Thumbnail
5 months ago
23 Warga Terima BLT Terakhir Tahun 2025 di Dusun Ngrejo, Desa Kluwut Bersama KKM Reguler Kelompok 71 Mandhaloka

MAULIDYAWATI FAJRIA

Malang — Selasa, 24 Desember 2025. Sebanyak 23 warga Dusun Ngrejo, Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada penyaluran terakhir di tahun 2025 yang diselenggarakan di Balai Desa Kluwut. Program ini diketahui merupakan bantuan rutin yang diberikan setiap bulan selama satu tahun penuh kepada penerima manfaat yang sama. Secara keseluruhan terdapat 28 warga penerima BLT, namun pada penyaluran bulan Desember ini sebanyak 23 orang hadir langsung. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp300.000 yang disalurkan oleh pemerintah desa. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang Zuhur dan berjalan dengan tertib. Pelaksanaan pembagian BLT berlangsung tenang dan teratur. Warga datang sesuai jadwal yang telah diatur sehingga tidak terjadi penumpukan massa. Antusiasme masyarakat juga tampak cukup tinggi, karena bantuan ini dianggap sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Acara diawali dengan pembukaan oleh Sekretaris Desa Kluwut, Sairi, yang menyampaikan pengantar serta teknis pelaksanaan kegiatan. Setelah itu, Kepala Desa Kluwut, Purnomo, memberikan sambutan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan sosial ini. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Camat Wonosari, Wisnu Aji, yang memberikan arahan kepada warga penerima manfaat. Dalam sambutannya, ia berharap agar bantuan ini dapat digunakan secara tepat sasaran. “Kami berharap bantuan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, bukan untuk keperluan konsumtif seperti berbelanja ke mall”, ujarnya. Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, LINMAS turut hadir menjaga keamanan dan ketertiban. Di sisi lain, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Kelompok 71  Mandhaloka dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga ikut berperan dalam membantu administrasi kehadiran warga serta dokumentasi kegiatan. Dari total 15 mahasiswa, empat orang ditugaskan langsung mengikuti kegiatan penyaluran BLT ini. Program BLT sendiri merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masyarakat dapat terbantu dalam pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga. Kegiatan penyaluran BLT bulan Desember 2025 di Dusun Ngrejo secara umum berlangsung tertib, aman, dan kondusif, berkat kerja sama perangkat desa, pihak kecamatan, LINMAS, mahasiswa, serta warga yang hadir. Setelah seluruh penerima memperoleh bantuan, acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bagian dari dokumentasi resmi kegiatan.

Thumbnail
5 months ago
Partisipasi KKM Kelompok 71 Mandhaloka dalam Pengamanan Ibadah Natal di Gereja Santo Yusup, Desa Kluwut, Kec. Wonosari, Kab. Malang

ZAENAL ABIDIN

Wonosari, Malang — Selama pelaksanaan ibadah Natal di Gereja Santo Yusup, Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 71 Mandhaloka turut terlibat dalam kegiatan pengamanan pada 24 dan 25 Desember 2025. Kegiatan pengamanan ini dilaksanakan di area depan Gereja Santo Yusup sebagai titik utama keluar masuk jemaat. Penjagaan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ibadah Natal berjalan aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh umat yang hadir. Pada malam 24 Desember 2025, sebanyak lima mahasiswa KKM Kelompok 71 Mandhaloka berjaga bersama pihak Kepolisian, Koramil, Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan aparat lainnya. Para mahasiswa membantu memantau arus jemaat serta menjaga situasi di sekitar pintu utama gereja selama misa malam Natal berlangsung. Kegiatan serupa kembali dilaksanakan pada pagi hari, 25 Desember 2025. Pada kesempatan ini, empat mahasiswa KKM Kelompok 71 Mandhaloka kembali bertugas di depan gereja bersama aparat dan Satlinmas. Meskipun jumlah mahasiswa lebih sedikit, koordinasi pengamanan tetap berjalan baik dan situasi di sekitar gereja terpantau aman hingga ibadah selesai. Setelah seluruh rangkaian ibadah Natal berakhir, mahasiswa KKM dan jemaat saling bersalaman sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan. Pihak Gereja Santo Yusup juga mempersilakan para petugas dan mahasiswa untuk menikmati hidangan yang telah disediakan. Makanan yang disajikan dipastikan halal sehingga dapat dikonsumsi dengan nyaman oleh seluruh pihak yang bertugas. Melalui keterlibatan dalam pengamanan ibadah Natal ini, mahasiswa KKM Kelompok 71 Mandhaloka tidak hanya menjalankan peran menjaga keamanan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat lintas agama di Desa Kluwut. Kegiatan ini menjadi bagian dari praktik nyata toleransi dan kerja sama di tingkat lokal, yang tumbuh dari interaksi langsung dan kehadiran bersama di tengah masyarakat.

Thumbnail
5 months ago
Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Kelompok 71 UIN Malang Resmi Dilaksanakan di Desa Kluwut, Wonosari, Kab. Malang

SITI SOFIYAH

Malang – Kegiatan pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang resmi dilaksanakan pada Senin, 23 Desember, bertempat di Balai Desa Kluwut, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Acara dimulai pukul 13.30 WIB, bertepatan dengan pelepasan peserta KKM yang dilakukan oleh pihak kampus. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para mahasiswa dalam melaksanakan pengabdian masyarakat selama kurang lebih 40 hari ke depan. Pembukaan turut dihadiri oleh sekretaris desa beserta tiga perangkat desa lainnya yang mewakili pemerintah Desa Kluwut. Kepala desa sendiri tidak dapat menghadiri acara tersebut karena adanya agenda lain yang harus dihadiri di Bank Jatim. Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menyampaikan pesan kepada para peserta KKM dan pihak desa. Beliau berkata, "Saya selaku DPL izin menitipkan mahasiswa-mahasiswi KKM kepada Kepala Desa Kluwut, tolong jaga nama baik kampus, jaga sikap dan tata krama." Pesan ini menjadi penegasan pentingnya etika dan profesionalitas mahasiswa selama menjalankan tugas di masyarakat. Sebanyak 15 mahasiswa dan mahasiswi UIN Malang yang berpartisipasi dalam program KKM ini terdiri dari 9 perempuan dan 6 laki-laki. Rangkaian acara pembukaan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Dosen Pembimbing Lapangan, kemudian sambutan perangkat desa yang juga sekaligus meresmikan pelaksanaan KKM di Desa Kluwut. Dalam sambutannya, perwakilan desa menyatakan, "Tentu saja kami sangat senang dengan kehadiran adik-adik mahasiswa-mahasiswi ini, yang memiliki keilmuan dan intelektual yang baik, sehingga kami berharap adik-adik mahasiswa-mahasiswi ini bisa berkontribusi dan membantu desa kami. Mari saling bekerjasama, saling berkomunikasi, dan saling mengingatkan." Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua KKM yang sekaligus memaparkan program kerja selama pelaksanaan KKM dari tanggal 23 Desember hingga 4 Februari mendatang. Ketua KKM menyampaikan rasa terima kasih dan harapan terkait pelaksanaan program pengabdian ini. Ia mengatakan, "Kami sangat berterima kasih kepada Desa Kluwut dan masyarakatnya, terkhusus kepada Kepala Desa yang memberi kami kesempatan untuk belajar dan berkontribusi di desa Kluwut ini." Sambutan tersebut kemudian menutup rangkaian inti acara. Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar kegiatan KKM dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat baik bagi mahasiswa maupun masyarakat. Dengan resmi dimulainya program ini, para mahasiswa diharapkan mampu bersinergi dengan masyarakat dalam berbagai bentuk kegiatan yang mendukung perkembangan dan kebutuhan Desa Kluwut selama masa pengabdian berlangsung.

Thumbnail
9 months ago
Menebar Manfaat dari Desa: Cerita Tiga Aksi Nyata Mahasiswa KKM UIN Malang dalam Membangun Masyarakat

KURNIA AYU PRAMISTI

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bukan sekadar kewajiban akademik, tapi juga momentum nyata untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat. Melalui pengalaman di Desa Jeblog dan sekitarnya, tim KKM kami berupaya menghadirkan program kerja yang tidak hanya solutif tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata warga. Tiga program unggulan yang kami laksanakan mencerminkan semangat kolaborasi, empati, dan pemberdayaan. 1. Bakti Sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah Blitar: Mewarnai Hari Mereka dengan Kebaikan Bakti sosial ini bukan sekadar kegiatan berbagi sembako atau pakaian layak pakai. Lebih dari itu, kami ingin memberikan ruang bahagia dan pengalaman positif bagi anak-anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Blitar. Kegiatan interaktif seperti menggambar, bermain, hingga sesi dongeng motivasi menjadi cara kami membangun semangat dan kepercayaan diri mereka. Kebersamaan yang tercipta menjadi bukti bahwa kepedulian kecil pun bisa memberi arti besar dalam kehidupan anak-anak yang membutuhkan. 2. Edukasi Moderasi Beragama di TPQ Al Mubarok: Menanam Toleransi Sejak Dini Di tengah masyarakat yang majemuk, membangun kesadaran akan pentingnya hidup dalam toleransi menjadi hal yang sangat relevan. Melalui program edukatif di TPQ Al Mubarok, kami menyisipkan nilai-nilai moderasi beragama dalam pelajaran keislaman selama bulan Ramadan. Ceramah ringan, diskusi santai, dan permainan tematik kami kemas agar santri tidak hanya paham agama, tapi juga belajar menghargai perbedaan sejak dini. Dukungan dari para ustaz dan takmir TPQ membuat suasana belajar semakin bermakna dan bersahabat. 3. Seminar Parenting di Desa Jeblog: Menguatkan Peran Ibu dalam Keluarga Berangkat dari keresahan akan kurangnya edukasi tentang kesehatan mental dan peran strategis perempuan dalam rumah tangga, kami menginisiasi seminar parenting bertema “Perempuan Hebat: Kunci Mental Tangguh dalam Rumah Tangga”. Diikuti oleh ibu-ibu dari berbagai dusun, seminar ini menjadi ruang saling berbagi dan belajar bersama. Materi tentang manajemen emosi, pola asuh positif, hingga komunikasi efektif disampaikan oleh pemateri profesional. Diskusi hangat antar peserta membuktikan bahwa ibu-ibu pun siap menjadi agen perubahan dalam keluarga. Dari ketiga program tersebut, kami belajar bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Ketulusan dalam menjalankan kegiatan, pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat, dan semangat untuk terus belajar bersama warga menjadi kunci utama keberhasilan. Kegiatan KKM bukan hanya tentang mengabdi, tetapi juga tentang tumbuh bersama. Semoga cerita kecil dari lapangan ini bisa menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk turun ke masyarakat, mendengar dengan hati, dan bekerja dengan empati. Karena sejatinya, dampak dari KKM bukan hanya untuk warga, tapi juga untuk kita—mahasiswa yang belajar menjadi manusia yang lebih peduli dan tangguh.

Thumbnail
10 months ago
Setiap Orang Memiliki Kesempatan untuk Berbenah : Program Penguatan Karakter Positif di LPKA Blitar Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Setiap Orang Memiliki Kesempatan untuk Berbenah : Program Penguatan Karakter Positif di LPKA Bli

RAZIQA RIZKILLAH

https://www.kompasiana.com/anisha48849/67a412b234777c15415eec42/setiap-orang-memiliki-kesempatan-untuk-berbenah-program-penguatan-karakter-positif-di-lpka-blitar