huruf Al-Qur’an. Kadang lelah, namun hati terasa penuh. Program yang dijalankan mungkin terlihat kecil, tetapi dampaknya terasa nyata: sekolah lebih ramah, UMKM lebih modern, dan santri lebih bersemangat belajar. Di akhir masa pengabdian, satu hal yang disadari mahasiswa: bukan hanya desa yang mendapat manfaat, tetapi mereka sendiri yang paling banyak belajar—tentang empati, tanggung jawab, dan arti hadir bagi sesama. Wening Praja 166 pun pulang dengan kenangan, meninggalkan jejak kecil yang semoga terus tumbuh di Desa Tamansari.
ALI AKBAR SANJANI
Tong Sampah Terpilah Jadi Media Edukasi Lingkungan Mahasiswa KKM UIN Malang di MTs MA Roudlotul Ulum Sumberejo, 24 Januari 2026 - Mahasiswa UIN Malang dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan program kerja pembuatan tong sampah terpilah di MTs MA Roudlotul Ulum, Desa Sumberejo, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran warga sekolah akan pentingnya pemilahan sampah sebagai langkah awal menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan pembuatan tong sampah terpilah ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 20 hingga 24 Januari 2026. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM memanfaatkan ember bekas cat yang kemudian dibersihkan, dicat ulang, dan dihias agar tampak lebih menarik serta layak digunakan sebagai media edukasi lingkungan di sekolah. Tong sampah yang dibuat terdiri atas tiga jenis pemilahan, yaitu sampah organik, sampah anorganik, serta bahan berbahaya dan beracun (B3). Pemilahan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami perbedaan jenis sampah sekaligus membiasakan mereka membuang sampah sesuai kategorinya. Proses pembuatan dilakukan mulai dari pengumpulan ember bekas, pengecatan, penulisan label jenis sampah, hingga penempatan tong sampah di area sekolah. Setelah selesai, tong sampah terpilah tersebut secara simbolis diserahkan kepada pihak sekolah sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung budaya peduli lingkungan. "Kami ingin di MTs MA Roudlotul Ulum tidak hanya tersedia tong sampah biasa, tetapi juga tong sampah terpilah agar siswa terbiasa memilah sampah sejak dini dan lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan," ujar Ghozi. Melalui program ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap tong sampah terpilah yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan serta menjadi sarana edukasi lingkungan bagi seluruh warga sekolah. Program ini juga diharapkan mampu mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di MTs MA Roudlotul Ulum.