Thumbnail
3 months ago
Kebersamaan yang Berkesan

MUHAMMAD FERDY ARDIANSYAH

Selama KKM, salah satu momen paling berkesan bagi saya adalah saat kami berkumpul bersama setelah selesai melakukan kegiatan. Di tengah kelelahan, kami masih bisa tertawa, berbagi cerita, dan menikmati makanan sederhana di atas meja. Momen ini membuat saya sadar bahwa kebersamaan dan kerja sama jauh lebih berharga daripada sekadar menyelesaikan tugas. KKM bukan hanya memberi pengalaman di lapangan, tetapi juga kenangan indah yang akan selalu saya ingat.

Thumbnail
3 months ago
Pengalaman Mendampingi Calon Jemaah Haji di Kota Batu

ALFIAN SANDY PERMANA

Mengikuti program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Fakultatif menjadi pengalaman berharga bagi kami, Kelompok 42 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui KKM Hajj Interprofessional Education (HIPE), kami berkesempatan terjun langsung ke masyarakat untuk mendampingi calon jemaah haji (CJH) di Kota Batu dalam mempersiapkan kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Program ini melibatkan kolaborasi mahasiswa dari dua disiplin ilmu kesehatan, yaitu Farmasi dan Pendidikan Dokter. Pendekatan Interprofessional Education (IPE) menjadi landasan utama kegiatan kami, di mana setiap anggota tim berperan sesuai keilmuannya dan saling melengkapi dalam memberikan pendampingan kesehatan yang komprehensif. Kelompok kami terdiri dari Alfian Sandy Permana, Wafia Naura Adzkia, Firdania Zahrotul Amalia, dan Laely Anisaturrohmah yang dimana merupakan mahasiswa farmasi serta Zafira Azalia Falahi dan Fiola Moza Murtia dari Pendidikan Dokter.  Seluruh kegiatan KKM ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dr. Christyaji Indradmojo, Sp.EM. Kegiatan KKM diawali dengan kunjungan ke rumah calon jemaah haji. Pada minggu pertama ini, kami melakukan pengecekan kesehatan dasar, seperti pengukuran tekanan darah dan tanda-tanda vital lainnya. Selain itu, kami juga melaksanakan pre-test untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan calon jemaah terkait pola makan, aktivitas fisik, dan kesiapan kesehatan dalam menghadapi ibadah haji. Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa setiap calon jemaah memiliki kondisi dan kebiasaan yang berbeda. Hal tersebut menjadi dasar bagi kami untuk menyesuaikan pendekatan pendampingan pada minggu-minggu berikutnya. Pada minggu kedua, fokus kegiatan kami adalah edukasi dan pemantauan mandiri. Kami menyusun dan membagikan buku monitoring kesehatan yang digunakan calon jemaah untuk mencatat pola makan dan aktivitas harian. Selain itu, kami juga membuat poster edukasi kesehatan yang berisi pesan-pesan sederhana namun penting terkait gaya hidup sehat. Melalui media ini, kami berharap calon jemaah dapat lebih sadar dan konsisten dalam menjaga kesehatannya, sekaligus merasa terlibat aktif dalam proses persiapan ibadah haji. Kegiatan pada minggu ketiga menjadi salah satu momen paling interaktif. Kami melaksanakan olahraga bersama dengan calon jemaah haji seperti aktivitas ringan yaitu jalan santai. Suasana kebersamaan dan antusiasme calon jemaah menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Selain itu, kami juga menyiapkan video edukasi yang menampilkan gambaran cuaca panas ekstrem di Arafah. Video ini bertujuan memberikan pemahaman kepada calon jemaah mengenai tantangan lingkungan selama puncak ibadah haji, sehingga mereka dapat lebih siap secara fisik dan mental. Rangkaian kegiatan KKM ditutup pada minggu keempat dengan pelaksanaan post-test untuk melihat peningkatan pengetahuan calon jemaah setelah mengikuti seluruh program pendampingan. Hasil dari buku monitoring kesehatan kemudian kami tampilkan dan evaluasi bersama. Pada tahap ini, kami memberikan nasihat dan edukasi kesehatan secara langsung kepada calon jemaah dengan pendampingan dokter, sehingga informasi yang disampaikan lebih akurat dan sesuai dengan kondisi masing-masing CJH. Diskusi yang terjalin juga menjadi ruang pembelajaran bagi kami sebagai mahasiswa lintas profesi. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi calon jemaah haji di Kota Batu serta menjadi pengalaman berharga yang membentuk sikap profesional kami di masa depan.

Thumbnail
3 months ago
Menanam Harapan untuk Masa Depan: Aksi Penanaman Bibit Buah oleh KKM Kelompok 86 Senandika Desa

MARIA AENUR RAHMAH

Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 Senandika Desa Wonorejo melaksanakan kegiatan penanaman bibit buah yang bertempat di Bukit Dusun Pusung, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Januari 2026 dan menjadi salah satu program kerja unggulan kelompok dalam mendukung pelestarian lingkungan desa. Kegiatan penanaman dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKM dengan melibatkan masyarakat setempat. Lokasi perbukitan dipilih sebagai upaya penghijauan lahan serta pencegahan kerusakan lingkungan. Berbagai jenis bibit buah ditanam dalam kegiatan ini, di antaranya bibit mangga, sirsak, kopi, palem, serta beberapa jenis tanaman lain yang dinilai sesuai dengan kondisi tanah dan iklim wilayah tersebut. Selain bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa. Tanaman buah yang ditanam berpotensi menjadi sumber pangan, memperbaiki kualitas lingkungan perbukitan, serta membuka peluang ekonomi di masa depan apabila dikelola secara berkelanjutan. Perwakilan KKM Kelompok 86 Senandika Desa Wonorejo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa. Penanaman bibit buah ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai upaya menanam kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif dalam proses penanaman dan dukungan terhadap keberlanjutan program ini. Melalui kegiatan penanaman bibit buah di Bukit Dusun Pusung, mahasiswa KKM berharap dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan desa yang hijau, lestari, dan bermanfaat bagi generasi mendatang.    

Thumbnail
3 months ago
Menanam Harapan untuk Masa Depan: Aksi Penanaman Bibit Buah oleh KKM Kelompok 86 Senandika Desa

ELMAYA ASYADINA

Sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 86 Senandika Desa Wonorejo melaksanakan kegiatan penanaman bibit buah yang bertempat di Bukit Dusun Pusung, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Januari 2026 dan menjadi salah satu program kerja unggulan kelompok dalam mendukung pelestarian lingkungan desa. Kegiatan penanaman dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKM dengan melibatkan masyarakat setempat. Lokasi perbukitan dipilih sebagai upaya penghijauan lahan serta pencegahan kerusakan lingkungan. Berbagai jenis bibit buah ditanam dalam kegiatan ini, di antaranya bibit mangga, sirsak, kopi, palem, serta beberapa jenis tanaman lain yang dinilai sesuai dengan kondisi tanah dan iklim wilayah tersebut. Selain bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat desa. Tanaman buah yang ditanam berpotensi menjadi sumber pangan, memperbaiki kualitas lingkungan perbukitan, serta membuka peluang ekonomi di masa depan apabila dikelola secara berkelanjutan. Perwakilan KKM Kelompok 86 Senandika Desa Wonorejo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa. Penanaman bibit buah ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga sebagai upaya menanam kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan aktif dalam proses penanaman dan dukungan terhadap keberlanjutan program ini. Melalui kegiatan penanaman bibit buah di Bukit Dusun Pusung, mahasiswa KKM berharap dapat meninggalkan dampak positif yang berkelanjutan serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan desa yang hijau, lestari, dan bermanfaat bagi generasi mendatang.

Thumbnail
3 months ago
Belajar dari Masyarakat: Edukasi Kepatuhan Minum Obat Calon Jamaah Haji dengan Pendekatan Visual selama KKM

ANISA RETNO PALUPI

Pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menjadi momen penting bagi saya untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat dan memahami permasalahan kesehatan yang nyata. Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama KKM adalah saat saya berkesempatan memberikan edukasi mengenai kepatuhan minum obat kepada calon jamaah haji, yaitu Ibu Mukti. Kegiatan ini tidak hanya menuntut pemahaman materi kesehatan, tetapi juga kemampuan berkomunikasi yang baik dan penuh empati. Ibu Mukti merupakan calon jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit diabetes melitus sehingga harus menjalani terapi obat secara rutin setiap hari. Kondisi tersebut membuat edukasi kepatuhan minum obat menjadi sangat penting untuk menunjang kesehatan beliau. Dalam proses edukasi, saya menggunakan media poster sebagai sarana utama penyampaian informasi. Pemilihan media ini didasarkan pada adanya keterbatasan kemampuan baca tulis yang dialami oleh calon jamaah haji. Poster disusun dengan tampilan sederhana, menggunakan gambar dan warna yang mudah dipahami agar pesan kesehatan dapat diterima dengan baik. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya minum obat secara teratur, waktu penggunaan obat, serta dampak yang dapat terjadi apabila pengobatan tidak dijalankan sesuai anjuran. Penyampaian dilakukan secara santai namun terarah, sehingga suasana edukasi terasa nyaman dan tidak kaku. Selain media poster, kami juga memberikan kotak obat yang telah dilabeli dengan warna-warna tertentu. Kotak obat ini dirancang untuk membantu Ibu Mukti dalam mengingat jadwal minum obat harian yang harus dijalani sebagai terapi diabetes melitus. Setiap warna pada kotak obat mewakili waktu minum obat yang berbeda, seperti pagi, siang, dan malam. Saya menjelaskan cara penggunaan kotak obat tersebut secara langsung sambil memberikan contoh agar mudah dipahami. Dengan adanya kotak obat berlabel warna, diharapkan beliau dapat lebih mandiri dan teratur dalam mengonsumsi obat. Selama kegiatan berlangsung, terlihat bahwa pendekatan visual memberikan dampak yang positif. Ibu Mukti menunjukkan ketertarikan terhadap poster dan kotak obat yang digunakan, serta mampu memahami kembali penjelasan yang telah disampaikan. Interaksi yang terjadi berlangsung dua arah, di mana beliau juga menceritakan kebiasaan minum obat yang selama ini dilakukan. Hal ini membantu saya dalam menyesuaikan penjelasan agar lebih relevan dengan kondisi sehari-hari beliau. Pengalaman ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan akan lebih efektif apabila dilakukan dengan metode yang sesuai dengan kebutuhan sasaran. Melalui pengalaman ini, saya mendapatkan banyak pembelajaran berharga sebagai mahasiswa. Saya menyadari bahwa peran mahasiswa dalam kegiatan KKM tidak hanya sekadar menjalankan program, tetapi juga menjadi pendamping masyarakat dalam meningkatkan pemahaman kesehatan. Kreativitas dalam memilih media edukasi dan kepekaan terhadap kondisi sasaran menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Pengalaman mendampingi calon jamaah haji dalam memahami pentingnya kepatuhan minum obat memberikan kesan mendalam bagi saya. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa edukasi kesehatan yang sederhana namun tepat sasaran dapat memberikan dampak yang berarti.

Thumbnail
3 months ago
*Mencegah Perundungan Pada Anak dan Meningkatkan Kesadaran Anak Dalam Menjaga Kesehatan Melalui Sosialisasi Bullying dan Kebersihan di SDN 01 Sidomulyo dan MI Al Hidayah Sidomulyo*

IRMA AULIYA

*Mencegah Perundungan Pada Anak dan Meningkatkan Inspirasi Anak Dalam Menjaga Kesehatan Melalui Sosialisasi Bullying dan Kebersihan di SDN 01 Sidomulyo dan MI Al Hidayah Sidomulyo*    Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 50 Astraya melaksanakan program kerja berupa kegiatan sosialisasi tentang bullying serta kebersihan dan kesehatan pada hari Senin dan Selasa. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lembaga pendidikan, yakni SDN 01 Sidomulyo pada Senin, 12 Januari 2026, dan MI Al Hidayah Sidomulyo pada Selasa, 13 Januari 2026, dengan melibatkan siswa-siswi serta guru pendamping. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya perilaku bullying serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Materi yang disampaikan meliputi bahaya konsumsi minuman kemasan, risiko penyakit cacingan, pentingnya mencuci tangan dengan benar, serta pemahaman mengenai bullying dan dampaknya terhadap lingkungan sekolah. Pemateri dalam kegiatan ini berasal dari perwakilan mahasiswa KKM 50 Astraya. Materi mengenai bahaya minuman kemasan yang disampaikan oleh saudara Rafi, yang menjelaskan dampak negatif konsumsi minuman kemasan secara berlebihan terhadap kesehatan anak. Selanjutnya materi tentang penyakit cacingan disampaikan oleh saudara Gunawan, yang memaparkan penyebab, dampak, serta cara pencegahan cacingan melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Sementara itu, materi mengenai bullying disampaikan oleh saudara Ibrahim, yang menjelaskan bentuk-bentuk bullying, dampaknya bagi korban, serta pentingnya saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh para siswa. Penyampaian materi dilakukan dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami, seperti penjelasan sederhana, tanya jawab, serta praktik langsung cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami dan menerapkan materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.   Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua kelompok KKM 50 Astraya dan dilanjutkan juga dengan pembukaan dari perwakilan salah satu guru di setiap Lembaga. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan sosialisasi materi, praktik cuci tangan, serta sesi diskusi bersama siswa. Para guru dan pihak sekolah juga mendampingi jalannya kegiatan dan memberikan dukungan penuh terhadap program yang dilaksanakan.   Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respon positif dari pihak sekolah. Melalui program kerja ini, diharapkan siswa-siswi SDN 01 Sidomulyo dan MI Al Hidayah Sidomulyo dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menghindari perilaku bullying dalam lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.