NUR ARINI WAFDA
Melalui kegiatan KKM HIPE (Health Interprofessional Education), kami berkesempatan mendampingi Bapak Khairuddin sebagai calon jemaah haji dalam mempersiapkan kesehatannya. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu memantau kondisi kesehatan serta memberikan edukasi yang mudah dipahami. Selama beberapa kali kunjungan, kami melakukan pemeriksaan kesehatan, monitoring rutin, serta memberikan intervensi berupa video edukasi, poster, buku panduan, dan buku monitoring. Semua media ini dibuat agar Bapak Khairuddin dapat lebih memahami cara menjaga kesehatannya secara mandiri. Kami merasa senang karena dapat terlibat langsung dalam proses pendampingan ini. Melihat Bapak Khairuddin semakin peduli terhadap kesehatannya menjadi pengalaman yang berharga bagi kami sebagai mahasiswa kesehatan. Melalui KKM HIPE ini, kami tidak hanya belajar menerapkan ilmu di lapangan, tetapi juga belajar bekerja sama dalam tim dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang bermanfaat dan berkesan bagi kami.
KHILWA JAUHAROTUL MILLAH
Selama pelaksanaan kegiatan KKM, salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya adalah keterlibatan dalam kegiatan kesiapan fisik bersama calon jamaah haji sebagai bentuk persiapan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Kegiatan ini menjadi momen yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna karena saya dapat berinteraksi secara langsung dengan calon jamaah haji sekaligus memberikan edukasi kesehatan yang bermanfaat. Pada pagi hari, kami berkumpul bersama para calon jamaah haji di lingkungan sekitar. Suasana terasa hangat dan penuh keakraban karena para jamaah menyambut kami dengan senyum serta semangat yang luar biasa. Meskipun sebagian besar berusia lanjut, mereka tetap antusias mengikuti kegiatan kesiapan fisik sebagai upaya menjaga kebugaran tubuh sebelum melaksanakan ibadah haji. Hal tersebut membuat saya kagum melihat semangat dan komitmen mereka untuk tetap sehat demi menjalankan ibadah dengan optimal. Setelah kegiatan kesiapan fisik selesai, kami melanjutkan dengan penyampaian edukasi kesehatan kepada calon jamaah haji. Edukasi yang diberikan berfokus pada pentingnya menjaga kondisi kesehatan, khususnya pencegahan penyakit seperti hipertensi dan diabetes, yang sering dialami oleh calon jamaah haji. Melalui kegiatan ini, saya memperoleh pengalaman berharga dalam berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesadaran dan pemahaman kesehatan masyarakat.
ARIKATUL `AZZA
Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi saya bukan sekadar program pengabdian masyarakat selama satu bulan. Ia berubah menjadi ruang belajar yang nyata, penuh cerita, dan sarat makna ketika saya mendapat kesempatan mendampingi calon jemaah haji. Awalnya saya mengira kegiatan ini hanya sebatas membantu administrasi dan edukasi kesehatan. Namun ternyata, di balik itu semua, tersimpan pelajaran hidup yang begitu dalam. Setiap pertemuan bersama para calon jemaah haji selalu menghadirkan suasana yang hangat. Ada yang datang dengan semangat tinggi, ada pula yang membawa rasa cemas karena usia dan kondisi kesehatan. Di sinilah peran kami menjadi penting: mendampingi, memberikan edukasi mengenai persiapan kesehatan, membantu memahami prosedur keberangkatan, hingga memastikan mereka merasa tenang dan siap secara fisik maupun mental. Rasanya luar biasa bisa menjadi bagian kecil dari perjalanan besar mereka menuju Tanah Suci. Yang paling membekas bagi saya adalah cerita-cerita perjuangan mereka. Ada yang menabung puluhan tahun, ada yang menunggu antrean begitu lama dengan penuh kesabaran. Mendengar kisah itu secara langsung membuat saya tersadar bahwa ibadah haji bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati. Saya belajar tentang arti kesabaran, ketekunan, dan keyakinan yang tak pernah padam. Tak jarang kami juga berbagi tawa bersama saat sesi pendampingan berlangsung. Mulai dari latihan manasik sederhana, diskusi ringan tentang perlengkapan, hingga sesi tanya jawab yang penuh antusias. Momen-momen itulah yang membuat pengalaman KKN ini terasa hidup dan berwarna. Bagi saya pribadi, kegiatan ini bukan hanya tentang membantu, tetapi juga tentang tumbuh dan belajar menjadi pribadi yang lebih empati. Pengalaman mendampingi calon jemaah haji selama KKN adalah salah satu bab paling berkesan dalam perjalanan akademik dan kehidupan saya. Ia mengajarkan bahwa pengabdian bukan hanya soal memberi, tetapi juga tentang menerima pelajaran berharga dari orang-orang yang kita dampingi. Dan saya percaya, setiap langkah kecil yang kami lakukan turut menjadi bagian dari langkah besar mereka menuju Baitullah.
AISYKA FITRIA RAHMADHANI
Selama pelaksanaan KKM HIPE 2026 ini, saya mendapatkan pengalaman berharga melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pendampingan Calon Jamaah Haji (CJH) di salah satu kecamatan di Kota Batu, tepatnya di Kecamatan Bumiaji. Salah satu kegiatan yang paling berkesan bagi saya adalah aktivitas jalan pagi bersama CJH sebagai bagian dari program intervensi peningkatan aktivitas fisik ringan dalam persiapan ibadah haji. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Rangkaian ibadah yang panjang, jarak tempuh yang tidak sedikit, serta kondisi cuaca yang berbeda dengan di tanah air menuntut CJH untuk memiliki daya tahan tubuh yang baik. Namun, tidak semua CJH terbiasa melakukan aktivitas fisik secara rutin. Oleh karena itu, jalan pagi dipilih sebagai bentuk aktivitas fisik ringan yang aman, mudah dilakukan, dan sesuai dengan kondisi mayoritas CJH. Pada minggu ketiga, tepatnya tanggal 11 Januari 2026, kami berkumpul bersama CJH dan memulai kegiatan dengan pemeriksaan kesehatan rutin yakni pemeriksaan TTV yang kemudian dilanjutkan dengan jalan bersama dengan rute yang ditentukan oleh CJH. Rute jalan pagi dimulai langsung dari rumah CJH dan dilanjutkan menyusuri jalan desa yang dikelilingi kebun-kebun bunga. Jalur yang dilalui memiliki kontur naik dan turun, sehingga memberikan latihan fisik alami yang yanpa terasa terlalu melelahkan. Pemandangan kebun bunga yang berwarna-warni serta udara yang segar membuat suasana berjalan menjadi lebih menyenangkan dan jauh dari kesan monoton. Di tengah perjalanan, kami sempat singgah di salah satu tempat wisata lokal. Disana, CJH beristirahat sejenak sambil menikmati suasana dan memberi makan ikan. Momen ini menjadi jeda yang menyenangkan, tidak hanya untuk memulihkan tenaga, tetapi juga sebagai sarana relaksasi dan mempererat interaksi. Setelah itu, perjalanan kembali dilanjutkan hingga akhirnya kembali ke rumah CJH. Secara keseluruhan, jarak tempuh kegiatan jalan pagi ini mencapai sekitar 8 kilometer. Jarak tersebut dirancang dengan mempertimbangkan kondisi fisik CJH agar tetap memberikan manfaat kesehatan tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan. Melalui kegiatan ini, aktivitas fisik ringan dapat dikemas secara rekreatif, menyenangkan, dan berkelanjutan. Bagi saya pribadim kegiatan jalan pagi bersama CJH bukan sekedar menjalankan program kerja KKM, tetapi juga menjadi pengalaman pembelajaran yang beramakna. Saya belajar bahwa intervensi kesehatan tidak selalu harus kompleks. Langkah sederhana seperti berjalan kaki secara rutin dapat memberikan dampak positif, baik secara fisik maupun psikologis. CJH terlihat bersemangat, lebih percaya diri terhadap kesiapan fisiknya, dan mulai menyadari pentingnya menjaga aktivitas fisik secara konsisten. KKM mengajarkan saya bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya tentang menyampaikan ilmu, tetapi juga tentang hadir, berjalan bersama, dan tumbuh bersama. Dari setiap langkah kecil dalam jalan pagi ini, tersimpan harapan besar agar para CH dapat menjalankan ibadah haji dengan kondisi fisik yang lebih siap dan hati yang lebih tenang.
DEVALINO ARYAPUTRA ARDI WIBOWO
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) selama satu bulan menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan masyarakat. Salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian kegiatan KKM ini adalah pertemuan dan silaturahmi bersama CJH, yang menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian kami. Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesan setelah menjalani berbagai program kerja selama satu bulan penuh. Selama KKM, kami belajar banyak hal, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami kebutuhan masyarakat, hingga mengimplementasikan program kerja yang telah dirancang. Interaksi bersama CJH memberikan pengalaman berharga tentang arti kebersamaan, komunikasi, serta kerja sama yang saling mendukung. Sebagai bentuk rasa terima kasih dan kenang-kenangan, kami juga menyerahkan bingkisan kepada CJH. Bingkisan ini bukan sekedar simbol perpisahan, namun juga merupakan wujud apresiasi atas dukungan, kepercayaan, dan keterbukaan yang telah diberikan selama pelaksanaan KKM. Momen penyerahan bingkisan berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan. Barang-barang yang diberikan disesuaikan dengan program kerja (proker) yang telah dilaksanakan selama KKM. Bingkisan tersebut meliputi botol minum sebagai pengingat pentingnya menjaga hidrasi dan pola hidup sehat, custom pouch yang praktis untuk digunakan sehari-hari, buku saku berisi informasi edukatif, serta buku journaling yang diharapkan dapat menjadi media refleksi dan pencatatan aktivitas harian. Setiap item memiliki makna dan tujuan agar tetap bermanfaat dalam jangka panjang. Melalui pertemuan ini, kami menyadari bahwa KKM bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang membangun silaturahmi, meninggalkan kesan yang baik, dan menciptakan kenangan yang bermakna. Semoga apa yang telah kami berikan dapat bermanfaat dan menjadi kenangan akan kebersamaan selama satu bulan pengabdian. Kegiatan KKM ini akan selalu menjadi bagian dari cerita perjalanan kami sebagai siswa dalam belajar, mengabdi, dan tumbuh bersama masyarakat.
NAJWA AGHNIA
Batu, 02 Februari 2026 – Kelompok 45 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Integrasi Hajj Interprofessional Education (HIPE) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program luar biasa di wilayah kerja Puskesmas Sisir. Kegiatan ini berlangsung pada 23 Desember 2025 hingga 31 Januari 2026 dengan dibimbing oleh Apt. Abdul Hakim, S.Si., M.P.I.,M.Farm. Kelompok 45 terdiri dari mahasiswa lintas program studi, yaitu mahasiswa kedokteran dan farmasi, sebagai bentuk penerapan kolaborasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan. Anggota kelompok meliputi Muhammad Arvin Fadhil Mahardika (PSPD 2023), Dhia Kamila Halisa Putri (PSPD 2023), Najwa Aghnia (Farmasi 2023), Alya Muthi’ah (Farmasi 2023), dan Naila Nisfi Fitri Rahmawati (Farmasi 2023). Dalam program ini, kelompok 45 dipercaya untuk mendampingi dua CJH yang berlokasi di Desa Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Kegiatan ini bertujuan untuk mempertahankan istita’ah kesehatan calon jamaah haji (CJH) selama masa tunggu. Pada penyelenggaraan kegiatan KKM Integrasi, FKIK UIN malang juga bekerja sama dengan Dinnas Kesehatan, KBIH dan Kementerian Agama Kota Batu. Selain itu mendapatkan dukungan penuh oleh Pusat Kesehatan Haji (PUKESHAJI) dalam mengupayakan kesehatan CJH selama masa tunggu. Kegiatan utama yang dilakukan meliputi pemantauan kesehatan rutin, pemantauan pola makan dan olahraga, hingga edukasi berbasis media. Edukasi diberikan melalui video mengenai kondisi di Tanah Suci yang menggambarkan aktivitas ibadah haji, tuntutan fisik, perubahan pola makan, dan faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kesehatan jamaah. Mahasiswa juga membagikan poster edukasi berupa daftar obat yang perlu dibawa selama ibadah haji serta poster kolesterol. Poster daftar obat memuat obat kolesterol, vitamin, perlengkapan P3K pribadi, dan obat keluhan umum. Poster kolesterol berisi pengertian, gejala, penyebab, pencegahan, dan batas normal kolesterol. Selain itu digunakan buku monitoring kesehatan untuk mencatat pola makan harian, aktivitas olahraga, serta hasil pemeriksaan kesehatan setiap kunjungan. Buku ini juga memuat materi singkat terkait hipertensi, obesitas, diabetes, kolesterol, dan gastritis, serta gambaran kebutuhan energi dan estimasi kalori makanan. Pemantauan kesehatan juga dilakukan secara berkala melalui pemeriksaan tanda-tanda vital (TTV), tekanan darah, glukosa darah, asam urat, dan kolesterol. Hasil pemeriksaan dicatat untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan dari minggu ke minggu. Sebagai bagian dari evaluasi, diberikan pretest kepada setiap CJH pada pertemuan pertama sebelum menerima intervensi dari mahasiswa KKM. Setelah itu, dilakukan juga post test pada pertemuan terakhir untuk mengukur dampak intervensi terhadap peningkatan kesehatan CJH. Hasil dari pretest dan post test ini diharapkan dapat menunjukkan efektivitas program pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa. Respon positif ditunjukkan oleh calon jamaah haji yang merasakan manfaat langsung dari program pendampingan ini. Mereka mengapresiasi pendampingan yang dilakukan secara personal dan intensif, khususnya dalam pemantauan kondisi kesehatan. Bagi mahasiswa, kegiatan KKM ini menjadi kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari, baik di bidang ilmu kedokteran maupun farmasi secara langsung dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Program KKM Integrasi FKIK UIN Malang ini diharapkan menjadi model pendampingan kesehatan yang memperkuat kesiapan fisik calon jamaah haji melalui kolaborasi interprofesional antara mahasiswa kedokteran dan farmasi, sekaligus memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat.