MOCH DIMAS NURHUDA
Penutupan Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa(KKM) Desa Ngebruk Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 108di Desa Ngebruk secara resmi ditutup pada Rabu, 4 Februari2026, bertempat di Balai Desa Ngebruk. Acara penutupanyang dimulai pada pukul 18.30 WIB tersebut berlangsungdengan khidmat dan dihadiri oleh mahasiswa KKM, dosenpembimbing lapangan, perangkat desa, serta masyarakat Desa Ngebruk. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya seluruhrangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat selamapelaksanaan KKM. Rangkaian acara penutupan diisi dengan pembagianhadiah perlombaan Isra’ Mi’raj yang sebelumnya telahdiselenggarakan sebagai bagian dari kegiatan keagamaan di Desa Ngebruk. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta dan masyarakat sebagai bentuk apresiasi ataspartisipasi dan semangat dalam memeriahkan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa kuat dalam momen tersebut. Acara kemudian dilanjutkan dengan launching website resmi Desa Ngebruk sebagai salah satu program unggulan mahasiswaKKM dalam mendukung pengembangan desa berbasisteknologi informasi. Website desa ini diharapkan dapatmenjadi media informasi yang efektif, sarana publikasikegiatan desa, serta penunjang transparansi dan pelayanankepada masyarakat. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, diputar after movie KKM yang menampilkan dokumentasiberbagai aktivitas dan program kerja mahasiswa selamamelaksanakan pengabdian di Desa Ngebruk. Pada sesi sambutan, Ketua KKM menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah desa dan masyarakat atasdukungan serta kerja sama yang telah terjalin selamapelaksanaan KKM. Sambutan dilanjutkan oleh Dosen Pembimbing Lapangan yang memberikan apresiasi atasdedikasi dan tanggung jawab mahasiswa dalam melaksanakanprogram kerja. Kepala Desa Ngebruk dalam sambutannyajuga menyampaikan rasa terima kasih serta harapan agar program-program yang telah dilaksanakan dapat memberikanmanfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan berakhirnyaacara penutupan tersebut, seluruh rangkaian kegiatan KKM di Desa Ngebruk resmi dinyatakan selesai.
NAURAH KAMILAH FIRDAUSY
Awalnya saya mengira kegiatan KKM ke calon jamaah haji akan terasa formal dan kaku. Ternyata justru sebaliknya. CJH yang kami dampingi sangat ramah, terbuka, dan menerima kami seperti keluarga sendiri. Edukasi kesehatan yang kami siapkan berubah menjadi obrolan santai yang penuh cerita, berisi mulai dari kekhawatiran kesehatan sampai harapan saat berangkat haji. Dari situ saya belajar bahwa kepercayaan lebih penting daripada sekadar menyampaikan materi. Pengalaman lain yang berkesan datang dari kerja kelompok. Kami berasal dari prodi berbeda, sehingga cara berpikir kami pun tidak sama. Awalnya sering berbeda pendapat, tetapi lama-kelamaan kami justru saling melengkapi. Ada yang fokus medis, ada yang komunikasi, ada yang perilaku. Di situ saya benar-benar merasakan arti kolaborasi dalam pelayanan kesehatan. Dosen pembimbing lapangan juga sangat membantu. Setiap evaluasi diberikan dengan detail dan langsung bisa kami perbaiki saat kunjungan berikutnya. Hal-hal kecil seperti cara bertanya dan menjelaskan ternyata sangat mempengaruhi kenyamanan CJH. KKM ini singkat, tetapi memberi pelajaran besar: melayani masyarakat bukan hanya soal pengetahuan, melainkan empati, komunikasi, dan kerja sama.
ANDINI DARIN FARODISI
Selama kegiatan KKM ini ada banyak sekali pengalaman dan pengetahuan baru yang saya dapatkan. Rasanya gugup sekali karena untuk pertama kalinya terjun langsung dan bertemu dengan masyarakat. Saya menyadari melalui kegiatan ini saya dapat melatih skill public speaking saya dengan berkomunikasi dengan orang baru atau orang awam dan memberikan edukasi kesehatan dengan baik. Program KKM ini sangat berkesan bagi saya dan juga terimakasih kepada CJH yang kooperatif serta teman teman kelompok yang saling merangkul dan membantu satu sama lain.
FAIQOTUL HIMMAH
Kegiatan berjalan kaki bersama selama pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kota Batu menjadi pengalaman sederhana yang ternyata memberikan refleksi mendalam bagi saya. Dalam satu sesi perjalanan sejauh kurang lebih 3,5 kilometer yang ditempuh selama 51 menit, saya menyadari satu hal penting, bahwa tingkat aktivitas fisik saya selama ini masih tergolong rendah. Kesadaran ini muncul ketika saya membandingkan kondisi diri dengan Calon Jemaah Haji (CJH) saya. Di usia yang lebih lanjut, mereka mampu berjalan dengan stabil tanpa menunjukkan tanda kelelahan atau sesak napas yang berarti. Sebaliknya, saya yang secara usia lebih muda, justru merasakan kelelahan lebih cepat. Pengalaman ini menjadi pengingat nyata bahwa kesehatan dan kebugaran tidak semata ditentukan oleh usia, melainkan oleh kebiasaan hidup, khususnya aktivitas fisik yang rutin. Selain refleksi kesehatan, perjalanan ini juga menghadirkan pengalaman visual yang berkesan. Saya menyaksikan sisi Kota Batu yang belum pernah saya lihat sebelumnya: jalan setapak di pinggiran sawah, udara pagi yang segar, serta pemandangan hijau yang memberikan ketenangan. Menyusuri jalur tersebut terasa seperti sebuah petualangan kecil, sederhana, namun bermakna, yang memperkaya pengalaman KKM saya, tidak hanya secara akademik tetapi juga secara personal. Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa KKM bukan sekadar bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang refleksi diri. Langkah-langkah kecil yang saya tempuh hari itu membuka kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani serta mengapresiasi lingkungan sekitar. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi saya untuk mulai memperbaiki pola hidup, khususnya dengan meningkatkan aktivitas fisik secara teratur di masa mendatang
INDRA HIDAYAH RAMADHAN
Menerapkan gaya hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan, memenuhi aktivitas fisik, kelola stres, hingga mencukupi waktu tidur yang berkualitas adalah hal yang tidak mudah. Sejatinya, calon jemaah haji (CJH) yang kelompok kami dampingi pun sudah mengoptimalkan gaya hidup sehat yang dimaksud, bahkan melebihi para mahasiswa yang mendampingi beliau. Namun, ternyata mengontrol penyakit yang sudah terjadi jauh lebih sulit daripada yang dibayangkan. Membatasi porsi nasi hingga 3 sendok per kali makan, Mengelola stres dan jam tidur di tengah kegiatan yang padat sebagai pedagang, Tetap berolahraga meski kadang mengeluhkan kelelahan dan nyeri pundak akibat glukosa darah dan tekanan darah tinggi yang terlanjur menjadi satu dengan keseharian. Luar biasa ! kesadaran dan kemauan bapak & ibu CJH untuk merubah pola hidup 180 derajat sangat luar biasa ! Bukan hanya sekadar mencapai status istitha'ah haji dan berangkat di bulan April nanti, tetapi juga terlihat sekali tekad untuk meneruskan gaya hidup sehat itu hingga seterusnya. Bagi kami, kelompok KKM yang mendampingi bapak & ibu yang luar biasa ini, pengalaman menemani bapak & ibu adalah pembelajaran yang sangat berarti. Terima Kasih Bapak & Ibu
LULUK MAFTUHA NURFAUZIYAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 189 Swakarsa Bhakti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengadakan sebuah kegiatan positif bersama masyarakat di Desa Tambakan, yaitu sebuah event yang dinamakan “Radar Tawa”. Acara tersebut dilaksanakan di lingkungan UPT SDN Tambakan 1 Gandusari Blitar dengan tujuan untuk mempererat hubungan sosial antara mahasiswa KKM, siswa sekolah, guru, dan warga setempat melalui serangkaian lomba kreatif dan menyenangkan. “Radar Tawa” bukan sekadar lomba biasa acara ini dirancang sebagai ajang penuh keceriaan, kreativitas, dan kompetisi sehat untuk anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini melibatkan berbagai lomba yang memicu semangat, kebersamaan, dan ekspresi diri siswa, seperti lomba tarik tambang, lomba estafet, serta permainan edukatif lain yang bisa membuat peserta tertawa dan gembira. Partisipasi siswa sangat antusias mereka mengikuti seluruh rangkaian lomba dengan penuh semangat dan saling mendukung satu sama lain. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari guru dan warga sekolah, yang turut hadir memberikan semangat dan membantu kelancaran acara. Tidak hanya sebagai hiburan, “Radar Tawa” menjadi wadah pembelajaran karakter bagi siswa dalam hal sportivitas, kerja sama tim, dan rasa percaya diri. Melalui kegiatan yang sederhana namun penuh makna ini, mahasiswa KKM 189 Swakarsa Bhakti turut membantu menciptakan suasana sekolah yang inklusif dan bersahabat, serta membantu memupuk talenta anak sejak dini. Sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, kegiatan “Radar Tawa” menunjukkan komitmen mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan sosial dan edukatif di Desa Tambakan, Blitar.