ANDINI DARIN FARODISI
Selama kegiatan KKM ini ada banyak sekali pengalaman dan pengetahuan baru yang saya dapatkan. Rasanya gugup sekali karena untuk pertama kalinya terjun langsung dan bertemu dengan masyarakat. Saya menyadari melalui kegiatan ini saya dapat melatih skill public speaking saya dengan berkomunikasi dengan orang baru atau orang awam dan memberikan edukasi kesehatan dengan baik. Program KKM ini sangat berkesan bagi saya dan juga terimakasih kepada CJH yang kooperatif serta teman teman kelompok yang saling merangkul dan membantu satu sama lain.
FAIQOTUL HIMMAH
Kegiatan berjalan kaki bersama selama pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Kota Batu menjadi pengalaman sederhana yang ternyata memberikan refleksi mendalam bagi saya. Dalam satu sesi perjalanan sejauh kurang lebih 3,5 kilometer yang ditempuh selama 51 menit, saya menyadari satu hal penting, bahwa tingkat aktivitas fisik saya selama ini masih tergolong rendah. Kesadaran ini muncul ketika saya membandingkan kondisi diri dengan Calon Jemaah Haji (CJH) saya. Di usia yang lebih lanjut, mereka mampu berjalan dengan stabil tanpa menunjukkan tanda kelelahan atau sesak napas yang berarti. Sebaliknya, saya yang secara usia lebih muda, justru merasakan kelelahan lebih cepat. Pengalaman ini menjadi pengingat nyata bahwa kesehatan dan kebugaran tidak semata ditentukan oleh usia, melainkan oleh kebiasaan hidup, khususnya aktivitas fisik yang rutin. Selain refleksi kesehatan, perjalanan ini juga menghadirkan pengalaman visual yang berkesan. Saya menyaksikan sisi Kota Batu yang belum pernah saya lihat sebelumnya: jalan setapak di pinggiran sawah, udara pagi yang segar, serta pemandangan hijau yang memberikan ketenangan. Menyusuri jalur tersebut terasa seperti sebuah petualangan kecil, sederhana, namun bermakna, yang memperkaya pengalaman KKM saya, tidak hanya secara akademik tetapi juga secara personal. Melalui kegiatan ini, saya belajar bahwa KKM bukan sekadar bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga ruang refleksi diri. Langkah-langkah kecil yang saya tempuh hari itu membuka kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani serta mengapresiasi lingkungan sekitar. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi saya untuk mulai memperbaiki pola hidup, khususnya dengan meningkatkan aktivitas fisik secara teratur di masa mendatang
INDRA HIDAYAH RAMADHAN
Menerapkan gaya hidup sehat, mulai dari menjaga pola makan, memenuhi aktivitas fisik, kelola stres, hingga mencukupi waktu tidur yang berkualitas adalah hal yang tidak mudah. Sejatinya, calon jemaah haji (CJH) yang kelompok kami dampingi pun sudah mengoptimalkan gaya hidup sehat yang dimaksud, bahkan melebihi para mahasiswa yang mendampingi beliau. Namun, ternyata mengontrol penyakit yang sudah terjadi jauh lebih sulit daripada yang dibayangkan. Membatasi porsi nasi hingga 3 sendok per kali makan, Mengelola stres dan jam tidur di tengah kegiatan yang padat sebagai pedagang, Tetap berolahraga meski kadang mengeluhkan kelelahan dan nyeri pundak akibat glukosa darah dan tekanan darah tinggi yang terlanjur menjadi satu dengan keseharian. Luar biasa ! kesadaran dan kemauan bapak & ibu CJH untuk merubah pola hidup 180 derajat sangat luar biasa ! Bukan hanya sekadar mencapai status istitha'ah haji dan berangkat di bulan April nanti, tetapi juga terlihat sekali tekad untuk meneruskan gaya hidup sehat itu hingga seterusnya. Bagi kami, kelompok KKM yang mendampingi bapak & ibu yang luar biasa ini, pengalaman menemani bapak & ibu adalah pembelajaran yang sangat berarti. Terima Kasih Bapak & Ibu
LULUK MAFTUHA NURFAUZIYAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 189 Swakarsa Bhakti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengadakan sebuah kegiatan positif bersama masyarakat di Desa Tambakan, yaitu sebuah event yang dinamakan “Radar Tawa”. Acara tersebut dilaksanakan di lingkungan UPT SDN Tambakan 1 Gandusari Blitar dengan tujuan untuk mempererat hubungan sosial antara mahasiswa KKM, siswa sekolah, guru, dan warga setempat melalui serangkaian lomba kreatif dan menyenangkan. “Radar Tawa” bukan sekadar lomba biasa acara ini dirancang sebagai ajang penuh keceriaan, kreativitas, dan kompetisi sehat untuk anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini melibatkan berbagai lomba yang memicu semangat, kebersamaan, dan ekspresi diri siswa, seperti lomba tarik tambang, lomba estafet, serta permainan edukatif lain yang bisa membuat peserta tertawa dan gembira. Partisipasi siswa sangat antusias mereka mengikuti seluruh rangkaian lomba dengan penuh semangat dan saling mendukung satu sama lain. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari guru dan warga sekolah, yang turut hadir memberikan semangat dan membantu kelancaran acara. Tidak hanya sebagai hiburan, “Radar Tawa” menjadi wadah pembelajaran karakter bagi siswa dalam hal sportivitas, kerja sama tim, dan rasa percaya diri. Melalui kegiatan yang sederhana namun penuh makna ini, mahasiswa KKM 189 Swakarsa Bhakti turut membantu menciptakan suasana sekolah yang inklusif dan bersahabat, serta membantu memupuk talenta anak sejak dini. Sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, kegiatan “Radar Tawa” menunjukkan komitmen mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan sosial dan edukatif di Desa Tambakan, Blitar.
DYAH PRAMESTI GAYUH UTAMI ASIH LESTARI
Selama pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Karanganmloko, Kota Batu, saya belajar bahwa persiapan ibadah haji tidak hanya berbicara tentang kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan fisik yang sering kali luput dari perhatian. Melalui program SMART-MED HAJI, kami melakukan pendampingan kesehatan kepada calon jemaah haji dengan penyakit kronis sebagai upaya mendukung tercapainya istithaah kesehatan. Ibadah haji menuntut aktivitas fisik yang tidak ringan. Berjalan jauh, berdiri lama, kepadatan jemaah, serta kondisi iklim yang ekstrem menjadi tantangan tersendiri bagi calon jemaah haji. Di lapangan, saya bertemu langsung dengan calon jemaah haji yang memiliki riwayat hipertensi dan hiperurisemia, dua kondisi yang sering dianggap sepele, tetapi berpotensi menimbulkan masalah bila tidak terkontrol dengan baik. Pendampingan yang kami lakukan tidak hanya sebatas pemeriksaan kesehatan. Kami juga mendampingi calon jemaah haji dalam memahami kondisi kesehatannya, pentingnya kepatuhan minum obat, serta kebiasaan hidup sehat yang dapat dilakukan sehari-hari. Dari proses ini, saya menyadari bahwa edukasi sederhana dan komunikasi yang baik memiliki peran besar dalam meningkatkan kesadaran kesehatan. Pengalaman KKM ini menjadi pengingat bagi saya bahwa pendekatan kesehatan di masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan dan humanis. SMART-MED HAJI bukan hanya sebuah program, tetapi menjadi sarana pembelajaran bagi kami sebagai mahasiswa untuk melihat kesehatan dari sudut pandang yang lebih utuh bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari ikhtiar agar ibadah dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya.
SALIMA QURATUAINI
MALANG – Mahasiswa KKM 09 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah merampungkan program pendampingan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) An-Nur. Program yang berlangsung selama tiga pekan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata mahasiswa dalam memperkuat pendidikan agama bagi anak-anak di daerah setempat. Sebelum terjun langsung mengajar, tim KKM terlebih dahulu mengikuti sesi sosialisasi dan pembekalan khusus yang dipimpin langsung oleh Ketua TPQ An-Nur. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa memahami standarisasi metode UMMI yang diterapkan di lembaga tersebut. "Kami sangat senang dengan kehadiran adik-adik mahasiswa KKM di sini. Kita di sini sifatnya sama-sama belajar. Untuk awal pengajaran, silakan adik-adik memperhatikan terlebih dahulu bagaimana para pengajar di sini menyampaikan materi, baru kemudian mempraktikkannya langsung kepada para santri," ujar Ibu Ida memberikan arahan. Dalam sesi tersebut, mahasiswa juga dibekali dengan buku panduan pengajaran sebagai rujukan utama guna memastikan materi yang disampaikan selaras dengan kurikulum yang ada dan menjaga kualitas pengajaran tetap terjaga. Untuk menjaga kondusifitas suasana belajar, tim KKM menerapkan strategi pembagian personel menjadi dua gelombang. Mahasiswa dibagi untuk bertugas pada hari Selasa dan Rabu. Langkah ini diambil agar jumlah pendamping tidak terlalu banyak dalam satu waktu (tidak menumpuk), sehingga para santri dapat lebih fokus dan tidak merasa terdistraksi oleh kehadiran terlalu banyak orang asing di dalam kelas. Kegiatan pendampingan dimulai pada sore hari, pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM menggunakan sistem pembagian kelas acak untuk mendampingi berbagai jenjang kelas yang ada di TPQ An-Nur, meliputi kelas Pra-TK, Jilid 1-6, kelas Ghorib, hingga kelas Al-Qur'an. Setiap mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mendampingi kelas yang berbeda-beda setiap harinya. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengikuti alur Metode UMMI yang terstruktur, meliputi beberapa tahapan mulai dari pembukaan yang hangat, dilanjutkan dengan hafalan surat-surat pendek, kemudian klasikal untuk pemahaman bersama, hingga sesi evaluasi dan penutup. Fokus utama mahasiswa KKM dalam setiap tahapan tersebut adalah membantu menyimak bacaan santri dengan memberikan perhatian khusus pada ketepatan makhorijul huruf agar santri mampu melafalkan setiap huruf hijaiyah dengan benar. Selain itu, mahasiswa juga teliti dalam mengoreksi kerapian tajwid, terutama terkait hukum bacaan dan panjang pendeknya nada (mad), serta membantu meningkatkan kelancaran atau fashohah agar santri lebih percaya diri dalam menyambung ayat demi ayat. Kehadiran mahasiswa dengan sistem bergantian dan metode yang teratur ini memberikan warna baru di TPQ An-Nur. Dengan jumlah pendamping yang proporsional dan alur pengajaran yang jelas, interaksi antara mahasiswa dan santri menjadi lebih berkualitas. Melalui kegiatan yang telah berjalan selama tiga pekan ini, diharapkan kualitas bacaan para santri TPQ An-Nur semakin meningkat dan kedekatan antara mahasiswa UIN Malang dengan masyarakat setempat semakin erat melalui syiar Al-Qur'an.